
akila menyisir rambutnya yang masih basah.
ting tong... ting.. tong..
terdengar bunyi bel didepan.
akila terkesiap.
"siapa yang datang jam segini." pikir akila heran.
ia bangkit dan berjalan kedepan .
membuka pintu gerbang.
"Anda.." ucap akila terkejut.
"iya ini aku, rio."ucap Rio tersenyum.
"ada urusan apa anda datang kesini." tanya aKila singkat.
"aku mau mastiin , kalau kamu adalah wanita yang hadir dialam bawah sadarku saat aku koma." ucap Rio antusias.
"apa!! jangan kepedean anda." kata akila ketus
"duhh,please Jangan terlalu formal dengan ku saat diluar.
Rio tersenyum tipis.
"maaf ada kepentingan apa anda kesini." tanya aKila singkat.
"boleh aku duduk." kata Rio.
"ya ,tentu silahkan." sahut akila rambutnya terurai.
"hmmm ," Rio mengangguk.
lalu mendarat kan bokong nya dikursi.
"ehmm , tentang peristiwa kecelakaan beberapa bulan yang lalu,aku minta maaf ." kata Rio menatap akila.
"kecelakaan? maksudnya " akila terlihat bingung.
"maksud ku ,aku gak sengaja hampir menabrak kamu waktu itu, karena waktu itu aku sedang mabuk." tutur rio serius sambil mengatupkan kedua tangannya.
"ohh ,itu bukan salah anda, sebenarnya itu murni kesalahanku karena aku tidak fokus ketika menyebrang jalan.mataku tertuju pada ponselku ,jadi akhirnya aku keserempet mobil bapak."ucap akila canggung.
'' gak,itu juga salah aku.'' ucap rio tak mau kalah.
''gak,itu salah saya pak.'' ucap akila ngotot.
"baiklah,baiklah,karena kita sama-sama salah , bagaimana kalau malam ini aku traktir kamu makan." tawar rio antusias.
''makan? a-apa ini gak berlebihan." akila gugup .
ia tak pernah mengira jika rio akan mengajak makan malam dengan nya ,berdua?,hanya berdua saja.
OMG!!
"ahhh yang benar saja." rutuk akila dalam hati.
"heii,saya serius,ayo kita pergi sekarang." ajak rio menatap akila lurus.
"aku,aku gak pantas diajak makan malam sama bapak,ntar dikira aku pembantu bapak lagi.'' akila merendahkan dirinya.
"gak apa-apa,kita pergi sekarang aja,kamu ngomong apa si,mana ada pembantu secantik ini,ngaco !! '' rio terkekeh pelan.
"ya kali aja pak.'' akila tersenyum malu.
'' udah,ayo kita makan sekarang,biar pulangnya gak kemalaman.'' ajak rio pada akila .
'' e..aku ganti baju dulu ya,tunggu sebentar.'' akila masuk kedalam kamar dan rio menunggu diruang tamu.
5 menit kemudian,
akila keluar dari kamar nya.
rio tersenyum
"kita jalan sekarang." rio tampak gugup dan salah tingkah.
"e-iya ." akila tersenyum
"oke,." rio mengulum senyum
tiba-tiba keduanya jadi salah tingkah.
entah,
ada perasaan yang beda didalam hatinya.
akila masuk kedalam mobil.
"jadi kamu yang menguntit aku dari tadi sore ya.." akila mengamati mobil rio.
"hmmm,aku ingin memastikan jika kamu beneran tinggal disini."kekeh rio.
" ishh...apaan si,memangnya ada tampang aku seorang penipu." omel akila.
__ADS_1
"ya,kali aja." rio terkekeh.
tiba-tiba saja mereka jadi lebih akrab.
"gakk lahh.." elak akila, akila menatap kejalanan.
"pakai sabuk pengaman nya." titah rio.
"iya pak " akila mengangguk pelan.
padahal,hari ini adalah pertama kalinya ia jalan dengan rio.
tapi akila langsung dekat dan nyambung jika ngobrol dengan laki-laki itu.
tetapi,
akila tak mau memikirkan soal laki-laki,baginya hidup dengan diri sendiri jauh lebih baik dan menyenangkan.
jadi dia tetap ingin membatasi diri dari laki-laki manapun.
...----------------...
23:00
"akila ,kita pulang sekarang yuk.." ajak rio.
"iya pak." sahut akila,ia mengangguk.
rio dan akila masuk kedalam mobil.
setelah mereka makan dan jalan-jalan , mereka langsung pulang kekontrakan aKila.
25 menit kemudian,
"akila,kita Udah sampai." ucap rio tersenyum.
"ohh iya ,aku sampai lupa jika aku udah sampai,dan harus pulang." elak akila tersenyum garing.
"hmmm,apaan si" rio terkekeh.
akila langsung turun dari mobil .
tapi rio meraih tangan akila.
"aku masih ingin ngobrol dan bercanda sama kamu." ucap rio serius.
"t-tapi,ini udah malam,aku gak enak sama tetangga." akila membuat alasan.
"hmmm,baiklah, bisakah kita sering bertemu jika aku ingin." kata rio menatap akila.
"yaudah bapak hati-hati.'' pesan akila.
"iya,terimakasih." rio mengulum senyum.
seraya melambaikan tangan pada akila dan bergegas pergi.
akila menatap mobil rio untuk beberapa saat.
"huftt!!!" akila masuk kedalam dan mengunci semua pintu.
takut rio,atau siapapun menyelinap masuk.
...----------------...
PAGI MENJELANG
akila memicingkan matanya,
ia melirik kearah jam dinding.
06:00
ia meraih ponselnya.
23 panggilan tak terjawab
mata akila terbelalak.
"astaghfirullah!! arga, seharusnya aku tadi malam bertemu dengannya ." seru akila dramatis.
ia menghela napas kesal.
merasa bersalah, dengan apa yang telah dilakukannya pada arga.
"oh ya ampun,arga pasti marah,karena aku gak datang nyamperin kesana." akila mengerucutkan bibirnya.
ia bangkit dari ranjangnya dan bergegas mandi .
5 menit kemudian,
akila telah rapi dengan baju kerjanya.
seperti nya pagi ini akila, akan menghampiri arga di rumahnya.
akila menatap dirinya dicermin .
"aku harus buru-buru." lirih akila sembari meraih tas Selempang nya.
__ADS_1
"ya ampun kok aku bisa ya ,lupa kalau aku ada janji dengan arga." akila menaiki taxi dan bergegas pergi .
mungkin mau menghampiri arga dirumahnya.
dengan bantuan GPS ,akila memberikan instruksi pada supir taxi.
"nahh ,kita udah sampai." ucap aKila pada supir.
akila menyerahkan uang lembaran seratus ribuan.
"kembaliannya ambil saja pak." ucap aKila sambil berlalu.
"baik non,makasih." supir itu tersenyum dan akila langsung menghampiri sebuah rumah yang sederhana ,tapi sangat minimalis.
didepan ada sebuah garasi Yang terdapat satu unit mobil dan 2 buah motor matic. satu lagi motor yang biasa arga bawa saat berangkat kekantor .
berplat H 412G4.
"uhmmm,masih sepi ,arga belum bangun apa ya" kata akila dalam hati dan menyisir anak rambutnya kebelakang dengan jarinya.
tangannya meraih bel .
ting..tong..ting... tong.
tak lama , keluar seorang wanita paruh baya .
dengan kacamata silinder nya .
ia tampak bergegas keluar dan segera membuka pintu gerbang .
"maaf , cari siapa ya." ucap wanita itu.
tersenyum.
"ibu, mas arganya ada ? saya teman kerja mas arga ,ada kepentingan soal kerjaan jadi saya mampir Kesini."tanya aKila sopan ,wanita itu mempersilahkan masuk.
akila melangkah kedalam perlahan,
matanya tertuju pada bingkai foto yang terpajang di atas meja kecil di ruang tamu .
seorang wanita bersanggul disamping nya ada laki-laki berkacamata kira-kira hampir 60 tahunan.
didepan mereka ada anak kecil laki-laki dan perempuan.
tersenyum manis
keluarga yang bahagia , batin aKila.
"nak aKila, " seru wanita itu mendekat pada akila
"iyaa bu, bagaimana ? ,arga udah bangun " akila mengangkat alisnya .
"udah,dia lagi mandi , katanya kamu suruh masuk dan ambil berkas nya di meja nya ." kata wanita itu tersenyum.
"ohh,baiklah " akila naik keatas ,menghampiri kamar arga .
perlahan akila melangkah,ia membuka kamar arga .
krettt...
kamar yang bagus,untuk seorang arga.
wangi , bersih, dan rapi.
disana terlihat beberapa buku yang tersusun rapi didalam rak buku minimalis yang terbuat dari kayu jati berukir .
ia tersenyum,
lalu bangkit dan meraih foto arga yang masih kecil .
konyol!!
batinnya.
tanpa sadar arga sudah berdiri dibelakang akila.
"ehemmmm.."arga berdehem kecil.
akila langsung menoleh kearah nya.
sial!!
mata akila meleleh, melihat dada bidang arga dengan rambut yang masih basah dan setengah telanjang itu.
perutnya yang seperti roti sobek .
"ahhhh.." batin aKila bergejolak .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
halooo..halooo...
selamat membaca semoga suka.
dan jangan lupa like and vote..🙏🙏🙏🙏
__ADS_1