
"Apakah adek sudah siap, sayang?"
Dengan pipi yang sudah merah seperti tomat Nayla memgangguk. Jantung Nayla berdegub sangat kencang iya sangat gugup.
Orion mendekati Nayla yang duduk di pinggir ranjang king size kamar suite mereka. Orion mengulurkan tangan kepada Nayla, ia menerima uluran tangan Orion meskipun ia tak mengerti maksud Orion mengulurkan tangannya, mau mengajak dirinya kemana.
"Mau kemana, mas?" Nayla bertanya sambil bangun dari duduknya dengan tangan yang sudah memegang uluran tangan Orion.
Tanpa menjawab Orion menarik Nayla ke pelukkannya.
"Mas pengen seperti ini sebentar sayang. Sebelum mas meminta hak mas, mas ingin peluk kamu seperti ini 10 menit saja biarkan kita seperti ini. Sebelum semalaman kamu tak bisa tidur." Ucap Orion dengan terkekeh di kalimat terakhirnya untuk mencairkan suasana yang terlihat tegang, lebih tepatnya Nayla yang tegang karna gugup.
Mereka berpelukkan dengan posisi berdiri di dekat sofa ujung. Orion mengelus lembut punggung Nayla dan Nayla membalas pelukkan Orion yang hangat dengan kepala bersandar di dada bidang Orion.
"Sayang, apapun yang harus mas hadapi ke depannya mas tak akan pernah membiarkan kamu lepas dari pelukkan mas. Mas janji akan segera menyelesaikan urusan mas dengan Hanum. Kamu satu-satunya wanita mas, ibu dari anak-anak mas. Bismillah...semoga malam ini ada kehidupan baru di rahimmu." Batin Orion yang memeluk erat Nayla
10 Menit berlalu, Orion merenggangkan pelukannya menatap wajah Nayla dengan lekat. Lalu mencium kening Nayla
Orion menggendong Nayla ala bridal, menurunkan perlahan di ranjang king sizenya, menyentuh ubun-ubun kepala Nayla membacakan do'a. Memulai mencium kening, hidung dan terakhir memangut bibirnya.
Malam ini, malam yang selalu Orion nantikan setelah banyak drama kegagalan malam tertunda ditambah pekerjaan yang menguras tenaga, pikiran dan waktunya.
Orion terus memangut bibir Nayla, dengan tangan tak tinggal diam. Ia melepaskan kimono handuk Nayla, menghentiklan pangutan bibirnya saat merasa Nayla kehabisan nafas, lalu ia menatap mata Nayla meminta persetujuan.
Saat akan memulai, Hape Nayla berdering menganggu aktifitas mereka
Drt...drt..drt..
Nayla mencoba menghentikkan Orion, tapi dengan keukeuh Orion meminta Nayla mengabaikannya
"Mas , izinkan Nay mengangkatnya dahulu."
"Abaikan saja, dek."
__ADS_1
"Nay mohon mas, deringnya tak berhenti mungkin hal penting." Nayla meminta dengan wajah memelas. Orion pun tak sampai hati dengan terpaksa mengizinkan Nayla untuk mengangkat telpon.
Saat Nayla mengangkat telpon Orion mengaktifkan hape nya. Saat menyala ada sepuluh panggilan tak terjawab dan pesan dari Dirga
"Tuan mohon maaf saya mengganggu. Terlacak nomor negara xxx menghubungi dan mengirim pesan ke nomor nona muda. Kemungkinan nyonya Hanum, saya tidak dapat membuka pesan yang masuk karna sandinya hanya bisa dibuka melalui handphone anda yang terhubung dengan nomor nona."
Setelah Orion membaca pesan Dirga, ia melirik ke arah Nayla yang sedang mengangkat telpon, dan dengan segera ia mendekat.
"Hallo, Nayla Chaira Wijaya." Suara tegas wanita di sebrang sana
"Hallo, maaf ini dengan siapa? Apa anda mengenal saya?"
Belum juga Nayla mendengar jawaban wanita di sebrang sana Orion mengambil paksa telpon di tangan Nayla dan mematikkannya.
"Mas Rion kenapa diambil dan dimatikkan telponnya?"
"Mas tadi liat itu nomor luar sayang. Kamu ga usah menanggapi nomor yang ga jelas, sekarang banyak modus penipuan dek. Menghipnotis korban melalui telpon."
"Iya sayang, modus penipuan sekarang sudah beragam. Mereka bisa saja mencari informasi identitas korbannya dari mengecek identitas yang terdaftar di nomor. Mereka menemukkan kontak kita dengan random. Seolah mengenal kita. Zaman sekarang kita harus benar-benar waspada, dek. Elak Orion dengan segala hal yang ia tau untuk menyembunyikan kegelisahannya. Dan tanpa Nayla sadari Orion menghapus pesan masuk dari nomor tadi yang belum sempat Nayla baca dan memblokir nomor tanpa nama dari negeri xxx tersebut.
"Ya allah mas ngeri amet sih." Ujar Nayla dengan polosnya
"Ya untuk itu kamu harus lebih waspada sayang, jangan pernah sekali pun mengangkat panggilan dari nomor yang tak dikenal ya? Janji??"
"Haha apaan sih mas pake janji-janji segala. Ga pake janji-janji juga Nay ga akan ko ngulangin hal yang sama." Ujar Nayla dengan terkekeuh
Orion hanya tersenyum kaku, karna masih merasa gelisah dan tak tenang akan Hanum yang terus mencari celah menghubungi Nayla. tak berselang lama hape Orion berbunyi
Drt...drt...drt
"Tuan, akhirnya nomor anda aktif. Maaf saya menganggu malam anda. Bisakah saya bertemu tuan? Ada hal penting yang harus saya sampaikan mengenai nyonya Hanum."
"Ok datanglah kesini, saya menunggu kamu di loby."
__ADS_1
"Baik, tuan." Suara Dirga di sebrang sana
"Siapa mas?" Tanya Nayla karna ekpresi Orion yang tiba-tiba berubah seperti menahan amarah.
"Dirga, dek. Ada urusan penting yang harus mas urus, mas ke loby dulu ya. Maaf masih karena pekerjaan kita menunda malam pertama kita." Ujar Orion dengan menggoda Nayla untuk mencairkan ketegangan dirinya
"Waktu kita masih banyak mas, bisa kapanpun. Mas selesaikan dulu saja pekerjaan mas." Nayla menjawab dengan pipi yang sudah memerah karna ucapan Orion.
Pov Orion
Untuk kesekian kalinya malam di mana aku akan menanam benih di rahim Naylaku gagal kembali. Dan sudah kedua kalinya karena Hanum. Astaga Hanum kamu benar-benar tidak bisa dibiarkan terus mencari celah untuk menyakiti Naylaku.
Oke jika kamu mau bermain-main denganku, akan aku layani. Tapi tidak dengan melibatkan Naylaku. Tunggu sampai aku menemukanmu Hanum. Apa yang akan aku lakukan.
Aku tau maksud kamu menyembunyikan diri, apalagi dengan status baruku selain tak ingin menandatangani surat perceraian dan tak ingin kehilangan ladang uangmu. Cepat atau lambat kelicikanmu akan aku hentikkan.
Naylaku, sebisa mungkin akan mas lindungi hati dan diri kamu dari rasa sakit apalagi dari kenyataan mas yang belum menyelesaikan perceraian secara hukum. Sampai waktunya ketuk palu di meja hijau. Tak akan mas biarkan kamu tau, dan menyakiti hatimu, dek.
Pov Orion end
Udah nunggu part malam tertunda Couple NARI (Nayla Rion) ya????
Eits mohon maaf nih tadinya bab 19 part 21 plus plus Nayla Rion tapi karna aturan manga toon miss ga bisa buat part itu berdekatan dengan part sebelumnya yang bertanda 21 plus plus
Tapi bakal ada ko, hanya saja masih beberapa episode lagi. Dan pertumpahan air mata akan segera dimulai. Nah biar cepat menuju klimaks miss harap riders menghargai karya miss hanya dengan tekan tombol like atau komentar. Miss tunggu yaaa
Ketcuuuup buanjiiir dari misss. 😘😘
JANGAN LUPA LOOOH, Biar miss cepet dapet cap halal loh, tapi bukan dari organisasi halal makanan tapi halal dari KUA ðŸ¤
Lah miss apa hubungannya???
Adalah miss lagi nabung nih buat merried 😂
__ADS_1