SYAKILA

SYAKILA
97. SANG MANTAN


__ADS_3

kring..kring..


telepon meja akila berdering.


akila mendongak sejenak.


tangannya mengulur kearah gagang telepon.


"halo,ada yang bisa dibantu." ucap aKila ramah.


"halo akila , kamu keruangan aku sekarang." titah bryan.


"oh,iyaa baik pak." kata akila terlihat gugup.


akila langsung menutup telepon dan ia segera bergegas menuju ruangan bosnya.


tek..tek..tek..


akila berjalan dengan santai dan tenang.


sampailah akila pada ruangan bryan.


akila mengetuk pintu ruangan bosnya itu.


"masuk ." ucap bryan


"maaf ,bapak panggil saya." kata akila terlihat santun.


"hmmm.. iya masuk dan duduk lah."kata bryan pada akila.


"baik," akila mendaratkan bokong nya di kursi.


"ada apa pak." kata akila memberanikan dirinya.


"hari ini kita ada meeting dengan kantor PT telekomunikasi dan informatika Jakarta ,dan kamu ikut aku kesana." ucap bryan serius.


"apa!! PT telekomunikasi dan informatika ? apa bapak gak salah.'' akila melotot tak percaya .


"gak salah,memang apanya yang salah.? " bryan melotot pada akila.


"aduhh,aku gak bisa ikut bapak kesana." tolak aKila secara halus.


dan hendak pergi.


'' apa ,jadi kamu menolak perintah saya." bryan kesal pada akila dan menarik tangan aKila lagi.


"aduh pak,bukan saya menolak ,tapi bapak tahu sendiri itu kan kantor bram,mantan saya." ucap aKila seraya berusaha melepas tangan bryan.


"hehh,akila dengar ya ,itu bukan urusan saya,karena kita kesana untuk urusan kerja ,bukan untuk urusan hati ngerti kamu? " bryan menatap akila tajam.


"terserah bapak ,aku gak punya pilihan ." ucap akila ketus.


lalu iapun pergi meninggalkan bryan seorang diri.


dalam perjalanan menuju meja kerjanya akila terlihat sangat dongkol.


bayangkan saja ,bertemu dan saling tatap dengan orang yang menyakiti hati nya .


apa akila sanggup .


karena setelah sekian lama akila sudah mulai bisa move on dari bram .


tapi , bryan , laki-laki tak berperasaan itu,seenak jidat menyuruh dirinya untuk terjun kedalam dan bertemu dengan laki-laki itu.


sial..


batin akila berkecamuk.


"akila." seru seseorang dari belakang akila


"eh,mas arga ,ada apa." akila mengulum senyum tipis.


"hmm,kamu lagi mikirin apa akila,kok kaya tegang banget gitu." arga mendekati aKila


"mmmm,aku gak apa-apa mas,aku cuma capek aja ." akila berusaha menyembunyikan itu sendiri.


"beneran." arga tak percaya ucapan akila


"bener mas ." kata akila meyakinkan arga


"oh ,yaudah, kita makan yuk,aku lapar nih" ajak arga pada akila.


"boleh,ayuk, kita makan apa mas " ucap akila bangkit dari duduknya.


"makan bakso aja, mau gak." kata arga mengernyit.


"oke..,kita jalan sekarang." arga mengambil kunci motor nya.


"loh,apa mesti pakai motor mas ." tanya akila


"iya,dong say ,kita kan gak mungkin jalan kaki , cuaca panas kayak gini males aja.


nanti kulitnya gosong.'' ucap arga mengerucutkan bibirnya.


"wkkkkk,dasar alay." akila menoyor jidat arga.


"biarin,udah ayo kita jalan." kata arga pada akila.


"mmmm,ayo." akila mengikuti ajakan arga.


mereka langsung pergi dengan menaiki motor arga.


akila membonceng arga .


"pegangan,aku mau ngebut nih." seru arga tersenyum jahil.


"ahh ,gak usah ngebut ngapa,aku takut kalau ngebut." akila memprotes .


"udah buruan,pegangan padaku,atau kamu akan jatuh." teriak arga.


"iya,,iya,,bawel. "omel akila pada arga.


"hehe," arga terkekeh dan menyetarter motornya.


mereka langsung pergi.


dari atas terlihat bryan memperhatikan mereka berdua.


"hmmm,anak itu boleh juga nyalinya." batin bryan.


...----------------...


Pukul 01 PM


" akila, ayo kita tak punya banyak waktu ,kita harus sampai ke sana sebelum jam 2 " ucap bryan.


"iya ,iya pak ,sabar kenapa ,ini juga aku lagi nyiapin berkas-berkasnya." seru akila.

__ADS_1


"oke,buruan ,gak pake lama." ucap bryan terlihat kasar dan arogan.


"iya,bawel"akila mengomel sendiri.


"apa kamu bilang,bawel? " bryan melotot pada akila.


''gakk,gak, bercanda kok." kilah akila,ia tersenyum kecil.


akhirnya merekapun langsung berangkat dengan mobil bryan .


arga yang melihat itu ,ia langsung berpikiran yang tidak-tidak.


"pak bryan,tidak seperti biasanya beliau dekat dengan wanita , setelah mantannya." ucap arga sambil terus mengawasi gerak-gerik mereka.


dermmmm...


mobil bryan berlalu pergi meninggalkan area kantor .


arga memilin janggutnya dan menggigit bibirnya.


menatap jauh pada mobil yang ditumpangi akila dan bryan.


*


*


DIMOBIL


"ehemm..." bryan berdehem kecil dan menoleh kearah akila.


"apa,ada apa bapak batuk-batuk gitu."kata akila


"gak,gak ada ,aku cuma mau lihat reaksi wajah seorang wanita yang akan bertemu dengan mantannya." goda bryan pada akila


"please deh,anda memang gak punya hati." akila mengumpat pada bryan.


"wkkkk,gak punya hati juga gak apa-apa ,bodo amat." cibir bryan tersenyum kecut.


"ihhh , orang kayak anda itu gak bakal tahu rasanya kayak apa bertemu dengan mantan .


jadi, jangan cuma mengatai orang,dan saya berharap suatu saat anda akan tahu rasanya diposisi saya." maki aKila dengan nada yang kesal.


"sudah,sudah,cukup." bryan membentak aKila.


ia tersentuh dengan perkataan akila barusan.


ia terdiam dan menoleh pada akila.


"apa , kenapa ? memang benar kan yang aku katakan." akila menatap bryan dengan sinis.


"udah,gak usah dibahas,kita hampir sampai." omel bryan pada akila.


"hmmm.." akila terlihat sangat marah.


ia tertunduk lesu.


glekkk..


mobil pun berhenti didepan kantor bram.


akila menatap kesekeliling.


tak ada sedikitpun perubahan dari tempat itu.


ia tak menyangka,ia akan menginjak kan kakinya ditempat itu lagi.


dulu tempat ini adalah tempat yang menjadi saksi , kemesraan antara bram dan akila.


akila merinding.


ia tak kuasa menahan perasaan yang tiba-tiba muncul dari benaknya.


entah apa itu...


"ayo kita turun akila ." ajak bryan


tiba-tiba mengagetkan akila.


"iyaa ." sahut akila terlihat biasa saja.


padahal hatinya sangat gugup dan bercampur aduk menjadi satu.


takut jika bram akan melihatnya lagi.


atau akan mendekati nya lagi.


atau ,setelah melihat bram ia akan jatuh hati lagi dan terperangkap dalam jebakannya lagi.


bermacam-macam pikiran dan perasaan yang hinggap dan muncul dalam sanubarinya.


ia berusaha tenang.


tarik napas keluarkan,tarik napas lagi keluarkan pelan-pelan


batinnya terus menyemangati.


akila membuka pintu mobilnya dan bergegas mengekori bryan naik keatas lantai 7.


titt...


bryan memencet tombol lantai 07.


deg,deg,deg,


bunyi jantung aKila berpacu sangat cepat.


keringat dingin bercucuran dari pipi dan leher nya.


"kamu gak apa-apa akila." tanya bryan tampak khawatir pada kondisi akila.


"hmmm.." akila menggeleng pelan.


"sekalah keringat kamu terlebih dahulu." ucap bryan menyodorkan sapu tangan pada akila.


akila melotot melihat tingkah bryan.


tapi akhirnya,akila menuruti perintah bryan untuk menyeka keringat nya.


setelah selesai ia pun langsung mengikuti bryan dari belakang.


titt..(lantai 07)


akila tampak tegang kembali.


sampai lah ia pada ruangan bram.


"ya tuhan,tolong aku."batin aKila berdoa.

__ADS_1


tok..tok..tok..


bryan mengetuk pintu ruangan bram.


krettt..


pintu terbuka dari dalam.


"haii bos, selamat datang ."sapa bram menyembulkan tawa.


"silahkan masuk bos " kata bram tersenyum simpul ia merentangkan kedua tangannya dan memeluk bryan,partner bisnis nya selama beberapa tahun ini.


"wihh... gimana kabar ,kamu bram." tanya bryan tampak basa basi.


dan menyambut pelukan bram.


"baik bos,mari silahkan duduk,pak Yanuar dalam perjalanan kesini,silahkan ditunggu ." ucap bram ramah.


"iyaa,,iyaa,,saya panggil teman saya dulu."'kata bryan pada bram.


"oh,boleh,boleh." sahut bram ramah.


jeng,jeng,jeng,


bryan masuk kembali kedalam ruangan bram , dan diikuti oleh akila .


betapa terkejutnya bram setelah melihat wanita yang bersama bryan.


"ak...akila " ucap bram terkejut.


tapi bram segera mungkin menepis rasa terkejutnya itu.


" hai bram ,ini sekretaris baru aku,kebetulan sekretaris aku yang lama ia cuti hamil." ucap bryan memperkenalkan akila.


"gila loe bos." lirih bram pada bryan.


"kenapa ."kata bryan melotot.


"dia aKila,mantan aku." bram terlihat gugup.


"ohh dia mantanmu." bryan tampak basa basi.


lalu aKila langsung pergi begitu saja dari hadapan brian dan bram.


"maaf,saya mau ketoilet." pamit akila pada bryan.


"okee akila ,jangan lama-lama ya." kata bryan basa basi


bram berusaha mengejar akila tapi bryan mencegah nya .


"bro,aku harap ,kamu bisa bersikap seprofesional mungkin dalam bekerja ." ucap bryan.


"oke bos." bram kembali duduk.


tak lama akila masuk kedalam lagi.


bram dan bryan langsung bersikap seperti biasa lagi.


tanpa berlangsung lama .


pak Yanuar datang keruangan bram.


"selamat ... " pak Yanuar tampak terkejut dan tak melanjutkan kata-katanya." akila ,kamu akila." ucap pak Yanuar tak percaya , setelah melihat wanita yang bersama bryan.


"iya saya aKila , selamat siang pak yanuar,tak menyangka kita bakal bertemu lagi." sapa aKila pada pak yanuar.


bram hanya melirik pada akila yang masih terlihat gugup itu.


entah lah,sejujurnya akila sangat ingin cepat-cepat pergi dari hadapan bram tapi, apalah daya .


ia harus bekerja demi bos bryan.


"baiklah,kita mulai saja meeting kali ini." ucap pak yanuar.


pada bryan, berusaha mengusir rasa ketegangan yang ada .


"baik pak." sahut bryan.


ia menyuruh akila membuka dan menyiapkan berkas nya.


bram ia terdiam seribu bahasa.


sejujurnya bram ingin sekali keluar dari tempat itu tapi ,ia harus profesional dalam kerja.


akila masih gugup karena bram terus saja memperhatikannya.


tapi lagi-lagi bryan berdehem dan melirik kearah bram.


karena bagaimanapun akila adalah sekretaris nya sekarang.


jadi bryan tak mau anak buahnya merasa terganggu dengan sikap bram.


meeting pun selesai.


akhirnya,akila bisa bernapas lega dan meninggalkan kursi panas itu .


akila menghela napas panjang.


ia berlari kearah toilet.


*


*


DALAM TOILET


akila berdiri dan mencuci mukanya ,yang basah dengan keringat .


berada dalam ruangan itu ia seperti dalam pertempuran perang.


semuanya tegang dan kaku.


"ahhhh.." akila menghela napas.


setelah dirasa cukup ia langsung menyeka wajahnya dan merias lagi wajahnya dengan make up tipis-tipis.


ketika ia sedang merias wajahnya .


tiba-tiba


jebrett...


pintu toilet terkunci dan akila langsung berteriak karena tepat dibelakang akila berdiri seorang laki-laki yang tak asing dimata akila.


"ka..kamu..? " akila tampak gemetar dan ketakutan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan like,serta rate-nya...yakk..🙏🙏🙏🙏


__ADS_2