Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
96. Tanpamu Aku Tak Berarah


__ADS_3

Hari itu juga Belinda membawa Nayla ke rumah sakit di mana Orion dirawat. Dirga yang berada di depan ruangan rawat Orion baru saja selesai menerima telefon dari bawahannya saat berbalik terkejut dengan kedatangan kedua wanita yang ada di hadapannya.


“Nyonya Nayla...,” ucap Dirga yang terkejut dengan kedatangan Nayla dengan keadaan perut yang sangat membesar.


“Bagaimana keadaan mas Rion, Dirga?” Nayla bertanya kepada Dirga yang masih termangu di hadapannya


“Eueuu tuan Rion masih tidak sadarkan diri nyonya, tuan...,”


“Apa?” Cairan bening menetes begitu saja Nayla tanpa menunggu penjelasan dari Dirga masuk ke ruang rawat Orion di belakangnya


“Mas Rion, ini aku mas Nayla istrimu. Mas sadar mas aku dan anak-anakmu merindukan kehadiranmu. Maafkan aku mas yang kekanak-kanakkan.” Nayla berucap dengan isakan melihat Orion yang menutup mata. Orion yang baru saja istirahat dengan obat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya merasa terganggu dengan suara isakan seseorang. Setengah sadar Orion membuka mata.


“Sayang, benar itu kamu sayang?” Orion mengangkat tangan membelai pipi chabby mulus Nayla.


“Iya mas ini aku istrimu Nayla.” Orion hanya tersenyum lalu memejamkan matanya kembali. Orion masih dibawah pengaruh obat tidur. Orion mengira Nayla dihadapannya hanya sebuah mimpi indah.


Dirga menjelaskan keadaan Orion, Nayla yang sempat khawatirpun paham akan keadaan Orion. Nayla semakin merasa bersalah saat Dirga mengatakan bahwa Orion tidak beristirahat dan makan dengan baik namun tetap mencarinya kemana-mana.


Nayla duduk di kursi sebelah Orion menggenggam tangan Orion. Belinda dan Dirga memberikan waktu berdua Nayla dan Orion. Waktu sudah maghrib. Nayla pun menjalankan kewajibannya. Setelah selesai sembahyang, berdoa dan membaca ayat suci Al Qur’an. Nayla duduk kembali di sisi Orion.


“Ayah sayang, maafkan ibu. Ibu benar-benar minta maaf. Karena ibu ayah seperti ini. Jika saja ibu meminta penjelasan dan membicarakan baik-baik. Mungkin ayah tidak akan sakit seperti ini.” Seperti biasa Nayla terisak mengenggam tangan Orion yang lemah. Merebahkan kepala di punggung tangan Orion.”


Orion yang tersadar dengan gerakan perlahan menggerakkan tangan kanan yang diinfus mengelus kepala Nayla yang tertutup hijab.


Nayla terkejut dengan elusan di kepalanya, mendongakkan wajah.


“Ayah sadar?? Ibu panggilkan dokter.” Nayla menekan tombol memanggil petugas medis


“Sayang, benar ini kamu?” Orion mengeratkan genggaman Nayla yang akan dilepasnya


“Iya sayang ini ibu,” Nayla berucap dengan tangisan bahagia melihat Orion tersadar.


Tak berselang lama dokter dan perawat datang memeriksakan Orion.


“Keadaan tuan sudah membaik nyonya, ia hanya butuh beristirahat untuk memulihkan dirinya kembali.”


“Alhamdulillah terimakasih dok,” Dokter dan perawat keluar tinggalah Orion dan Nayla


Nayla mendekati Orion menabrak tubuh Orion yang bersandar di ranjang rumah sakit. Memeluk erat tubuh Orion meskipun terhalang perut besar Nayla


“Maafkan ibu yah, karena ibu ayah sakit.”

__ADS_1


“Engga bu, ayah yang minta maaf membuat semuanya rumit. Terimakasih ibu mau kembali. Ayah sangat amat merindukan ibu.” Orion mengelus lembut punggung Nayla. Nayla merenggangkan pelukan menatap mata sipit Orion.


“Ibu juga sangan merindukan ayah.” Orion mendekatkan wajahnya ke wajah Nayla mencium lembut bibir tebal seksi Nayla. Saling menyalurkan kerinduan yang teramat. Saat Nayla kehabisan napas. Orion melepas ciuman.


Orion menggeser tubuhnya, “Naiklah sayang sini di samping ayah.”


Naylapun mengikuti permintaan Orion naik ke ranjang yang lumayan cukup berdua karena fasilitas VVIP. Orion merengkuh tubuh Nayla ke pelukannya dari belakang, Nayla bersandar di dada bidang Orion.


“Maafkan ayah sayang tidak jujur padamu. Jangan berniat meninggalkan ayah, ayah tanpamu tak berarah sayang.” Ucap Orion dengan bergetar menyandarkan kepala di bahu Nayla dengan kedua tangan melingkar di perut besar Nayla mengelusnya.


“Ibu juga meminta maaf yah telah pergi begitu saja tanpa mau mendengar penjelasan dari ayah “ Tangan Nayla menyentuh pipi Orion yang berada di bahunya menciumnya.


“Ayah sudah menyelesaikan perceraian dengan Hanum sayang.”


“Ibu sudah tahu yah, Dirga telah memberi tahu ibu. Terimakasih ayah memilih ibu untuk menjadi wanita yang berada di sisi ayah.”


Orion yang menahan tangisnya akhirnya meneteskan air mata bahagia yang menetes di bahu Nayla.


“Ayah yang berterimakasih karena ibu mau bertahan untuk ayah dan anak-anak kita. Mari kita mulai semuanya dari awal dengan bahagia, dan damai sayang.” Orion berucap dengan bergetar menyembunyikan wajah di ceruk leher Nayla yang tertutup hijab. Nayla membalas pelukan dari belakang Orion dengan melingkarkan kedua tangan di atas tangan Orion yang berada di perutnya.


“Aauuuw,” Nayla meringis merasakan tendangan-tendangan hebat. Orion mengangkat wajahnya mengelus lembut perut Nayla.


“Mereka merindukanmu yah, mencari perhatianmu,” Nayla selalu merasa takjub degan ikatan batin antara kedua anak dalam kandungannya dengan Orion.


“Merkeka selalu merindukanmu, yah. Melakukan tendangan-tendangan hebat saat ingin tangan ayah menyentuh mereka.”


“Benarkah? Anak kita saja yang mrindukan ayah? Ibunya enggak?” Orion terkekeh menggoda Nayla


“Jika ibu tidak merindukan ayah ibu nggak akan ada di sini sayang.”


“Terimakasih sayang,” Orion mengeratkan pelukannya. “Jangan pernah pergi lagi sayang, ayah bisa gila tanpamu.”


“Iya ayah sayang. Kedua anak ayah memiliki ikatan batin yang kuat denganmu yah.” Nayla terkekeh mengingat kedua anaknya yang dari pagi bergerak tak beraturan dan menyakitinya


“Bagaimana maksudnya sayang?”


“Sejak pagi mereka bergerak aktif tak karuan, membuat perut ibu mengeras, menendang-nendang dengan keras dan aktif. Membuat ibu kesakitan. Saat mbak Belinda memberitahu keadaan ayah mereka melakukan tendangan terkuat yang pernah ibu rasakan. Merespon ucapan mbak Belinda atas kondisi ayah.”


“Ibu tinggak bersama Belinda?”


“Iya benar yah, mbak Belinda menyelamatkan ibu saat ibu di bawa mobil tak dikenal di basment mall.”

__ADS_1


“Kenapa ibu tidak mengabari ayah, bahkan Belinda pun tutup mulut akan keberadaan ibu “


“Bukan salah mbak Belinda, ibu yang memintanya untuk tak memberitahu ayah. Ibu membutuhkan waktu yah untuk menerima apa yang terjadi. Ibu sempat kecewa karena ayah menyembunyikan hal besar kepada ibu.”


“Maafkan ayah sayang.” Orion menyembunyikan wajahnya lagi di ceruk leher Nayla


“Ibu maafkan, kita jadikan ini pembelajaran yah untuk kehidupan rumah tangga kita ke depannya. Jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama lagi. Karena satu kali berbohong akan ada banyak kebohongan lain untuk membohongi kobohongan pertama. Apalagi sampai melibatkan orang banyak.”


“Iya sayang. Ibu juga harus berjanji tidak pergi meninggalkan ayah lagi kita bicarakan semua baik-baik.”


“Iya yah insya allah ibu tidak melakukannya lagi.” Merekapun tidur saling memeluk di ranjang rumah sakit. Saling menyalurkan kerinduan satu sama lain.


Sudah lima hari Orion berada di rumah sakit dan hari ini Orion akan pulang. Artinya dua hari lagi janji tenggat pencarian Nayla berakhir. Orion belum sempat menghubungi pak Hendra. Ia berniat menghubungi Pak Hendra hari ini saat di kediaman yang ditinggali Nayla.


Sebelum pulang Orion dan Nayla memeriksakan kandungan Nayla. Orion dan Nayla sungguh sangat bahagia dengan keadaan kedua bayi yang sehat, dan cukup besar. Sangat jelas kedua anaknya menuruni wajah Nayla dan Orion.


Dokter menyarankan Nayla sering berjalan setiap pagi dan melakukan hubungan intim dengan tempo yang pelan namun rutin untuk mempercepat proses kelahiran. Karena Nayla berkonsultasi ingin melahirkan normal.


Sang dokter pun mendukung keputusan Nayla karena keadaan tubuh dan kedua bayi Nayla yang sehat dan berada ditempatnya.


Nayla bersikukuh untuk melahirkan normal karena dia ingin memenuhi keinginan Orion memiliki banyak anak dari rahimnya.


Berbeda dengan Orion meskipun Orion ingin memiliki banyak anak dari rahim Nayla namun Orion tak ingin terjadi sesuatu kepada Nayla. Ia berusaha membujuk Nayla untuk melahirkan caesar.


Bujukkan Orion membuat Nayla bad mood. Sepanjang perjalanan menuju kediaman Belinda yang Nayla tinggali. Nayla mengabaikan Orion yang terus mendekatkan diri dan mengecup pipi chabbynya.


"Sudah sayang jangan marah. Ayah akan mempertimbangkan keinginan kamu."


Mata Nayla berbinar mendengar ucapan Orion.


"Benar ya yah? Dokter bilang kan ibu cukup sehat untuk melahirkan normal. Kita lakukan saran dokter."


"Tentu saja dengan senang hati ayah akan melakukannya." Orion tersenyum menggoda Nayla dengan mata yang sudah di penuhi gairah. Selama di rumah sakit Orion menahan diri untuk tidak menyentuh Nayla selain hanya sering berciuman. Berciuman saja sudah membuat yang dibawah sana tegang.


Waah waah pada ga rela ya couple NaRi berakhir 🤭


Tenang tenang masih ada satu masalah menghadapi ayahnya Nayla 😅


Menurut misstizen Ayah Nayla bakal memisahkan mereka atau engga ya?


Kalau mau miss lanjut couple NaRi sampai anak banyak KENCENGIN LIKE, VOTE & GIVE MISS 🌹🤭

__ADS_1


SOK geuraa 🤗


__ADS_2