
didalam mobil.
"akila kau tak apa-apa daritadi aku perhatikan kamu tampak murung " ucap arga pada akila yang masih berlarut dalam lamunan nya.
"ohh aku gak apa-apa mas." akila tersenyum kecut.
"okee,,ceritalah jika ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu." ucap arga menoleh pada akila.
"gak ada,hanya saja aku seperti kurang enak badan mas." akila berkilah.
"hmmm yaudah ,kamu tidur aja ,toh kita masih lama perjalanan nya."ucap arga sambil terus fokus pada kemudinya.
"hmmm,." akila menyenderkan kepalanya dijok mobil.
ia memejamkan matanya perlahan
tapi ia tiba-tiba ingat ucapan byru.
akila berdecak .
hingga membuat arga kaget.
"kenapa ,bantalnya kurang empuk ya." kata arga mengernyit.
" gak kok mas ." akila memalingkan mukanya pada jalan dan ia mencoba memejamkan matanya lagi.
hingga ia tak sadar rupanya ia sudah sampai dikota T .
matanya terbuka mencoba melihat pada sekeliling.
ia langsung menoleh pada posisi arga .
tapi arga tak ada .
"kemana dia " pikir akila heran,
tak lama arga datang dengan 2 botol air mineral.
"nih,kamu pasti haus " kata arga menyodorkan botol.
"ohh, kamu habis beli minum aku pikir kemana." akila menguap dan menggeliat.
tiba-tiba mata arga tersenyum melihat akila menggeliat.
"kamu kenapa mas " ucap akila memerah.
"aku terkesima pada bidadari yang habis bangun tidur dan menggeliat didepan mataku ,seksi..! " ucap arga terkekeh.
"ihhh , apaan si,gombal banget ." akila tersipu ia memalingkan wajahnya ke jalan.
tangannya membuka botol mineral dan menenggak nya.
glekkk..glekkk..
'' mas,aku mau langsung pulang aja lah ,capek." akila menatap lurus arga
"oke,aku antar kerumah ya." arga menutup pintu mobilnya.
dan menyalakan mesin.
dermmmm..
mobil pun Melaju membelah jalanan kota T .
akila menyenderkan lagi kepalanya.
"akila ." tiba-tiba arga membuka obrolan.
"mmmm." sahut akila mendongak.
"lusa jadi ikut aku ke gunung gak nih." tanya arga pada akila
"mmm ,jadi dong " kata akila tampak semangat.
"asyik..." arga bersorak gembira.
"ehhh,tapi apa kamu udah beli perlengkapan buat naik kegunung.? " tanya aKila mengernyit
"udah,tenang aja ,beres..!! "'kata arga tak kalah semangat.
"okee,berarti aku tinggal beli sandal gunung dong,aku gak punya sandal gunung soalnya ." akila mengerucutkan bibirnya.
"gak usah,aku udah belikan kamu sandal gunung ,aku beli 2 satu buat aku ,satunya lagi buat kamu." ucap arga
"hahh..seriusan? ihh kamu baik bener sii.." akila mencubit pipi arga dengan gemasnya.
"awwhh..sakit tahu." arga memerah karena cubitan dari akila.
"ihh lucunya,mukanya merah kayak bayi.."goda akila tertawa lepas.
"iya dong,aku kan imut kaya bayi." kata arga dengan pedenya.
"iya,kamu emang kaya bayi ,tapi bayi gorila.." kata akila setengah memaki.
"ihhhh..kok bayi gorila sii,jahat..!! " arga menggerutu.
"hahaaa habisnya kamu kepedean..wkkk..'' akila cekikikan.
"Biarin weeee.."arga menjulurkan lidahnya.
semua tertawa lepas.
hingga mereka tak sadar jika sudah sampai didepan kontrakan akila.
"wiihh,kita udah sampai nih."kata akila.
__ADS_1
"iya nih tumben cepet ,lagi asyik bercanda malah udah sampai, gak asyik ahh..." ucap arga tak bersemangat.
"ihhh,apaan si , bercandanya buat besok lagi aja ,ini kan udah hampir Maghrib ,kita masuk kedalam yuk ,biar aku bikinkan kopi." tawar akila.
"boleh ,siapa takut." arga terkekeh.
"yaudah,bawa semua barang masuk,kita habis kondangan kaya habis ngerampok aja ya , oleh-oleh segini banyak."celetuk akila.
"ye...,nih anak, bukanya bersyukur dikasih jajanan banyak kaya gini ,mereka kan tahu kalau kamu anak kos-kosan ,jadi mereka tahu kalau kamu gampang lapar." semprot arga.
"ihhh, sembarangan,biar kata aku anak kontrakan,aku juga gak kere-kere amat kali." akila mengomel pada arga.
"hihihihi,slow down baby,gak usah ngegas gitu juga kali." arga menyeringai lebar.
"udah ah,tolong bantuin bawa barang nya."pinta akila
"iya ,baik nyonya." ejek arga.
"ihhh.."akila melototi arga dan hendak memukul arga.
"iyaa ,ampun nyonya " kekeh arga sambil berlalu pergi dari hadapan akila.
akila hanya menggeleng pelan.
lalu ia kembali ke bagasi mobil mengambil barang yang masih tersisa.
"akila ,apa masih ada barang yang belum kebawa ."tanya arga memastikan.
"gak mas,ini yang terakhir." ucap aKila sambil kewalahan membawa barang bawaan nya.
arga yang melihat itu sontak ketawa-ketiwi.
"habis ngerampok dimana bu." ledek arga sambil terus cengengesan.
akila hanya memonyongkan bibirnya .
"awas loe ,gue bales entar." maki akila dalam hati.
sambil terus berjalan membawa barang.
"awas,awas,pelan-pelan nanti kalau rusak ganti rugi loh." cibir arga pada akila.
akila hanya menahan supaya tak emosi.
"terus-terusin aja ledekin , lihat aja ntar." akila membatin.
"huftt...berat juga nih barang ,isinya apa coba." ucap aKila sambil menyeka keringat nya.
arga masih sibuk dengan ponselnya .
dan akila punya ide untuk menjahili arga.
"mas mau bikin minum ." ucap akila Setengah teriak dari arah dapur.
akila membuat kopi untuk arga dan dirinya.
dari arah dapur terlihat akila membawa nampan berisi minuman.
"nih , mumpung aku lagi baik ,diminum ya , sampai habis." ucap aKila semangat.
"okee...okee..santai aja ,bakalan aku habisin kok." ucap arga sambil asyik dengan ponselnya.
akila tersenyum jahil .
entah apa yang dilakukan akila pada minuman arga.
arga keheranan melihat akila yang senyum-senyum sendiri.
"ngapain loe , ketawa ketiwi kaya orang gila gitu." sergah arga.
" gak kok,udah, jangan banyak tanya minum cepat ,biar kamu cepet pergi dari sini." perintah akila setengah sewot.
"iya..,iyaa..aku minum kok."arga menyesap kopinya.
puftttt!!!!
arga tiba-tiba menyemburkan kopinya.
"kopi apa,ini kok asin gini." arga melepehkan minuman nya.
ia mengernyitkan dahinya.
"ckkkckkkk ,kopi cap upil, eh bukan cap garam dapur maksud nya ," akila melotot pada arga dan menyembulkan tawa .
"what!! kamu ngerjain gue ya,awas loe ya." maki arga dan hendak memukul akila tapi akila dengan sigap menangkisnya.
"suruh siapa jahil sama aku,jadi gini deh..." akila terbahak,dan tertawa puas
"siall..!! " arga menyeringai dan membopong tubuh akila Serta melempar kannya kesofa.
brakkk...
" auwwww sakit.." ringis akila.
"syukurin.." maki arga tersenyum puas.
"hmmm ,ya,ya, kita impas." akila mengerucutkan bibirnya
arga hanya tersenyum memandangi wajah aKila saat ia cemberut.
cantik!!
gumamnya.
"hehh,, ngapain loe lihatin gue kaya gitu." ungkap akila menyolot.
__ADS_1
"gakk ,siapa juga si yang lihatin loe,kepedean amat." arga berusaha mengelaknya.
"ya udah,habis maghrib loe pulang deh,aku mau istirahat , capek banget soalnya." ucap aKila seraya memijat tengkuk nya perlahan.
arga yang melihat itu langsung menarik lengan akila dan memposisikan tubuh akila senyaman mungkin.
"kamu mau apa mas." kata akila terlihat gugup.
"udah diam saja, aku mau mijitin kamu ."ucap arga tersenyum.
lalu menempel kan tangan nya pada tengkuk aKila.
pelan tapi pasti arga memijat tengkuk aKila.
akila hanya diam sambil menikmati pijatan arga.
"hmmmm..kamu jago mijit juga." kata akila.
"iya,lah,bukan hanya jago mijit, tapi juga jago yang lainnya." kekeh arga.
"masa sii...'' ucap akila tak percaya.
"iyaa lah,kalau tak percaya boleh dicoba kok." arga mencibir .
"ogah ahh.." kata akila dengan nada ejekan.
"akila..." kata arga menatap akila lebih dalam.
"iya mas ."akila menatap arga.
"aku sebenarnya suka sama kamu,dan ingin kamu jadi pacarku." kata arga mengungkapkan perasaan nya.
"apa..!! "akila menatap arga dengan kaget.
" tapi kita baru aja kenal mas,dan aku lebih nyaman jadi sahabat kamu." kata akila berusaha menolak arga dengan halus.
"tapi akila...aku sayang sama kamu, sayang banget." arga memerah menahan rasa itu.
ia menatap akila lekat-lekat.
"aku sayang sama kamu tak peduli apapun itu akila." ucap arga memeluk akila dari belakang.
ia mengecup rambut akila.
akila hanya terpejam menikmati momen itu.
entah apa yang merasuki arga.
hingga ia dengan lancangnya me***** gundukan kembar milik akila.
"mas , jangan gila kamu." kata akila mencoba memberontak.
tapi akila tak bisa melepas dekapan arga.
malahan arga semakin kesetanan
hingga tangannya semakin lihai bergerilya kesana kemari.
sesekali akila meracau menahan rasa yang begitu bergelora .
mendengar akila *******h arga langsung membalikan badan akila dan ******* bibir akila sampai habis.
akila meremas pundak arga.
"kenapa sayang." ucap arga disela cumbuannya.
"aku gak mau kita lakukan ini." ucap aKila.
"sudahlah, jangan banyak bicara." arga ******* telinga aKila.
akila semakin mabuk kepayang.
hingga arga semakin memanas dan tak kuasa menahan gejolak nya.
ia langsung menindih akila
dan menghujaminya dengan kecupan .
"mas,jangan lakukan itu." kata akila merengek
"kamu tenang saja sayang." ucap arga.
sambil menempelkan junior nya, tanpa melakukan penetrasi .
"shitt!!'' arga mendapat ********n .
"mas, c*l*na mu basah." ucap aKila sambil mendorong tubuh arga .
"maaf akila,aku gak sengaja melakukan ini." kata arga penuh penyesalan.
ia bangkit dan menjambak rambutnya.
"gak apa-apa mas." akila membenarkan roknya yang tersingkap.
kini keduanya saling duduk berdampingan.
"besok-besok kita coba yang lebih hot ya.."kata arga setengah berbisik ditelinga akila.
"ihhh apaan si kamu." akila terlihat jutek
"iya lah,kalau kaya gini sakit tahu, punyaku tergesek."kata arga mengernyit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1