Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
125. Mempertahankan atau Mengikhlaskan


__ADS_3

Pagi hari Orion baru bisa beristirahat ke hotel terdekat dari rumah sakit korban kecelakaan. Dengan bantuan keamanan khusus milik keluarga Orion dan dibantu kepolisian ternyata kecelakaan telah disabotase orang dalam yang sedang diselidiki keberadaan dan motifnya.


Orion baru saja ingin membersihkan diri sebelum beristirahat. Tapi Orion ingat dia belum mengabari Nayla. Betapa terkejutnya banyak panggilan dari kediamannya. Biasanya jika ada panggilan dari kediamannya kepala maid yang menghubungi. Dan panggilan hingga puluhan kali.


Ada puluhan pesan dari kepala maid. Tapi tidak Orion buka, Orion langsung menghubungi kediamannya langsung. Tanpa membaca puluhan pesan kepala maid.



“Hallo assalamu’alaikum...”


“Wa’alaikumsalam..,tuan Rion. Nyonya masuk rumah sakit tuan tadi malam.”


Tanpa merespon ucapan kepala maid. Orion yang cukuo terkejut langsung mematikkan telefon dan menghubungi Dirga untuk menyiapkan Jet Pribadi nya sekarang juga. Tanpa membersihkn diri masih dengan pakaian kemarin Orion langsung menuju bandara Ngurah Rai. Orion yang tak mau berlama-lama meminta Dirga bersamanya mengendarai motor milik hotel, untuk peetama kalinya Orion menumpangi motor menuju bandara. Hanya 10 menit Orion dan Dirga sampai tanpa membawa pakaian perbekalan mereka. Hal itu bisa diurus anak buahnya. Orion dan Dirga hanya membawa benda penting.


Waktu satu jam lima puluh menit serasa berabad untuk Orion yang sangat mengkhawatirkan Nayla. Untuk mengurangi rasa khawatirnya Orion membersihkan diri di Jet Pribadi yang lengkap dengan kebutuhan peibadi Orion di ruang khusus Pribadi Orion.


“Mas harus tegas kali ini sayang, jika sampai terjadi sesuatu padamu.” Gumam Orion yang berada di bawah kucuran air shower. Beberapa waktu lalu saat Nayla meminta mengelus perut bawahnya Orion sudah menduga jika Nayla tak baik-baik saja namun saat ditanya Nayla mengatakan baik-baik saja. Dan Nayla kekeh ingin terus memberi ASI Exlusive kepada baby twinsnya.


Orion melupakan sarapannya walau di jet pribadi dihidangkan Orion tidak napsu untuk memakannya sebelum lihat sendiri jika Nayla, sang istri tercinta baik-baik saja.


Setelah sampai Bandara Soetta Orion dan Dirga sudah dijemput oleh anak buahnya dengan mobil pengawalan untuk mempermudah akses jalanan Jakarta yang macet di hari kerja.


Saat sampai rumah sakit miliknya Orion langsung berlalri ke ruang VVIP yang sudah diinformasikan kepala maid. Rasa khawatir yang terus menghantuinya membuat Orion berpikir kemana-mana, sampai hal terburuk sekalipun tanpa aba-aba Orion langsung membuka pintu kamar Nayla, jangan lupakan di depan ruang rawat Nayla keamanan sangat diperketat. Berbaris para keamanan yang telah ditempatkan Orion.


Saat pintu terbuka pemandangan memilukkan hati Orion, keadaan Nayla terbaring lemah, dengan wajah pucatnya Nayla terlelap. Ya baru lima belas menit yang lalu Nayla memejamkan mata untuk beristirahat. Karena pengaruh obat yang disuntikkan melalui infusan Nayla tertidur lelap. Orion duduk di kursi sebelah Nayla mencium punggung Nayla. Di luar ruangan Dirga membawa dokter yang memeriksa Nayla.

__ADS_1


“Katakan apa yang terjadi dengan istri saya?” Tanya Orion dengan suara dingin dan ekpresi datarnya saat Elisa masuk ke ruangan tersebut


“Nyonya mengalami kontraksi pada perutnya. Kandungan nyonya lemah untuk itu harus menghentikkan pemberian ASI secara ekslusif karena akan mempengaruhi tumbuh kembang janinnya. Dan hal terburuk sang janin terlahir prematur bahkan maaf tuan saya harus mengatakan ini.”


“Katakan!” Ucap Orion dengan suara tegas nan dinginnya


“Bisa terjadi kecacatan jika terus dilanjutkan untuk pemberian ASI secara ekslusif.”


“Jika dihentikkan apa tumbuh kembang janin akan normal kembali dan kemungkinan tidak akan mengalami kecacatan?”


“Iya benar tuan tumbuh kembang janin akan normal kembali dengan menjaga kesehatan sang ibu.”


“Sampai kapan istri saya terlelap?” Pertanyaan terkonyol yang baru di dengar dokter Elisa selama menjadi dokter dilontarkan seorang Orion yang tidak sabar melihat Nayla terbangun. Dokter Elisa yang tertegun atas pertanyaan konyol Orion mengubah ekpresinya menjadi biasa saja.


“Nyonya hanya kelelahan tuan, jadi hanya tertidur biasa tuan.” Dokter Elisa menjawab sebiasa mungkin walau dirinya ingin tertawa menertawakan pertanyaan konyol Orion


Dirga orang yang menyimak percakapan kedua manusia di hadapannya hanya bisa menggelengkan kepala. Dirga sudah paham akan sikap Orion yang terkadanv konyol dan di luar praduga dirinya jika mengenai Nayla sang nyonya muda.


Untuk menunggu Nayla terbangun Orionmembuka macbooknya membaca email yang masuk di surelnya di sofa yang teesedia di ruang tersebut. Dua jam Orion berkutat di depan macbooknya. Bertepatan dengan Orion menutup macbooknya Orion melihat Nayla mengerjapkan mata dan mendekatinya.


“Apa ada yang sakit sayang?” Tanya Orion dengan lembut walau dirinya sempat marah akan keras kepala Nayla namun melihat keadaan Nayla membuat rasa marahnya menghilang. Karena bagaimanapun apa yang Nayla lakukan ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka.


“Nggak mas, rasa sakitnya sudah berkurang. Kapan mas pulang?” Nayla menciba bangun mendudukan diri, Orion membantu Nayla duduk dan menaikkan eanjang bagian atas untuk mempermudah Nayla duduk


“Beberapa jam yang lalu. Ada yang ingin kamu inginkan?”

__ADS_1


“Enggak mas, maafkan aku mas.”


“Kamu ingin mas maafkan?” Orion akan memanfaatkan kesempatan permintaan maaf Nayla untuk sebuah ketegasan


“Iya mas,” ucap Nayla dengan menundukkan kepala


“Jika kamu mau mas maafkan berhentilah untuk keras kepala atas keinginamny untuk memberi ASI eklusif untuk Fariz dan Freya. Semua demi kebaikanmu dan anak kita. Jika kamu masih keras kepala mas akan memberikan pilihan.”


“Maksud mas pilihan apa?”


“Pilihan jika kamu tetap keras kepala mengASIhi Fariz dan Freya secara eklusif.” Ucap Orion dengan ekpresi datar dan dinginnya


“Aku masih berat membiarkan kedua anak kita tidak mendapatkan ASI secara eklusif mas. Jika memang ada pilihan, apa itu mas?”


“Pilihannya hanya dua kamu mau mempertahankan anak kita atau mengikhlaskannya?” Orion cukup berat untuk mengatakan kedua pilihan ini, Orion pun tidak mau harus mengikhlaskan anak ketiganya. Namun Orion terpaksa harus mengatakannya sebagai gertakan agar Nayla tidak keras kepala. Hal ini Orion lakukan untuk kebaiakan semuanya.


“Kenapa mas bilang seperti itu mas?”


“Karena hanya dua pilihan yang bisa kamu pilih. Jika kamu memilih mempertahankan anak kita, berhentilah mengASIhi secara langsung. Kedua jika kamu terus melanjutkan keinginanmu itu akan membahayakanmu dan anak kita dia akan terlahir prematur bahkan mengalami kecacatan.” Ucap Orion dengan tegas berusaha mengabaikan Nayla yang sudah menangis, Orion tak akan goyah dengan mengasihi Nayla. Karna jauh lebih menyakitkan jika Orion mengikuti keinginan Nayla dan akan berakhir kehilangan dua manusia yang dicintainya Nayla dan anak yang masih ada di kandungan Nayla.


Nayla cukup tertegun dengan ucapan Orion yang menurutnya sangat tegas tanpa ingin dibantah dengan ekspresi datar dan dinginnya. Nayla hanya bisa meneteskan air mata dia tak ingin janin yang dikandungnya terlahir prematur bahkan cacat tapi tak bisa membiarkan kedua baby twinsnya tak mendapat ASI ekslusif.


Miss tepati janji kan DOUBLE UP hari ini


Eeh ko tapi VOTE nya diem di tempat ga nambah signifikan nih 😢

__ADS_1


Ayoo dong KENCENGIN VOTE, LIKE, ramaikan KOMEN dan hadiah 🌹🤭


Jangan lupa follow instagram miss di @missnayla93 miss mulai post-post di sana loh. Dan akan update kapan Up 🤭✌🏼


__ADS_2