Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
163. Season 3 - Anak Kecil Bisa Buat Anak


__ADS_3

“Hallo Elang, dokumen yang Wilona buat mengapa ada di mejaku?”


“Tugas Wilona sekarang menjadi tugasmu nona.”


“Lalu Wilona bagaimana?”


“Wilona sudah dipecat nona.”


“Apa dipecat? Kenapa? Apa karena tugas sekretaris diberikan padaku?” Fiana merasa bersalah jika memang Wilona dipecat karena tugasnya dialihkan kepada dirinya


“Bukan begitu non...”


Tut..tut..tut..


Belum selesai Elang berbicara Fiana mematikkan telepon, berjalan menuju pintu keluar ruangannya dengan membawa dokumen yang telah disiapkan Wilona menuju ruangan Fariz.


Namun saat membuka pintu Fariz juga baru akan masuk ke ruangan Fiana


“Emang kita jodoh sayang, baru aja mau jemput kamu meeting ke ruanganmu. Kamu sudah keluar.”

__ADS_1


“Kenapa aa memecat Wilona? Apa karena aa memberikan tugas sekretaris padaku? Mengapa dipecat bukan memindahkannya ke bagian lain? Aku telah merebut posisi Wilona kalau begini.” Ucap Fiana tanpa basa basi dengan serangkaian pertanyaan tanpa merespon ucapan Fariz


"Ssst tanya satu-satu sayang. Kita meeting dulu sekarang, biar nanti sekalian makan siang aa jelaskan ok?


Fariz, Fiana dan Elang pergi bersama untuk meeting. Meeting berjalan hingga pukul 11.30 di ruang meeting Perusahaan Fariz di lantai 99. Ruang meeting berukuran sedang yang hanya digunakan untuk peserta meeting dalam jumlah sedikit. Meeting dilakukan untuk evaluasi bulan ini. Hanya bagian keuangan, desain, marketing, produk dan personalia.


Setelah meeting selesai Fariz membawa Fiana ke salah satu restoran mewah di ibu kota. Mobil dikemudikan oleh Elang. Hanya dua puluh lima menit mereka sampai di restoran itu. Mereka diarahkan masuk ke ruangan VVIP lantai 2. Elang sendiri mengundurkan diri dari ruangan kedua insan yang hubungannya mulai membaik.


“Aa kita mau makan siang atau mau menonton, ko seperti bioskop mini sih.” Ruangan VVIP di atur menjadi bioskop mini dengan proyektor yang memantulkan tayangan film


“Mau dua-duanya sayang. Kita keluar balkon dahulu.” Fariz mengulurkan tangan ke arah Fiana yang masih di depan pintu. Makan siang mereka telah disiapkan di balkon rooftop ruang Vvip tersebut. Letak ruang VVIP tersebut memang di lantai paling atas rooftop di restoran tersebut


“Indah sekali aa,” Mata Fiana berbinar melihat pemandangan dibawah rooftop yang langsung ke taman buatan di ibukota


“Kamu suka sayang?”


“Suka sekali. Terimakasih aa “


“Ayo kita makan.”

__ADS_1


Fiana hanya mengangguk. Mereka makan dengan hidangan spesial yang disiapkan para pelayan. Fariz menyuapi Fiana dengan romantis. Walau Fiana sempat menolak karena merasa norak, tapi the power of Fariz bisa membuat Fiana menerima suapan demi suapan untuknya


“Sudah aa, kamu menyuapiku terus. Kamu kapan makannya?"


“Mau disuapi kamu sayang.”


“Ya ampun...,jadi dari tadi ingin disuapi juga.” Protes Fiana mulai menyendokkan makanan


“Iyalah kamu aja yang kurang peka sayang.” Kesal Fariz, sambil membuka mulut menerima suapan Fiana


“Kayak anak kecil banget sih aa, muka kesel sambil makan.” Fiana tertawa kecil


“Enak aja anak kecil, jangan samain kayak anak kecil sayang. Aa gini gini juga bisa buat anak kecil lah.”


“Iih apaan sih.” Pipi Fiana langsung memerah


“Ko apaan, kamu juga paham kali sayang. Lelaki yang kamu anggap anak kecil gini bisa buat anak loh yang.”


Fiana memutar bola .atanya. “Tau aah. Tepati janjinya?”

__ADS_1


__ADS_2