
Di hotel tempat Nadira menginap, Nadira sedang menunggu tangan kanannya.
Tok...tok...tok
“Nyonya saya Arfan.” Nadira pun membukakan pintu
“Masuk, fan.” Arfan sang tangan kanan pun masuk ke kamar hotel Nadira. “Tolong selidiki kebenaran semua informasi di dalam dokumen ini. Jangan sampai terjadi kebocoran isi dokumen ini.”
“Baik, nyonya saya akan segera melaporkan kebenaran isi dokumen ini.”
“Lakukan, perhatikkan sekitarmu berhati-hatilah , kelabui mereka jika mengikutimu. Saat aku memasuki kamar ini ada bebeapa orang yang mengikuti dalam jarak aman. Kemungkinan itu anak buah Rio.”
“Baik nyonya, saya akan berhati-hati. Saya pamit.”
“Ok.” Nadira pun berencana akan mengunjungi hunian Nayla di negara x saat menerima hasil dari kebenaran dokumen dari Arfan.
***
Di kediaman Nayla di kota Zurich. Nayla sedang asyik-asyiknya menikmati waktunya mengeksplore menu-menu masakan nusantara setelah sekian lama Orion melarangnya memasak.
Walau terkadang Nayla bosan dengan rutinitasnya seorang diri selain bersama maid. Nayla mencoba menjalani hari-harinya dengan penuh syukur. Orion sudah satu minggu ini disibukkan urusan perusahannya.
Usia kandungan Nayla sudah lima bulan satu minggu. Tiga minggu lagi jadwal pemeriksaan rutin kandungan Nayla.
“Nyonya sudah waktunya anda beristirahat,” ucap salah satu maid wanita, jam menunjukkan pukul 2 siang. Orion memberi tugas para maid untuk mengatur waktu Nayla mengekplore menu masakannya, agar Nayla melewati batas yang membuat dirinya kelelahan.
“Baik, sebentar lagi selesai.”
“Ini telefon dari tuan, nyonya.” Ucap maid lain yang baru datang dari arah ruang keluarga memberikan telefon rumah ke tangan Nayla
“Terimakasih,” ucap Nayla dengan senyum manisnya kepada maid tersebut
“Sayang, masih memasak?” Orion tahu kebiasaan Nayla pada siang hari selama seminggu ke belakang di kota Zurich saat ini
“Iya, yah sebentar lagi selesai.”
“Jangan terlalu kelelahan, ayah akan pulang lebih awal hari ini, istirahatlah.” Ucap Orion dengan lembut di sebrang telefon
“Iya ayah sayang. Ayah makin bawel deh.” Ucap Nayla dengan terkekeh
“Ayah bawel karena ibu suka ngeyel akhir-akhir ini. Di suruh bersantai saja, malah tidak bisa diam. Ikut merawat tanaman, membantu maid mengoperasikan pencuci dan memasak. Ibu tuh isti ayah bukan pembantu ayah, sayang.”
“Iya iya ayah sayang. Ibu hanya bosan saja. Biasanya rumah ramai ada Arga saat ini ibu sendiri ya jadi ibu melakukan apapun yang ibu mau.”
“Ibu harus ingat ibu tuh lagi hamil dua anak lagi. Jangan sampai tidak merasa apa-apa malah membahayakan diri ibu dan anak-anak kita.”
“Engga yah insya allah aman. Mungkin karena sudah semester kedua baby twins kita kuat dan ibu nggak merasa mudah lelah. Malah ibu merasa capek jika diam.” Nayla tertawa kecil merasa aneh dengan perubahan hormon tubuhnya yang membuatnya tidak bisa diam.
__ADS_1
“Tetap saja, ayah nggak suka ibu terlalu mengikuti keinginan ibu. Ayah nggak mau ibu dan anak-anak kita kenapa-napa.”
“Iya ayah sayang, ini terakhir kalinya ibu mengikuti semua keinginan ibu.”
“Ini baru istri ayah yang penurut kembali lagi.” Ucap Orion dengan meledek Nayla yang sempat ngeyel selama seminggu ke belakang mengenai hal-hal tidak penting
“Seneng banget ngeledek istrinya? Ibu tutup ya yah? Assalamu’alaikum..”
“Iya sayang, wa’alaikumsalam...”
Tok..tok...
“Masuk, Ga.”
“Saham perusahaan K sedang goyah tuan. Tuan Rio sedang mengurus perusahaannya di negara K. Saya meminta izin anda untuk mulai merencanakan untuk pertemuan anda dengan nyonya Hanum.”
“Lakukan Ga. Jika sudah siap dalam waktu tiga hari ke depan jangan ganggu saya dari apapun di rumah. Sebelum melakukan rencana itu saya ingin menghabiskan waktu bersama Nayla.”
“Baik tuan,”
****
Nadira sudah mendapatkan informasi kevalidan dokumen yang diberikan Rio. Soal perceraian yang belum diselesaikan secara hukum memang benar adanya. Namun kehamilan anak Rion tidak benar adanya. Arfan menemukan beberapa bukti identik kebersamaan Rio dan Hanum di sebuah apartemen di Jakarta milik Rio.
Dan itu sering terjadi beberapa tahun ke belakang hingga di usia awal kandungan Hanum. Dari analisa Arfan kemungkinan Rio lah ayah biologis anak yang dikandung Hanum. Nadira bernafas lega, yang harus ia lakukan saat ini melindungi Nayla dari kejahatan Rio dan Hanum yang ingin memisahkan Orion dan Nayla. Nadira bisa menyimpulkan tujuan Rio dan Hanum melakukan ini. Dia juga akan menutup rahasia ini sementara dari keluarga Wijaya dan akan membantu Orion menyelesaikan perceraian dengan Hanum tanpa Nayla ataupun keluarga Wijaya tahu.
“Fan cari tahu hunian Rion di negara x.” Ucap Nadira kepada Arfan yang masih ada di dalam kamar hotelnya
Arfan mencari tahu posisi Orion dengan teknologi yang di dapat dari kerja sama dengan perusahaan Orion. Nadira bekerja sama dengan perusahaan Orion atas nama tangan kanannya agar dengan mudah bisa memantau keponakan dan menantunya. Tanpa sepengetahuan siapapun. Bagaimanapun Nadira sangat menyayangi Nayla jadi ia juga tak mau rumah tangga sang keponakan hancur oleh tangan licik dan picik seperti Rio dan Hanum.
“Nyonya tuan Orion dan Nayla berada di hunian b****y h****s negara x.” Arfan menemukan titik sinyal keberadaan Orion dan Nayla
“Persiapkan jet private ku malam ini, fan. Kita akan ke hunian Orion dan Nayla.”
Malam harinya mereka melakukan perjalanan ke negara x. Saat sampai Nadira sudah dijemput oleh orang kepercayaannya menuju hunian Orion. Tapi sebelumnya, Nadira meminta Arfan memastikkan bagaimana keamanan di hunian Orion. Terdeteksi keamanan ekstra yang tidak bisa ditembus siapapun.
Dan terdeteksi oleh Teknologi yang perusahaan Orion ciptakan sinyal keberadaan Orion hanya manipulatif. Sinyal itu bisa terdeteksi jika berada di tempat yang sama.
“Hallo fan apa maksudmu itu hanya sinyal manipulatif?”
“Teknologi tuan Orion ini bisa dideteksi saat berada ditempat yang sama nyonya. Tuan Orion mengaktifkan sinyal manipulatif, dia tidak ada di huniannya, begitu juga nyonya Nayla.”
“Astagfirullah, Rion kemana kamu membawa ponakan dan cucu-cucuku.” Nadira mengusap wajah kasar dengan frustrasi, Nadira masih berada di dalam mobil berjarak aman dari hunian Orion dan Nayla di negara x
“Temukan di mana Orion dan Nayla berada, fan. Bagaimanapun aku harus membantu mereka.”
“Baik nyonya.”
__ADS_1
Nadira pun mematikkan sambungan telefon dengan Arfan.
***
Di kediaman Orion
Orion baru saja pulang, Orion langsung menuju kamar utama bersama Nayla. Ketika pintu terbuka pemandangan indah yang terlihat. Nayla yang terlihat sudah segar karena baru saja mandi. Sore tiba-tiba ini Nayla ingin menggunakan kemeja putih kebesaran milik Rion yang panjangnya hingga paha membuat Nayla terlihat seksi dengan perut besar di mata Orion
“Assalamu’alaikum,..sayang,” salam Orion saat memasuki kamar mengampiri Nayla yang baru saja berdiri dari merias diri dengan natural menyambut kedatangan Orion
“Walaikumsalam, ibu kira ayah bercanda pulang lebih awal.” Baru saja Nayla berdiri Orion menubruk tubuh Nayla memeluk dan merengkuh tubuh mungil dengan perut besar Nayla ke pelukannya dengan lembut.
“Ayah sangat merindukan ibu, sayang. Tumben sekali menggunakan kemeja ayah?”
“Entahlah yah ibu tiba-tiba ingin menggunakannya. Kemauan anak-anak kita sepertinya.”
“Kamu terlihat sangat seksi, sayang.” Orion merenggangkan pelukan memegang dagu Nayla menatap mata Nayla penuh damba.
“Gombal banget sih, yah. Jelas-jelas ibu makin gendut.”
“Engga sayang, ayah berkata jujur. Kamu benar-benar semakin seksi dan mempesona.” Bisik Orion di telinga Nayla dengan nada sensual menggoda Nayla
“Ayah iih tahu ada maunya.” Nayla merasa geli dengan ucapan nada sensual Orion, memukul pelan dada bidang Orion
“Sayang kamu semakin peka deh,” Orion mencubit pipi Nayla dan memanfaatkan keadaan mencium bibir Nayla dalam dengan lembut. Dan tangan satu menahan tengkuk Nayla. Tangan satunya lagi mengusap sensual punggung Nayla yang tertutup kemeja putih.
Ekhmm...aah..,desahan tertahan dari mulut Nayla yang masih dicium Orion. Nayla mulai terangsang dengan sentuhan nakal kedua tangan Orion yang turun mengusap sensual titik sensitif Nayla dibawah perut.
Saat Orion melepaskan ciuman, Nayla mengalungkan tangan ke leher Orion. “Lanjutkan yah, ibu tak tahan,” bisik Nayla ke telinga Orion, kaki Nayla mulai terasa lemas oleh sentuhan-sentuhan nakal Orion dalam posisi mereka berdiri.
“Kamu yang meminta, sayang. Jangan salahkan ayah memakanmu semau ayah.”
“Iya, yah, please.” Mohon Nayla dengan suara serak menahan kabut gairah yang sudah menguasainya karena Orion masih saja menggoda dengan tangan nakal di bagian sensitifnya membuat Nayla tak tahan.
Orion pun menggendong Nayla ala bridal style menurunkan Nayla secara perlahan ke ranjang king sizenya. Mereka melakukan pergulatan hingga beberapa kali ronde. Kehamilan Nayla yang sudah menginjak trisemester kedua membuatnya semakin bergairah, karena hormon kehamilan Nayla tingkat kesensitifan Nayla bertambah hanya dengan sentuhan-sentuhan sensual Orion. Nayla pun kini bisa mengimbangi pergulatan Orion dnegan agresif. Mereka berdua tertidur karena kelelahan saling memberi kehangatan dan kenikmatan syurga dunia di sore hari.
Ada ketegangan pasti ada ke uwuan, miss mah ga bohong kan?
Akan ada sedikit keuwuan biar ga stress tegang dengan keruwetan ulah Orion 🤣🤣
Btw mana hayoo pembaca setia miss VOTE + Hadiahnya ga nambah-nambah ini teh 😭
Please jangan jadi silent rider apalagi seperti gaib ada tapi tak nampak 😅
Coba Vote, Hadiah, Like dan Ramaikan Komennya misstizenku 😘
Btw ga berasa udah hari ke 5 puasa, yang punya rezeki berlebih sok segera order baju koko/celana lebaran untuk orang tersayang di instagram @kokoandriana.2014 atau di @celanabigsize.andriana. Yang mau order ke Wa nya bilangin pembaca setia missnayla dikasih diskon harga produk + ongkir sok sama admin kerabat miss 🤭 Beneran ga boong 😊🤗
__ADS_1