
DIKANTOR AKILA
rumor kedekatan rio dan akila langsung tersebar luas.
baik dikalangan masyarakat biasa maupun kaum pebisnis muda di belahan kota .
banyak yang memperbincangkan tentang itu semua.
Sampai aKila merasa tak nyaman dengan itu semua.
[ mas ,kamu udah lihat berita di televisi.]
[ iya ,udah ,kenapa akila..]
[ aku gak nyaman dengan keadaan ku yang Sekarang.]
[ kita bicarakan ini nanti malam ,kita ketemu dicafe ya..]
akila menghela napasnya.
begini rasanya punya hubungan dengan orang yang punya nama besar.
tak nyaman,banyak paparazi yang mengintai.
akila menatap langit-langit kantornya.
padahal hubungannya dengan pak Rio hanya pura-pura ,tapi,semua orang mengira mereka pacaran sungguhan.
akila tak habis pikir,berhubungan dengan orang-orang kaya hanya membuat hidupnya tak bebas dan serba diawasi.
akila mengedikan bahunya,ia menghela napas panjang.
"coba saja ada arga disini." batin aKila bergumam,tanpa sadar ia merindukan sosok arga.
cling....
sebuah notifikasi pesan dari nomor tak dikenal.
[ akila ,aku sudah lihat berita terbaru di sosmed,selamat ya ,kamu udah menemukan cinta sejatimu.]
akila membaca pesan itu ,
"ini pasti arga.." batin aKila
[ selamat untuk apa ,ini gak seperti yang orang-orang katakan.]
[ hmmm,masa si,aku ikut senang , setidaknya,aku tahu dan sadar bahwa hatimu bukan untukku.]
"oh ya tuhan,apa Yang harus aku lakukan." akila menghembuskan napas kesal.
karena chat dari arga barusan.
ia melempar ponselnya keatas meja.
entah apa yang harus dia lakukan.
...----------------...
DICAFE
[ akila ,aku udah didepan cafe ,tempat kita janjian.]
5 menit kemudian,
[ iyaa mas, OTW.]
akila bergegas dengan dress selutut nya ,sepatu flat warna kulit.
ia memoles lipstik pink dibibirnya.
tinn..tinnn.
suara taxi online didepan rumah akila.
akila langsung keluar menghampiri taxi.
"silahkan naik non."ucap supir itu.
akila mengangguk pelan.
20 menit kemudian,
"kita udah sampai non," ucap supir taxi membuyarkan lamunan aKila.
"ohh iya pak..,makasih ya ." akila menyerahkan uang ongkosnya pada supir lalu ia turun untuk menemui rio didalam cafe.
*secret garden cafe *
mata akila mencari sosok rio berada.
ia menyusuri tiap sudut ruang.
tak ketemu dengan yang namanya rio Antoni .
"dimana pak rio,kok gak ada." batin aKila bergumam.
matanya menyusuri tiap sudut ruangan.
clinggg...
[ aku didekat jendela akila.]
akila langsung mencari meja yang terletak dekat dengan jendela.
"ohh disitu rupanya, " akila tersenyum,rio melambai ke arah akila.
akila membalas senyuman itu.
rio selalu nyaman melihat senyum akila.
__ADS_1
hmmm ,apa ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama.
wkkk...
akila menatap rio dengan tatapan lembut.
"udah lama nunggu mas.." tanya aKila dengan nada khasnya.
rio menggeleng.
"gak kok,baru 15 menit yang lalu,kamu naik taxi kan..? " tanya rio memastikan.
"iya mas,aku naik taxi ,mau naik apa lagi,aku gak punya gerobak." canda akila ,rio terbahak mendengar ucapan akila barusan.
"konyolll!! "oceh rio pada akila.
akila tersenyum lalu duduk didepan rio.
"kamu mau pesan apa? " rio mengangkat alisnya sambil membuka buku menu.
"mmmmm, aku pesan yang kayak mas aja.." ucap akila.
"pesan yang kayak aku..? ,mana ada" rio manyun .
akila terkekeh.
"gak,bercanda kok." rio menggeleng.
tanpa sadar mereka cekikikan.
"ihh ,udah ahh, buruan kita pesan apa? " akila mengerucutkan bibirnya.
"iyaa dehh, aku pesan ice lemon tea aja,pancake banana orea,kamu apa."rio mengangkat wajah nya.
"aku pesan hot lemon tea aja,bibirku lagi sariawan." tutur akila sembari menahan sakit dibibir nya.
rio menatap akila.
"kamu sariawan ? " akila mengangguk.
"hemmm,perih rasanya."keluh akila.
rio merasa bersalah mendengar jawaban akila
"sejak kapan sariawan." rio menatap akila
"sejak kemarin malam , pulang dari pesta kamu." akila menjawab dengan polosnya.
rio menarik sudut bibirnya.
"maaf ya,aku reflek waktu itu,." rio mengusap lembut bahu aKila
deggg!!
jantung aKila berdetak kencang.
akila merasa gugup.
"gak apa-apa mas.." tiba-tiba pelayan datang mengantar pesanan mereka.
akila dan rio menghentikan obrolan sejenak.
setelah pelayan pergi meninggalkan mereka ,akila dan rio melanjutkan lagi obrolan nya.
"akila,bisakah kita sering bertemu,aku akan sering berkunjung menemuimu ketika senggang." rio menatap akila sejenak.
akila terlihat gugup dan melongo mendengar ucapan rio barusan.
"gimana?" akila mengangkat alisnya.
"aku ingin kita sering bertemu,apa kamu bersedia." ulang rio.
"hmmm ,ya tentu saja,kenapa tidak" akila menjawab dengan asal
rio terkekeh .
"kamu lucu." celetuk rio menahan tawa.
akila sedikit memerah mendapat pujian dari rio.
"aku lucu? ,itu lah yang ibuku katakan setiap hari waktu aku masih kanak-kanak." kekeh akila.
"hehe,bisa aja,." rio menyesap minumannya
"nanti kita mampir apotek ya,beli obat sariawan untuk mu." ucap rio tiba-tiba.
"mmmm ,gak usah repot-repot mas,aku bisa beli sendiri."tolak aKila secara halus.
"gak apa-apa, itung-itung aku tanggung jawab ,kamu terluka juga Karena aku." ucap rio melirik kearah akila.
akila tersenyum ,
"baiklah,terserah kamu aja mas.."
rio menganggukan kepalanya.
beberapa menit kemudian,
mereka asyik ngobrol hingga lupa waktu.
"akila ,ini udah larut,kita pulang yukk.."ajak rio yang tersadar bahwa mereka keasyikan ngobrol sampai larut malam.
"wahh ,kita lupa waktu ya mas,maafkan aku ya.." akila merasa tak enak hati.
"gak apa-apa akila ,aku suka kok, berlarut-larut sama kamu."gombal rio pada akila.
"ihh,apaan si , gombal tahu."mereka tertawa bersama.
"aku ambil mobil dulu ya.." ucap rio
__ADS_1
"iya mas,aku tunggu disini aja." ucap aKila tersenyum.
akila memandang langit, begitu indah, dipenuhi kemerlip bintang .
cuaca malam ini begitu bagus.
tinn.. tinnn...
suara klakson mobil rio mengagetkan akila.
"ayo masuk nona." goda rio dari dalam mobil.
akila hanya menggeleng, melihat tingkah rio.
kemudian,
ia masuk ke dalam mobil.
"pakai sabuk pengaman nya." titah rio.
"iya mas,aku pakai ."akila memasang safebeltnya , sementara rio menyalakan mesin mobil nya.
dermmmmmm...
mobil rio melaju dengan kecepatan sedang
membelah jalan menuju kontrakan akila.
20 menit kemudian,
"kita udah sampai mas,makasih ya.." ucap akila tersenyum pada rio.
rio mengangguk.
"iya sama-sama akila,jangan lupa , bibirnya dikasih obat ,biar sembuh ." titah rio.
"iyaa ,nanti aku obati kok mas , tenang aja." akila meraih tasnya.
"aku masuk ya mas,daahh...." pamit akila.
"hemmm ,okee.. hati-hati yaa.."pesan rio
"iya, kamu juga mas,udah larut malam , nyetir nya pelan-pelan." rio mengangguk, entah,rasanya senang diperhatikan akila.
tinnn..tinn..
Rio mengkode dengan klakson , kemudian mobil rio meninggalkan akila.
akila membuka pintu gerbang dan langsung masuk kedalam kamarnya.
"huftt.. badanku lengket banget ,aku berendam dulu kali yakk.." lirih akila , sembari mengibas-ibas bajunya.
brakkk..
akila melucuti semua pakaiannya.
dan segera masuk kedalam kamar mandi.
byukkkk..
dia menghempaskan tubuhnya diatas bathup , matanya terpejam menikmati sentuhan air hangat yang menempel ditubuhnya.
rileks!!
20 menit kemudian,
akila membuka matanya,ia begitu asyik bermain air hangat dan gelembung-gelembung sabun mandi.
tak terasa sudah 20 menit ia disana,didalam kubangan sabun mandi.
byurrr..byurr..
ia membilas tubuh nya perlahan-lahan.
setelah itu ,ia langsung meraih handuknya dan menyeka seluruh tubuhnya.
krettt...
pintu terbuka ,akila keluar dengan lilitan handuk.
cling..
sebuah pesan masuk ke ponsel nya.
rio
[ akila ,kamu lagi apa,udah tidur apa belum ]
[ belum,aku habis mandi ,ini baru mau pakai baju.]
[ ohh ,baiklah ,kamu pakai baju dulu ,kita lanjut nanti, selamat malam]
[ okee]
akila meletakkan ponselnya dan segera mengeringkan rambutnya.
dengan hair dryer.
ia pun segera mengolesi bibir nya dengan obat sariawan yang tadi sempat ia beli diapotek.
tanpa sadar ,ia memegang bibirnya dan membayangkan ketika ia berciuman dengan rio.
" ya tuhan, perasaan apa ini.." batin aKila,
seketika akila segera menepis angannya," lebih baik aku tidur saja." akila menghempaskan tubuhnya diatas ranjang ,dengan tubuh masih polos.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
haiii...haii.. jangan lupa like , vote,buat yang udah baca..and kalau bisa favorit.🙏🙏🙏🙏