
" stef...'' ucap rio yang turun dari mobilnya.
ia membuka payungnya dan menghampiri mobil stefani.
terlihat stefani tersenyum pada rio.
ia membuka kaca mobilnya.
'' pak...'' stefanipun turun dari mobilnya dan mendekat pada rio .
'' kita pulang keapartement saya aja ya,hujan kayak gini gak berani ambil resiko.'' ucap Rio seraya mengamati langit yang hitam tak terlihat sama sekali dan hujanpun makin deras.
tak ada pilihan lain , untuk Stefani.
karena rumahnya masih sangat jauh.
lagipula tempat yang paling terdekat dari lokasi mobilnya saat ini ya cuma apartement rio.
mau gak mau dia harus mengikuti ajakan rio.
'' tapi mobil saya .'' ucap Stefani terhenti sejenak.
'' udah,biar saya telepon orang bengkel ,suruh dorong mobilnya besok okay!!'' Rio mengajak masuk stefani kedalam mobil.
'' okay!!'' Stefani mengangguk setuju.
merekapun masuk kedalam mobil rio.
'' kamu gak apa-apa kan .'' ucap rio pada Stefani.
'' gak ,saya gak apa-apa.'' ucap Stefani tersenyum tipis .
ia terlihat senang saat rio perhatian padanya.
sempat terlintas dipikirannya jika dia dan rio adalah sepasang kekasih .
'' hmmm, mikir apa kamu stef...'' rutuknya dalam hati.
'' stef ..'' ucap rio membuat lamunan stefani buyar seketika.
''e..apa,gimana pak.'' tanya stefani tersenyum garing.
'' kamu gak apa-apa kan.'' tanya rio lagi sambil fokus mengemudi.
'' saya ,gak apa-apa kok pak.'' ucap wanita itu.
riopun tersenyum.
'' syukur lah, kalau gak apa-apa.''rio pun melirik kearah spion sekilas.
'' kamu sebenarnya dari mana? kok ,udah malam gini masih dijalan.'' tanya rio serius.
'' saya tadi mampir sebentar ke minimarket pak , kebetulan tadi lumayan banyak kerjaan dan akhirnya harus lembur.'' ucap stefani seraya menghela napas.
'' ohh, ya udah ,kamu istirahat aja diapartement saya.'' ucap rio menepikan mobilnya masuk kebasement.
****
apartement bram.
akila masih berpikir kenapa akhir-akhir ini bram selalu pulang pagi.
ia termenung didepan kaca gedung apartement bram.
ia menatapi gedung-gedung yang mencakar langit.
entah apa yang dipikirkannya saat ini.
ingin rasanya ia pergi dan menemui bram malam ini tapi,ia mengurungkan niatnya.
'' ahhhh,bodo amat deh ahh..'' akila terlihat stres .
ia melirik kearah jam dinding.
pukul 23:00
akila memutuskan untuk mencuci muka .
setidaknya itu bisa membuat pikiran nya dingin dan rileks.
'' hufttt!!!'' akila menaiki ranjang dan merebahkan tubuhnya .
ia menatap langit -langit kamar.
tanpa terasa matanyapun terlelap .
__ADS_1
*****
Rio masih belum bisa memejamkan matanya malam ini.
entah kenapa ia tiba-tiba teringat akan akila.
wanita itu , ternyata lebih memilih bram daripada dirinya.
Rio tidak habis pikir kenapa akila masih saja mau balikan lagi dengan laki-laki yang sudah menyakiti dirinya.
bahkan sudah menghancurkan masa depannya.
Rio menghela napasnya .
saat ini perasaannya campur aduk.
'' pak...'' tiba-tiba suara stefani mengagetkan dirinya.
'' i..iya stef,kok kamu belum tidur.'' tanya rio mengernyitkan keningnya.
'' sa..saya gak bisa tidur pak.'' ucap Stefani tersenyum tipis.
ia memegangi tengkuknya.
'' ya udah ,sini nonton tv sama saya .'' ucap rio.
Stefani pun tersenyum manis.
entah kenapa senyum itu seperti senyuman yang mengisyaratkan sesuatu.
riopun memandangi wajah stefani seketika.
entah kenapa Stefani menjadi sosok yang menggoda malam ini.
apalagi ia hanya mengenakan tengtop dan hotpant .
Rio menelan ludahnya.
'' pak,bapak gak apa-apa.'' ucap stefani mengagetkan rio.
'' saya ,gak apa-apa kok.'' ucap rio mengalihkan pandangannya.
Stefani pun tersenyum malu.
'' pak ,mau saya bikinkan kopi.'' ucap stefani seketika.
riopun tercengang.
'' apa kamu yakin,mau buatkan kopi untuk saya.'' ucap rio agak ragu-ragu
'' hmm,pak , cuma bikin kopi saja mah ,saya mau kali pak.'' ucap stefani seraya bangkit.
Rio pun masih terlihat canggung.
Stefani pun berjalan menuju dapur.
ia meracik kopi hitam untuk rio.
perlahan ,ia mengaduk-aduk kopinya.
setelah selesai, iapun langsung menghampiri rio didepan tv .
'' pak,ini saya buatkan kopi untuk bapak.'' ucap stefani tersenyum manis.
Rio tersenyum canggung.
'' kamu gak usah repot-repot gini kali stef...'' ucap rio sungkan.
'' gak apa-apa pak.'' tiba-tiba saja tangan rio tak sengaja memegang tangan stefani.
merekapun saling tatap sejenak.
'' kopinya masih panas pak .'' ucap Stefani menyudahi tatapannya.
Rio yang mendengar itupun ia langsung mengalihkan pandangannya dari wanita yang ada didekatnya saat ini.
Rio menyesap kopinya perlahan.
entah kenapa ia merasa jika stefani sedang menggodanya kali ini.
itu terlihat dari caranya ia tersenyum dan memandangnya .
rio pun meletakkan gelas nya diatas meja.
ia melirik kearah stefani sepintas.
__ADS_1
'' mmmm,aku mau tidur pak.'' ucap Stefani sambil bangkit dari duduknya namun , tangan rio tiba-tiba menahan tangannya.
entah setan apa yang merasuki pikiran rio kali ini.
ia langsung mendekap tubuh stefani dari belakang.
tanpa ragu-ragu ia meng*c*p tengkuk stefani.
ada rasa yang bergetar hebat seketika.
Stefani pun seolah merespon aksinya.
tanpa ragu, ia langsung meluncur mencari gundukan yang sudah mengeras sejak tadi.
matanya membulat sempurna.
ia menutupi mulutnya dengan telapak tangannya.
seolah tak mau membuang waktu Stefani langsung membalikan badannya dan mengecup b*b*r rio.
Rio yang masih ragu-ragu pun ia memilih untuk melanjutkan aksinya.
keduanya kini semakin panas dan berg*ir*h.
kali ini rio seperti terbius dengan hawa nafsunya.
ia lupa jika saat ini ia sedang melakukan dosa yang akan membuat dirinya hancur dan berantakan.
beberapa saat kemudian,
''kamu gak apa-apa kan.'' tanya rio pada stefani yang masih terkapar di sampingnya.
'' mmmm..'' Stefani hanya mengangguk pelan.
rupanya mereka telah melampiaskan hasrat nya diruang televisi.
'' ya udah,kamu bersih-bersih dan tidur.'' ucap rio pada Stefani.
ia pun bangkit menuju kedapur.
sementara stefani masih terdiam disana.
ia tiba-tiba merasa ada sesuatu yang membuat hatinya menyesal atas apa yang terjadi barusan.
****
keesokan harinya
riopun terbangun dan mendapati Stefani sedang tertidur pulas disampingnya.
seketika ia menjambak rambutnya.
'' ya tuhan,apa yang aku lakukan.'' Rio mengusap wajah nya secara kasar.
'' pak...'' saat ia sedang panik suara stefani mengagetkan dirinya.
'' iya ..'' sahut rio terlihat kalut.
Stefani pun bangkit dan memegang pundak rio.
'' bapak tenang saja ,ini akan menjadi rahasia kita berdua saja.'' ucap stefani meyakinkan rio.
namun rio tak begitu yakin pada ucapan wanita itu.
ia masih ragu,ia takut jika suatu saat hal ini akan ketahuan oleh orang kantornya.
Rio masih terdiam ditepi ranjang.
''pak..'' ucap stefani seraya memandangi punggung rio.
'' stef..!! please, tinggalkan saya sendiri.'' ucap rio sedikit membentak.
iapun segera pergi mengguyur badannya didalam kamar mandi.
Stefanipun hanya pasrah pada ucapan rio
ia menghela napasnya perlahan.
dalam hatinya ia berpikir apakah harus bahagia atau sebaliknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1