SYAKILA

SYAKILA
216. KECURIGAAN RIO


__ADS_3

" nov...'' sapa Rio pada sekretaris Bram.


'' pak rio.'' Mata novi terbelalak karena kedatangan rio yang tiba-tiba.


'' sebenarnya apa yang terjadi.'' ucap rio ingin tahu.


novi menjelaskan secara detail.


dari ciri-ciri yang disebutkan oleh novi ,kenapa ia jadi teringat erna.


Rio terdiam sejenak.


'' pak rio gak apa-apa.'' ucap novi


namun ,rio tiba-tiba pergi begitu saja .


semua nampak kebingungan .


ricko pun mengejar bos-nya.


namun,


mobil rio sudah melaju meninggalkan rumah sakit.


ricko mengernyit heran.


dalam perjalanan rio berpikir sejenak.


'' kira- kira kenapa ya, erna melakukan ini pada bram.'' batinnya bergumam.


ia memperhatikan jalanan sesekali.


'' apa aku cek aja ya keapartement bram .'' lirih rio.


'' ahh,tapi kesan nya gak sopan masuk kerumah orang gak permisi dulu.'' Rio gundah seketika.


alhasil ,


iapun akhirnya pulang kerumahnya.


dan urung pergi ke apartement bram.


****


akila terlihat gundah , karena bolak balik menghubungi nomor bram tapi gak aktif.


ia meremas ujung roknya.


[ mas, kamu kemana si, aku telepon dari tadi kok gak bisa -bisa]


centang 1


[ mas , kalau udah aktif cepet kabari aku ya ,aku nunggu kabar kamu.]


akila melipat tangannya didepan dada.


ia terlihat gusar.


beberapa menit kemudian,


belum juga ada kabar dari bram.


''fyuhhh!!!'' akila terlihat stres ,ia menekuk mukanya.


seketika ia bangkit dan memilih untuk merilekskan tubuh nya terlebih dahulu, dengan berendam didalam bath up .


ia melepas semua pakaiannya.


plungg..


terlihat akila menghempaskan tubuhnya kedalam kubangan sabun.


perlahan ia memejamkan matanya sambil mengucuri tubuhnya dengan air sabun.


sesekali ia meniup-niup gelembung sabun hingga beterbangan.


akila tersenyum kecil, untuk sesaat ia lupa akan bram.


lupa segalanya.


cling....


satu pesan masuk di ponsel akila.


namun karena ia keasyikan bermain air ia tak tahu jika ada panggilan masuk sedari tadi.


30 menit kemudian,


akila membilas badannya dengan air mengalir , setelah memastikan tubuh nya sudah bersih ,ia meraih handuk nya dan membalutkan keseluruh tubuhnya.


ia menyeka sisa-sisa air yang menempel di dagunya dengan tangan nya.


Tak sengaja ia melihat notifikasi dari ponsel nya.


ia segera meraih ponselnya dan membuka riwayat panggilan masuk.


3 panggilan tak terjawab dari bram.

__ADS_1


dan satu pesan masuk.


'' melihat chat di ponsel nya ia langsung bergegas memakai bajunya dan segera pergi entah kemana.


akila terlihat terburu-buru sampai ia lupa untuk menyisir rambut nya.


akila menghela napas nya .


terlihat taxi berjalan menghampiri dirinya.


tinn..tinn..


akila langsung masuk kedalam taxi.


ia menghela napasnya.


'' pak kerumah sakit artha medika ya pak.'' ucap akila pada supir taxi.


'' baik mba.'' sahut sang supir itu ramah.


akila menyenderkan kepalanya di jok mobil.


ia tampak termenung sejenak.


tanpa terasa taxi yang ia tumpangi sudah sampai tujuan.


'' udah sampai mba.'' ucap sang supir menolehkan kepalanya ke arah akila.


'' mbak..,mbak...,'' ulang sang supir lagi.


tapi akila tak mengindahkan sang supir.


'' mbak...'' sang supir pun melambaikan tangan didepan mata akila.


akila langsung terkesiap seketika.


''maaf pak , keasyikan ngelamun.'' akila tersenyum dan bangkit dari duduknya.


ia membayar lewat aplikasinya.


'' makasih mba.'' ucap sang supir, terlihat taxi melaju meninggalkan area rumah sakit.


akila melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah sakit.


ia menghampiri receptionist.


'' maaf sus, pasien atas nama bram, dirawat di kamar nomor berapa ya.'' tanya akila pada suster jaga.


'' ohhh,pak bram.'' terlihat suster mengecek daftar pasien.


'' ohh gitu, kalau boleh tahu ruang perawatan nya disebelah mana ya.'' tanya akila sopan.


'' mari saya antar.'' ucap sang suster mempersilahkan akila untuk mengikuti nya menuju ruangan bram.


'' silahkan masuk,ini ruangan pak bram.'' ucap suster,akila mengangguk pelan.


ia melangkah masuk kedalam ruangan bram.


sementara suster pamit pergi.


terlihat bram masih tidur karena masih dalam pengaruh obat bius.


akila terlihat sedih dan iba


melihat wajah bram yang penuh dengan luka memar.


'' mas.., sebenarnya apa yang terjadi sama kamu.'' lirih akila seraya mendekat pada bram dan duduk didekatnya .


ia meraih jemari bram dan mengecup nya.


tanpa terasa akila berkaca-kaca.


entah kenapa melihat bram terbaring didepan nya ,akila merasa sedih, takut dan cemas.


ia takut kalau-kalau tidak bisa melihat bram lagi .


ia takut jika bram akan meninggalkannya untuk selamanya.


'' mas, Jangan tinggalkan aku please...,aku takut.'' lirih akila.


ia mendekap tangan bram .


tiba -tiba..


akila merasa seperti ada yang bergerak.


seketika ia mengangkat wajahnya dan menatap kearah bram.


ia terlihat mengedip-edipkan kelopak matanya.


akila segera bangkit dan mendekat kearah telinga bram.


'' mas'' ucap akila,ia menyeka air matanya.


Bram membuka matanya perlahan.


tak mau berlama-lama ia segera pergi memanggil dokter.

__ADS_1


terlihat dokter menghampiri akila.


ia mengecek kondisi bram.


'' Alhamdulillah pasien udah sadar.'' ucap dokter


'' Alhamdulillah, syukurlah.'' ucap akila sedikit berbinar-binar raut wajahnya, mendengar ucapan dokter barusan.


'' kalau begitu saya tinggal dulu , jika kondisi pak bram sudah stabil besok udah bisa pulang.'' terang dokter,akila mengangguk paham.


'' ahhhh!!!'' tiba-tiba bram mengaduh kesakitan.


'' dok,pasien kenapa dok.''


dokter pun memeriksa bagian perut bram .


akila terlihat panik.


'' gimana dok.''dokterpun melepas stetoskop nya.


''rupanya karena pukulan yang sangat keras dibagian perut,saat ini terjadi cedera di ulu hati pasien.'' terang dokter.


"tapi ,nanti saya akan kasih obat penghilang rasa nyeri.


dan mudah-mudahan cepat membaik.'' ucap sang dokter,


akila menganga '' lalu gimana dok ,apa beliau tidak apa-apa .


apa lukanya cukup parah.'' ucap akila sedikit khawatir.


'' semoga saja tidak terlalu parah,cuma untuk sementara waktu pasien tidak dianjurkan banyak gerak dan kecapean.'' akila melirik kearah bram.


'' baik dok, terima kasih.'' akila tersenyum kecil.


'' sama-sama .'' dokterpun pamit pergi.


******


DIKAMAR RIO


terlihat kamar rio masih menyala lampunya.


mungkin rio belum tidur.


benar saja ,


ia masih terjaga , matanya menatap langit -langit kamar nya.


saat ini ia sedang terganggu pikiran nya dengan kejadian tadi siang yang menimpa bram.


'' apa jangan -jangan, akila ada bersama bram selama ini.'' lirih rio.


ia menyangga kepala nya dengan kedua tangan nya.


tok..tok...


pintu diketuk oleh seseorang.


'' nakk..!!'' ucap seseorang diluar sana


Rio segera bangkit dari tidurnya.


dan membuka pintunya.


'' papa.'' terlihat pak wijaya berdiri didepan pintu kamar rio.


beliau tersenyum tipis.


'' kamu belum tidur nak? '' ucap pak wijaya mengernyitkan dahinya.


Rio terkekeh kecil.


'' belum ngantuk pa,lagi mainan hp.''ucap rio, bohong pada papanya.


pak wijaya mengangguk pelan.


'' ohh,yaudah.'' Rio menggaruk kepalanya.


'' mama udah tidur pa.'' tanya rio.


'' barusan beliau tidur.'' pak wijaya membenarkan kacamata nya.


'' ohh ya pa,ya udah papa istirahat.'' titah Rio pada pak wijaya.


'' iya nak,kamu juga selamat istirahat''pak Wijaya pun pamit pergi.


Rio menutup pintu kamarnya kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2