SYAKILA

SYAKILA
151. MERASA DIPERMAINKAN


__ADS_3

akila menatap pantulan dirinya didepan cermin.


ia merias wajahnya dengan makeup tipis-tipis.


terakhir kali nya ia membubuhi liptint di bibir sensualnya.


ia mengcurly rambutnya yang panjang itu.


entah..


ia sebenarnya bingung dengan dirinya sendiri yang mau-mau nya aja disuruh ini itu sama bos nya .


" aku mau ganti baju dulu ahh..'' ucap akila seraya menggeser-geser deretan baju didalam lemari.


cling....


terdengar suara notifikasi pesan masuk dari ponsel akila.


bryan:


[ akila , jangan lupa datang ya]


ia menoleh pada ponsel itu sebentar, lalu meneruskan memakai dress-nya.


dress warna peach ,dan sepatu Warna mocca.


setelah rapi ia memperhatikan lagi pantulan wajahnya di cermin.


akila menghembuskan napas panjang.


lalu menenteng tas Selempang nya.


segera saja ia memesan taxi dan meninggalkan kediaman nya.


****


Rio termenung didalam kamarnya.


ia memikirkan perihal akila yang terlihat aneh hari ini .


ia tiba-tiba saja ingin pulang ke kontrakan nya.


padahal semenjak ia dan rio memutuskan untuk tunangan ,ia selalu tinggal di apartemen rio.


berbagai macam pikiran buruk datang dibenak rio.


mungkinkah akila sudah berpaling atau ia telah bosan dengan dirinya.


terlebih lagi orang tua rio tak merestui hubungan mereka berdua .


rio merebahkan tubuhnya dan menindih kedua tangannya dibawah kepala.


pikiranya menerawang jauh entah Kemana.


*beberapa jam yang lalu*


akila menatap layar ponselnya.


saat makan siang akila berada di sebuah restoran bersama bryan.


tetapi ponselnya bergetar .


cling...


RIO


[ sayang ,kamu ada dimana ,udah makan siang belum]


hening...


akila melirik ponselnya.


tapi tak mengindahkan chat barusan.


bryan melirik akila.


'' ponselnya bunyi tuh,siapa tahu penting.''ucap bryan menyindir akila.


'' udah,gampang , nanti aja.


selesaikan makannya dulu.'' sahut akila tegas .


'' hmmm,apa gak takut pacarnya cemburu.'' goda bryan.


'' bukan urusan bapak,.'' akila terlihat cuek.


ia menyantap makanannya .


'' hmmm,kamu gak niat banget si,makan siang bareng aku , bawaannya jutek mulu.'' ketus bryan.


akila menatap bryan sejenak.


'' siapa suruh, bapak ajak makan siang aku,pake maksa lagi.'' gerutu aKila.


" ahhh , terserah lah ,aku mau balik kantor.'' bryan bangkit dari duduknya.


'' tunggu dulu,aku belum selesai juga,main kabur aja .'' sewot akila .


'' yaudah,aku tungguin.'' ucap bryan menekuk mukanya.


akila menyuap makanannya lagi.


setelah selesai makan siang mereka balik lagi kekantor.


sesampainya dikantor ,akila langsung kemeja kerjanya.


tapi bryan meraih tangan nya.


"akila ,ikut aku.'' ucap bryan buru-buru.''


karena bryan menarik tangan aKila secara paksa ia pun terluka.


'' auwhhh!!'' akila berteriak kesakitan.


'' kamu kenapa ,'' tanya bryan menoleh kearah akila.


'' sakit tanganku kena kuku bapak.'' ringis akila.


'' ahhh,gitu aja, lebay banget si'' ucap bryan jutek.


akhirnya, mereka sampai disebuah ruangan yang sepi.


'' pak,ini ruangan apa.'' ucap akila seraya memandang keatas .


''shutt!!! diamlah ,aku akan obati luka kamu terlebih dahulu.'' ucap bryan mengambil sebuah kotak P3k .


lalu tangannya meraih plester dan menempelkan ditangan akila.


'' mana yang sakit '' tanya bryan serius .


akila menatap bryan seketika , entah ,akila bingung dengan perasaan nya kali ini.

__ADS_1


ia terus saja memandangi wajah bryan diam-diam.


''udah selesai'' bryan telah selesai memasang plesternya.


namun akila masih terus memandangi wajah bryan yang ganteng itu.


wajah yang bersih, hidung bangir , dadanya atletis ,dan yang paling penting akila begitu tertarik saat melihat perut bryan yang seperti roti sobek itu.


'' haii ,kamu ngalamun.'' ucap bryan membuyarkan lamunan akila.


'' ehh, gimana ? '' tanya aKila malu sendiri.


'' aku udah selesai pasang plesternya,kamu malah ngalamun , mikirin apa si.''ketus bryan.


" m-makasih.'' ucap akila tersenyum kecil.


'' makasih doang.'' protes bryan.


'' lalu aku harus ngapain....'' akila terheran.


bryan tak menjawab pertanyaan akila ,ia menatap akila dengan tatapan lembut,serta membelai anak rambut akila yang berantakan,dan merapikannya kebelakang.


akila memejamkan matanya.


bryan yang melihat akila terpejam ia langsung meraih tubuh akila dan ******* bibir akila dan mengecupnya.


baru saja tadi pagi mereka bergulat di ruangan bryan ,dan sekarang ini, mereka dalam keadaan berpagutan disebuah gudang.


mereka terlihat sangat intim dan mesra.


bryan mengecupi ***** akila.


" sssssttt'' akila berdesis kecil.


bryan tersenyum tipis.


'' akila ,aku akan menunggu kamu untuk putus dengan dia .'' batin bryan bergumam.


akila semakin terbawa suasana,ia seperti kehilangan kesadaran.


tanpa sadar mereka dalam keadaan setengah polos.


ketika bryan hendak menghujami tubuh nya.


ia tersentak.


'' pak , bapak mau apa.,kita gak bisa lakukan ini lagi.'' akila menaikkan lagi underwearnya dan memakai lagi pakaian nya.


bryan menarik tangan aKila.


''tapi ini udah nanggung.'' ucap bryan sedikit meringis , seperti menahan sesuatu.


tapi akila langsung mengibaskan tangannya hingga tangan bryan terlepas ,lalu aKila langsung merapikan bajunya dan berlari dari tempat itu.


bryan yang masih setengah polos ,ia menjambak rambutnya.


ia terlihat frustasi.


akila menuju ruang kerjanya .


'' dasar bos mesum.'' gerutu aKila mengepalkan tangannya


dert..dertt..dertt..


panggilan masuk dari rio.


akila langsung mencari ponselnya.


lalu ...


''haloo..''sapa akila lemah.


"(....)''


"aku baru selesai makan,ini Udah dikantor.''


"(....)"


" gak usah mas,aku nanti pulang kekontrakan aja.,''


"(....)"


"oke bye ." akila menutup teleponnya.


ada rasa bersalah didalam sana.


tapi akila segera menepis angannya.


ia kembali fokus pada kerjaan nya.


*****


06 PM.


akila sudah sampai didepan apartemen bryan.


ia turun dari taxi dan menyerahkan ongkos pada supir.


setelah itu,


ia melangkah kan kakinya menuju basement dan terlihat beberapa mobil berderet disana.


akila melangkah ke atas tangga , karena liftnya dalam masa perbaikan.


sesampainya ia didepan apartemen bryan ,ia menekan password pintunya.


klekkk..


Pintu terbuka.


akila masuk kedalam dan ia mengamati sekitar ruangan ,tapi tak terlihat bryan.


lamat-lamat terdengar suara gemericik air..


rupanya bryan sedang mandi.


akila duduk di atas kursi empuk dan menyenderkan punggungnya.


15 menit kemudian,


bryan keluar dari kamar mandi dengan handuk terlilit dipinggangnya.


cling....


sebuah pesan masuk di ponsel nya.


[ pak ,aku udah sampai.]


[ masuk aja kekamar.]


[ gak,aku disini aja.]

__ADS_1


[ udah,buruan ]


[ iya ,bawel]


akila mengerucutkan bibirnya.


kemudian ia membuka pintu kamar bryan.


disana terlihat bryan masih telanjang dada.


"upss!! '' akila membalikkan badannya.


'' pakai baju bapak dulu aku malu.'' ucap akila menutup matanya seraya membalikan badannya.


bryan tak memakai bajunya melainkan mendekati akila.


'' kenapa kamu menutup mata , bukankah kita sudah pernah....'' ucap bryan sambil berbisik ditelinga akila.


akila mengedikan bahunya.


'' pak,bapak mau apa.'' ucap akila ketakutan.


'' menurut kamu.'' goda bryan tersenyum dan membalikan badan akila.


tappp..


mata itu saling bertemu.


'' kamu , selalu menolak aku , tapi ,tubuhmu mengisyaratkan lain.'' bisik bryan tersenyum tipis.


akila hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.


'' angkat wajahmu.'' titah bryan.


mata bryan menatap akila tajam .


akila hanya terpaku ketika bryan memandang nya.


pelan-pelan tangan bryan membelai bibir akila.


akila terpejam menikmati belaian itu.


bibir bryan mendekat ke bibir akila.


akila semakin memejamkan matanya.


berharap akan terjadi sesuatu.


tapi ...


bryan tersenyum dan berkata.


'' apa yang kamu pikirkan.'' akila sontak membuka matanya dan terlihat memerah wajahnya Karena malu.


ia merasa dipermainkan oleh bryan.


'' aku mau ganti baju ,kamu duduk disana.''titah bryan.


****


APARTEMEN RIO


ting tong ting tong...


terdengar suara bel didepan


rio terkesiap mendengar suara bel itu.


ia langsung membuka pintu dan betapa terkejutnya ia ketika melihat siapa yang ada didepan pintu apartemen nya.


" kamu..? '' mata rio membulat.


'' ya aku , kenapa kamu kaget gitu.'' ucap erlita dengan senyum seringai.


"bagaimana kamu tahu , apartemen ku.''ketus rio.


'' hmmm ,itu bukan masalah yang sulit sayang....'' ucap erlita dengan wajah licik.


'' keluar kamu.'' usir rio pada wanita itu


'' ya..ya..aku gak akan lama kok disini.''ucap erlita menatap rio


" aku datang kesini hanya mau mengantar ini buat kamu.'' ucap erlita menyerahkan sebuah amplop putih pada rio.


tapi rio hanya terpaku memandang erlita


'' ambil ,dan baca ini.'' tegas erlita.


tanpa pikir panjang rio membuka amplop itu dan melihat apa isi nya.


deggg...


mata rio membulat penuh ketika melihat isi dari amplop itu.


satu persatu ia membaca isi dari kertas itu.


'' apa ,kamu.......'' rio tak bisa berkata-kata ketika melihat isi kertas itu.


" iyaa,ini adalah anakmu, sekarang ia sudah menginjak 6 minggu,aku harap kamu mau mengakui anak ini.'' terang erlita.


'' gak mungkin,itu bukan anakku,kamu kan wanita **** bisa saja kamu ***** sama albert dan itu anaknya,bukan anakku.'' ucap rio dengan lantang.


'' asal kamu tahu ya , albert itu i*****n jadi ,mana mungkin dia bisa memberi aku anak.'' tegas erlita.


'' ya ,bisa aja itu anak laki-laki lain , kamu kan wanita ****** ,bisa saja itu anak dari dia.'' maki rio.


'' cukup...!! laki-laki macam apa kamu,mau enaknya aja.'' ucap erlita sinis


'' sampai kapan pun, aku gak mau anak itu dan kamu jangan berharap aku akan mengakui anak itu ,cuihhhh'' rio terlihat jijik pada erlita.


" tega kamu yaa mas...'' erlita pergi begitu saja dari hadapan rio.


erlita merasa direndahkan oleh rio


ia bersumpah akan membalas sakit hatinya.


rio mengoyak amplop itu.


matanya memerah menahan amarah yang sangat dalam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


haii..haii..haii...aku datang ...yukk tetap ikuti cerita selanjutnya..


jangan kasih kendor..


tinggalkan jejak ya..❤️❤️❤️❤️ love you all

__ADS_1


__ADS_2