Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
61. Mengkhawatirkanmu


__ADS_3

Nayla yang sudah sampai di kediamannya dengan Orion merasa heran akan yang terjadi sore hari. Mamah mertuanya tidak jadi bertemu, ia juga tidak bisa menghubungi mertuanya. Gawai Nayla tertinggal di kamarnya. Nayla juga tidak tahu jika Orion menghubungi dirinya sejak siang.


Nayla bergegas memasuki rumah, Arga menunggu Nayla sejak sore hari pulang dari sekolahnya tapi tak menemukan keberadaan Nayla.


"Ibu darimana?" Tanya Arga yang menunggu Nayla di ruang depan


"Ibu tadi ada perlu, sayang. Anak ibu sudah tampan sekali, sudah makan malam?" Nayla mengecup kening Arga mensejajarkan tubuhnya dengan Arga


"Sudah bu, ibu pasti lelah ya? Adik-adik Aga juga pasti lelah." Arga mengusap perut Nayla


"Nggak ko sayang, punggung ibu hanya pegal saja. Adik-adiknya semakin tumbuh besar."


"Mau Aga usapin punggungnya seperti ayah yang mengusap ibu saat ibu kesakitan."


Nayla tersenyum dengan tingkah Arga yang menurutnya dewasa untuk seusianya.


"Boleh sayang, kita ke kamar ibu, yuk." Ajak Nayla ke kamarnya


"Kamu tunggu ibu di sini ya, ibu membersihkan tubuh dahulu, lengket banget nih badan ibu." Nayla terkekeh mencium badannya sendiri. Arga duduk di sofa lipat menunggu Nayla selesai membersihkan diri.


Drt...drt..drt...


Panggilan Video dari Orion


Arga mengambil gawai Nayla di atas nakas menekan tombol hijau panggilan video Orion.


"Assalamu'alaikum,


Arga..," panggil Orion saat melihat layar gawainya dipenuhi wajah blasteran gembul menggemaskan Arga. Orion menatap wajah Arga dengan sendu ia tak tahu bagaimana hidupnya tanpa Arga. Walau ia bisa bertemu kapan saja tapi rasanya akan berbeda saat tidak bersama.


"Walaikumsalam, ayaaah kapan pulang? Aga dan ibu kangen ayah."


"Insya allah besok pagi ayah pulang dari sini. Ibu dimana sayang?"


"Ibu lagi mandi, yah. Jam segini? Iya yah ibu baru pulang tadi katanya ada urusan."


"Siapa, sayang?" Tanya Nayla yang baru keluar dari kamar mandi dengan kimono handuknya


"Ayah, bu." Nayla menghampiri Arga, Arga menjauhkan layar gawai Nayla dari wajahnya agar Nayla terlihat di belakangnya.


"Sayang kenapa mandi malam?"


"Ibu gerah yah, badannya lengket banget." Arga memberikan gawai Nayla dan memainkan gawai miliknya lagi di ranjang king Nayla Orion


"Ya sudah hanya hari ini saja, ya? Nggak baik untuk kesehatan ibu dan anak kita."


"Iya, ayah sayang."


"Kamu darimana? Kenapa tidak menjawab panggilan atau membalas pesan dari ayah?"


"Tadi mamah mau ketemu di hotel xx tapi ketika menunggu di sana nggak jadi, yah. Jadi ibu diantar pulang lagi. Hape ibu di kamar dari pagi ketika ada sahabat-sahabat ibu dan tertinggal saat mau pergi. Jadi seharian ini nggak lihat hape, yah. Maaf ya?" Nayla menjelaskan dengan senyum manis yang membuat Orion luluh untuk tak marah.

__ADS_1


"Jangan diulangi, ayah benar-benar khawatir, sayang. Dan lain kali jika tidak mamah yang menghubungi kamu langsung, jangan pernah ikut begitu saja."


"Ibu tadi ikut karena supirnya bilang hal urgent ya makannya ibu khawatir sama mamah, dan langsung ikut saja."


"Ya sudah ayah lega jika ibu baik-baik saja. Sekarang istirahat ya dengan Arga. Besok pagi ayah pulang dari sini."


"Iya, yah hati-hati ya. Apa urusan ayah sudah selesai?"


"Insya allah selesai, sayang. Anak-anak ayah gimana masih sangat aktif bergerak?"


"Alhamdulillah, yah hari ini anteng ga terlalu aktif. Sepertinya tahu tersangka utama adanya anak-anak sedang tidak di sini. Ibu juga lagi nggak mau dielus ayah tuh." Nayla tertawa kecil mengucapkan kata tersangka utama pada Orion dengan sengaja menggoda Orion


"Enak saja ayah tersangka utama, ibu juga menikmatinya. Itu hasil dari buah cinta kita, sayang, Hasil dari saling menikmati indahnya syurga duniawi bersama," Orion tertawa keras.


"Ayaah apaan iih, ada Arga loh di samping ibu."


"Maaf..maaf ayah pikir Arga sudah ke kamar, tapi ayah benar-benar menginginkan ibu sekarang." Suara Orion berbisik di sebrang sana


"Ayah ada-ada saja lagi berjauhan gini juga masih ya tetep," Nayla memutar bola mata


Orion semakin tertawa menggoda Nayla, walau sebenarnya selalu menginginkan Nayla. "Iyaiya, ayah sabar nih. Tunggu besok ya sayang persiapkan diri menyambut ayah yang ingin menengok anak-anak," Orion tertawa kembali


"Ibu tutup ya, yah. Ibu mau berpakaian dahulu."


"Iya, sayang assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam, ayah sayang."


Orion saat ini sedang memikirkan bagaimana ia menyampaikan keputusannya kepada Nayla bahwa ia memberikan kesepakatan karena tak ingin Nayla tersakiti dengan kebohongannya. Orion berniat memberitahu Nayla tapi tidak sekarang dan tidak dengan cara licik Herdian yang bisa saja menyakiti Nayla dan mengancam keselamatan bayi dalam kandungan Nayla. Orion cukup mengenal Herdian yang bisa melakukan apa saja demi mendapat tujuannya selama menjadi menantunya dahulu.


"Alasan apa yang harus saya berikan kepada Nayla. Tanpa Nayla tahu bahwa ia alasan utama saya membuat kesepakatan itu, maafkan ayah sayang." Batin Orion yang mencoba memejamkan mata namun belum bisa


***


Ke esokkan harinya Orion sampai di bandara soekarno hatta pukul 14.00 ia melakukan penerbangan dengan jet pribadinya pukul 01.00, Orion merasa tak tenang ia tak bisa tidur sebelum melihat Nayla dan anak-anak baik-baik saja.


Perjalanan dari Belanda ke Jakarta hanya menempuh 14 jam non stop tanpa transit di bandara z. Orion telah masuk ke team *** team, jet pribadi pertama yang bekerja sama dengan *** team yang bisa melakukan perjalanan pesawat tanpa transit.


Dirga yang sudah menunggu, membawa Orion ke kediamannya. Orion tak mengabari Nayla bahwa ia sudah berada di Jakarta, ia ingin memberi kejutan.


Hanya 1 jam yang dibutuhkan untuk sampai ke kediaman Orion.


Orion masuk ke rumah dengan mengucapkan salam setengah berbisik yang dijawab pelayan yang berjaga di depan Ia berjalan dengan pelan tanpa ada suara dari sepatunya. Mendekat ke kepala pelayan yang sedang mengarahkan pelayan lain di ruang tamu.


"Astagfirullah, den Rion." Kepala pelayan terkejut melihat Orion sudah berdiri di sampingnya.


"Sssttt, Nayla dimana, bu?" Orion berucap setengah berbisik


"Nyonya muda ada di kamar utama, den."


'Ok, trimakasih bu. Saya mau memberi Nayla kejutan. Saya tak mengabarinya sudah di sini." Orion membawa paper bag di tangan kiri dan sebuket bunga mawar putih ditangan kanan yang disembunyikan dibelakangnya

__ADS_1


"Baik, den."


Orion memasuki kamar, tapi ia tak melihat keberadaan Nayla. Di samping Orion Walk in closet terbuka, Orion masuk tanpa bersua melihat Nayla yang sedang memilih pakaian di barisan midi dress rumahan tanpa lengan.


"Bunga cantik untuk wanita tercantik," Orion memberikan sebuket bunga dari belakang Nayla ke hadapan Nayla yang sedang memunggunginya.


"Sayang," Nayla membalikkan tubuhnya dengan mata berbinar dan senyum termanisnya berhambur kepelukkan Orion


"Duh sebegitu rindunya ya ibu dari anak-anakku." Orion membalas pelukkan Nayla dengan satu tangan memegang buket bunga. Paper bag telah disimpan sebelum memasuki walk in closet.


"Memang ayah nggak rindu ibu?" Nayla melepas pelukkan dengan mencebikkan bibirnya


"Haha ibu ko makin gemesin sih," Orion menangkup pipi Nayla ya semakin chabby


Cup


Orion mencium Nayla dengan ciuman dalam bertukar salivar menyalurkan sebuah kerinduan yang teramat. Nayla yang kehabisan napas memukul dada bidang Orion.


"Ayah iih kebiasaan, ibu nggak bisa napas."


"Maaf, sayang ayah rindu sekali sama ibu," Orion mengusap bibir Nayla yang masih basah karena ciumannya. "Ibu mau kemana milih-milih baju?"


"Nggak kemana-mana, yah. Ibu lagi milih midi dress yang agak besar dibagian perut, makin sini anaknya makin besar, rasanya sesak yah."


"Ya Allah ayah sampai terlupa untuk menyiapkan baju hamil saat kandungan ibu mulai membesar. Kita cari pakaian ibu yuk ke butik xx langganan mamah."


"Ayah memang nggak lelah apa sudah melakukan perjalanan non stop?" Malam Orion memberitahu Nayla bahwa ia melakukan perjalanan non stop tanpa transit


"Buat istri dan anak ayah, ayah nggak akan pernah lelah sayang."


"Sweet banget sih suamiku." Nayla memeluk Orion kembali


"Ibu baik-baik saja kan? Kemarin yang menjemput ibu tidak melakukan apapun?"


"Alhamdulillah ibu baik-baik saja nih lihat ibu, yah. Memang kemarin siapa sih yah? Sampai bikin ayah khawatir banget sama ibu?"


"Nanti ayah ceritakan, sekarang ibu siap-siap ya kita beli pakaian untuk ibu biar bayi kita leluasa." Orion mencubit hidung mungil Nayla dengan terkekeh.


Gini novel miss mah udah ada tegang dikit dikasih pemanis juga, biar nggak stres


Buat misstizen yang kepingin masalah sama Hanum selesai tunggu sabar, klimaks sebentar lagi.


Inti dari novel ini kan sesuai judulnya sampai terkuak bahwa Orion masih beristri.


Nikmati alur yang miss buat ya, jujur bener kata thor lain dilapak ini ndak dapet sesuatu yang W O W


Miss tetep lanjut sebenernya karena miss sendiri emang dari dulu pengen nyoba nulis, pas tahu antusias kalian dengan cerita imajinatif miss, waaah serius miis seneng walau nggak dapet apa-apa


Nah biar miss semangat up nya beri dukungan untuk miss dengan like dan vote dari voucher atau poin kalian ya misstizenkun 🤭


Miss yang baik hati tidak sombong mau promo lagi nih buat misstizen yang baik hati kasih tahu orang-orang yang kalian kenal yang butuh celana/koko/kemeja ramadhan dan lebarannya bisa cek instagram kerabat miss di @kokoandriana.2014 & @celanabigsize.andriana harga dan kualitas sebanding guys cintailah produk dalam negeri 😎🥰

__ADS_1


__ADS_2