
Keesokan harinya,
akila menatap langit-langit kamarnya,
ia mendengar suara anak kunci diputar dan suara mobil box melaju .
"pasti ayah udah berangkat ke kebun nya,untuk memanen tembakau." batin aKila bergumam.
ia menggeliat pelan dan membuka korden jendela nya .
"ahhh masih sangat gelap." batin akila
perjalanan kekebun tembakau memakan waktu sekitar 45 menit dari pemukiman warga sekitar desa bulaksari.
bagi pak aji beliau harus bekerja lebih awal karena , beliau harus melakukan prepare .
para buruhnya datang jam 6 pagi pulang jam 3 sore.
tergantung dari kondisi panen .
jika panen tembakau nya banyak mereka pasti pulang lebih sore ,jika sedikit , mereka bisa pulang lebih awal.
begitulah keseharian mereka dikebun milik pak aji.
pukul 06:00
para buruh yang bekerja di kebun milik pak aji berdatangan.
total keseluruhan buruh pak aji ada 5
mereka saling menggantikan satu sama lain.
jika si A mau makan atau mau sholat si B yang gantiin kerjanya.
begitu seterusnya sampai selesai.
bagi mereka kebun tembakau adalah rumah kedua mereka setelah keluarga.
bila masanya panen tiba mereka akan mendapatkan bonus tambahan karena mereka lembur sampai jam 12 malam.
tapi bagi mereka pak aji udah seperti saudara,dan mereka selalu bersama-sama baik suka maupun duka.
beberapa jam kemudian,
pak aji menghampiri mereka semua yang sedang asyik melakukan pemotongan dan pengikatan pohon tembakau.
" pak,bu , istirahat dulu." ucap pak aji pada para buruhnya.
"ohh,iya gampang nanti pak,ini lagi nanggung." ucap salah satu pegawai nya.
pak aji tersenyum dan mengangguk .
"ini saya bawakan makan siang, lauknya banyak , kebetulan anak saya lagi disini,jadi ia bisa memasak buat kita semua." ucap pak aji terkekeh.
"wah,mantap itu pak,anak yang masak , pastinya enak." kata bu melur yang sedang asyik mengunting batang tembakau.
"heemm,itu betul ,anak saya mah udah pada jauh,jadi kita harus bekerja dan cari makan sendiri." timpal bu surti tertawa geli.
"hmmm ,ibu bisa aja." sahut pak aji tersenyum garing.
"boleh dong pak , besok anak gadisnya dibawa kesini,kenalin sama kita." ucap bu melur.
"ohhh,ya coba besok saya akan tanya sama anak,mau apa gak kesini , ikut ayahnya kekebun tembakau." sahut pak aji tersenyum tipis.
lalu beliau pun pamit karena ada urusan dengan rekannya.
di daerah kota K.
...----------------...
DIRUMAH AKILA
"bu,ayah jam segini belum pulang." tanya aKila penasaran.
"ohh,tadi ayah telepon ibu,katanya beliau mau ketemu temannya di daerah K untuk mengirim pesanan tembakau kering yang siap diolah."sahut bu ningrum
"ohhh..gitu, yaudah,ibu mau makan sekarang." tanya akila menawarkan.
"hmmm ,iya nak.." jawab bu ningrum.
"baiklah,akila akan siapkan nasi tim buat ibu." kata akila bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"iya nak.."bu ningrum bersyukur ada akila disini ,ia mengurus kebutuhan ibunya dan adiknya dengan baik.
***
KANTOR AKILA
dikantor akila ,arga kesepian karena ia tak ada teman untuk makan dan curhat .
ia menghembuskan napas kasar.
"hmmmm, coba aja aKila ada disini pasti aku tak kesepian." ungkap arga menghela napas nya .
tiba-tiba ponselnya berdering.
[ bos bryan]
"halo bos." sapa arga ramah dan sesekali memainkan bibir nya
"(.....)"
"ohhh,oke bos,harus sekarang."mata arga membulat.
ia memilin janggutnya.
panggilan pun terputus.
tut...Tut...
"akila,kini tugasku bertambah sejak kamu pulang kampung." arga mendengus.
ia menekuk mukanya.
...----------------...
4 HARI BERLALU
" akila , sayang, kamu gak keberatan kan lihat tempat kerja ayah barusan." kata pak aji tersenyum.
"ya ampun yah,ya gak lah,aku udah terbiasa dari kecil udah berjibaku dengan tembakau ayah,anggap saja akila liburan ." ucap aKila tersenyum manis.
"mmmm tapi ,kan kamu udah lama kerja dikota dan terbiasa dengan kemewahan." kata pak aji.
"hmmm ,jangan!! pasti nanti suami mu gak mau didesa." kekeh pak aji.
"udah ahh ,ini udah sore ,kita pulang yukk kerumah ,ibu kasihan sendirian ." kata akila pada pak aji.
"iyaa..iyaa ,ayo,kita pulang." pak aji merangkul anaknya.
...----------------...
KANTOR MEYLIA
meylia ,dia tampak sibuk dengan pekerjaannya.
melati temannya, ia memperhatikan dari kejauhan.
"mey, aku kayaknya kemarin lihat aKila sama pak rio jalan deh dirumah sakit." ucap melati.
"ihhh ,masa si,." meylia tak percaya.
ia baru ingat jika akila adiknya , masih di desa tempat tinggal orang tua mereka berdua.
"gakk mungkinlahh,adikku tuh lagi didesa ,dia lagi cuti 1 minggu." ucap meylia.
"ihhh , sumpah ,kayaknya sebelum dia pergi ke desa ,itu udah beberapa hari yang lalu kok." sahut melati.
"hmmmmm,jadi mereka dekat ." meylia tersenyum dalam hati.
"akila ,Kaka setuju kok kalau kamu sama pak rio." kekeh meylia.
kemudian ponsel meylia berdering.
" bentar yaa, aku mau angkat telepon dulu ." pamit meylia.
"baiklah '' ucap melati.
***
seminggu kemudian,
" ibu ,aku pulang kekota lagi ya,ibu hati-hati sama ayah dan juga kamu 2 jagoan,jaga ayah dan ibu ya.." pesan akila pada kedua adiknya.
__ADS_1
bima dan septa mengukir senyum .
"ahhh Kaka,kita juga dari kemarin-kemarin jagain ibu kok." kata bima
terkekeh.
"kalian sekolah yang rajin,belajar yang tekun ,biar jadi orang sukses." kata akila memberi semangat.
"Ok ka, Kaka juga ya , cepetan nikah biar ibu sama ayah punya cucu segera." kekeh septa.
"aihhh.. kalian masih kecil , ngapain mikirin kayak gituan." gerutu aKila
mencubit lengan septa.
"ihhh kaka,sakit tahu." celoteh septa meringis kesakitan .
sambil mengusap-usap lengan yang kena cubit.
"makanya jangan godain Kaka ,kena kan,akhirnya." goda akila tertawa puas.
"udah,udah, jangan bercanda mulu, kapan berangkat nya ? " kata pak aji menyela.
"baiklah,akila berangkat ya yahh.." pamit akila pada ayahnya dan dibelakang ada ibunya memakai kursi roda.
"hmmm,rumah jadi sepi lagi nih.." kata bu ningrum mencibir aKila.
"ahhhh,ibu bisa aja " akila memeluk ibunya sambil mengecup kening ibunya.
"yaa sudah,kamu hati-hati ya, jangan sampai ada yang ketinggalan barang bawaan nya dicek lagi." titah bu ningrum tersenyum mengusap anak rambut akila yang berantakan akibat kena gesekan baju barusan.
"iya bu,ibuku itu adalah wanita yang paling the best pokoknya, akila janji akila akan bahagia in ibu apapun caranya." ucap akila antusias sambil menggenggam tangan ibunya.
ibu ningrum berkaca-kaca saat mendengar ucapan akila barusan.
beliau ingat masa lalu ,saat bram dengan mudahnya mencampakkan akila dan membuat hati anaknya sedih dan kecewa.
mata wanita itu menggenang dan seakan mau tumpah dengan sendirinya.
tapi dengan sigap buningrum menyeka air matanya.
"uppp!! ibu nangis? " akila menatap bu ningrum dan memegangi pipi ibunya.
akila tersenyum dan berkata .
"bu, jangan sedih ,akila jadi ikut sedih,akila harap ibu akan baik-baik saja disini." akila memeluk ibunya lagi.
ada rasa enggan untuk berpisah tapi,mau gimana lagi ,semua demi cita-cita ,akila harus rela dan menerima Semuanya dengan ikhlas dan lapang dada.
suatu hari,akila bermimpi ,akan membuat perkebunan ayah nya lebih maju dan berkembang .
itu janji akila .
suatu hari,itu pasti.
tekad akila dalam hati.
ia menghela napas panjang.
melepas pelukannya, dan mengembang senyum.
akila bangkit dan menenteng tas ransel nya.
"nakkk.." panggil pak aji.
akila menoleh kearah suara itu
"ayah..." akila menghamburkan pelukannya.
sebenarnya ,pak aji enggan melepas kepergian anaknya ,karena beliau tahu ,itu akan membuat luka hati.
tapi ,hari ini,untuk yang pertama kalinya , beliau menguatkan batin nya untuk melihat dan melepas kepergian anaknya.
pak aji tersedu ..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa like vote dan rate.🙏🙏🙏🙏
__ADS_1