
2 hari setelah akila dirawat dirumah sakit,
''selamat siang mbaa,sekarang mba sudah boleh pulang ." ucap suster jaga pada akila.
akila tersenyum ramah.
" ohh iya sus.''akila tersenyum kecut, sebenarnya ia tak mau pulang ,kalau boleh, dia mau berlama-lama di rumah sakit.
tidak sudi rasanya ia bertemu dengan bram lagi setelah kejadian 2 hari yang lalu.
muak rasanya ,melihat suaminya sedang merintih n*km*t dengan wanita lain.
" dasar laki-laki b*ad*b .'' maki akila dalam hati.
seketika matanya berkaca-kaca.
" mbaa,mbaa,.'' suster itu mengguncang tubuh akila.
akila tersentak seketika saat suster itu menyentuh pundaknya .
" iya sus.'' sahut akila mengusap matanya lembut.
" mba gak apa-apa ,kok diam aja dari tadi.'' ucap suster itu.
" nggak sus,saya gak apa-apa.'' ucap akila tersenyum .
'' ohh ,kalau begitu mba akila bisa hubungi suami mba sekarang untuk jemput mba akila ya.'' ucap suster itu sambil membantu membereskan semua barang-barang akila.
namun akila diam saja .
'' sus ,saya boleh minta tolong gak .'' ucap akila tiba-tiba.
'' boleh mba ,minta tolong apa ya mba.'' ucap suster penasaran.
" tolong kalau ada yang cari saya , bilang saja saya udah ada yang jemput ya sus.'' akila sedikit berbisik pada suster .
" loh, memang nya mba mau pulang sama siapa.'' suster itu mengernyit.
" udah,ini rahasia kita berdua ,jangan sampai ada yang tahu saya pulang, termasuk suami saya." pinta akila lagi.
" baiklah mba.'' ucap suster itu tersenyum.
akila pun telah siap untuk pulang .
ia memesan taxi online.
beberapa menit kemudian,
akila terlihat sedang menunggu taxi yang ia pesan lewat aplikasi nya.
sesekali ia melirik arlojinya.
berharap ia bisa segera pergi dari tempat itu tanpa diketahui bram.
tin...tin...
taxi yang dipesan akilapun telah tiba.
akila segera naik kedalam taxi.
ia menghela napas panjang, kemudian duduk di jok dengan perlahan -lahan.
rasanya, seperti mimpi ketika mendapati bram sedang bersama dengan wanita itu.
akila meremas ujung roknya.
tiba-tiba saja ia merasa kesal dan marah.
sepertinya akila bingung mau kemana tapi ,ia tak mau kembali kerumah bram.
ia berpikir sejenak ,mau kemana gerangan ia kali ini.
saat ia sedang memikirkan sesuatu , ponselnya berdering.
Bram memanggil....
(beib...kamu dimana ?) teriak bram diseberang sana.
akila hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan bram.
kemudian menutup panggilan bram.
'' huftt!!'' akila mengerutu.
" maaf mba,kita mau kemana ya.'' ucap sopir tiba-tiba.
" saya turun didepan aja ,pak.'' ucap akila tak bersemangat.
'' baik mba.'' ucap supir itu menganggukan kepala.
akila pun segera turun dari taxi .
ia menelusuri jalanan yang tak begitu ramai.
ia melangkahkan kaki menuju kesebuah Taman yang tak jauh dari posisi ia berdiri
__ADS_1
pada saat yang bersamaan ,sebuah mobil melintas dibelakang akila.
sitttt.....
" aaaaa...'' akila pun shock karena tiba-tiba saja ada mobil melintas tepat di belakang.
dan hampir menyerempet tubuh akila.
deggg!!!
seketika jantung akila terasa berhenti sejenak.
mata akila melotot melihat apa yang terjadi .
"ya tuhan'' ucap seseorang dari dalam mobil berwarna silver yang hampir saja menabrak dirinya.
tak lama,
seorang memakai kacamata hitam turun dari mobil dan menghampiri akila.
'' sorry ,saya gak sengaja ,apa kamu gak apa-apa.'' ucap pria itu dengan nada khawatir.
'' nggak , nggak apa-apa.'' ucap akila tersendat,
" auhhh!!'' akila meringis , Perutnya mengalami kontraksi akibat kejadian tadi.
pria itu membuka kacamata nya dan mengamati wanita yang ada didepan nya.
'' mba sedang hamil??'' tanya pria itu .
'' i..iya.'' ucap akila sembari mengusap lembut perutnya.
'' apa perlu saya antar kedokter ?'' tanya pria itu.
sedikit khawatir jika terjadi sesuatu dengan kandungan akila.
" tidak ,tidak usah.'' ucap akila canggung
pria itu terdiam sejenak.
ia seperti mengenal wanita yang ada didepan nya.
'' kamu,akila kan?'' ucap pria itu memastikan.
'' iya ,kamu... ." akila mengamati wajah pria itu ,ia mencoba mengingat wajah pria itu .
'' aku bryan ,kamu beneran akila kan...'' ucap pria itu memastikan.
"iya, aku akila,pak bryan apa kabar ." akila tak menyangka akan bertemu dengan bryan setelah sekian lama.
''oke...." akila mengangguk setuju dengan perkataan bryan.
" okee,mari.'' bryan membukakan pintu mobil untuk akila .
akila tersenyum kecil.
" baiklah ,pasang dulu sabuk pengaman nya.'' ucap bryan.
" iya pak.'' akila memasang safebelt nya.
kemudian ,
Bryan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
sesekali ia melirik kearah akila.
" emmm, kamu kok bisa, lagi hamil gini jalan sendiri si ,emang suami mu kemana." ucap bryan penasaran.
" emmmm ceritanya panjang pak .'' ucap akila, seketika akila terbengong
" kalau gak mau cerita ya udah gak apa-apa,aku gak maksa kok.'' bryan tersenyum tipis.
'' iya pak.'' akila tersenyum,ia menyenderkan kepalanya di jok mobil.
matanya menatap jalanan
begitu banyak beban pikiran nya kali ini.
ia tak ingin masalah yang ia hadapi kali ini diketahui oleh siapapun.
Bryan menepikan mobilnya dicafe yang ia tuju
" kita udah sampai nih.'' ucap bryan pada akila.
" iya pak .'' akila tersenyum,ia melepas sabuk pengaman nya.
'' ayo kita turun.'' ajak bryan.
" iya pak." akila menurunkan kakinya.
"yukk..'' bryan tersenyum kecil,akila pun mengangguk mengikuti ajakan bryan.
keduanya masuk kedalam cafe tersebut.
akila pun melihat sekeliling, memilih tempat duduk yang nyaman .
__ADS_1
" kita duduk disana aja yuk'' ucap akila pada bryan.
" boleh..'' angguk bryan setuju pada ucapan akila.
keduanya pun duduk dengan santai untuk sejenak.
'' oh ya ,kita mau pesan apa nih.'' ucap bryan lagi.
" disamain aja deh pak , pesanan nya." ucap akila
" ya udah ,kita samain aja ." bryan memesan mie goreng 2 porsi ,orange juice 2 gelas dan beberapa camilan untuk mereka berdua.
10 menit kemudian,
pesanan mereka pun datang.
pelayan menyuguhkan pesanan mereka berdua dengan ramah.
" terimakasih .'' ucap bryan pada pelayan tersebut.
setelah itu pelayan pun pergi meninggalkan mereka berdua.
akila dan bryan saling melempar senyum.
" ayo , dimakan." ucap bryan pada akila.
" iya pak .'' sahut akila sembari mengaduk mie gorengnya supaya tercampur sempurna dengan bumbunya.
lalu menyendok dan menyuapkan kemulutnya.
begitu juga dengan bryan , keduanya fokus menikmati makanan nya.
" emmm,kamu kok bisa si ,lagi hamil jalan sendirian , memang nya suami kamu kemana.'' ucap bryan menyela aktifitas makan nya.
"emmm, ceritanya panjang,aku bingung mau mulai dari mana.'' ucap akila tersenyum hambar.
" dari mana aja terserah kamu aja.'' sahut bryan sembari menyeka mulutnya yang terkena bumbu mie gorengnya.
'' jadi, aku dan bram ,kembali lagi kita menikah dan hidup bersama lagi.'' bryan pun mengangguk mendengar ucapan akila
tanpa terasa keduanya larut dalam pembicaraan.
hingga waktu menunjukan sudah sore.
" wahh ,kok bisa ya bram kayak gitu ."ucap bryan terlihat kesal.
" saya juga gak tahu pak.'' akila terlihat tak bersemangat.
" ya udah , bagaimana kalau kamu tinggal di apartementku aja gimana ?'' ucap bryan pada akila .
akila melongo mendengar ucapan bryan.
" aku ,aku gak bisa pak ,gimana pun juga aku masih jadi istrinya bram.'' ucap akila pada bryan.
" gak apa-apa,lagipula apartementku kosong,aku bisa tinggal dirumah orang tuaku kok." terang bryan tersenyum.
" apa gak apa-apa jika aku tinggal disana untuk sementara.''ucap akila terlihat gak yakin
" gak apa-apa, lagipula aku kan balik kesini cuma beberapa hari aja ,dan kamu bisa tempati apartementku sesuka kamu .'' ucap bryan meyakinkan akila
" ohh ,apa gak merepotkan bapak.'' ucap akila lagi
" gak,sama sekali gak kamu adalah temanku ,jadi apa salah nya seorang teman membantu teman nya.'' ucap bryan tersenyum.
" makasih loh pak.'' akila terlihat sumringah.
" iya, sama-sama.'' bryan terlihat meminum jus nya .
'' udah sore nih pak , bagaimana kalau kita pulang sekarang.'' ucap akila
" okee,tapi sebelum kita pulang ,kita mampir dulu ya beli makanan dan minuman untuk stok di dapur.'' ucap bryan.
" aduh,gak usah pak ,gak usah repot-repot." ucap akila terlihat sungkan.
" gak lah, lagipula kamu lagi hamil pasti akan sering kelaparan malam-malam.'' ucap bryan sedikit mengejek
'' ihh ,bapak ,paling tahu deh,aku jadi gak enak loh sama bapak.'' akila merasa tidak nyaman dengan kebaikan bryan.
ia takut jika , kebaikan nya akan ada maksud lain.
" hei..,malah bengong.'' bryan menjentikan jarinya didepan mata akila.
"oh,maaf pak.'' akila terlihat gugup.
" gak apa-apa,ayo kita jalan sekarang ." ajak bryan pada akila.
" iya pak .'' keduanya keluar dari cafe dan masuk kedalam mobil.
kali ini mereka akan pergi ke minimarket , untuk membeli beberapa stok makanan dan minuman untuk akila.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1