SYAKILA

SYAKILA
50. KETAHUAN


__ADS_3

kring... kring...


Bu Khulsum menelepon byru


"haloo Bu"ucap byru santai dengan menikmati pemandangan ditaman.


"(...)"


"iya aku cuti satu minggu Bu Kenapa"byru merasa ada yang aneh dengan sikap ibunya


"(...)"


"apa ibu benar melihatnya langsung ,iya memang dia lagi dikota Y sekarang " byru tampak khawatir.


"(....)"


"iyaaa ibu tenang dulu ya ,nanti biar byru selidiki kebenaran nya "ucap byru masih tetap terlihat tenang.


"(....)"


"iyaa Bu.. assalamualaikum " byru menutup telepon nya dan meletakkan ponselnya dengan kasar.


"ini tak bisa aku biarkan,kamu tega banget akila.


kalau benar apa yang dibilang ibu barusan." byru mengepalkan tangannya dan beranjak dari kursi taman .


ia berniat kembali ke hotel .


tapi , langkah nya terhenti seketika lututnya terasa bergetar hebat.


wanita yang selama ini di pujanya telah mulai menabur benih pengkhianatan.


sungguh terlalu jika akila sampai hati menduakan hatinya .


byru adalah sosok yang sangat bijak dan yang paling penting dia adalah laki-laki yang pandai menjaga sikap .


"arrrghh!! tega sekali kamu akila"byru menendang batu yang ada ditaman .


tekkkk!!!


pyarrr....


batu itu mengenai kaca di sebuah warung kecil pinggir taman


"haii...siapa yang lempar batu diwarungku sial,kurang ajar!" teriak seorang laki-laki dari dalam warung itu .


"haduhhh gawattt!! batu yang tadi aku tendang kena kaca orang lagi ,lari ahhh!!" byru terbirit-birit sambil ketakutan .


alhasil napasnya terengah-engah .


" sepertinya aku sudah aman,lebih baik aku pesan taxi aja "ucap byru berdecak kesal.


"ini semua gara-gara kamu aKila ,lihat saja kalau kau ada main dengan laki-laki itu akan aku hajar kalian semua "byru mengepalkan tangannya.


kemudian,,


taxi datang menghampiri byru


"dengan mas byru ...? " ucap supir taxi


"iyaa pak, tolong antar kehotel xxxxxx ya pak " ucap byru tampak lesu.


"baik mas,ayo naik "byru naik kedalam taxi.


...----------------...


"akila kita sudah sampai nihh.." ucap bram tersenyum.


"iya mas,aku langsung masuk aja ya" akila tersenyum dan ia langsung keluar dari mobil bram.


"heii.. tunggu dulu "bram menarik lengan akila


"apa mas, kenapa? " ucap aKila ia tampak kusut dan lesu,mungkin efek cape .


"gak apa.."ucap bram mengurungkan niatnya karena dirasa akila sedang tak ingin diganggu .


" ckk, yaudah mas,aku masuk ya ,sampai ketemu besok pagi ditempat kerja "akila berjalan masuk kearah gerbang,tangannya membuka gerbang itu ,meski agak berat.


perlahan ia masuk kerumah nya .


matanya menatap kearah pintu gerbang ,ia melihat ada bekas sepatu di pagar besi kontrakan nya .


"anehh, tiba-tiba ada bekas sepatu disini ,siapa yang mainan disini " batin aKila .


"ahhh,sudahlah,aku capek mau istirahat ." akila masuk kedalam rumahnya.


ia langsung saja , menaruh tasnya dan merebahkan tubuhnya di sofa .


"huftt ..!! aku capek sekali " akila menarik napas panjang dan merebahkan tubuhnya diatas bed.


kemudian,


tanpa sadar ia terlelap,


*


*


*


****


"sepertinya akila sudah pulang "byru membuka alat , entah alat apa itu ,nampak seperti headset.


"hmmm benar saja dia sudah pulang,tapi kenapa dia tiba-tiba hilang suaranya .


"ahh mungkin dia lagi mandi atau lagi tidur kali,biarkan saja lahh.."byru merebahkan tubuhnya.


tapi ,ia merasa aneh .


tadi ibunya bilang ,akila sedang makan di sebuah restoran dan mereka tampak mesra .


pegangan tangan segala ,dan laki-laki itu juga memandang akila seperti punya hubungan yang special .

__ADS_1


"ahh,apa mungkin akila sudah bermain api dengan laki-laki itu "byru menghela napas panjang.


"biar aku buktikan sendiri "byru tampak kusut ia merasa lapar tiba-tiba , akhirnya ia memesan makanan yang untuk mengisi perutnya yang kosong.


*


*


*


DITEMPAT LAIN


"huftt,aku ketiduran lagi, lebih baik aku mandi dulu aja kali yah"ucap akila seraya bangkit dari duduknya dan meraih handuk lalu masuk kekamar mandi .


akila melepas bajunya helai demi helai .


perlahan ia menceburkan dirinya ke dalam bathup ,menenggelamkan wajahnya kedalam air.


rasanya dengan seperti ini bebannya terlepas dengan sendiri nya seiring dengan gemericik air yang membasahi seluruh tubuhnya .


Untung saja ,udah hari ke 4 jadi si merah udah gak deras-deras amat .


pastinya aman lah.


30 menit sudah ia berada di dalam bathup .


akila membalas tubuhnya dari


sisa-sisa sabun ,lalu ia melilitkan handuk nya.


krettt...


akila keluar dari kamar mandinya


ia melepas handuknya dilantai .


tangannya membuka lemari pakaian diraihnya daster rayon selutut .


setelah ia mengenakan dasternya


ia turun kedapur .


kruyukk..kruyukk


bunyi perut akila yang minta diisi .


'' lapar lagi.'' akila memonyongkan bibirnya dan meraih gagang pintu kulkas.


matanya menatap seisi kulkas tak ditemukan makanan apapun selain timun dan tomat.


" OMG ,aku kok bisa ya ,gak belanja bulanan sama sekali.'' akila bicara sendiri dan menutup pintu kulkas lagi.


karena tak ada bahan makanan apapun selain mie instan, akilapun terpaksa,mau tidak mau ,ia mengambil mie instan dan memasaknya.


" sementara ini aja cukup .


nanti sore aku keluar cari bahan makanan ke supermarket "akila meraih sebungkus mie instan dan segera memasaknya.


"hmm,setidaknya ini bisa bikin moodku baik lagi." akila mengulum senyum dan menyeruput kuah mie itu.


sruppp..srupppp


"ahhh,segar!!" akila


mengecap-ngecap rasanya.


'' ini enak,aku habiskan aja ahh..'' akila menyeruput mie nya dengan sigap.


tak butuh lama miepun langsung ludes.


akila tertegun sejenak dan meletakkan mangkok yang sudah kosong.


tiba-tiba ,


akila teringat akan byru


"ehhh,udah berapa hari aku gak contact dengan ka byru "akila mengingat kembali.


lalu tangan nya meraih ponselnya.


tangan nya memencet kontak byru.


tutttttttt...


"kenapa ia tidak mengangkat telepon ku "ucap akila murung.


*


*


*


*


"maaf akila aku tak bisa angkat telepon mu sementara waktu ,aku ingin kau merasakan betapa aku kesepian ,saat kau mengacuhkan aku" byru meletakkan lagi ponselnya.


"seperti nya aKila tak bersama


laki-laki itu sekarang " ucap byru sambil memutus alat yang mirip dengan header itu.


...----------------...


RUMAH BRAM


"hai anak ibu udah pulang,gimana lancar kan"kata bu Hasna mengusap pipi anaknya


"Alhamdulillah,lancar bu" bram memegang bahu ibunya.


"syukurlah,kamu mau makan ?" ucap buhasna


'' nanti aja bu , gampang, aku mau rebahan dulu ,badan nya pada sakit semua " bram memijat tengkuk nya dan meninggalkan ibunya.


"hmm,seperti nya anak itu lagi gak bagus moodnya "bu hasna menggeleng pelan lalu melanjutkan lagi jahitan nya .

__ADS_1


karena nanti siang pesanan masker untuk pak billy mau diambil .


*


*


DIKAMAR BRAM


"hufttt...!! hari ini capek banget ya"bram mencopot kemejanya dan mengganti dengan boxernya .


segera ia merebahkan tubuhnya dan matanya memandang kearah langit-langit.


"akila ,dia kenapa ya, seperti nya dia sedang badmood ,apa aku kesana aja ya "ucap bram dalam hati


"ahhhh...gak ahh, takut dia malah semakin badmood ,nanti aku jadi sasaran nya hiiii..ngeriii.."bram bergidik.


"lebih baik aku mandi aja lalu tidur"bram meraih handuk dan langsung masuk kamar mandi .


dengan secepat kilat ia mengguyur badannya .


setelah 5 menit iapun keluar dan langsung mengenakan pakaiannya.


setelah itu ia meraih remotte tv dan merebahkan tubuhnya diatas bed.


****


"assalamualaikum.."meylia mengetuk pintu rumah bu hasna


"waalaikum salam,ehh mba meylia ya'' ucap bu hasna .


"iya bu, kita mau ambil masker yang dipesan pak Billy atasan kita " ucap meylia ramah.


"ohh..,mari silahkan duduk mba, saya siapkan dulu barang nya ya " ucap bu hasna


"baik bu" meylia tersenyum .


sementara bu hasna masuk lagi kedalam untuk menata maskernya


"ahh,ada apa diluar berisik banget sii,gak tahu aja kalau aku lagi capek, butuh istirahat "bram bangkit dan mengecek keluar .


bram menghampiri suara yang dirasa mengganggu nya


"Bu,ada tamu ?"tanya bram sambil menatap kearah Bu hasna.


"iya ,anak buahnya pak billy yang kerja di perusahaan Wijaya groups,ambil pesanan masker ."bu Hasna menata ulang masker dan memasukan kedalam kardus


"nak, tolong ikatkan tali itu dikardus ini " ucap buhasna pada anaknya.


"iyaa baik bu ,ibu duduk saja biar aku yang mengikatnya."bram mengambil tali rafia.


"nahh...!! ini udah selesai bu,lalu mana orang yang mau ambil barang nya "kata bram menatap sekeliling mencari orang yang mau ambil barang .


"ada, didepan, ayo kita bawa ke depan'' ucap bu hasna


"iya bu..." bram mengangkat kardus dan mengikuti bu hasna


''maaf..mba nunggu lama "ucap buhasna pada meylia dan melati.


"ohh..gak a...." meylia menghentikan ucapannya, matanya terbelalak . "bram? kamu ada disini " kata meylia penuh tanya


"meyy...jadi loe yang ambil pesanan dirumah ibu ,aku pikir siapa?" bram melotot kaget.


"iyaa....kita kerja di perusahaan Wijaya groups bram..." meylia tersenyum lebar.


"dunia memang sempit ya bram ,aku pikir bu hasna langganan kita bukan ibu kamu ehhh ternyata..." meylia cengengesan.


"iya, kamu si,gak pernah main kerumah ,jadi gak tahu ibu aku kayak apa.


kamu gimana kabar? "ucap bram serius


"emmm, seperti yang kamu lihat bram.'' meylia menatap bram


"ohh ya ,katanya kamu lagi diluar kota, kok udah pulang aja,lalu aKila ?" kata meylia menatap bram.


"e....dia udah pulang kok , dikontrakan nya ,tadi katanya mau istirahat jadi,aku ya, langsung pulang " ucap bram tersipu.


"ohh,jadi wanita yang selama ini bikin kamu lupa sama rumah dan ibu adalah akila bram? " bu hasna mencebik dan menggoda putranya itu.


"apa!! jadi kalian sering kencan rupanya dibelakang aku "meylia menyilang kan tangan nya kedada.


"nahh ,nah, ketangkap basah kan kamu nakk.." ucap bu hasna terkekeh.


"ahh,ibu.., bikin aku malu aja nih,buka kedok aku .


"hufttt!!! " bram menggaruk kepalanya


"'hahahhah.." meylia dan bu Hasna tertawa seketika melihat tingkah bram.


"aku mau tidur ahhh ,daripada disini diledek mulu" bram sewot dan meninggalkan meylia dan bu hasna.


"alahh,alahh,ada yang malu nih" bu hasna meneriaki bram yang sudah memerah mukanya daritadi.


namun bram mengabaikan dan langsung masuk kekamar nya.


"anak itu, dari dulu gak


berubah -berubah ."bu hasna menggeleng pelan.


"buu..,kita pamit ya ,ini udah siang, kita udah ditunggu pak Billy juga soalnya "ucap meylia


"baik lah ,kalau begitu terima kasih banyak mba meylia ,mba melati , semoga masker nya awet dan bermanfaat "ucap bu hasna


"aminnn..,bu ,kita pamit ya ,tolong pamitkan ke bram ya Bu , assalamualaikum " meylia berpamitan


"wa'alaikum salam " bu Hasna mengantar mereka sampai depan pintu .


dan akhirnya taxi pun datang menjemput meylia .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


halooo....para sobat semua ...maaf ya kalau aku telat up...mohon dimaklumi dan jika sudah baca jangan lupa komentarnya ditunggu ..okee💜💜🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2