SYAKILA

SYAKILA
215. KEMARAHAN ERNA


__ADS_3

sepulang dari kantor nya bram kepikiran soal ucapan rio tadi siang.


ia tampak termenung di ruangannya .


sampai akhirnya novi masuk kedalam ruangannya.


'' permisi pak ,ada tamu ingin ketemu dengan bapak.'' ucap novi , membuat bram mengernyit.


'' tamu? '' tanya bram ,ia tampak berpikir sejenak ,siapa tamu yang datang.


bukankah hari ini tidak ada jadwal pertemuan apa pun.


dan lagipula ,rio pun pamit pulang lebih awal karena mamanya sudah siuman dari sakitnya dan sudah bisa rawat jalan.


'' pak..''novi mengulangi ucapan nya.


'' ohh ,iya baik nov,coba suruh saja beliau masuk.'' ucap bram masih penasaran dengan tamunya itu.


novipun mengangguk pelan,ia segera pergi dari hadapan bram.


bram pun menyenderkan kepalanya kekursi.


ia mengangkat kakinya keatas karena ingin santai sejenak.


tok..tok..tok...


tiba- tiba


pintu diketuk dari luar .


Bram langsung menurunkan kakinya.


'' ya masuk.''sahut bram memberi ijin pada si pengetuk pintu untuk masuk.


'' pak ,ini tamunya.'' ucap novi pada bram yang duduk membelakangi novi. terlihat seorang wanita yang begitu familiar bagi bram berdiri dibelakang novi.


Novi tersenyum pada wanita itu ,tak lama novipun pamit.


wanita itu menghampiri bram.


dalam waktu bersamaan bram membalikan badannya.


betapa terkejutnya bram melihat siapa yang ada didepan nya kali ini.


" Tante...'' bram menatap wajah wanita itu dengan tatapan kaget.


tak disangka olehnya jika erna ada didepan nya kali ini.


Erna melepas kacamata hitam nya .


'' haloo pak bram'' sapa erna tersenyum sarkas.


Bram pun sedikit gugup saat itu juga.


'' mau apa anda kesini.'' ucap bram singkat.


Ernapun terkekeh.


'' hai,santai dong,saya datang kesini dengan maksud yang baik.


asal....," Erna menggantung ucapannya.


Bram seakan-akan tahu maksud ucapan erna .


'' asal apa...'' tegas bram dengan tatapan matanya yang tajam.


'' asalkan ,anda serahkan wanita itu padaku.'' ucap erna dengan lantang dan mendekatkan wajahnya pada bram.


Bram menepis wajah wanita itu.


'' wanita? siapa maksud anda ,saya tak mengerti dengan ucapan anda barusan.'' bram masih mengelak dari tuduhan erna.


prok..prok..


terdengar erna menepuk-nepuk tangannya.


seakan memberi aba-aba.


benar saja ,seketika anak buah erna muncul dari luar .


Bram yang melihat itupun segera memasang kuda-kuda.


baku hantam pun terjadi didalam ruangan bram .


karena mendengar keributan didalam ruangan bram novipun segera memanggil satpam untuk mengecek keruangan bram.


tapi...

__ADS_1


saat novi dan security mau melangkah keruangan bram .


dari belakang mereka muncul anak buah erna yang lain.


"jangan bergerak!!''


ancam anak buah erna sehingga novi dan security pun langsung diam ditempat .


mereka mengangkat kedua tangan nya.


anak buah ernapun menyekap mereka dan menyumpal mulut mereka dengan kain .


sementara bram yang sedang membela diri melawan anak buah ernapun tak bisa mengimbangi mereka .


karena selain mereka lebih dari satu , badan mereka besar-besar.


Bram pun kewalahan.


brakk!!!


seketika bram terhuyung karena pukulan bertubi-tubi dari arah yang tak terduga.


ia terkapar di lantai.


anak buah erna membangunkan tubuh bram secara paksa.


ia hendak menghajar bram lagi


namun..,


'' cukup!!'' tahan erna pada anak buahnya itu.


Erna mendekati bram yang tak berdaya dengan posisi masih dipapah anak buahnya.


Bram meringis menahan sakit disudut bibirnya


erna tersenyum miring.


prakk!!!!! prakkk!!! prakkk!!!


sebuah tamparan bertubi-tubi melayang dipipi bram lagi.


" ahhhh,ssssstt!!'' brampun semakin kesakitan karena merasakan panasnya tamparan erna diwajahnya.


anak buah ernapun semakin erat mengunci tubuh bram sehingga bram tidak bisa melawan pukulan erna.


'' saya peringatkan sekali lagi , serahkan wanita itu baik-baik atau kamu mati.'' ancam erna pada Bram.


meskipun wajah nya sudah babak belur.


''tidakkk akannn!'' bram masih belum mau mengalah.


ia semakin membuat erna geram.


Erna mengerlingkan matanya pada anak buahnya .


bug...bugg...bug...


'' ahhhh!!! '' pukulan bertubi-tubi pun dilayangkan oleh anak buah erna diperut bram.


buggg!!!!!


Bram terhuyung kelantai.


'' saya beri waktu 3 hari. '' ucap erna di telinga bram yang terkulai lemas tak berdaya.


bram tak bergerak lagi , mungkin dia pingsan.


melihat itupun erna gusar.


seketika, anak buahnya memeriksa ia masih hidup atau tidak .


'' dia pingsan bos .'' mendengar ucapan anak buah nya, erna memberi kode supaya segera cabut dari tempat itu .


ia dan anak buahnya pergi dari kantor bram.


diluar ,novi dan beberapa satpam nya di ancam dengan senjata oleh anak buah erna yang lain. mereka tak bisa berbuat apapun karena mulutnya diikat dengan kain.


'' tinggalkan tempat ini.'' titah erna pada anak buahnya yang menyekap novi dan beberapa karyawan lainnya.


'' baik bos.'' terlihat mereka masuk kedalam mobil.


''mmmmmm,mmmmm'' novi berusaha melepas ikatan talinya.


'' nov...'' ucap staf yang lainnya yang berhasil melepaskan diri .


ia segera membantu melepaskan ikatan novi .

__ADS_1


'' duhh , susah lagi talinya.'' ucap sari rekan kerja novi.


'' pak ,tolong bantu saya buka talinya .'' ucap sari pada security.


'' baik mba.'' security pun segera menggunting tali yang mengikat tangan novi.


'' syukurlah.'' ucap sari,novipun tersenyum lega, ia memegangi pergelangan tangannya yang sakit.


tiba -tiba ia teringat akan bos nya


'' pak ,coba periksa pak bram didalam.'' ucap novi ia berusaha bangkit dibantu oleh sari.


'' baik mba.'' security pun segera berlari menuju keruangan bram.


benar saja bram tergeletak dilantai tak sadar diri .


'' gimana pak.'' ucap novi yang menyusul security masuk kedalam.


'' pak bram pingsan mba.'' ucap security berlari menghampiri tubuh bram .


"bawa segera pak bram ke rumah sakit.''novipun segera menelepon ambulans.


sari tampak khawatir dengan keadaan bos-nya itu .


'' gimana ,udah bisa call ambulans.'' ucap sari tegang.


'' udah,on the way .'' ucap novi


'' syukurlah.'' beberapa menit kemudian terlihat ambulans datang .


Bram langsung dilarikan kerumah sakit terdekat.


*******


rumah rio


Rio turun dari mobilnya ,ia segera memanggil semua pelayan untuk membantu mamanya masuk kedalam .


'' tuan panggil kami.'' ucap para pelayan di rumah itu.


'' iya , tolong bantu nyonya masuk.'' ucap rio pada para pelayan.


mereka mengangguk setuju.


segera mereka memapah bu kristal untuk masuk kedalam rumah.


cling....


satu pesan masuk di ponsel nya.


Ricko


[ bos , barusan novi sekretaris pak bram kasih tahu, jika pak bram masuk rumah sakit karena dihajar orang yang tak dikenal.]


[ apa]


tanpa banyak bicara riopun beranjak pergi meninggalkan rumah nya.


******


RUMAH SAKIT


Rio berlarian menuju rumah sakit dengan disusul ricko dibelakang nya.


'' Rick, sebenarnya apa yang terjadi pada pak bram .'' ucap Rio pada ricko,ia mempercepat langkahnya menuju bagian informasi.


'' maaf sus, pasien atas nama Bram , apakah dirawat disini.'' tanya rio pada suster jaga.


'' ohh ,iya betul pak , kalau boleh tahu bapak ini siapa nya pasien.'' tanya suster ramah.


'' saya rekan kerjanya sus.'' ucap rio antusias.


'' ohhh , kebetulan pak bram masih dirawat di ICU karena lukanya cukup parah.


'' ohh terima kasih sus .'' Rio terlihat gusar.


'' bos , kira-kira siapa yang melakukan ini pada pak bram ya bos.'' ucap ricko.


'' aku juga tidak tahu rick ,kita tunggu pak bram sadar aja.'' ucap rio


terlihat novi dan sari duduk di depan bangsal.


'' itu novi bos.'' ucap ricko pada bos-nya.


seketika rio dan ricko menghampiri mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2