SYAKILA

SYAKILA
81. 7 MINGGU


__ADS_3

setelah beberapa lama menunggu, akhirnya dokter keluar dari ruangan nya dan berdiri didepan pintu.


tepat didepan meylia berada.


meylia melangkah mendekat dokter.


"emmm..gimana keadaan adik saya dok.." ucap meylia menatap kearah dokter dengan manik mata yang penuh kebingungan.


"mmm,jadi anda kakaknya, begini,saya mau bicara sama anda 4 mata bisa? " kata dokter menatap lurus kearah meylia


"ada apa dok " meylia menatap dokter itu dengan mata penuh tanya.


"mmm,untung saja anda cepat membawa pasien kesini dengan segera,kalau tidak .." kata dokter menggantung obrolan nya.


"kalau tidak kenapa dok " kata meylia penasaran dengan ucapan dokter.


"kalau tidak ,janin dan ibunya mungkin akan kehilangan nyawanya.


"apa! j-janin,dok ? jadi maksud dokter adik saya hamil " mata meylia terbelalak kaget.


ia menutup mulutnya.


tak percaya dengan kata-kata dokter barusan.


"iya..saat ini usia kandungan pasien menginjak 7 Minggu.


"apa..jadi.." meylia agak sulit untuk berdiri dan rasanya ia ingin ambruk jika saja ia tak ingat kali ini ada dokter didepan nya.


'' anda gak apa-apa.'' ucap dokter melihat reaksi meylia .


namun meylia menggeleng pelan.


"oh,baiklah,tolong jika udah sadar dijaga emosi pasien ya mba ,saya permisi, jika ada sesuatu yang mendesak dan penting silahkan hubungi suster " dokter tersenyum lalu pergi.


"iyaa ,baik dok " meylia tampak terpukul .


"aduh..akila, bagaimana ini, kok bisa si ,kamu melakukan ini ya tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang ." meylia duduk didepan ruangan sambil menekuk tangannya.


"bram ,aku harus telepon bram." meylia memencet no bram.


tulalit...


" ihhh,kok gak nyambung si ,kemana lagi si bram masa iya jam segini belum bangun." meylia menggigit bibirnya.


" aku harus telepon bu hasna ,tapi aku gak punya nomornya ,kalau aku kesana kasihan akila sendirian." meylia menyenderkan punggungnya dan tampak memegang pelipisnya.


ia sangat kalut ,lalu ia masuk kedalam ruangan tempat akila terbaring .


ia merasa iba padanya .


" kalau aku gak cepat datang kesana apa yang terjadi pada akila ,huftt !! " meylia melangkah mendekat pada akila


ia memegangi perut akila tanpa terasa ia meneteskan air matanya.


"ternyata kalian udah sejauh ini " mata meylia meredup.


lalu ia memegangi tangan aKila


dan..


" akila..kamu udah sadar , syukurlah" meylia menyembulkan senyum lalu ia memanggil perawat.


tak berlangsung lama dokter dan perawat datang menghampiri mereka. dokter segera memeriksa keadaan aKila .


"syukurlah , pasien udah siuman jadi , tolong Kalau bisa jangan diajak bicara dulu." kata dokter


"baik dok ." ucap mey,lalu dokterpun pergi meninggalkan meylia dan akila .


"kakk..." tiba-tiba aKila membuka suara.


"iyaa..akila ." ucap mey lalu ia mendekati aKila.


"kak..aku kenapa ,kok bisa ada dirumah sakit ." tanya aKila dengan tatapan lemah.


"mmmm..kata dokter kamu kecapean, jadi harus banyak-banyak istirahat.


dan sebaiknya jangan kerja dulu ya selama beberapa hari biar kondisi kamu juga pulih ." meylia mengusap rambut akila dan mengulum senyum .

__ADS_1


"hmmmmm...." akila mengangguk


"kamu mau makan ? " kata meylia bertanya.


"nggak kak,kepalaku masih pusing aku pengin tiduran aja dulu." sahut aKila lemah


"iya udah,gak apa-apa ,bram kok aku telepon gak aktif si,apa dia sibuk ,ini kan tanggal merah ." meylia menggerutu


"gak tahu kak,mungkin dia masih


tidur "kata akila terlihat lemas.


"iyaa mungkin ,ya udah kamu tidur istirahat ,kaka juga mau keluar sebentar ,mau cari minum, haus!! ." meylia bangkit " aku tinggal bentar ya dekk " ucap meylia tersenyum.


lalu pergi.


...----------------...


keesokan harinya ,


"mas,aku masih kangen sama kamu kenapa kamu mau pergi begitu cepat." rengek kiara.


"maaf sayang,aku ada urusan penting, dan hari ini juga ada meeting di kantor ." bram tersenyum dan mengusap kiara lembut.


''hemm,ya udah, kamu mau makan apa gimana ." tanya kiara sambil bergelayut manja.


"emmm..aku makan disana aja sayang ,aku pergi ya ." kata bram sambil berdiri, dan sudah rapi dengan seragam kerjanya.


"ohh gituu, yaudah kamu hati-hati ya mas "kiara mengusap bahu bram.


"iya,kamu juga,jangan lupa makan dan jangan nakal ." bram mengecup bibir kiara.


"emmm.."kiara mengulum senyum.


dan mengantar bram sampai teras.


lalu melambaikan tangan


bram langsung tancap gas meninggal kan kiara .


"kamu pikir aku gak tahu apa ,kalau kamu akan kerumah sakit ,karena wanita itu ada disana." kiara langsung masuk kedalam


jebrett ..


Pintu tertutup rapat .


*


*


*


bram masih fokus menyetir mobil nya .


sesekali ia melirik kearah arlojinya dan langsung menambah kecepatan gas nya.


dermmmmmm..


beberapa menit kemudian ,


mobil bram sampai juga di area parkir rumah sakit.


ia langsung saja berlari menuju tempat akila berada .


krettt...


pintu dibuka dari luar


"akila " bram langsung menghampiri aKila " kamu kenapa sayang,apa yang sakit " ucap bram tampak serius .


"aku gak apa-apa mas ,kamu kok bisa ada disini , bukannya harus kerja?" akila menatap wajah bram dengan tatapan sayu.


"ehmmm..bram aku mau ngomong Serius sama kamu ayo,kita keluar sebentar ." meylia menatap bram penuh keanehan.


"iya mey,ayo .'' bram tersenyum pada meylia.


''aku tinggal bentar ya babe ." ucap bram pada akila

__ADS_1


"mmmm" akila mengangguk.


bram dan meylia keluar dari ruangan akila .


"ada apa mey,kayaknya serius banget" bram basa basi .


"bram,sejak kapan kalian..." mey menggantung ucapan nya .


"apanya yang sejak kapan " bram tampak serius dan mengernyitkan dahinya.


"bram,aku temukan akila pingsan dikontrakan nya .


dan aku panik, akhirnya langsung aku bawa dia kesini ,dan.." meylia terdiam.


"dan kata dokter akila saat ini hamil 7 minggu , untung saja aku tepat waktu bawa akila kesini atau kalau tidak ,kata dokter entah apa yang terjadi pada keduanya.


"apa!! akila ,dia hamil "


doar!! berasa disambar petir di siang hari.


"jadi.." bram menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"lalu,kata dokter gimana mey,apa mereka Sekarang baik-baik saja." ucap bram terbata.


"iyaa..kata dokter saat ini dia harus dirawat dulu sampai ia pulih benar ." kata meylia


bram mengangguk pelan ia menjambak rambutnya .


"ya Tuhan ,kenapa jadi seperti ini." batin bram ia mendongak menatap kearah langit-langit rumah sakit.


ia menghela napas panjang.


meylia melirik nya .


" aku gak mau tahu ,kamu harus tanggung jawab atas apa yang aKila alami saat ini." ucap meylia lalu pergi.


...----------------...


prakkkk...


"apaa!! jadi dia hamil anak bram ?" kiara mengepalkan tangannya.


ia menahan amarahnya .


"ini tidak bisa aku biarkan ,aku harus singkirkan anak itu ,biar bram dan wanita itu tak pernah bersatu lagi .


"maki kiara dalam hati" ia berteriak sejadi-jadinya.


lalu,ia langsung pergi entah kemana .


*


*


*


"bagaimana mungkin ini terjadi,kenapa akila malah hamil anakku."ucap bram frustasi.


tanpa terasa pintu diketuk oleh seseorang dari luar.


"nak,ibu boleh masuk ? " kata bu hasna dari luar kamar bram.


"maaf bu,bram mau istirahat ,bram Capek ,mau tidur lebih awal." ucap bram dingin


"ohh yaudah,kalau begitu ibu pergi dan kamu istirahat saja ." Bu hasna menggeleng pelan.


bram tampak kusut , setelah tahu kalau akila hamil anaknya.


"aku harus bagaimana ,aku bingung"


bram memejamkan matanya dalam dekapan bantal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


haii.... like ,vote aku yakk jangan lupa.🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2