
Butuh waktu 30 menit Orion mengemudikan mobilnya ke sekolah Arga. Mereka turun beriringan, mengantarkan Arga ke dalam kelasnya.
"Sayang, selamat belajar ya. Nurut apa kata ibu guru, ya." Nayla memberi nasihat Arga dengan berjongkok mensejajarkan dengan tinggi Arga, mengelus kepala Arga dan memberi ciuman di keningnya.
"Nanti ayah dan ibu jemput, ya." Ujar Orion
"Iya ayah ibu, hati-hati di jalan ya. Jangan telat jemput Aga, ya yah."
"Iya sayang, ayah sudah di sini sebelum jam pulang ya," ucap Orion.
Orion dan Nayla pun ke parkiran menuju perusahaan Orion.
"Sayang, memang gapapa Nay ikut ke kantor." Ujar Nayla ketika sudah di dalam mobil Orion
"Engga apa-apalah, sayang. Mas kan bosnya, terserah mas mau bawa istri mas atau engga." Satu tangan Orion menggenggam satu tangan Nayla
"Lepas tangannya mas, fokus mengemudikannya bahaya, iih."
"Engga apa-apa, sayang. Insya Allah aman." Orion mencium punggung tangan Nayla
"Mas, ayolah adek ga akan kemana-mana ko, ga usah dipegangin terus."
"Iyaiya, sayang nih mas lepas." Orion mengangkat satu tangannya yang memegang tangan Nayla.
"Nah gitu dong, mas." Nayla mendekat bersandar di bahu lengan Orion
"Dek, terimakasih ya sayang, kamu mau menerima Arga dan mas jadi bagian hidup kamu." Orion berucap dengan mencium pucuk kepala Nayla yang bersandar di bahu lengannya.
Mas ga perlu berterimakasih sama adek mas. Adek bersyukur banget punya Arga dan mas. Orang yang adek sayangi. Insya Allah adek akan jadi istri dan ibu yang baik untuk mas dan Arga.
"Aamiin...cintanya mas ini selalu bikin mas jatuh cinta." Orion mencium pucuk kepala Nayla yang tertutup hijab pashmina pink berulang kali
"Jangan jatuh cinta lah mas, sakit tau jatuh itu."
"Lah terus apa dong, sayang?"
"Apa ya haha, adek ga mau mas atau adek saling jatuh cinta, serius mas sakit kalau jatuh itu. Harusnya kita tuh bangun cinta bersama mas, bukan saling jatuh emang mau saling menjatuhkan, udah cinta eeh jatuh" Jelas Nayla dengan ketawa kecil
"Udah cantik cerdas banget lagi istri mas nih. Orion gemas mencubit hidung mungil Nayla, mobil sedang berhenti di lampu mera. "Ga maulah kita saling menjatuhkan apalagi karena udah cinta malah saling menyakiti. Mas maunya apa yang adek bilang kita bangun cinta bersama dengan anak-anak kita kelak. Mas berdoa semoga ada junior disini." Ucap Orion mengelus perut Nayla lembut
"Aamiin..,adek juga harap ada mas atau adek junior disini." Nayla tersenyum manis dengan mengelus perutnya sendiri
__ADS_1
"Iya sayang." Orion pun tersenyum hangat bertepatan dengan lampu berubah hijau. "Bulan ini adek udah berhalangan belum sayang?"
"Udah mas, waktu mas ke luar kota."
"Bukannya jadwalnya masih beberapa hari lagi, sayang?" Ko lebih cepat.
"Siklus halangan adek emang gitu mas bisa lebih awal atau mundur."
"Alhamdulillah, sayang. Jadi ketika kita melakukannya masa subur kamu?"
"Iya, mas. Jika Allah mengizinkan benih mas akan tumbuh. Kita berdo'a saja ya mas, adek takut ngecewain mas."
"Engga, sayang. Kita pasrahkan kepada Allah ya. Kalau Allah belum mengizinkan, kita usaha lagi ya. Kayak sekarang mas pingin kamu, sayang."
"Iih mas yaa, ini di jalan." Nayla mengangkat kepalanya dari sandaran lengan bahu Orion dengan pipi yang sudah memerah
"Hahaha, mas tuh suka gemes liat kamu yang memerah gitu, yang. Padahal mas cuman godain." Orion tertawa menggoda Nayla yang tersipu malu dengan menahan kesalnya
"Ga lucu iih, mas," Nayla memukul pelan lengan Orion. Merekapun sampai di parkiran khusus CEO. Orion membukakan pintu Nayla dan menggenggam tangan Nayla.
Orion yang tampan dengan tubuh tegap atletis terkenal pemimpin yang berwibawa, tegas dan jarang tersenyum di depan Karyawannya, ia disegani seluruh karyawannya.
"Itu pak Orion sama siapa ya?"
"Eeh emang udah cerai ya sama bu Hanum?"
"Lebih kalem ini ya pembawaannya cantik wanita Indonesia banget, berhijab lagi."
"Masih cantik dan seksian bu Hanum kali guys, turun drajat banget ya kriteria pa Orion."
"Bu Hanum emang seksi, cantik tapi sombong ga pantes sama pa Orion yang sholeh, lebih serasian perempuan berhijab itu. Btw namanya siapa, ya?"
"Ekhm..." Suara Dirga berdeham di belakang para karyawan wanita yang bergosip ria. "Mau kembali bekerja atau mau tetap bergosip? Jika mau bergosip saya tunggu surat pengunduran diri kalian." Tegas Dirga dengan tatapan tajam mengintimidasi
Tak ada satu jawabanpun dari para karyawati, mereka kembali ke tempat pekerjaan masing-masing.
Orion dan Nayla yang sudah ada di lantai paling atas berjalan ke ruang kerja Orion.
"Neyla, jangan ada yang mengganggu saya di ruangan."
"Untuk jadwal hari ini bagaimana tuan?"
__ADS_1
"Jadwal ulang kembali. Untuk hari ini saya tak bisa diganggu siapapun."
Nayla yang masih bingung dengan maksud Orion tanpa berkata apapun mengikuti Orion yang menggenggam tangannya ke dalam ruangannya.
"Mas kenapa kamu ga mau diganggu?"
"Mas mau kamu, sayang."
"Mas jangan bercanda apaan iih, ini di kantor loh."
"Mas ga bercanda sayang, sudah dari mobil mas mau."
"Jadi tadi di mobil ga bercanda?"
"Iya mas ga bercanda, sayang. Dosa loh dek nolak permintaan suami."
"Adek gak nolak mas, tapi nanti ada yang mau ke mas gimana?"
Orion mengambil romote control di meja kerjanya. Ia mengunci pintu otomatis dan membuka ruangan di balik lemari bukunya. Ia menggenggam tangan Nayla dan membawanya masuk ke pintu di balik lemari bukunya.
"Mas ini kamar siapa? Ko ada kamar di kantor. Tanya Nayla dengan polosnya ia memperhatikkan sekeliling kamar yang luas dan lengkap dengan fasilitas kamar seperti di rumahnya. Bedanya tak ada walk in closet.
"Kamu tuh lucu, sayang. Ya ini kamar mas, kalau mas kelelahan istirahat disini."
"Masa? Siapa aja yang bisa istirahat disini? Klien wanita kamu yang kelelahan ga istirahat di sini, kan?"
"Hey hey ko gitu ngomongnya? Haha istri mas bisa cemburu juga ternyata." Orion menggoda Nayla
"Siapa yang cemburu, iih." Nayla memalingkan wajahnya yang menahan kesal
"Denger, sayang, ga ada yang bisa masuk ruangan ini kecuali mas saja. Dan kamu perempuan pertama yang memasuki kamar ini." Orion berucap lembut dengan memegang dagu Nayla untuj berhadapan dengan wajahnya. Nayla yang malu hanya tersipu.
Orionpun mendekatkan wajahnya dengan wajah Nayla, menyatukan bibirnya dan saling memangut. Dan selanjutnya pergulatan panas kesekian kalinya pun terjadi di tempat dan suasana yang berbeda. Setelah drama Arga dan kecemburuan Nayla. Mereka saling membutuhkan satu sama lain di terik siang hari ini.
Ya gitulah lanjutannya, bisa bayangin sendiri miss ga bisa jelasin detailnya. Miss bilang miss masih polos kan π€£π€£
Seneng ga seharian ini miss triple up loh, hilapkan miss saking ga mau bikin misstizen enggantung ga bisa bobo cantik π€
Baik ga miss??? Haah ada orang baik bilang baik??? Ya adalah nih miss buktinya βπΌπ€£π€£π
Kencengin atuh likenya, do'ain miss hilap up lagi nih wkwkwk
__ADS_1
Mampir juga ke novel kedua miss "CEO PENOREH & PENYEMBUH LUKA"