SYAKILA

SYAKILA
191. BERKELAHI


__ADS_3

tok ,tok,tok


pintu diketuk kembali oleh seseorang.


'' masuk'' titah bryan.


'' maaf pak ,diluar ada tamu yang ingin bertemu.'' bryan menatap Cristin lurus.


'' tamu? ,siapa.'' tanya bryan pada Cristin .


'' aku,tamunya.'' ucap seseorang yang tak asing di mata bryan.


Cristin yang mendapati itu langsung pergi dan membiarkan mereka berdua didalam ruangan pak bryan.


'' Anda ? " ucap bryan tak percaya.


laki-laki itu tak menjawab melainkan melayangkan bogem mentah kewajah bryan.


buggggg!!!


seketika bryan yang hendak berdiri tersungkur kebawah kursi.


'' ssssst!!'' bryan meringis menahan perih di sudut bibirnya.


'' dimana akila,kamu sembunyikan dia dimana.'' todong rio pada bryan yang masih kesakitan itu.


'' apa maksud anda.''bryan berusaha bangun dari tempatnya.


'' jangan belaga bodoh gitu kamu.'' sorot mata rio penuh dengan amarah.


'' hebat,hebat! seseorang datang padaku dan menanyakan perihal tunangan nya.jadi selama ini anda gak jagain dia dengan benar dong.'' bryan menyindir rio dengan kata-kata yang tidak enak.


membuat rio mengepalkan tangannya dan hendak memukul wajah bryan lagi.


'' cuih!! , keturunan perebut istri orang.


sampai kapan pun akan tetap melekat predikat itu di keluarga kamu.''


buggggg!!!!


belum sempat rio berhenti bicara ia langsung mendapatkan bogem mentah dari bryan.


'' jaga mulut Anda ya.'' bryan memaki rio yang tersungkur akibat tinju darinya.


buggggg!! buggggg!!!


saling hantam pun terjadi di ruangan itu.


pyarr....


Cristin yang mendengar keributan dari ruangan bosnya bergegas menuju ruangan bryan.


'' ya ampun!!!, hentikan kalian apa-apa an si.'' oceh Cristin tapi keduanya tak menghiraukan ,sampai akhirnya Cristin memanggil satpam untuk melerai mereka.


" satpam...,pak,pat satpam , tolong... buru...,buru, '' seru Cristin sambil berlarian.


'' ada apa mba Cristin,ngos-ngosan gitu.'' ucap satpam kebingungan.


'' didalam, pak bryan dan tamunya berantem.


aduhh...!! cepat pisahkan mereka pak''


Cristin tampak terengah-engah.


'' apa!! '' pak satpam itupun berlarian mengikuti Cristin yang tergopoh-gopoh.


prittt...prittt...


pak satpam membunyikan peluit untuk melerai mereka berdua.


'' hai , kalian apa-apa an ini.


berhenti,berhenti.'' seru satpam itu,membuat rio dan bryan menghentikan baku hantam nya.


''ahhhh!!!'' bryan tersungkur ke lantai memegangi pipinya.


pak satpam tak berani bicara apapun takut salah.


'' mba Cristin ,tolong ambilkan kotak P3K untuk bapak.'' titah pak satpam,mengalihkan perhatian.


'' iyapak.'' Cristinpun pergi.


'' aduh,kalian berdua kok malah berantem si.


ada apa.'' ucap pak satpam.


rio tak menjawab melainkan beranjak dari tempatnya.

__ADS_1


'' ingat ya , urusan kita belum selesai.'' oceh rio lalu ia pun pergi dari hadapan bryan Seraya memegangi pipinya yang memar.


karena tak mau memperpanjang masalah.


'' bapak gak apa-apa.''tanya satpam pada bryan.


'' gak apa-apa.'' ucap bryan lemah.


tak lama Cristin kembali dengan membawa kotak p3k dan segelas air minum.


'' pak , diminum dulu ,biar aku bantu bangun.'' ucap Cristin.


bryan pun hanya menurut saja pada Cristin.


*****


"****!! '' maki rio didalam mobilnya.


karena kondisi nya sangat lemah dan tidak memungkinkan untuk menyetir ,rio pun menelepon ricko.


beberapa saat kemudian,


terlihat ricko turun dari taxi.


ia langsung menghampiri bosnya yang berdiri didepan mobil.


'' bos,bos gak apa-apa,sebenarnya apa yang terjadi.'' ucap ricko sembari mengamati wajah rio yang babak belur.


'' nanti aja aku ceritain , antar aku pulang dulu keapartement.'' ucap rio terlihat lemah.


'' oke bos.'' ricko membimbing bosnya masuk kedalam mobil.


Dengan cepat ia menyalakan mesin mobilnya.


dalam perjalanan ricko bertanya-tanya mengapa bosnya sampai babak belur .


aneh, pikirnya.


******


akila masih dalam keadaan disekap di sebuah Kamar.


ia tak lelah mencari cara agar bisa kabur dari ruangan itu.


tak lama terdengar suara langkah masuk kedalam kamar nya.


krettt!!!


'' hai, kamu udah bangun,ini aku bawakan makanan buat kamu.'' ucap laki-laki itu.


akila tak menggubris nya


'' apa peduli kamu,aku gak sudi untuk makan makanan dari kamu.'' ucap akila ketus.


'' hai ,masih untung aku mau kasih makan ,kalau gak aku udah biarin kamu kelaparan dan mati.'' bentak laki-laki itu.


'' lebih baik aku mati dari pada harus berada disini selamanya.'' maki akila.


'' udah,kamu makan,habis ini aku akan bawa kamu kesuatu tempat.'' tegas laki-laki itu.


'' aku gak mau makan.'' akila menatap laki-laki itu penuh kebencian


'' ishhh,bener-bener ya kamu, mau aku kasih pelajaran lagi apa hah?'' ucap laki-laki itu kesal dan mencengkeram dagu akila.


cuihhh!!


akila meludahi wajah laki-laki itu.


plak..plakk..


karena merasa terhina,laki-laki itupun mendarat kan tamparan dipipi akila yang masih menyisakan lebam-lebam bekas tamparan sebelumnya.


''ssssstt'' akila menitikkan air mata karena ia merasa sakit sekaligus nyeri di sudut bibirnya.


'' jangan berani-berani kamu membantah perintah dari ku.


mengerti kamu.'' bentak laki-laki itu seraya menjambak rambut akila.


'' ahhh,sakit..!! ampun.'' rintih akila tersedu-sedu.


'' makan, setelah itu kita pergi dari sini.'' ucap laki-laki itu.


akila terpaksa mengikuti perintah laki-laki itu dan memakannya pelan-pelan karena bibirnya masih terasa perih.


******


didalam ruangan nya bryan melamun seorang diri.

__ADS_1


ia teringat kejadian barusan


saat rio memaki habis dirinya.


'' kemana sebenarnya kamu akila,sampai tunangan kamu aja gak tahu kamu dimana.'' lirih bryan sembari memegangi pipinya yang sakit.


tok..tok..tok..


'' masuk.'' ucap bryan singkat


'' pak,ada berkas yang perlu ditanda tangani oleh bapak.'' ucap Cristin.


'' ohh ,iya Cris,taruh disitu aja.'' bryan tak bersemangat.


''pak,sebenarnya tamu tadi siapa,kenapa kalian berantem.'' tanya Cristin memberanikan dirinya.


'' gak,bukan apa-apa ,ini hanya masalah pribadi aja.'' ucap bryan agak canggung.


'' ohh,yaudah ,aku pamit ya pak , sebentar lagi juga pulang kan?.'' bryan mengangguk pelan.


Cristin pun pergi dari hadapan bryan.


bryan masih terus berpikir keras.


sampai akhirnya ia memutuskan untuk pergi kesuatu tempat.


waktu menunjukan pukul 16:00


bryan segera beranjak dari duduknya dan pergi .


*****


'' pakai baju kamu cepat.'' ucap laki-laki itu pada akila.


akila masih tak mengerti , sebenarnya laki-laki itu hendak mengajaknya kemana.


ia hanya terdiam tak mengindahkan ucapan laki-laki itu.


'' hai kamu dengar kan? aku bilang apa.'' seru lelaki itu


akila yang kaget karena suara lelaki itupun mengikuti perintahnya .


akila membersihkan dirinya dan memakai baju yang barusan lelaki itu berikan.


dress warna ungu muda dan wedges coklat serta memoles make up tipis-tipis pada wajahnya


''apakah kamu udah selesai.'' ucap lelaki itu seraya melirik arloji nya.


'' hmmm,.'' angguk akila.


'' bagus! ,ayo kita pergi.'' lelaki itupun mengajak akila keluar dari ruangan itu.


dan masuk kedalam mobil nya.


akila tak tahu , sebenarnya ia mau dibawa kemana.


ia mengaitkan safebeltnya.


tak lama mobilpun melaju kencang.


akila menghela napas panjang ,ia tampak was-was .


matanya menatap sekeliling.


suasana begitu rame,sayup-sayup terdengar suara adzan maghrib dari sebuah masjid yang tak jauh dari lokasi akila berada.


'' ohh,ini udah maghrib.'' batin akila bergumam.


lelaki itupun mempercepat laju mobilnya.


akila ingin bertanya tapi ia takut.


akhirnya ia lebih memilih untuk diam dan mengikuti semua perintah lelaki itu.


beberapa saat kemudian,


mereka sampai di sebuah tempat.


'' ayo ,kita turun.'' ucap laki-laki itu pada akila.


'' disini? '' akila bertanya-tanya.


'' iya ,ayo,kita tak punya banyak Waktu.'' ucap lelaki itu menarik paksa lengan akila dan masuk ke suatu tempat.


akila tampak terseok-seok karena heelnya terlalu tinggi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


tinggalkan jejak ya gaess..🙏🙏🙏❤️❤️


__ADS_2