
Siang ini Nayla dan Orion ke RS ***. Sebelumnya Orion menghubungi dokter Elisa untuk melakukan pemeriksaan. Tanpa mengantri Nayla dan Orion sudah berada di dalam ruangan dokter Elisa.
Selamat siang tuan, nyonya. Akhirnya nyonya Nayla datang kembali, sudah masuk empat bulan ya?
Iya, dok.
Mari ke sini. Dokter Elisa mempersilahkan Naina membaringkan tubuhnya di ranjang pasien untuk dicek kandungannya. Orion dengan siaga membantu Nayla dan berada di sampingnya. Perawat mengoleskan gel ke perut buncit Nayla.
Dokter Elisa mengecek kandungan Nayla.
"Nyonya dan tuan bisa lihat di layar. Saat oeetama nyonya periksakan kandungan masih titik sangat kecil ya, dan lihat ternyata ada dua kantung balita yang sudah terbentuk. Alhamdulillah nyonya mengandung baby twins."
"Twins??"
Orion dan Nayla saling menatap dan bertanya memastikan dengan kompak.
"Iya tuan, nyonya. Lihat ke layar dua balita sudah terbentuk sempurna."
"Alhamdulillah, terimakasih sayang." Orion mencium Nayla tanpa rasa malu di depan dokter Elisa.
"Ya ampun ayah nggak tahu tempat," gumam Nayla dalam hati yang merasa malu dengan perlakuan Orion
Merekapun duduk di hadapan dokter Elisa. Nayla yang tidak sabar ingin segera ke pantai. Bertanya kepada dokter Elisa. "Dok apa saya boleh melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat?"
"Wah nyonya sudah berencana baby moon ya?" Dokter Elisa merasa lucu dengan Nayla yang bertanya dengan antusias
"Bukan, dok." Nayla tersipu malu karena tanpa basa basi langsung bertanya kemauannya.
"Apakah bisa dok, istri saya melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat?"
"Melihat dari kondisi kandungan baby twins nyonya Nayla, nyonya bisa melakukan oerjalanan. Dengan syarat tidak boleh terlalu lelah beraktifitas, karena tumbuh bayi yang semakin besar di kandungan nyonya, akan mulai merasakan ketidaknyamanan. Mulai dari punggung yang terkadang sakit, tendangan-tendangan si kecil yang akan mulai aktif, bahkan ada yang mengalami morning sickness di semester kedua atau ketiga."
"Baik, dok. Insya allah saya tidak akan melakukan hal yang melelahkan." Nayla menjawab dengan yakin
"Untuk berhubungan intim apa masih harus dibatasi, dok?" Nayla memutar bola mata dengan pertanyaan Orion yang membuat Nayla malu kedua kalinya, walau sebenarnya pertanyaan wajar.
"Untuk semester kedua sudah tidak dibatasi melihat dari kondisi kandungan nyonya Nayla. Hanya saja harus tetap berhati-hati tidak membuat sang ibu terlalu lelah. Dan di semester ketiga sangat disarankan untuk lebih sering agar memperlancar proses kelahiran."
__ADS_1
Setelah mendapat arahan dari dokter Elisa. Orion dan Nayla bergegas ke kediamannya. Selama di mobil Orion tak henti memberi kecupan di pucuk kepala Nayla yang tertutup hijab motifnya dengan posisi kepala Nayla bersandar di dada bidang Orion. Tangan Orion juga tak henti memberi elusan pada perut Nayla.
"Sayang ayah bahagia sekali, terimakasih ya mau merasakan ketidaknyaman akan kehadiran anak-anak kita."
"Ayah nggak harus berterimakasih, ibu juga bahagia ternyata anak kita kembar, yah. Tapi sayangnya mereka malu-malu menutupi jenis kelaminnya." Saat USG tangan kedua baby twins Orion Nayla menghalangi jenis kelaminnya sehingga tak bisa diketahui.
"Nggak apa-apa, biar menjadi kejutan untuk kita. Mulai sekarang pemeriksaan kandungan harus secara rutin setiap bulan ya sayang?"
"Iya ayah sayang. Ibu juga mau lihat mereka terus nanti kayak siapa ya wajahnya?" Nayla terkekeh mebayangkan wajah perpaduan dirinya dan Orion
"Pastinya mirip ibu dan ayah lah. Kalau perempuan cantik seperti ibu dan kalau laki-laki jelas mirp ayah."
"Ibu harap walau ada ibunya tapi hidungnya semua menurun dari ayah hehe." Selama satu bulan ke belakang Nayla sangat menyukai mengelus-elus hidung mancung Orion sebelum tidur. Meskipun hidung Nayla mungil dan mancung tapi tidak semancung Orion
"Hahaha ibu mengakui hidungnya minim ya?"
"Biarin hidung minim juga buktinya ayah cinta ibu."
"Hahaha iyaiya, ayah memang cinta sama ibu. Ayah cinta bukan karena hidung ibu, ayah cinta semua yang ada pada ibu, I love you ibu dari anak-anakku." Orion mengeratkan rengkuhannya di bahu Nayla dan mengecup pucuk kepala Nayla kembali.
"Kalau cinta ibu, janjinya mana? Harus dipenuhi dong." Nayla menagih janji Orion untuk pergi ke salah satu pantai di Bali.
"Terimakasih, ayah suamiku tersayang. Ayah anak-anak emang the best." Nayla memeluk erat Orion
"Yah ada maunya peluknya erat gini."
"Hahaha, enggak gitu juga, yah. Ibu sering-sering gini deh." Nayla terkekeh dengan protes Orion lalu mendongakkan wajah mengecup sekilas bibir Orion tapi Orion menahan tengkuk Nayla memberi ciuman dalam dengan ******* bibir Nayla.
"Yah, ada Dirga," pipi Nayla memerah malu karena lagi-lagi Orion mencium di depan orang lain
"Dirga kamu melihat sesuatu?"
"Tidak tuan," Dirga berpura-pura tidak melihat pemandangan yang membuat jiwa kesendiriannya meronta.
"Dirga nggak melihat apapun, sayang."
"Dirga punya mata, yah. Kalau nggak lihat ini mobil gimana jalan?"
__ADS_1
'Dirga mulai besok pasang tirai yang menghubungkan ke kursi belakang."
"Baik, tuan."
"Ya ampun, yah." Nayla memutar bola mata
Saat mereka sudah sampai di kediaman. Nayla dikagetkan oleh sesosok yang ia rindukan setelah berbulan lamanya.
Ibu....ayaah..., teriak Dirga menghampiri Nayla yang berjalan ke arahnya
"Dirgaaa," Nayla mendekat ke arah Arga yang berlari kecil dengan tubuhnya yang berisi menggemaskan
Arga memeluk perut Nayla dengan erat. "Ya allah sayang, ibu kanget banget." Nayla yang sangat merindukkan Arga menitikkan air mata mengelus kepala Arga
Saat Nayla mau berjongkok menyamakan tinggi dengan Arga. Orion menahan Nayla, Orion menggendong Arga agar bisa sejajar dengan Nayla. Orion tidak mau Nayla berjongkok membuat kandungannya tertekan.
Arga merangkul Orion dan Nayla.
"Aga juga kangen ayah dan ibu. Bu, adik Aga sudah besar ya? Perut ibu semakin besar." Orion membawa Arga yang merangkulnya dan Nayla ke dalam sambil berjalan.
"Iya, sayang. Adik kamu kan bertumbuh besar, Aga juga mau punya dua adik loh." Nayla menjelaskan kepada Arga dengan mata berbinar. Saat ini mereka duduk berdampingan di sofa ruang keluarga.
"Dua bu? Laki-laki atau perempuan?"
"Belum tahu sayang, adiknya masih malu-malu belum mau ngasih tahu ibu dan ayah." Nayla terkekeh saat mengatakannya
"Aga senang nggak mau punya banyak saudara?" Orion yang kali ini bertanya
'Aga senang, yah jadi banyak teman bermain. Tapi kalau adik-adik Aga lahir, apa ibu dan ayah masih sayang Aga?"
"Sayang, dengar Aga anak ibu dan ayah juga. Ibu sangat menyayangi Aga dan adik-adik Aga sampai kapanpun." Nayla menjelaskan dengan penuh kasih sayang.
"Walau Aga anak ayah paling besar, ayah dan ibu tetap menyayangi kamu, nak. Dan kamu harus bisa menjadi kakak yang melindungi adik-adiknya." Ucap Orion kepada Arga
"Iya, yah, bu. Aga janji akan menjaga adik-adik Aga. Siapapun yang berani macam-macam sama adik-adik Aga mereka harus menghadapi Aga dahulu." Arga berucap dengan penuh semangat
Nayla dan Orion tertawa bersama dan memeluk Arga
__ADS_1
Kan miss ga boong up terus nih
makannya kencengin LIKE & VOTE kesayangan miss, misstizenku 🤗🥰😘