SYAKILA

SYAKILA
130. BERTEMU MR. WILLIAM


__ADS_3

" maaf ,saya akila ,aku sekretaris nya pak Bryan ,karena selama beliau diluar negeri, urusan perusahaan dipegang oleh pak yosep dan saya sendiri." terang akila ramah.


"oke, miss akila ,can you speak in English?" tanya mr William.


"yes ,I can sir, "miss akila tersenyum ramah.


"good , let's start the meeting today." ucap mr William pada akila .


mereka menuju ke sebuah lounge hotel .


tempat yang sangat nyaman dan menarik ,batin akila .


baginya ,baru pertama kali ini ,ia meeting ditempat mewah dengan bule ,ganteng pula, wkkkk!!!


akila tampak serius membicarakan masalah pekerjaan.


disana terlihat akila sangat antusias dalam menjalani meeting pagi ini.


1 jam kemudian,


"miss, i think enought ,see u next time , i hope we can work well together." ucap mr William pada akila dan menjabat tangannya .


akila mengangguk pelan dan mengembangkan senyum.


"oke ,mr, please enjoy yours qualitytime ." ucap aKila pamit undur diri dan mr William kembali kekamar nya .


bersiap -siap mengelilingi kota Jakarta.


esok pagi ia akan mengunjungi kantor bryan terlebih dahulu ,sebelum ia kembali kejerman .


pukul Setengah 11 Am


ponsel akila berdering,


" haloo.." sapa aKila dengan lembut


"(...)"


"iya pak ,ini udah jadi tugasku ,dan aku akan melakukan nya dengan sangat hati-hati dan penuh tanggung jawab."


"(....)"


"baik pak," akila menutup panggilan nya.


"huftt!! syukurlah,pak bryan mau menerima kerja sama dengan mr William." akila menghela napas lega


ia memasukan lagi ponselnya dan bergegas pergi dengan taxi online.


...----------------...


KANTOR RIO


rio termangu memandang kosong kesembarang arah.


ricko tiba-tiba muncul dari balik pintu.


"bos, kita ada meeting jam 2 dengan klien kita ." ucap ricko mengingat kan kembali.


"mmmm, okee atur aja , "sahut rio datar.


ricko yang merasa ada sesuatu dengan bosnya itu , langsung mendekati dan menyelidik bak detektif .


"bos lagi ada masalah apa ,kok mukanya kayak lap gitu ,kucel banget." tanya ricko penasaran.


"mmmm,aku bingung rick, aku mau ngenalin akila pada ortu ku tapi,aku takut mereka gak cocok sama akila." terang rio menjambak rambutnya dengan kesal.


ia menyenderkan kepalanya di kursi nya.


menengadah keatas dan mengangkat kakinya keatas Kursi.


" bos ,kalau memang bos mau ngenalin akila , yaudah,kenalin aja , masalah ortumu gak setuju itu nanti aja .


yang penting kita udah berusaha ,itu aja." tegas ricko.


rio melirik kearah ricko sekilas


dalam hatinya ia setuju dengan ucapan ricko .


ia mengangguk pelan


"baiklah,aku akan ikuti saran kamu rick." ucap rio tersenyum tipis.


"good job!!" ricko menepuk pundak rio


"kita siap-siap untuk berangkat meeting " tegas rio ia bangkit dari duduknya dan menyenggol lengan ricko.


ricko mengangguk dan mengekori rio.


mereka akan melaksanakan meeting di hotel xxxxxx dengan kliennya.


rio menuruni lift dengan diikuti ricko dibelakangnya .


"rick, kita akan meeting dengan siapa siang ini, " ucap rio sambil melangkah kan kakinya.


"pak albert,dia mau meminta kita untuk mengedealkan kontrak kerjasamanya untuk 2 tahun kedepan." ucap ricko serius.

__ADS_1


rio manggut-manggut


"brengsek kamu er, jika saja aku tak memandang albert adalah orang yang baik didepan mata keluargaku ,aku tak akan mengambil kontrak ini lagi." maki rio dalam hati dan mengutuk keras wanita itu.


tinnn.. pintu lift terbuka lebar .


(basement)


" aku ambil mobil dulu bos,bos tunggu disini aja." pesan ricko


rio mengangkat alisnya


ia pun duduk didepan basement.


...----------------...


" selamat siang pak rio " sapa pak albert pada ricko dan rio


"siang juga pak albert,gimana kabar istri muda bapak, sepertinya lama aku tak melihatnya." kekeh rio asal bicara .


ricko menggeleng pelan karena pertanyaan rio barusan.


mata albert dan ricko beradu.


"ahhh, maklum bos rio suka bercanda pak albert,jangan diambil hati." ricko meluruskan kata-kata rio .


albert hanya terkekeh geli.


"hmmmm,kalian pikir saya terganggu dengan pertanyaan pak rio barusan ." ucap pak albert tersenyum lebar.


'' hehe,bisa aja pak albert." rio tersenyum tipis.


iapun memulai meetingnya dengan segera , untuk lebih menyingkat waktu tentunya.


sejujurnya ,


rio sudah malas ,jika harus berurusan dengan pak albert,karena ia benci jika suatu saat ada acara penting , pasti , albert akan datang dan membawa erlita itu kemanapun .


ia terdiam sejenak.


"pak rio ,saya harap ,pak rio masih mau memperpanjang kontraknya dengan saya untuk 2 tahun kedepan ." terang pak albert .


rio pun tersenyum


"saya akan usahakan pak albert,semoga saja demikian ,saya akan menjamin kerja sama kita yang sudah terjalin sangat lama tak akan putus ditengah jalan hanya karena masalah pribadi."celetuk rio.


pak albert menganga mendengar ucapan rio barusan.


"maksud saya ,kita harus tetap bekerja sama walau apapun yang akan terjadi kelak.kita tak akan tahu ada masalah apa didepan ,ya kan.." terang rio memperjelas kata-kata nya.


"baiklah,ini surat kontrak kerja sama kita , mohon, pak rio untuk menandatangani nya." ucap pak albert mempersilahkan rio.


dengan sigap pak rio menandatangani nya .


" terima kasih pak rio ,"Albert tersenyum


"sama-sama ,mari kita makan siang dulu,kita pesan makanan terlebih dahulu." titah rio


"baiklah,." pak albert memanggil pelayan untuk mempersiapkan pesanan mereka.


sementara menunggu pesanan,


mereka asyik ngobrol kesana kemari.


15 menit kemudian,


seorang pelayan datang mengantar pesanan mereka.


"Silahkan dinikmati hidangannya." ucap pelayan itu ramah.


rio dan yang lainnya menjawab dengan anggukan.


sampai akhir nya ,


pelayan pun pergi dan mereka melahap menu makan siang nya dengan lahap.


...----------------...


RUMAH RIO


rio masuk kedalam rumahnya ,udah berapa hari ini dia bermalam diapartement nya .


ibunya ,bu kristal tersenyum melihat anaknya pulang.


"lihatlah,anak mami udah pulang , mami pikir kamu gak akan balik lagi kerumah ini io.." ucap bu kristal setengah mengejek.


rio hanya berlalu begitu saja.


" apaan si mi..ini kan masih rumah rio juga ,pasti suatu saat rio akan balik kesini lagi." terang rio dengan acuhnya.


"hmmm,anak mami bisa aja ,Kaka kamu pulang tuh dikamar nya ,temuin sana." ucap bu Kristal pada anaknya itu.


"hmmm , tumben tuh anak , ingat rumah , biasanya juga gak pernah balik." ketus rio sambil berjalan ke anak tangga.


" hmmm,gak tahu tuh , mungkin udah putus kali sama pacarnya." sahut bu Kristal mengangkat alisnya .

__ADS_1


"hmmm ,udah berumur juga , masih pacar-pacaran ,nikah kekk,udah bau tanah juga." maki rio menghentikan langkahnya.


"ishhh,mulutmu io, gak baik tahu ngomong kayak gitu." bu kristal mendongak menatap keatas tangga .


beliau hanya menggeleng pelan .


***


DIRUANG MAKAN


"Rio , reyna ,ayo makan ,kita udah lapar nih...." seru mama kristal dari balik pintu kamar rio dan reyna.


rio membuka suaranya


"iya mam,bentar, aku lagi pakai baju." sahut rio dari dalam kamarnya.


sementara reyna ,kakak rio membuka pintu kamarnya.


"mam, " panggil reyna pada bu kristal.


" ayoo buruan,papa udah nunggu tuh dibawah." ucap bu kristal


reyna mengekori ibunya dengan mengenakan hotpantnya.


reyna adalah wanita yang lumayan cantik ,ia sekarang berumur 35 tahun ,tapi ia belum juga menjalin hubungan serius dengan lelaki manapun.


ia terkadang takut dan minder harus menyandang status perawan tua .


tapi ,


ia terkadang juga masa bodo,mau gimana lagi , belum ketemu jodohnya.


sebenarnya ,papa wijaya sudah pernah bahkan sering mengenalkan beberapa anak collagenya yang masih bujangan untuk dijodohkan dengan nya tapi ,reyna tak pernah mau.


"papa, " sapa reyna pada papi Wijaya.


seraya menarik kursi kebelakang


dan mendaratkan bokongnya.


"hai ,anak papa ,rio mana...." tanya pak wijaya pada reyna


" ada , dikamar nya , mungkin masih mandi." sahut reyna.


"ohhh, yaudah ,kamu makan dulu aja."ucap pak wijaya sambil menikmati makanannya.


bu kristal menyendok nasi kepiringnya.


sementara dari atas terlihat rio menuruni anak tangga .


"haii semua, " sapa rio tersenyum .


"haii..io ,ayo makan, " ucap pak wijaya menoleh kearah rio.


rio pun duduk di kursi dan meraih piring nya .


"kak, tumben balik rumah ,ada apa." kekeh rio pada kakaknya.


" ihh ,kamu tuh , kakak pulang , bukannya senang malah ngomong gitu." kesal reyna.


" hmmm,lagian Kaka, udah lama banget ,baru nongol ,kemana aja." omel rio pada kakaknya.


"ishh,loe tuh ya,sama orang tua ngomong nya kasar banget." omel balik reyna pada rio.


"udah ah,dimeja makan gak baik ribut-ribut gitu." tegur pak Wijaya pada kedua anaknya.


"lagian rio tuh pa,mulai duluan." reyna manyun dan sedikit kesal.


"ya udah si,dimaafkan kek,aku bercanda kalee.." goda rio pada reyna


rio menyantap makanan nya.


ia teringat akan akila .


'' mam,pa,kak, " ucap rio ragu.


mama kristal ,pak Wijaya,dan reyna menoleh kearah rio secara bersamaan.


"aku mau ngomong penting nih.." ucap rio serius


"tentang apa io.." sahut bu Kristal menatap rio lurus.


" tentang wanita yang aku cintai ,aku akan bawa dia datang kesini." ucap rio serius.


mata mereka membulat seketika.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


haii...hai...


jangan lupa tinggalkan jejak like,komen,and vote..


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2