Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
187. Season 3 – Kebahagiaan keluarga Hardiardjo


__ADS_3

Saat dokter mengarahkan alat USG ke perut Fiana.


"Alhamdulillah selamat aa Fariz, nyonya Fiana sedang mengandung buah hati aa." Dokter Feby tersenyum ramah, ia merupakan tante Fiana dari ayahnya jadi Feby menyebut sebutan Fariz dengan kata aa


"Serius tante?"


"Iya aa."


"Alhamdulillah." Fariz sujud syukur di lantai ruang kandungan lalu menghampiri Fiana yang masih berbaring menghujani wajah Fiana dengan kecupan


"Terimakasih, terimakasih sayang kita akan jadi orang tua." Fariz menitikkan air mata bahagia sama seperti Fiana


"Iya aa alhamdulillah, aku mengandung anakmu." Air mata Fiana membasahi pipi mulusnya.


"Iya sayang, anak kita buah cinta kita hasil malam-malam indah kita telah tumbuh di rahimmu." Ucap Fariz dengan lembut memancarkan binar kebahagiannya menyatukan keningnya di kening Fiana, dengan tangan menghapus air mata di pipi Fiana


Tak peduli dengan keberadaan dokter Feby dan perawat yang ada di ruangan tersebut


"Ekhm.., bumi serasa berdua yang lain ngontrak ya aa." Ucap Feby dengan terkekeh


"Aa malu iih." Fiana memukul pelan dada bidang Fariz


"Maaf tante." Fariz hanya cengengesan dengan sikapnya


Setelah pemeriksaan dan dinyatakan Fiana hamil berusia lima minggu terhitung dari terakhir Fiana berhalangan. Fariz langsung menelepon sang asisten untuk mengemudikan mobilnya, ia duduk di belakang kursi penumpang bersama Fiana.


Fariz tak henti menghujani kecupan di seluruh wajah Fiana dengan memeluknya dan berterimakasih


“Terimakasih sayang, terimakasih alhamdulillah bibitku langsung tumbuh di rahimmu. Do’aku terkabul sayang.”


“Iya alhamdulillah ucapanmu terkabul aa.”


“Dari awal aa sudah yakin bisa membuatmu mengandung anakku secepatnya sayang. Hadiah terindah dalam hidupku yaitu memilikimu dan mendapatkan buat hati hasil cinta kita sayang. Fariz junior telah tumbuh di rahimmu atas izin Allah.”


“Iya aa alhamdulillah, tapi anak kita belum tentu laki-laki aa.”


“Tak apa sayang apapun kelaminnya yang penting ia sehat dan sempurna.” Fariz menghujani wajah Fiana dengan kecupan


“Aa sudah dong nggak malu apa dengan kak Elang?”


“Elang membutakan matanya sayang. Dia juga tak peduli dengan yang kita lakukan. Iya kan Lang?"


"Iya tuan." Jawab Elang singkat padat dan jelas

__ADS_1


“Terserah aa saja. Kita langsung ke rumah ayah ibukah?”


“Iya sayang, Ayah ibu pasti bahagia kita bawa hadiah terindah untuk mereka.”


“Iya aa. “


“Sayang aa ingin buat pesta besar-besaran."


“Pesta untuk apa?”


“Untuk syukuran karena kamu hamil sayang.”


“Apa ga berlebihan aa? Baiknya saat usia empat bulan saja. Orang bilang jika masih kurang dari empat bulan baiknya jangan diumumkan dahulu amit amit ada hal buruk terjadi.”


“Ko kamu percaya mitos sih sayang?”


“Bukan percaya mitos atau enggak. Coba nanti aa tanya deh sama ibu yang lebih berpengalaman.”


“Baiklah. Hello anak papah sehat-sehat ya di perut mamahmu. Kamu mau apapun akan papah berikan.” Fariz mengajak bicara janin yang masih sebesar biji kacang di perut Fiana dengan mensejajarkan kepalanya dengan perut Fiana


“Bener ya papah, papah janji ya mau tepatin maunya aku.” Fiana menirukan suara anak kecil merespon ucapan Fariz


“Iya sayang apapun yang kamu mau dan anak kita insya allah akan aa berikan.” Fariz mengubah ke posisi semula menatap manik mata hitam milik Fiana


“Apapun untukmu sayang.” Fariz membalas pelukan Fiana


Ketika Fariz dan Fiana sudah sampai di kediaman Orion Nayla. Tanpa diduga Orion dan Nayla sudah menyambut Fariz dan Fiana di ruang tamu. Seperti biasa tanpa diberitahu Orion tahu lebih dahulu kabar bahagia anaknya.


“Menantu ibu..,” Nayla menghampiri Fiana dan memeluk erat tubuh sang menantu


“Ibu aku kangen.”


“Ibu juga kangen nak. Bagaimana bulan madumu sayang?” Nayla pura-pura tak tahu ia ingin mendengar kabar bahagia langsung dari mulut menantunha karena Fiana memang tak tahu jika Orion menempatkan mata-matanya untuk menjaga dan melindungi semua keluarganya di manapun berada


“Alhamdulillah aa Fariz membuatku bahagia sekali. Dan ini oleh-oleh untuk ibu dan ayah.” Fiana menjawab dengan mata berbinar berkaca-kaca mengarahkan tangan kanan Nayla ke perut Fiana


“Sudah ada, cucu ibu, sayang?”


“Iya bu cucu ibu sudah ada di rahimku.”


“Alhamdulillah.” Nayla memeluk Fiana lagi


Fariz hanya tersenyum menggeleng dengan sikap ibunya. Jelas tatapan Fariz sejenak ke mata Nayla dan Orion memberi kode bahwa dirinya sudah tahu jika sang ibu berpura-pura baru nengetahuinya.

__ADS_1


Fariz jelas tahu Orion dan Nayla sudah mengetahui kabar bahagia dari bodyguard yang mengikuti mereka kemanapun.


“Tak apa ibumu membuat bahagia istrimu.” Bisik Orion di telinga Fariz yang sedang dipeluknya


“Baiklah yah, jangan sampai Fiana tahu jika para bodyguard ayah mengikuti kami kemanapun. Aku tak ingin membuat dia merasa tak leluasa.”


“Iya nak.”


“Alhamdulillah sudah ada cucu ayah di rahimmu nak. Aa harus jaga Fiana baik-baik mulai dari kesehatan fisik dan mentalnya. Jangan membuatnya stress apalagi tertekan. Selalu buat hari-harinya bahagia ya aa.” Petuah Orio


“Selama Fiana mengandung ayah akan memberi keringanan pada pekerjaanmu. Saat Fiana membutuhkanmu kamu boleh meninggalkan pekerjaan kecuali hal urgent seperti bertemu klinet atau investor yang tak bisa diwakilkan. Sebisa mungkin." Orion melanjutkan ucapannya


“Iya yah terimakasih. Yah bu aa ingin mengadakan acara syukuran besar-besaran untuk kehamilan Fiana. Menurut ayah dan ibu bagaimana?”


“Menurut ayah baik-baik saja. Tapi coba menurut ibu bagaimana apa tak apa sebelum empat bulan kita buat syukuran besar-besaran?" Orion menatap sang istri


“Iya bu menurut ibu bagaimana bu?” Tanya Fariz


“Menurut ibu juga baik-baik saja. Tapi lebih baik hanya keluarga besar kita dan Fiana saja aa. Usia kandungan anakmu masih dibawah empat bulan aa. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan jika dipublish. Syukuran besar-besarannya nanti tepat empat bulan saja nak.”


“Ayah setuju apa kata ibu nak. Kita tak tahu kan niatan orang apalagi namamu di kerjaan bisnis ayah sedang ada di puncaknya. Untuk mencegah hal tak baik terjadi, syukuran sederhana di kediaman sini saja dahulu sebagai bentuk syukur atas kehamilan menantu ayah.”


“Baik yah, jika menurut ayah ibu seperti itu. Aa akan menyiapkannya, acaranya aa ingin weekend agar semua bisa hadir. Bagaimana sayang?” Tanya Fariz kepada Fiana


“Aku ikut baiknya aa saja. Tapi Eya akan datangkan aa?”


“Biar Eya ayah dan ibu yang jemput. Ayah ibu juga belum menjenguknya.”


“Baiklah yah bu.”


“Ya sudah sana ajak istrimu istirahat sebelum makan siang nanti.”


“Iya bu, ayo sayang.” Fariz mengajak Fiana istirahat di kamar sebelum dirinya memiliki rumah sendiri


Masih pada lanjut ga nih kisah Aa Fariz Fiana??


Kalau udah miss tamatin aah 😂🤭


Semangatin miss atuh biar lanjut ke ******* nya nih dengan kencengin LIKE ramein komen dan share novel miss di sosmed kalian nanti miss repost ya di instagram @missnayla93 tapi di follow dulu kalau mau direpost soalnya miss private 🤭


VOTE, BUNGA ATAU KOPI nya lemlar ke KARYA MISS YANG JUDULNYA CEO KEJAM PENOREH & PENYEMBUH LUKA dong 🤗


Atau ke novel adenya Fariz "FREYA'S A TOUGH WOMAN" 🤗

__ADS_1


Maacih ya misstizenku yang sudah dukung miss selama ini, miss bukan apa apa tanpa kalian cium basah untuk misstizenku 🥰😘🤗


__ADS_2