
prankkkkkkkkk..
terdengar suara piring pecah dari arah dapur.
seorang wanita muda tergopoh-gopoh menghampiri nya.
"ada apa mas,kok piring nya sampai pecah. " ucap kiara panik sambil menggendong anaknya.
"hehh..wanita , kamu pikir aku disini pembantu apa ,aku gak biasa mengerjakan pekerjaan rumah." bram mendengus .
"dasar wanita payah , gara-gara aku memilih kamu ,semua orang yang aku sayangi membenci aku." bram menampakkan sorot mata tajam.
dilemparnya sendok kemuka kiara.
"ahhh..sakit mas." kiara mengaduh.
ia memegang pelipisnya yang terkena lemparan sendok.
"aku tidak bermaksud untuk membuat kamu begini mas." kata Kiara tertunduk sambil berlinang air mata.
"diam!! jangan banyak bicara." bentak bram sambil menjambak rambut kiara.
"ahh,sakit mas,kamu menyakitiku ," akila meringis kesakitan .
namun bram malah semakin kesetanan menganiaya kiara.
"eaaaaaaa ,." seiring dengan jeritan kiara bayi itupun menangis.
seolah merasakan kalau ibunya kesakitan.
"bawa anak itu kekamar ,sial !! " bram mendorong tubuh kiara.
" b-baiklah." kiara mengusap air matanya dan bangkit dari duduknya.
ia masuk kedalam kamarnya.
bram , laki-laki itu kini sudah menjelma menjadi laki-laki yang kasar dan arogan.
mungkin itu karena ia begitu menyesal dan marah ,karena akila kini menghilang bagai ditelan bumi.
tanpa kabar dan berita.
tapi semua itu salah dia sendiri ,mau gimana lagi ,dia yang menanam ,dia juga yang menuai.
...----------------...
"ihhh ,ini jam berapa si ,kok masih melek mataku." ucap akila melotot.
ia melirik kearah arlojinya.
"hmmmm,jam 1 malam rupanya,kenapa akhir-akhir ini aku jadi sering memikirkan bram, laki-laki sialan itu." maki akila seraya bangkit dan menyibakkan selimut nya.
ia terbayang saat itu.
"ahhhh,sial, sial, aku gak mau terjebak dalam masa lalu kelam ." akila mendengus dan ia pergi kedapur .
diraihnya gagang pintu kulkas .
klekkk...
tak ada apa-apa dikulkas.
"haduh..gini amat ya ,tanggal tua.
mau makan aja susah." mulut akila nyerocos .
dipegangnya perut yang mulai keroncongan.
"hmmm.. kalau kayak gini aku bisa mati kelaparan." omel akila dalam hati.
"ahhh..biarin dehh ,aku minum air putih aja yang banyak biar kenyang." ucap akila seraya merah botol air mineral dan meneguknya.
glekkk..glekkk...
"ahhh,segarnya ,ini lumayan buat ganjal perut." akila kembali lagi kekamar nya.
*
*
*
Allahuakbar , Allahuakbar,
terdengar suara adzan shubuh.
akila menggeliat.
entah berapa lama akila tak lagi mengenal sholat nya.
ia terpaku sejenak.
"ya Allah ,aku berdosa telah meninggal kan engkau." ucap aKila.
ia berkaca-kaca .
kemudian,ia bangkit dan mengambil air wudhu.
***
"Alhamdulillah,aku sudah selesai sholat." akila menanggalkan lagi mukena nya.
__ADS_1
ia berjalan kearah dapur.
merebus air untuk minum.
setelah itu,ia membuka kulkas .
memasak sayur seadanya.
"biar hari ini aku makan seadanya dulu,mau gimana lagi ,aku udah gak pegang uang sama sekali." akila menatap kosong kesembarang tempat.
ia terbayang saat ia hidup dengan bram.
semua kebutuhannya , sandang,kontrakan ,semua ada yang bayar.
tapi,saat ini ,ia udah kehilangan semuanya.
harapan dan impian kini sudah pupus.
ia menghela napas panjang.
"bram.. kamu adalah laki-laki yang paling aku benci didunia ini." rutuk akila dalam hati.
ia bersumpah tidak memaafkan bram seumur hidupnya.
diliriknya arloji itu.
"ahh ,aku harus berangkat sekarang."akila memakai sepatu pantofel nya.
ia pun mengunci semua pintu.
tak terkecuali pintu gerbang.
setelah dirasa cukup ia pun pergi menungu taxi .
tin..tin..
tak lama ,ada sebuah taxi berhenti didepan akila.
"non aKila." ucap supir itu.
"iya betul." akila mengulum senyum lalu masuk kedalam taxi.
dan taxipun melaju dengan mulus .
...----------------...
mata akila terbelalak melihat siapa yang ada didepan matanya.
"itu ,kan laki-laki arogan itu." ucap aKila dalam hati.
akila langsung memutar badannya menghindari bersitatap dengan brian.
akila mengelus dadanya.
ia memutar badannya lagi kebelakang .
"ahhh, Untung saja dia udah pergi huftt....!!!" akila mengerucutkan bibirnya.
ia berjalan menuju kedalam ruangan yang menegangkan itu.
ia melirik kearah meja dan kursi yang bertuliskan sales marketing.
ia menduduki kursi itu perlahan.
ia mengatur napas.
akila memandang kesekelilingnya.
mereka tampak fokus dengan pekerjaan nya.
kali ini aKila adalah karyawan magang ditempat pak brian .
siapa sangka ia akan bertemu dengan laki-laki itu.
ya,sudah 2 tahun lebih, semenjak kejadian itu.
kejadian yang memalukan itu.
saat laki-laki itu memaki dirinya dijalan raya.
"huftt..apes banget si,aku ." kata akila terlihat lesu.
ia menghembuskan napas kesal.
dan mengerucutkan bibirnya.
"non aKila ." panggil salah satu orang dikantor itu.
"ya..saya "ucap akila asal jawab sambil mengacungkan jari.
"kamu dipanggil sama pak brian sekarang,dan beliau sedang menunggu."ucap arga
"iya mas, saya datang ."kata akila gugup.
akila menelan ludahnya.
ia menggigit bibirnya.
berdiri mematung sejenak.
hingga arga bingung dibuatnya.
__ADS_1
"non,haloo.." ucap arga melambaikan tangan didepan mata akila.
"ee..iya mas,kenapa ." akila linglung.
"kamu gak apa-apa ,kok bengong gitu,ayo saya antar keruangan beliau." ucap arga.
"iyaa..mas ." akila tersenyum kecut pada arga .
"kamu gugup? " tanya arga tersenyum dan menatap akila.
"ng..gak kok mas, saya hanya sedikit gerogi." ucap akila menunduk.
"ya ampun ,udah ayo buruan,nanti pak brian nunggu kelamaan."ucap arga.
"mas,mas arga antar sampai sini aja ,biar saya kesana sendirian." ucap aKila.
"oh,gitu ,iya baiklah , hati-hati ya ." arga mengulum senyum ramah.
"hmmm,iya mas ." akila membalas senyuman arga.
lalu kakinya melangkah menuju ruangan brian.
deg,deg,deg.
bunyi jantung aKila semakin kencang.
akila menata ulang napasnya.
lalu
ia memberanikan dirinya masuk.
"permisi." ucap aKila ramah.
"iya masuk ." jawab Suara yang ada didalam.
"maaf pak , bapak panggil saya." ucap akila menunduk.
dan laki-laki itu masih memunggungi akila .
''iya "brian menoleh kearah akila sambil memutar kursinya.
"kamu."mata brian terbelalak.
"iya,saya pak ." kata akila berusaha tenang dan tak menampakkan wajah cemas atau takut.
" kamu kan wanita yang dulu pernah menabrak aku , dan membuat seragam aku kotor." Brian bangkit dari duduknya .
"gara-gara kamu ,aku harus kehilangan project aku." Brian menatap akila dengan tatapan marah.
"ckkkckkkk.."Brian berdecak .
" soal itu,saya minta maaf , lagian itu udah 2 tahun lebih .'' kata akila membela dirinya .
"apa kamu bilang ,udah 2 tahun lebih ? hmmm,enak banget kamu bilang gitu ya." Brian memaki akila.
"aduhh..bapak kalau mau marah silahkan aja,tapi saya mohon jangan pecat saya,saya butuh kerjaan ini." akila mengatupkan kedua tangannya.
permintaan damai!!
" hmmmm,gimana ya." Brian menimang dagunya.
ia berpikir sejenak .
" please,saya mohon." akila menunjukan muka memelas,ia mendekati wajah Brian.
"saya mohon " kata akila memegangi jemari brian.
Brian mengernyitkan dahinya.
" oke..saya tidak akan ungkit itu ,karena itu masalah udah lama ,dan udah 2 tahun lebih."ucap Brian.
"asal ..." brian menghentikan ucapannya.
ia melirik kearah akila dengan pandangan mesum.
"asal apa ?" kata akila penasaran.
"asal sebagai gantinya kamu harus memenuhi semua permintaan aku ,dan tak bisa menolak , apapun itu." ucap brian dengan tegas dan lugas.
"gimana.? " ucap brian membuat penawaran.
"okee.." ucap akila seraya mengulurkan tangannya.
pada Brian
"okee.." kata Brian menjabat tangan akila.
"baiklah, kamu boleh pergi." kata Brian.
"baik,saya permisi." ucap aKila.
ia melangkah keluar
Brian menatap akila dengan tatapan jahil.
"dunia ini memang sempit." Brian menggeleng pelan.
ia menyenderkan punggung dikursi empuknya.
tampak memutar otak untuk melanjutkan aksinya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...