
DIDALAM MOBIL
"akila kamu kenal sama wanita tadi." ucap bryan.
"gak ,aku gak kenal,udah lupakan saja.'' ucap akila jutek.
'' kenapa memang nya.''
"gak ,saya kayak familiar aja dengan wajahnya." bryan berusaha mengingat-ingat .
"ohh,masa si pak.'' tanya akila mengernyit.
"iya,kaya pernah lihat dimana ya.'' tanya bryan sembari termenung.
''aduh,gak ada obrolan lain apa pak.'' tanya aKila jutek.
''loh kok kamu jadi sensi gitu.'' bryan melotot.
'' ya gak,habisnya bapak nanya perempuan itu terus.'' akila nyolot .
'' apa salah, saya nanya kayak gitu.'' bryan berkerut.
"udah,jangan dibahas,antar aku pulang sekarang .'' pinta akila pada bosnya itu.
'' iyaa,ini juga saya mau antar ,kamu kenapa si ,jadi mello gitu.'' omel bryan seraya menancap gas nya lebih dalam.
*
*
"akila ,kita udah sampai ." ucap bryan mengagetkan akila.
"ehh iya pak ,aku turun ya , makasih udah antar sampai kontrakan." ucap aKila tersenyum .
bryan merasa ada yang aneh dengan akila.
tapi , ia tak mau banyak tanya .
akhir nya , bryan pergi begitu saja.
sedangkan akila sudah masuk kedalam dari tadi.
dermmmm....
mobil melaju kencang.
bryan termangu memandangi jalanan yang mulai gelap.
mau pulang ke apartement ia seperti enggan.
akhirnya ia pun pulang kerumah ibunya.
*
*
tinn...tin..
mobil bryan mengkode dengan klakson.
dan tak lama keluar seorang ibu paruh baya.
membuka pintu gerbangnya.
"nakkkk ,mau pulang kesini kok gak bilang-bilang." keluh ibunya.
"gak sengaja bu,kebetulan tadi ,aku habis ngurus project didekat daerah sini jadi mampir Sekalian." ucap bryan datar.
ia memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk kedalam kamar.
*
*
DIDALAM KAMAR
bryan masuk kamar mandi dan mengguyur badannya.
setelah selesai ia langsung memakai pakaian santainya.
"aku gak habis pikir dengan akila ,wanita itu kok aneh banget.
bikin pusing aja." bryan mereguk kopinya.
btw...bryan baru sadar kalau dikamar udah ada kopi tergeletak dimeja kamarnya.
pasti ibunya yang bikin.
ya siapa lagi...
pikirnya.
setelah beberapa saat kemudian,
pintu diketuk oleh seseorang
"nakk...apa kamu masih mandi " kata suara diluar kamar .
"udah bu,aku mau langsung tidur aja , capek seharian muter-muter jalan raya." teriak bryan.
"ohh ya udah,jika mau makan,ibu udah panaskan sayurnya." ucap bu bilqis.
"iya bu gampang ."sahut bryan dari seberang sana.
ibu bilqis masuk lagi kedalam kamarnya.
malam mulai larut, jam didinding menunjukkan pukul setengah 11 PM.
bu bilqis mulai risau dengan suaminya ,beliau belum pulang .
"kemana perginya bapak." pikir wanita itu risau.
...----------------...
__ADS_1
KAMAR AKILA
[akila ,apa kamu sudah tidur.]
chat masuk dari Bryan.
cling....
mata akila terbelalak dan meraih ponselnya.
[belum,ada apa tumben bapak chat aku]
[aku belum bisa tidur ,aku mau keluar tapi males.]
[hmmm..yaudah tidur aja]
[belum ngantuk akila]
[baiklah,kita ketemu yuk]
[kamu serius ? ini udah malam loh]
[udah ,aku tunggu dikontrakan ]
***
KONTRAKAN AKILA
tok,tok,tok,
pintu akila diketuk dari luar.
akila langsung bangun dan membuka pintu depan.
krett...
"bapak,udah sampai? ayo masuk." sapa akila ramah.
"ohh,iya makasih,aku kesini cuma bawakan ini,kamu belum makan malam kan."ucap bryan tersenyum.
"oh ya ampun,aku jadi gak enak." akila terkekeh.
"gak apa-apa ,ayo kita makan sama-sama." tawar Bryan.
"boleh." ucap aKila tersenyum.
mereka makan berdua diruang tengah.
setelah makan malam akila menguap.
"apa kamu mau tidur." tanya bryan.
"belum,kita ngobrol aja diruang tamu yuk ,kita nonton bareng."tawar akila.
"hmmm sebenarnya,aku pengin ada yang ditanyain sama kamu." bryan menatap akila.
"apa? tanya apa." akila terperangah dengan ucapan bryan.
"gak ah,kalau soal bram, aku malas pak." akila menampakan raut wajah kesal.
"mmmmm yasudah ,kamu tidur aja." kata bryan tersenyum.
"besok aku akan ceritakan." ucap aKila menepuk pundak bryan.
"baiklah," ucap bryan
"okee... tidurlah,dikamar sebelah,pulang besok aja , hari udah malam dan gak baik buat perjalanan." kata akila terlihat sangat peduli.
"iya,udah sana kamu tidur,besok kalau telat aku hukum loh." goda bryan terkekeh.
"hmmm, jahat banget." akila tersenyum lalu pergi kekamar nya.
bryan memandangi punggung aKila.
ia seksi juga pikirnya.
matanya menatap kearah akila dengan tatapan aneh.
"bryan,sadar jaga pandangan ." batin bryan berkomentar.
akhirnya bryan masuk kedalam kamar yang ditunjuk akila.
ia merebahkan tubuhnya
matanya menerawang jauh ke masa lalu.
megan,besok adalah hari pernikahan nya.
ucap bryan dalam hati
ia menghela napas panjang.
tanpa terasa matanya terpejam .
...----------------...
KANTOR BRYAN
" akila,kamu ada acara nanti malam." tanya arga menelisik.
"mmm,nanti malam ya." kata akila sambil menimang dagunya.
"aku ada acara ,aku mau cari gaun buat acara besok teman aku nikah." ucap aKila.
"ohhh,yah ,aku pikir kamu free ,aku mau ajak kamu nonton tadinya." ucap arga mengerucutkan bibirnya.
"hmmm,maaf ya mas,kalau aku free pasti aku mau kok pergi bareng kamu." ucap aKila tersenyum.
"ohh,gak apa-apa santai kok." arga membalas senyum akila.
"okee,aku selesaikan kerjaan dulu,habis itu kita makan bareng " akila mengotak-atik komputernya.
"baiklah,semangat ya.." kata arga memberikan suport lalu pergi meninggalkan aKila.
__ADS_1
cling,,,
tiba-tiba terdengar suara notifikasi pesan masuk di ponsel akila.
akila langsung meraih ponselnya.
bryan..
"akila ,nanti malam aku jemput jam 08 pm ya."
"okeee.." sahut aKila singkat.
*
*
MAKAN SIANG
"akila mana si,katanya mau makan bareng.''batin arga gelisah menunggu akila tak muncul juga.
tiba-tiba,
akila muncul dibelakang arga
"ayo,mas ,kita jadi makan bareng kan."akila mengagetkan arga.
"wihhh akila,ngagetin aja loh,aku pikir kamu gak jadi makan sama aku." arga mencebik akila.
"gakk lahh,ayo kita makan aku lapar nih." akila menggandeng tangan arga.
arga hanya tersenyum melihat itu.
sesungguhnya,
arga ingin sekali mencurahkan isi hatinya pada akila tapi ,akila tak pernah merespon jika arga ingin ngobrol serius.
tapi arga tak pernah ambil pusing .
suatu saat jika akila nyaman dengan dirinya ,pasti ia akan tumbuh rasa cinta lambat laun.
pikirnya...
...----------------...
BUTIK
"kita kenapa kesini pak,ini kan butik mahal ,aku mana mampu beli baju disini,sayang uangnya ." ucap aKila sambil mengekori bryan.
"udah,ikut saja ,nanti juga kamu tahu kok ." bryan terus berjalan entah mencari apa.
akila hanya mengikutinya .
"nahh..ini pasti bagus " batinnya.
bryan memegang dress selutut warna maroon.
"bapak mau beli dress? " celetuk akila melotot pada bryan.
bryan menatap akila sejenak.
"jangan banyak tanya,lebih baik kamu cobain baju ini." bryan menyodorkan dress itu pada akila.
'' a..aku,pakai ini." akila menatap pada bryan.
'' iya,coba ini jika pas ambil ." omel bryan
"ihhh..galak bener ." akila menatap bryan lurus-lurus.
kemudian ,ia mengambil dress nya itu dan pergi keruang fitting room
tekk..tekk..
suara langkah akila.
"gimana,." tanya aKila sambil berpose.
didepan Bryan.
"wiihhhh.. cocok ,angkut ." ucap bryan serius.
"okee.." akila masuk ke fitting room dan melepas bajunya , sementara bryan membayar di kasir.
setelah selesai ,
Bryan dan akila langsung pergi makan
malam.
*
*
RESTORAN
" makan yang banyak,aku gak mau besok kamu sakit dan gak bisa datang ke acara penting." ucap bryan pada akila dengan sorot mata sinis.
"iyaaa,aku mana mungkin ingkar janji pada mu bos." akila memonyongkan bibirnya.
mulutnya penuh dengan makanan.
tapi ia tetap berbicara .
"hmmmm,bisa makan yang benar ." cibir bryan.
"mmmm...bisa ,bisa." kata akila terlihat cengengesan.
"yaudah,teruskan makannya,habis itu kita pulang." kata bryan dengan nada datar.
"hmmmm,baiklah." akila mengangguk pelan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1