Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
40. Menemukan Pengkhianat Baru


__ADS_3

Seperti yang diperintahkan Hanum, Mira mulai mencari celah pelayan utama mana yang terlihat kesulitan dalam finansial. Memang penghasilan di kediaman Orion sangatlah besar. Namun tak menutup kemungkinan ada pelayan yang sedang mengalami kesulitan keuangan.


"Gi, aku harus nyari uang kemana ya untuk pengobatan adikku?"Ucap salah satu pelayan utama Miranda kepada Gina salah satu pelayan utama lainnya.


"Memang gajimu di sini ga cukup? Gaji jadi pelayan di sini cukup besar, Nda. Aku saja bisa kirim uang ke kampung dan buat toko kecil-kecilan di sana untuk orang tuaku."


"Memang gaji di sini sangat besar, Gin. Tapi ga cukup untuk pembayaran kemo adikku per dua minggu, ditambah adikku yang masih sekolah menengah dan harus menghidupi orang tuaku."


"Iya juga sih, mungkin waktu sore hari lepas pekerjaan di sini bisa kamu gunakan untuk freelance, Nda. Untuk menambah penghasilanmu."


"Iya juga, ya. Tapi harus bekerja di mana ya Gin?"


"Coba deh ketika libur kamu mencari lowongan pekerjaan freelance."


Di balik dinding penghalang tempat duduk santai para pelayan Mira mendengar percakapan Miranda dan Gina. Ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Mira langsung menghubungi Hanum.


"Hallo, nyonya." Ucap Miranda kepada Hanum dari sebrang sana


"Hallo, Mir. Bagaimana tugas yang saya berikan?"


"Baru saja, saya mendapat informasi bahwa salah satu pelayan utama bernama Gina sedang mengalami kesulitan finansial, nyonya. Ia harus membayar kemo adik dan menghidupi keluarganya."


"Ok thanks Mir. Saya akan urus dulu pelayan bernama Gina. Setelah itu akan saya beri tugas melalui kamu, agar siapapun di kediaman Orion tak ada yang curiga pada pelayan utama yang bernama Gina."


"Baik, nyonya." Seperti biasa Hanum menutup telefon tanpa merespon ucapan Mira.


"Hallo Ris, kamu punya tugas baru.'


"Iya hallo, nyonya Hanum. Tugas apa nyonya?"


"Cari informasi lengkap pelayan utama di kediaman Orion bernama Gina dengan kekuatan IT dan Teknologi kita. Jika ditemukan ia benar-benar mengalami kesulitan ekonomi. Berikan penawaran terbaik untuk Gina menjadi kaki tanganku di kediaman Orion."


"Baik, nyonya satu jam lagi akan saya berikan informasinya."


"Ok, Ris aku tunggu kabarnya." Hanum mematikkan sambungan telefon dengan Haris


"Sayang-sayangku tiga bulan lagi kalian akan lahir," Hanum mengelus perut yang sudah sangat membesar "Tepat saat kalian lahir, usia kehamilan wanita itu sekitar enam bulan. Tak kan ku biarkan anaknya terlahir di dunia. Akan ku buat wanita kecil itu kehilangan anaknya karena luka yang akan digoreskan Orion, hahaha." Hanum tertawa dengan bermonolog sendiri

__ADS_1


****


Hari ini tepat usia kandungan Nayla tiga bulan kurang dua hari.


'Ayah, ayah kan janji mau aja ibu ke Jogja ke rumah eyang untuk menengok Arga. Dua hari lagi kandungan ibu tiga bulan loh, yah."


"Iya, sayang sabar ya dua hari lagi."


"Maksud ibu, kenapa ga check up ke rumah sakit hari ini. Jadi tepat dua hari lagi kita langsung ke Jogja, yah."


Orion dan Nayla sedang berada di saung buatan di atas kolam ikan halaman belakang rumah mereka. Berselonjor di sofa lipat dengan Orion memeluk Nayla dari belakang sepertu biasa hobi selama Nayla hamil mengelus lembut perut Nayla dan berulang mencium pucuk kepala atau bahu Nayla yang menggunakan dress tanpa lengan.


"Besok saja ya ke rumah sakitnya. Ayah pengen menikmati berdua dengan ibu seperti sekarang ini."


"Ayah hampir tiga bulan loh, ayah menikmati waktu berdua dengan ibu." Nayla terkekeh dengan pernyataan Orion


"Tapi beda, bu. Setiap kali bersama ibu seringnya di ruang kerja ayah. Hanya weekend seperti ini kita bisa benar-benar menikmati waktu berdua."


"Ayah, nih ya bisa aja alasannya. Walau sering di ruang kerja tetap aja seringnya ayah ngerjain ibu." Memang kenyataan selama Nayla menemani Orion di ruang kerja Orion akan menerkam Nayla hingga penyatuan atau tanpa penyatuan. Tubuh Nayla bagai candu untuknya, apalagi bibir tebal, seksi ranum milik Nayla. Hampir setiap hari Orion selalu mengambil kesempatan mencium Nayla


"Hahaha...karena ibu buat ayah ketagihan, apalagi bibir seksinya ibu nih, cup mengecup bibir Nayla sekilas dengan membalikkan wajah Nayla."


"Hahaha...nggak apa-apa, sayang. Sama istri sendiri. Baru marah kalau sama istri orang."


"Ayah, berani cium istri orang??" Nayla mengangkat kaki menjadi terduduk wajah Nayla berhadapan dengan Orion menatap tajam Orion


"Hahaha," Orion semakin tertawa terbahak-bahak melihat ekpresi marah Nayla. "Ayah bercanda sayang, mana mungkin ayah cium istri orang kalau istri ayah aja cantik dan seksinya kayak gini apalagi ada baby kita di sini kamu makin keliatan cantik dan seksi, sayang."


"Bisa aja ayah, makin pinter merayu ibu. Bilang aja makin gemuk," Nayla memutar bola mata


"Beda sayang gemuk sama seksi. Ayah ga merayu memang kenyataan. Ibu tuh candu buat ayah." Tangan Orion mulai bergerilya ke tubuh Nayla.


Nayla dengan sigap menahan kedua tangan Orion. "Yah, kebiasaan nggak lihat tempat." Nayla pun berdiri menuruni tangga saung menuju ke dalam. Orion menyusul Nayla.


"Jadi boleh ya di dalam?"


Nayla mengangguk menyetujui permintaan Orion, dan pagi menuju siang itu diakhiri dengan aktifitas panas Orion dan Nayla, di kamar utama mereka.

__ADS_1


****


Di negara xxx Hanum mendapatkan informasi dari surel yang dikirimkan Haris.


"Ok, Gina anak tertua dari keluarga lengkap ayah pengangguran, ibu buruh cuci, adik perempuan yang sakit kanker dan adik laki-laki yang masih sekolah. Kerja bagus Haris." Hanum bermonolog sendiri di kamar pribadi dengan posisi berselonjor di ranjang king sizenya. Hanum menelepon Haris.


"Hallo, Ris. Kerja bagus kamu mendapatkan informasi pelayan Orion."


"Hallo, nyonya. Terimakasih nyonya."


"Saya akan mentransfer sisa ditambah bonusnya setelah kamu melakukan hal yang sudah saya tugaskan. Beri penawaran terbaik untuknya menjadi tangan kanan saya."


"Baik, nyonya."


"Satu lagi, jika dia menerima tawaranmu. Temui dia secara langsung ketika waktu liburnya. Berikan handphone khusus untuk aku berkomunikasi dengannya. Di handphone itu cukup hanya ada nomorku."


"Baik, nyonya akan segera saya laksanakan." Hanum menutup telefon saat Rio memasuki kamar mereka.


"Honey, aku ingin melihat anak kita. Kita check up ke rumah sakit hari ini, bagaimana?"


"Masih satu minggu lagi, baby."


"Tapi aku ingin melihat mereka."


"Ya sudah, aku bersiap dahulu. Rio membantu membangunkan Hanum yang mulai kesusahan karena perutnya yang semakin membesar. Setelah berdiri sempurna, ketika Hanum akan melangkah Rio memeluknya dari belakang.


Aku sangat bahagia, sayang. Akhirnya aku, kamu dan bersama kedua baby kita hidup bersama. Jika rahasia utama keamanan Perusahaan Orion telah ku temukan. Kamu harus menandatangani perceraianmu segera, sayang."


Deg,


Hanum merasa tertohok oleh ucapan Rio. "Aku pastikkan sebelum rahasia itu ditemukan, aku akan membalas dendamku dahulu padanya, sayang." Batin Hanum yang masih ada dalam pelukkan Rio. Rio memang tak mengetahui sama sekali rencana balas dendam Hanum yang pernah menyimpan rasa pada Orion.


Makiin gemaay gaa??? atau makin kesyeel??? atau makin penisirin???


KENCENGIN VOTE & LIKE nya dulu dong biar miss semangaat nih


Jujur miss makin disibukkan dengan real life miss nih tapi miss sadar ga mau bikim misstizen susah tidur nungguin miss up 🤭😂

__ADS_1


Makannya semangatin miss dengan VOTE dan likenya atuh yaaa 😉


__ADS_2