Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
184. Season 3 - Bijaksananya Orion


__ADS_3

Ketika malam tiba, Fiana sudah terlelap Fariz menghubungi sang ayah Orion.


“Assalamu'alaiku, Hallo nak?”


“Wa'alaikumsalam, Iya yah ada yang ingin Fariz katakan.” Fariz to the point


“Katakanlah?


“Yah maafkan Fariz, Fariz berbohong."


"Mengenai apa nak?"


"Mengenai Fiana yang mengidam yah, Fiana belum hamil. Fariz hanya ingin memberikan kebahagiaan untuk Fiana mengajaknya ke tiga negara lagi, satu negara terkahir Mekkah yah. Fariz ingin umroh bersamanya. Jadi Fariz meminta ayah mengizinkan Fariz meninggalkan kewajiban Fariz di Perusahaan kurang lebih satu bulan.”


“Ayah tahu kamu berbohong. Ayah hanya menunggu kamu berkata jujur. Ayah hargai kejujuranmu, jangan diulangi. Lebih baik komunikasikan dengan baik dari awal. Ayah masih ayahmu Fariz. Ayah pasti mengizinkan apalagi untuk kebahagiaan anak dan menantu ayah.”


Jelas Orion tahu dibohongi Fariz, seluruh anaknya masih dalam pengawasan matanya di manapun dengan koneksi kuat miliknya. Orion selalu mengambil keputusan yang bijaksana, tak memarahi anak-anaknya saat bersalah hanya sebuah teguran untuk tak mengulanginya dan tak menyalahkannya.


Cinta, kasih tulus dan kelembutan Nayla mengubah sifat tempramental Orion untuk menjadi pemimpin dan seorang ayah yang bijaksana. Benar adanya di balik lelaki hebat ada wanita hebat yang mendukung suaminya.


Saling menyuport dan melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Pernikahan yang langgeng yang bisa Orion jalankan bersama Nayla adalah sebuah penerimaan kekurangan dan kelebihan satu sama lain


Ketoleransian yang perlu dibangun dalam rumah tangga. Menerima baik buruknya pasangan dalam kondisi dan situasi apapun.


Jika Orion dengan wanita lain belum tentu rezeki yang diterima seorang Orion yaitu anak-anak dan harta melimpahnya belum tentu ia dapatkan.


“Iya yah maafkan Fariz, termiakasih atas izin ayah.”

__ADS_1


“Iya aa, jaga menantu ayah dengan baik. Soal ucapanmu Fiana yang mengidam ayah dan ibu aaminkan di sini semoga honeymoonmu membawa kabar bahagia untuk kami.”


“Iya yah terimakasih do’a kan kami yah. Bisa segera memberi ayah dan ibu cucu.”


“Iya aa, ayah akhiri dulu ya.”


“Iya yah, assalamu’alaikum.”


“Wa’alaikumsalam.”


Fariz menelepon Orion dari luar kamar, agar Fiana yang tertidur tak terganggu oleh suaranya.


“Alhamdulillah sayang ayah mengizinkan kita honeymoon ke tiga negara lagi, akan ku buat ucapanku menjadi sebuah kenyataan istriku. Insya Allah atas izin Allah.” Gumam Fariz pelan menatap wajah damai Fiana yang tertidur.


**


Setelah Maladewa, Raja Ampat tiga tempat lainnya yaitu Swiss, Dubai dan Mekkah. Di kedua negara sebelum ke Mekkah Fiana benar-benar dimanjakan oleh sang suami. Fiana memang bukan wanita yang hobi shopping, Fiana lebih suka ke tempat alam. Jika Fariz inginnya mengurung Fiana di kamar seharian, berbeda dengan sang istri merengek ingin menikmati honeymoon mereka berjalan-jalan ke tempat-tempat indah atau bersejarah di sana.


“Oleh-oleh apaan sih aa? Masa oleh-oleh di kamar .” Dengan polosnya Fiana protes


“Ya Rabb berapa kali ***-*** masih nggak ngerti.nih istri,” gumam Fariz dengan pelan. “Buat cucu sayang untuk mereka.”


“Ya ampun aa masa setiap hari aa mau mengurungku di kamar sih? Ini namanya bukan honeymoon tapi pindah tempat untuk melakukan itu.” Fiana malu mengatakan hubungan intim walau sudah terhitung sering melakukannya dengan Fariz


“Melakukan itu apa?” Fariz sengaja menggoda Fiana dengan wajah datarnya


"Jangan pura-pura nggak ngerti deh aa. Tiap ada kesempatan kamu menyentuhku.” Fiana menyebikkan bibirnya

__ADS_1


"Buahahaha,” Fariz tak tahan dengan ekpresi Fiana yang menggemaskan tertawa terbahak renyah. "Kamu juga menikmatinya sayang.” Fariz menaik turunkan alisnya masih dengan sisa tawanya


*Ketawain aja awas minta jatah.”


“Eeh ko gitu, jangan dong sayang.”


“Makannya jangan kurung aku terus, ngapain mahal-mahal ke negara-negara bagus pemandangannya kayak di sini kalau waktunya dihabiskan di kamar terus.”


"Baiklah ibu ratu. Ratu ingin Raja ajak kemana?” Fariz merangkul Fiana lalu mendekapnya meredakan rasa kekesalan sang istri dengan sebuah pelukan


"Paling bisa ya aa nurunin emosi istrinya.”


“Iya dong sayang, pelukan kayak gini bisa mereda emosi, kesal, lelah bahkan menghilangkan stress kayak istri aa ini yang stress di kamar terus.” Fariz terkekeh mengatakannya masih dengan posisi memeluk tubuh Fiana dan mengecup puncak kepala Fiana yang tertutup hijab


“Iya iya suami terbaikku, ayo kita jalan-jalan.”


Mereka pun keluar menikmati indahnya pemandangan Swiss yang dikelilingi pegunungan



Ilustrasi Pinterest


Coba mana mana dukungannya biar miss rajin Up couple Fiana Fariz lagi 🤭


Kali kali bagi miss KOPI lah di novel ini 🤗


LIKE, VOTE nya juga kencengin ya

__ADS_1


Mau lanjut terus ga nih cerita Aa Fariz Fiana?


Atau udah mulai bosen?


__ADS_2