Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
186. Season 3 - Kecurigaan Fariz


__ADS_3

Selama di perjalanan niat Fariz yang menahan diri tak menyentuh Fiana selama di Mekkah akan ia salurkan saat di jet pribadinya tak bisa terlaksana. Sang istri mungilnya terlihat kelelahan setelah seharian kemarin dan dilanjutkan hingga siang hari ini memborong oleh-oleh tertidur damai di kasur room private pesawat mahar pemberian Fariz tersebut.


“Cup..,


Cup..,


Cup..,


Fariz sengaja mengganggu tidur lelap sang istri yang sudah berlalu dua jam dengan kecupan berulang dibibir dan seluruh wajahnya.


“Euugh..,” Fiana melenguh oleh tangan nakal Fariz yang menyentuh slah satu titik sensitifnya dibalik atasannya yaitu bola sintal yang mulai berisi


“Sayang, mau..” Ucap Fariz di telinga Fiana dengan suara serak menahan hasratnya, Fiana mencoba mengerjapkan matanya, lalu tersenyum kepada Fariz yang wajahnya hampir tak berjarak


“Maaf aa aku tertidur, “ Fiana yang melihat wajah tampan suaminya dengan ekpresi muka kepengennya langsung menyambar bibir tipis milik Fariz dan mengalungkan tangan ke lehernya


Fariz tak menyia-nyiakannya langsung membalas pangutan sang istri lebih dalam. Dengan kedua tangan tak tinggal diam langsung bermain di dua bola Fiana yang mulai berisi. Suara merdu keduanya saling bersahutan. Walau terhitung sering keduanya tak bosan saling menikmati sentuhan-sentuhan sensual yang membuat bercucuran keringat.


“Aah..,aah aa pelan-pelan di perutku, perutku ngilu.” Fariz yang sedang memberi jejak kepemilikan di setiap lekuk tubuh Fiana menghentikkan aktifitas di perutnya,


"Apa telah tumbuh benihku di rahim Fiana?"Batin Fariz yang mulai curiga namun ditepisnya. Fariz langsung beralih ke bawah tempat terindah yang menggiurkan. Dengan tangan yang sempat mengelus perut Fiana yang merasa ngilu karena ulahnya.


“Aah.., rajawali Fariz memasuki lubang hangat Fiana.


Fiana yang mend esah hebat dibungkam oleh bibir Fariz. “Aku mencintaimu sayang.”


“Aah aa, fast....,”


“Tidak sayang.., katakan kamu mencintaiku..” Fariz mempermainkan hasrat Fiana


“Aa Far..is a..ku aah menc..aaah..cintaimu..,” Fiana berbicara tersenggal walau dibawahnya pelan namun tangan dan bibir Fariz memainkan kedua bola berisinya


Dengan segera Fariz mempercepat gerakan dibawahnya. Membukam bibir Fiana dengan bibirnya kembali.


Baru dua kali pergulatan, Fiana meminta Fariz untuk berhenti dirinya cukup kelelahan. Fariz tak tega melihat wajah Fiana yang berubah pucat.”


“Terimakasih sayang, maafkan aku membuatmu lelah. Aku mencintaimu.” Fariz mencium lama kening Fiana


Fiana hanya mengangguk menutup matanya, ia merasa perutnya tertarik ngilu. Tapi rasa lelah mengalahkan rasa ngilu di perutnya.


“Mungkin aku akan datang bulan.” Batin Fiana sebelum memejamkan mata kembali.


Setibanya di Soekarno Hatta, Fariz membopong tubuh Fiana yang masih betah di alam mimpinya. Fari tak berpikir ada yang aneh dengan Fiana yang terlihat pucat.

__ADS_1


Satu jam menuju kediamannya Fiana masih tertidur lelap. Dibaringkan perlahan ke kasur king di kamar utama mereka. Fariz membersihkan tubuh dahulu sebelum ikut menyusul Fiana ke alam mimpi. Setelah selesai dengan aktifitas mandinya Fiana masih terlelap, Fariz ikut merebahkan diri di samping Fiana dan terlelap memeluk sang istri mungilnya.


Baru setengah jam Fariz tertidur Fiana terbangun perlahan melepas tangan Fariz yang melingkar di pinggangnya. Mendudukan diri di sisi ranjang.


“Ada apa dengan perutku mengapa rasanya masih ngilu.” Gumam pelan Fiana menyentuh perutnya, mencoba berdiri perlahan berniat membersihkan diri untuk mandi besar karena pergulatan di pesawat.


Fiana pikir dengan berendam rasa ngilu di perutnya akan berkurang, namun masih tak berkurang sama sekali. Setelah aktifitas membersihkan diri dan mengeringkan rambutnya.


Fiana mengganti bathrobe dengan dress rumahan tak berlengan dan sampai sepahanya. Pakaian seperti itu telah disiapkan Fariz, selama dirinya di rumah karena tak ada lelaki lain Fariz meminta Fiana memakai pakaian yang memperlihatkan keindahan tubuhnya hanya untuknya.


Sama seperti di kediaman Orion di dalam kediaman tak ada pelayan lelaki hanya ada maid perempuan. Jadi hanya Fariz yang bisa menikmati keindahan tubuh istrinya.


Fiana yang sudah menggunakan dress rumahan menyingkapnya di depan cermin rias di kamar utama, bawahan Fiana menggunakan hotpants jadi tak mempelihatkan bagian sensitif bawahnya.


“Mengapa perutku menjadi buncit? Apa aku tak menjaga makanku selama honeymoon?”


Fiana tak menyadari dirinya yang keluar walk in close hingga berdiri di depan meja rias diawasi oleh sepasang mata yang baru sepenuhnya bangun. Dengan perlahan memeluk perutnya dari belakang dengan dress yang masih menyingkap


“Aa.., “


“Wangi sayang, kamu sudah mandi.” Fariz menghirup aroma tubuh Fiana


“Iya, aa kamu merasa nggak perutku semakin buncit apa karena aku makan banyak ya.”


Fariz malah mengecup bahu Fiana dengan mata terpejam Fiana menggunakan dress tak tertutup karena hanya bertalikan tipis


“Pegang ini.” Fiana mengarahkan telapak tangan Fariz ke perutnya


“Ko keras sayang.” Fariz langsung membuka matanya sempurna


“Entahlah, apa aku nge gym ya untuk mengembalikan perut buncitku? Selama tak gym aku gunakan korset untuk membentuk perutku kembali.”


“Tunggu dulu sayang.” Fariz berbalik dan mengambil ponsel di nakas


“Mau apa aa?”


Tangan Fariz berselancar di mesin pencarian om g**gle


Di mesin pencarian Fariz mengetikkan Ciri-Ciri Orang Hamil


Berbagai artikel muncul di beranda om g**gle


Mulai dari perubahan mood, morning sickness, perut yang mengencang dan keras. Sampai boleh tidaknya berhubungan intim saat tri semester pertama.

__ADS_1


Sikap aneh bin ajaib Fiana belakangan ini yang sensitif dan moody berputar diingatan Fariz. Fariz sudah curiga jika Fiana sedang mengandung namun ditepisnya.


“Ko nyari ciri-ciri orang hamil sih aa?" Tanya Fiana yang mengintip pencarian di ponsel


“Sayang baca ini mood kamu sering berubah akhir-akhir ini. Apa kamu merasa perutmu seperti mengencang?”


Fiana mengangguk. “Kamu belum datang bulan, dari awal kita menikah hingga sekarang hampir satu bulan menikah loh sayang."


“Itu biasa ko aa, dulu aku sering telat datang bulan bahkan satu bulan pernah tak berhalangan saat aku periksa karena faktor stress dan kecapekan saja.”


“Sayang kamu bukan wanita lajang lagi, kamu sudah menikah. Gantilah pakaianmu. Kita ke dokter kandungan.”


“Aa jangan tergesa-gesa jika tidak hamil bagaimana? Kamu sendiri yang akan kecewa.”


“Setidaknya kita pastikan dahulu sayang. Jika tidak memang belum rezekinya kita bisa usaha kembali.”


“Baiklah, aku ganti pakaian dahulu.” Fiana kembali ke walk in closet untuk mengganti pakaian sedangkan Fariz ke kamar mandi hanya untuk mencuci mukanya karena ia sama seperti Fiana sudah membersihkan diri


“Aa kita belum ngabari ayah,ibu, mamah dan papah loh kalau kita sudah pulang.”


“Nanti saja sepulang dari rumah sakit kita langsung ke rumah ayah ibu. Dan mengabari papah mamah di sana.” Ucap Fariz di belakang kemudi


“Baiklah, aa sebenernya.”


“Sebenarnya apa sayang?”


“Saat kemarin kamu memberi jejak di perutku hingga saat ini perutku terasa ngilu.”


“Kenapa baru bilang sayang?” Tangan kiri Fariz langsung menyentuh perut Fiana mengelusnya lembut. “Apa karena kegiatan semalam kita di pesawat ya?”


Fiana menggeleng. “Nggak tahu aa.”


“Ngilu sekali?”


“Nggak sih hanya sedikit.” Fiana menyatukan tangan dan telunjuk membentuk bulatan kecil.


“Sabar ya sebentar lagi sampai, ini kenapa aa pengen kamu periksa. Jika memang sudah ada janin di rahimmu aa bisa hati-hati saat menyentuhmu.”


“Iya aa, kita lihat nanti, ada apa yang membuat rasa ngilu di;perutku.”


Tak lama mereka sampai di Rumah Sakit Ibu dan anak. Karena Rumah Sakit ibu dan anak yang Fariz datangi adalah milik keluarga Hardiardjo mereka tak perlu mengantri. Saat datang Fariz fan Fiana langsung dibawa masuk ke ruang pemeriksaan.


LIKE, VOTE, BUNGA/KOPI nya coba 🤭

__ADS_1


miss minta dukungan dong di dua novel miss yg lain diprofil ya 🙏🏻


__ADS_2