
byru terbangun dari tidurnya ia mulai menata barang nya dan siap-siap untuk pulang ke desanya .
"wah,duwit ku udah menipis nih..."ucap byru sambil membuka dompetnya.
"ahhh, biarin sudah,aku akan pakai tabungan ku dulu di ATM ku untuk jaga-jaga kalau ada keperluan mendadak." byru mengemasi lagi barang nya , sementara menunggu waktu check-out ,byru beristirahat sejenak ,ia meluruskan kakinya dan memainkan ponselnya.
tangannya memencet nomor aKila.
[akila, temui aku di depan taman yang dulu kita bertemu saat pertama kali kamu tinggal di kota, jam 10:00 ] byru mengirim pesan itu.
byru meletakkan ponselnya didada.
ia meletakkan kepalan tangannya didahi .
ada yang membebani pikirannya
ia merenungi sejenak kisahnya.
mungkin saat ini ,ia harus belajar mengikhlaskan semuanya.
termasuk akila ,orang yang selama ini begitu ia cintai .
*
*
*
*
" akila,sudah pagi ,ayo kita bangun" bram meraba kasurnya tapi ,akila tak ada disamping nya
"akila kemana ? " lirih bram.
kemudian, ia menyingkap selimut nya dan beranjak bangun tak dilihatnya akila di sekitar kamarnya .
mata bram terus mencari keberadaan akila tapi ia tak menemukan akila ,lalu ia pergi kedapur .
ia mendengar gemericik air dibelakang ia menghampiri suara itu.
dilihatnya seorang wanita dengan daster selutut sedang menimba air dengan handuk terlilit dikepalanya.
"akila...!!" bram mendekatinya dan terperanjat " kamu lagi apa ? "ucap bram terkekeh pelan
'' hmmm..,aku lagi nimba air mas.. listriknya mati dan aku gak bisa nyalain sanyo , padahal aku mau nyuci piring dan lain-lain tapi airnya kosong jadi,harus nimba dulu deh " akila mengusap peluh nya.
"ya ampun...sini aku yang nimba. kamu duduk disana aja ,oh ya tolong bikinkan kopi ya " ucap bram sambil meraih alat timba dan melanjutkan menimba air.
"hmm,pakai susu ? " ucap aKila tersenyum mengejek
"gak,aku gak suka susu ,aku sukanya susu cap n*n* ." ledek bram.
"hmmm, tuhkan mulai dehhh "akila tersipu dan pergi menuju kedapur .
ia menyeduh kopi dan membuat roti bakar kesukaan nya .
tiba-tiba matanya tertuju ke sebuah ponsel .
matanya terbelalak kaget.
"byru..? kak byru chat, tumben " akila membuka chat byru dan matanya terpana
"apaa!!! ia ada disini dan ngajakin ketemuan "akila termangu
"ya Allah apa yang harus aku lakukan ,jadi ,byru ada dikota ,kapan dia datang , bagaimana kalau dia tahu bram ada disini " matanya berurai.
"tidak,aku tidak mungkin membiarkan ini terjadi " ucap akila lalu ia buru-buru menemui bram
"mas ini kopinya "ucap akila dibelakang bram
"ohh..iya babe,makasih ya " bram meraih gelas berisi kopi dan duduk di kursi dapur.
ia melirik kearah akila
ada yang aneh menurut bram akhir nya bram menegurnya.
"babe" ucap bram menepuk pundak wanita nya
"ehh..,iya mas , kenapa ? " akila mendongak menatap wajah bram.
''kamu kenapa diam "ucap bram berusaha mencari tahu apa yang membebani pikiran nya
"aku...aku gak apa-apa mas.." ucap akila tersenyum
"bohong! aku merasa ada yang sedang kamu pikirkan akila ,beritahu padaku sekarang juga ,siapa tahu aku bisa bantu " ucap bram mendekati aKila dan memegang bahunya .
"hmm,sebenarnya byru ada disini, dan ngajak ketemuan ditaman katanya penting "ucap akila ragu.
"jadi..,dia ada di sini ,kok tumben gak ngabari si,dan mendadak gitu kesannya "ucap bram tak yakin.
"iya,aku sendiri juga gak tahu mas ,nanti aku ijin ya jam 10 temuin ia dulu " ucap akila pada bram.
"ohh iya, gak apa -apa atau kamu mau ijin gak masuk juga gak
apa-apa kok " ucap bram tersenyum
"iya,nanti gampang mas ,aku akan temui dia nanti ya mas "akila mengulum senyum dan ,ia tampak was-was.
kalau-kalau byru tahu akan semuanya .
"ayo,kita sarapan "ajak bram memegang bahu aKila
"ohh..iya, astaghfirullah ,aku kan lagi manggang kue "akila menepuk jidatnya lalu berlari kedapur.
"gakusah, udah aku siapkan dimeja sarapannya " ucap bram menghentikan langkah kaki akila
"ohh..masa , ya ampun aku pikir rotinya gosong."akila tersipu
"gak kok ,aku tadi sempat lihat kamu lagi asyik sama ponselmu, dan aku lihat kuenya udah matang jadi ,aku angkat aja takut gosong." ucap bram datar
"ohhh...iya maaf ya mas,aku jadi ngerepotin kamu " akila mengulum senyum " yaudah ,kita sarapan yuk" akila menarik lengan bram.
"i...iyaa"bram mengekori akila.
mereka berdua menghabiskan sarapannya , setelah itu mereka langsung berangkat kerja .
lalu ,akila akan menemui byru ditaman.
__ADS_1
...----------------...
10:00
"akila ..aku berangkat ya ,kamu
hati-hati ya dijalan "ucap bram memandang akila dan mengecup kening aKila.
" ya tuhan,perasaan macam apa
ini "akila terbelalak saat bram mengecup nya
"aku berangkat ya " bram memegang bahu aKila dan tersenyum.
"i ...iya mas ,kamu hati-hati ya, sampai ketemu di tempat kerja " akila mengelus pipi bram
"bye.... assalamualaikum " bram membuka pintu mobilnya dan melambaikan tangannya .
lalu ...
mobil pun melaju meninggalkan aKila.
akila terdiam sejenak , kemudian ia teringat akan byru .
"ahh..,aku hampir saja lupa kalau aku akan bertemu dengan ka byru " lirih akila
ia menutup pintu gerbang dan menunggu taxi online datang.
beberapa menit kemudian,
akila sudah sampai ditaman tempat mereka berdua membuat janji.
akila membuka kaca taxi dan melihat kearah taman
"dimana dia " matanya menatap sekeliling taman mencari sosok
laki-laki yang begitu mencintainya
"pak.. turun disini aja" pinta aKila pada supir taksi.
"baik nonn.."supir pun menepikan mobilnya.
akila turun dan membayar ongkosnya.
ia mencari ponselnya.
memencet tombol hijau dan memanggil byru
"kak.. kamu dimana ,aku sudah sampai ditaman nih " ucap akila
"(...)"
"ohh.. iya baik ,aku kesitu sekarang " akila menemui byru ditempat yang ia share lok .
akila mematikan panggilan nya kakinya melangkah menuju kearah pintu masuk taman
Disitu ia menemukan seorang
laki-laki yang sedang duduk memunggungi akila.
"akila.."byru menganga seketika.
matanya menatap gadisnya, kini ia sudah menjadi wanita yang cantik dan boleh dibilang ia sudah terlihat dewasa dan matang .
ya bisa dibilang seperti itu .
"kak..Kaka"akila melambaikan tangan didepan mata nya
lalu ...
byru mengucek-ucek matanya.
"kakak gak apa -apa?" akila menatap byru
"ng...nggak,aku gak apa-apa kok, kamu sehat dek? " ucap byru terbata
"iya..aku sehat ka,kaka kenapa kesini gak ngabari dulu , mendadak banget kayaknya" ucap akila serius
"i...iya aku gak sengaja kesini dek,aku habis dari tempat ayah dan ibuku ,dan aku ingat kamu jadi mampir kesini "ucap byru tersenyum
"ohh..masa si,gombal dehh " akila menatap wajah byru.
ada guratan kesedihan diwajahnya.
"kaa..Kaka udah makan ? " tanya aKila membelai wajah byru.
"belum.."ucap byru Singkat.
"Kaka seperti nya capek banget ,ayo kita pulang kekontrakan aKila "ucap akila
"mmmm...apa gak ngerepotin kamu dekk " tanya byru dengan tatapan sayunya.
"nggak..kak,ayo , aku pesan taxi dulu ya "akila memencet nomor taxi.
tak lama Sebuah taxi sudah berhenti tepat didepan posisi akila
"tuhh,taxi udah datang ,ayo kita masuk" ajak akila meraih lengan byru.
"i..ya dek.."byru menuruti saja ajakan akila.
didalam taxi akila tampak khawatir dengan keadaan byru
ia pucat dan terlihat tak berdaya
"pak ..agak cepat ya pak " pinta aKila
"iya non,baik "
25 menit kemudian,
"ayo kak ,kita udah sampai ,Kaka turun ya ,biar aku bayar taxinya " akila merogoh saku nya dan mengeluarkan uang .
"pak,ini ongkosnya "akila menyerahkan uang pada supir lalu masuk kedalam teras.
"ayo,kak ,masuk biar aku bikinkan teh hangat ya " akila meletakkan tas lalu menuju kedapur .
beberapa menit kemudian,
__ADS_1
"kak,ayo masuk jangan diteras aja,aku bikinkan teh nih" akila mengajak byru masuk.
byrupun mengikuti ajakan akila,
lalu ia menduduki Kursi yang tak jauh dari posisi akila berdiri.
byru masih terdiam .
"kak..ini tehnya , sebenarnya apa yang terjadi sama Kaka" ucap akila Setengah khawatir
"gak apa-apa dek,cuma aku kecapean kayaknya kurang tidur " ucap byru datar.
"hmmm..yaudah habis kan tehnya, lalu istirahat lah dulu ,Kaka mau makan gak " tanya aKila menawarkan .
"mmmm..,nanti saja dek." byru tampak dingin.
"yaudah ,Kaka istirahat ya, biar aku bikinkan sarapan."ucap akila seraya bangkit dari duduknya.
tapi, tiba-tiba tangan byru meraih akila.
"dek,gak usah gampang, nanti aku bisa sarapan dijalan pas mau pulang " byru menahan akila.
'' apa pulang,kok pulang ,bukannya Kaka baru datang.''tapi byru tak menjawab pertanyaan akila
"dek, tolong ambilkan aku laptop dong.'' ucap byru pada akila
"laptop?? "ucap akila melotot
"iya pinjam bentar."pinta byru
"oke tunggu " akila masuk ke kamar dan byru tampak mengambil sesuatu di atas pintu ruang tengah.
kemudian ia duduk kembali
" ini kak, laptopnya "akila menyodorkan pada byru laptop nya
"iya makasih ya "byru tersenyum dingin " kalau kamu mau kerja ,kerja aja , nanti biar aku tunggu disini sampai kamu pulang " ucap byru datar
"ng..aku udah ijin kok kak,ijin gak masuk "jawab akila
"ohh,iya, aku lupa ya , kalau kamu punya pacar baru , siapa namanya
bram,ya bram namanya " byru menekan kata-katanya .
"jadi ,kamu bisa ijin sesuka hati kamu,tentunya.'' Sindir byru dengan nada mencibir dan terdengar sangat tidak enak di telinga akila
"maksud kaka apa" akila terbata ia menatap wajah byru ada tatapan sinis disana, tatapan yang akila rasa itu tatapan aneh.
entahlah,pikirnya
"hmmm..ya kamu yang tahu sendiri dong dek, jawaban nya" ucap byru setengah sewot dan melirik akila lalu tangannya sibuk mengotak-atik laptop.
kemudian ia beranjak dari tempat duduknya ia menuju kekamar akila.
"kaka mau kemana.."tanya aKila penasaran dan berusaha menghentikan langkah byru .
byru tak menjawab ia meneruskan langkah nya .
akila hanya diam melihat tingkah byru.
"kenapa jadi aneh si ka byru " ucap akila bingung.
beberapa menit kemudian ,
byru keluar dari gudang dan memegang sebuah laptop
"lohh..itu laptop siapa kak"tanya akila penasaran.
byru tak menjawab ia hanya duduk di kursi sambil membuka file rekaman video yang terekam oleh kamera ,lalu ia menyalin ke laptop .
"dek,kaka mau tanya sama kamu ,ada hubungan apa kamu sama laki-laki itu " ucap byru serius dan menatap akila tajam
"maksud Kaka apa aku tak mengerti" akila gugup dan tegang.
"heii.. jangan gugup gitu, aku cuma mau tanya ada hubungan apa kamu dengan nya " byru mengulangi lagi katanya
"ng..gak ada kok ka,kita cuma teman dan dia adalah atasan aku dikantor ." akila gemetar dan lidahnya terasa berat .
"hmmm,teman ? jadi,cuma teman apa setelah lihat ini ,kau masih bisa katakan kalau kalian hanya berteman ." byru berbicara dengan nada sinis.
"apa maksud Kaka? " akila terbata dan mendekat kearah laptop
"buka dan perhatikan siapa yang ada di video itu " ucap byru dengan ketus dan jutek
"apa!video " akila bertanya dalam hati dan tangannya membuka video itu.
cling...
video terbuka
mata akila terbelalak dan kaget bukan kepalang .
rasanya bagaikan petir yang menyambar di siang hari .
akila merasa tubuh nya bergetar hebat.
seluruh sendi terasa seperti lepas .
badan itu terasa lemas seperti tak bertulang .
keringat dingin bercucuran ia terlihat pucat pasi.
lidahnya kelu.
ia tak dapat berbicara apapun .
akila seperti maling yang ketangkap basah sedang mencuri, tak bisa berkilah lagi .
"ya tuhan'' akila merasa tak berdaya dan langsung ambruk kebawah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
haii.. selamat' membaca semoga suka jika berkenan kasih like,vote,rate.🙏🙏
__ADS_1