SYAKILA

SYAKILA
148. PENOLAKAN


__ADS_3

10:00 PM


akila menatap wajah rio yang sedang mengemudi.


" mas ,aku minta maaf ya,gara-gara aku kamu dimarahin mama kamu.'' ucap akila merasa bersalah.


'' sudahlah,jangan dibahas." rio menggerutu.


'' sejujurnya,inilah yang membuat aku seperti akan mundur dari hubungan kita ,aku gak bisa mas , melanjutkan hubungan kita tanpa persetujuan mama kamu.'' keluh akila.


Rio mengernyit.


'' kamu ngomong apa si,aku akan memperjuangkan cinta kita ,oke...'' ucap rio meyakinkan akila.


'' iya mas,.'' akila tersenyum hambar.


"sudah ,aku antar kamu pulang ya .'' ucap rio tersenyum dan menambah kecepatan mobilnya.


****


beberapa jam yang lalu.


" akila , aku dalam perjalanan menuju kontrakan kamu,kamu siap-siap ya.'' ucap rio dalam telepon nya


"(....)''


akila menutup teleponnya dan bersiap-siap mengunci semua pintu karena ia akan makan malam dirumah rio atas permintaan pak Wijaya.


sebenarnya aKila enggan tapi mau gimana lagi.,ia tak bisa menolak.


tinnn...tinnn


akila dikejutkan dengan Suara klakson mobil.


ia keluar dan langsung menghampiri rio.


''mas,baru sampai.'' kata akila.


'' iya nih,alhamdulillah gak macet,ayo kita jalan sekarang ,papa udah nunggu dirumah.'' ucap rio.


'' iya mas.'' akila mengaitkan sabuk pengaman nya.


dan rio langsung menancap gas .


dalam waktu


50 menit.


akila dan rio telah sampai di rumah rio.


akila tampak tegang dan gelisah,karena ia akan bertemu dengan papa dan mamanya rio.


''kamu kenapa say..,tegang banget.''ucap rio menggenggam tangan akila.


'' ng..nggak apa - apa kok mas.'' ucap akila tersenyum tipis.


'' oh , baiklah ,kita masuk yuk..'' ajak rio seraya bangkit dan turun dari mobil.


ia membukakan pintu untuk akila.


'' silahkan ,tuan putri .'' ucap rio setengah menggoda.


'' mas,apaan si,aku bukan tuan putri kalee.'' akila tersipu,seraya menepuk pundak rio.


'' hmmm,bagiku kamu adalah tuan putri dihatiku.'' rayu rio memuji akila.


'' widihhhh ,lebay!! '' akila memonyongkan bibirnya dan menepuk bahu rio.


'' ishh ,kok lebay si,memang iya ,kamu ratu di hatiku.'' ucap rio tersenyum jahil.


lalu ia membelai rambut akila sejenak.


mata mereka beradu.


eheem... ehemm..


tiba-tiba terdengar suara orang yang berdehem kecil mendekati mereka berdua.


'' ya elah,yang lagi dimabuk asmara mesra bener.'' goda pak wijaya yang tiba-tiba udah dibelakang mereka.

__ADS_1


'' papa , sejak kapan papa disitu.'' rio menggaruk kepalanya.


ia malu karena ternyata papa wijaya udah dibelakang mereka.


'' udah lama,kenapa ,kamu malu.'' goda pak wijaya.


'' ahh ,papa bisa aja.'' rio tersenyum malu.


ia malu pada papa wijaya.


'' udah , ayo masuk kedalam ,mama udah didalam.'' ajak pak wijaya pada mereka berdua.


"iya pa,'' ucap rio mengekori pak wijaya masuk kedalam rumah.


akila hanya terdiam ,sampai ia masuk kedalam dan mensejajarkan posisi nya dengan rio.


'' ma, '' sapa rio tersenyum pada bu kristal.


'' iya nak,kamu udah datang.'' ucap bu kristal memandangi wajah rio.


'' Tante,apa kabar.'' ucap akila pada bu kristal dan hendak menjabat tangannya .


namun bu kristal tak merespon apapun ketika akila mengulurkan tangannya.


beliau mengacuhkan tangan aKila yang daritadi menunggu mama kristal mau menjabatnya.


'' baik,'' sahut bu Kristal singkat dan menepis tangan aKila.


bu kristal memandangi wajah aKila sekilas ,lalu memalingkan wajahnya lagi kesembarang arah.


seperti tak mau berlama-lama mengobrol ,bu kristal langsung berjalan .


'' kita mulai saja makan malam nya ,biar cepat kelar.'' potong bu kristal berjalan kearah meja makan.


mereka bertiga, pak wijaya ,akila,dan rio menuruti perintah bu Kristal.


tanpa pikir panjang akila pun ikut duduk dan memasang wajah kalem.


bu kristal memandangi rio.


'' nak, ayo dimakan,mama udah masakin makanan kesukaan kamu loh..'' ucap bu Kristal tersenyum manis pada anaknya.


'' akila ,kamu juga makan ,ini kamu makan yang banyak ya .'' ucap pak wijaya seraya mengulurkan piring berisi ayam goreng dan cumi bakar pedas.


akila hanya tersenyum sungkan saat pak wijaya mengulurkan beberapa lauk padanya.


'' om,gak usah repot-repot,saya bisa ambil sendiri.'' jawab akila ramah.


'' ambil,'' ucap pak wijaya pada akila,setengah memaksa.


'' udahlah pa,gak usah lebay , biarin dia ambil sendiri , ngapain papa repot-repot gitu.'' bu kristal tampak judes dan ketus.


'' hmmm ,mama ini gimana si, akila ini kan tamu ma,sudah sepantasnya kita layani.'' ucap pak wijaya dengan ekspresi protes.


'' ya tapi gak gitu juga, papa lebay banget.'' omel bu Kristal.


'' mama aja yang baper.'' ketus pak Wijaya.


'' hmmm , terserah papa deh .'' oceh bu kristal terlihat kesal.


beliau tampak merengut dan jengkel.


'' mama, papa,udah ,kita lagi makan ,gak baik ribut-ribut dimeja makan.'' tegas rio pada mereka berdua.


'' lagian papa tuh ,bikin kesel.'' ucap bu kristal mengomel.


'' cukup!!,rio kesini bukan untuk dengar kalian berantem ,ada hal yang ingin rio sampein kekalian berdua.'' terang rio serius .


pak wijaya dan mama kristal terdiam sejenak,mereka tampak serius ingin segera mendengar perihal apa yang akan rio obrolkan pada mereka berdua


pak Wijaya mengangkat alisnya.


'' mau bicara soal apa nak..'' tanya papa wijaya.


'' hmmm ,jadi gini ma,pa ,rio ingin segera melamar akila ,rio ini udah berumur,rio ingin segera mempunyai keluarga dan punya anak -anak bersama wanita yang aku cintai.'' tutur rio serius.


mata bu kristal dan pak Wijaya melotot kaget.


'' a..apa kamu bilang,menikah ? '' tegas bu kristal dengan tatapan terkejut.

__ADS_1


'' iya ma,memangnya kenapa ,apa ada yang salah jika aku menikah ma..'' tekan rio


'' ya..ya..gak salah si,cuma kenapa harus sama wanita ini.''tegas bu kristal memandangi akila dengan jutek.


'' maksud mama apa.'' tanya pak wijaya ." anak kita akan membuat hubungan yang serius dengan wanita ,malah mama bicara seperti itu.'' omel pak wijaya dengan raut muka tak suka.


''pa,mama akan setuju jika rio, anak kita ,menikah dengan wanita yang terhormat dan sederajat dengan kita,bukan wanita macam dia .'' sewot bu kristal,menuding akila dengan telunjuknya.


deggg...


jantung aKila berasa mau copot.


mendengar ucapan bu kristal barusan.


seperti ada pisau yang menyayat perih hatinya.


'' ma,cukup ma, mama tuh mulut gak pernah disekolahin,nyerocos mulu.'' marah pak wijaya.


'' papa apaan si, kenapa belain perempuan ini si.


memang kenyataannya kan, akila dan rio tak sepadan.'' ucap bu kristal menekan kata-kata nya.


"sampai kapanpun mama gak setuju rio menikah dengan wanita ular ini.'' maki bu kristal memandangi wajah aKila dengan sinis.


prakkkk!!!


'' cukup ma,'' sebuah tamparan melayang dipipi bu kristal.


" mama selalu saja memandang orang dari status sosial nya saja.'' omel pak Wijaya.


'' mama gak lupa apa , dulu mama itu siapa sebelum papa nikahin.'' tegas pak wijaya.


mama kristal berkaca-kaca seraya memegang pipi nya yang memerah akibat tamparan tadi.


beliau tak menyangka papa wijaya akan menampar dirinya didepan anak dan calon istri pilihan nya.


beliau merasa tak terima dengan perlakuan suaminya yang telah menginjak -injak harga dirinya.


bu Kristal menahan rasa sakit di dada nya beliau mengepalkan tangannya.


'' papa keterlaluan ,demi wanita hina ini papa berani menampar mama, tega papa!!!'' bu kristal pun pergi dari hadapan mereka semua.


akila dan rio masih berdiri kokoh disana , mereka tak bisa berbuat apa-apa.


akila terdiam sejenak.


'' mas ,aku mau pulang,tolong antar aku.'' pinta akila tiba-tiba ,ia merasa jengah dan tidak nyaman lagi berada didalam rumah rio.


'' mmmm,baiklah.'' rio tersenyum dan mengajak akila pergi .


rio tersenyum pada papa wijaya dan memeluknya.


'' papa yang sabar ya .'' ucap rio lembut


tapi papa wijaya hanya diam saja.


flashback off


****


" mas ,kamu mau langsung pulang.'' ucap akila tersenyum saat rio berdiri didepan mobil mengantarkan akila sampai depan rumahnya


'' kayaknya aku mau langsung pulang aja say..maaf ya.'' ucap rio terlihat tak bersemangat.


''iya ,gak apa-apa kok ,kamu hati-hati ya mas.'' pesan akila menatap rio dengan tatapan sayu.


'' okee ,bye..'' rio meninggalkan kediaman akila .


akila menatap dari kejauhan mobil rio.


lalu ,ia masuk kedalam rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


haiii.. haii...aku datang, selamat membaca semoga suka.

__ADS_1


tinggalkan jejak ya..🙏🙏🙏


__ADS_2