Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
58. Berat Meninggalkanmu, Naylaku


__ADS_3

Setelah acara hiburan Orion sebagai suami menutup acara tasyakuran dengan do'a dan ucapan terimakasih kepada seluruh tamu undangan. Acara tasyakuran selesai pukul 15.00.


Keluarga Nayla pulang ke kediaman masing-masing karena hari esok sudah mulai kembali ke aktifitas masing-masing. Keluarga Orion juga kembali ke kediaman mereka di Jakarta. Saat ini di hotel masih tersisa Orion, Nayla dan Arga.


Arga telah terlelap karena kelelahan di ranjang king size mereka. Orion dan Nayla rebahan di sofa lipat depan ranjang king size bersantai mengistirahatkan diri setelah membersihkan tubuh bersama. Untuk pertama kalinya mereka mandi bersama tanpa melakukan hubungan. Orion ingin Nayla beristirahat dahulu sebelum mereka kembali ke Jakarta. Orion tidak akan pergi ke Belanda sebelum ada jawaban dari keluarga Belinda melalui Dirga.


"Sayang,"


"Iya, yah."


"Jika kemungkinan terburuk terjadi ayah harus merelakan Arga bersama keluarga Belinda. Jika kamu menjadi ayah apa yang akan kamu lakukan kepada keluarga Belinda?"


"Jika memang itu keputusan terbaik dari pengadilan, ibu akan berusaha menerimanya walau sulit. Dan jika diperizinkan ibu ingin membuat kesepakatan diatas materai yang diketahui kedua belah pihak dan diatas hukum negara kita, bahwa mereka masih mengizinkan ibu menemui Arga, sesekali Arga bisa tinggal bersama kita dan kita masih memiliki hak bermusyawarah atau mencampuri urusan masa depan pendidikan Arga, yah."


"Ibu nggak keberatan jika ayah masih selalu berhubungan dengan keluarga Belinda untuk Arga?"


"Ibu nggak mempermasalahkannya yah selama itu tentang Arga, toh ayah sudah tidak ada hubungan apapun dengan tante Belinda. Ayah ataupun tante Belinda telah memiliki keluarga masing-masing." Ucap Nayla dengan lugas dan tegas.


"Terimakasih, sayang kamu selalu bisa memposisikan diri dalam situasi yang ayah hadapi." Orion mengecup kening Nayla, Nayla selalu merasa nyaman setiap kali Orion memberikan kecupan di keningnya.


"Ibu juga berterimakasih karena ayah selalu terbuka dan jujur pada ibu. Ibu harap apapun yang ayah hadapi ayah selalu terbuka pada ibu. Insya allah ibu akan mencoba memahami dan mengerti situasi yang ayah hadapi."


Deg


Orion semakin yakin jika ia harus jujur akan hubungannya dengan Hanum. Orion akan mempertimbangkan kapan ia mengatakan yang sebenarnya kepada Nayla. Sekalipun Orion sangat bahagia akan kehadiran Nayla ditambah dua calon bayi dalam kandungan Nayla, tapi Orion merasa tidak tenang karena urusannya dengan Hanum belum juga selesai.


Seperti biasa Orion mengelus perut Nayla hingga Nayla terlelap. Saat suara dengkuran halus terdengar, Orion menggendong Nayla ala bridal ke ranjang king sebelah Arga. Menurunkan secara perlahan, menyelimuti Nayla hingga di bagian dadanya.


Orion membuka macbook dan mengecek surel pribadinya. Di surel pribadinya sudah ada pesan dari Dirga mengenai jawaban keluarga Belinda.


'Tuan, tuan Herdian tidak akan melakukan dan melibatkan nyonya muda Nayla. Itu semua tergantung pada keputusan anda ketika bertemu."


"Percepat pertemuan dengan mereka."


"Baik, tuan. Akan saya jadwalkan jet pribadi anda besok."

__ADS_1


"Lakukan, Dirga. Perketat keamanan untuk Nayla dan Arga selama kepergian saya ke Belanda."


"Baik, tuan. Maaf tuan sepertinya lusa nyonya muda akan bertemu di cafe xx dengan sahabat-sahabatnya dari pesan grup hape nyonya."


"Ok, thanks Ga. Soal itu akan saya atasi sendiri."


"Baik, tuan."


Keesokkan harinya Nayla bangun terlebih dahulu.


"Ayah sayang, bangun yuk sudah subuh. Kita berjama'ah yuk yah?" Nayla mengelus rahang tegas Orion, tapi tak ada pergerakan ataupun sahutan dari Orion dengan iseng Nayla mengecup rahang dan ceruk leher Orion titik sensitifnya akhir-akhir ini. Orion melenguh,


"Sayang, jangan iseng. Ayah makan kamu baru tau rasa," suara serak khas bangun tidur Orion tanpa membuka mata.


Nayla tertawa kecil, akan beranjak dari samping Orion berniat menuju kamar mandi. Orion menarik tangan Nayla hingga terjatuh kembali ke ranjang empuk mereka, menindih tubuh mungil Nayla dengan perut besarnya. Nayla pikir Orion tertidur kembali, tapi dugaannya salah ia membangunkan singa yang lapar. Orion yang menahannya dari satu hari sebelum tasyakuran Nayla menyalurkan hasratnya pada Nayla ia tak bisa menahannya lagi, apalagi hari ini Orion akan pergi ke Belanda meninggalkan Nayla beberapa hari.


Nayla pasrah dengan apa yang dilakukan Orion, karena salahnya membangunkan singa yang kelaparan. Sebelum waktu subuh selesai Orion menyudahi pergulatannya dan membersihkan diri bersama mengulangi pergulatannya dengan waktu cepat lalu melaksanakan subuh berjama'ah.


Setelah sarapan selesai, Arga yang sudah pergi ke sekolah diantar supir Nayla dan Orion bersantai di gazebo belakang. Menikmati suara gemercik air dari air mancur yang mengalir ke kolam ikan di bawah gazebo mini mereka.


"Iya, yah nggak apa-apa. Kalau anak kita kangen ibu VC ayah, ya?"


"Yakin anaknya saja??"


"Iyaiya ibu juga, kalau ibu dan anak kita kangen ayah. Ibu VC ayah, ya?" Nayla terkekeh dengan ucapan Orion


"Iya, sayang. Selama ayah di sana jangan kemana-mana ya?"


"Besok sahabat-sahabat ibu ngajak ketemuan di cafe milik Adinda. Boleh ya yah?"


"Nggak boleh, sayang. Kamu undang mereka saja untuk datang ke sini."


"Yah, di cafe dinda loh yah. Lagian ibu kan bareng dengan sahabat-sahabat ibu jadi insya allah nggak akan ada apa-apa."


"Sayang bukannya ayah nggak percaya sahabat-sahabat kamu, ayah hanya mengantisipasi hal yang tidak diinginkan jika tidak ada ayah di sini. Ayah mohon ya ibu ikuti permintaan ayah."

__ADS_1


"Ibu selalu mengikuti permintaan ayah, tapi buat ibu mengerti yah. Kenapa ayah selalu khawatir seperti ini secara berlebihan? Memang adakah orang yang bermaksud melukai ibu dan anak-anak kita?" Orion terdiam sejenak memikirkan jawaban yang tepat agar Nayla mengerti


"Dunia bisnis itu ada sisi kejamnya, sayang. Bukan hanya bisnis ayah mungkin bisnis bidang lain juga, selalu saja ada rival yang mencari-cari kelemahan kita. Ibu dan anak-anak kita adalah salah satu hal penting dalam hidup ayah. Ayah tidak mau ada orang yang memanfaatkan kepergian ayah untuk melukai orang-orang yang berarti dalam hidup ayah. Ibu mau kan mengerti kekhawatiran ayah, sayang?"


"Baiklah, ibu kabari mereka untuk datang ke sini."


"Ini baru istri ayah yang penurut. Terimakasih sayang."


"Iya ayahku, sayang." Nayla menelusupkan wajahnya di dada bidang Orion, Orion pun mengecup puncak kepala Nayla.


"Ayah merasa berat banget harus ninggalin ibu, Arga dan baby twins."


"Ayah yang anteng, ibu akan siaga 1 ko selalu mengabari ayah. Ayah juga di sana kabari ibu terus ya."


"Iya, sayang. Akhir-akhir ini kamu nggak merasa lemas lagi?"


"Nggak yah alhamdulillah sepertinya anaknya tahu ayah akan pergi. Mereka nggak mau bikin ibunya kesusahan." Nayla tertawa kecil dengan mengelus perut sendiri. Orion pun mengelus perut Nayla


"Anak-anak ayah anteng ya, jagain ibunya, selama ayah nggak ada jangan minta ibu yang aneh-aneh ya. Insya Allah ayah akan secepat mungkin pulang."


"Iya ayahku sayang yang bawel." Nayla menirukan suara anak kecil dengan terkekeh.


Mulai ada pergerakan di perut Nayla, baby mereka seperti mengerti ucapan ayahnya.


"Aauu, yah anaknya nendang." Orion pun menyentuh bagian perut Nayla yang mulai ada pergerakan


"Alhamdulillah, anak ayah paham ya apa yang ayah bilang." Orion bahagia mulai ada pergerakan di perut Nayla. Orion mengusap perut tepat di bagian pergerakan sang bayi


"Aauu," Nayla meringis lagi tendangan semakin keras dan aktif


"Anteng ya sayang di dalam jangan biarkan ibunya kesakitan." Orion terus memberi usapan ke perut Nayla menenangkan tendangan-tenadangan anak-anaknya


Lanjut?????


KENCENGIN LIKE & VOTE miss hari senin ada voucher untuk VOTE loh pakai vouchernya untuk VOTE miss ya kalau mau lanjut 🤭

__ADS_1


Jangan lupa tengok cerita pendek miss di lapak Orange "Jeratan Pesona Sang Duda" itu on going tapi miss selalu up juga dan cerita hanya sekitar 20-30 episode


__ADS_2