
keesokan harinya,
"assalamualaikum..." sapa aKila didepan rumah arga.
krettt...
bu Indri berdiri didepan pintu.
"nak aKila .." ucap bu Indri agak berbeda.
"iya bu, kedatangan akila kesini , pengin tahu kabar mas arga,sudah beberapa hari ini dia gak masuk kerja." akila menatap lurus bu Indri.
"hummmm...rupanya dia juga tak pamit dengan kamu." bu Indri berkerut.
beliau menghela napas.
akila merasa penasaran dimana arga.
ia juga merasa bersalah telah membuat arga marah ,mungkin,atau membuat dia tak nyaman atau apalah.
"bu ,dimana sebenarnya mas arga ,aku khawatir." akila menampakan wajah cemas.
bu indri menatap akila sejenak.
" ayo nak,masuk dulu kita bicara didalam." tutur bu Indri berjalan masuk kedalam rumah.
akila mengekori bu Indri.
"duduklah nak,biar ibu ambilkan sesuatu untuk kamu." akila mengangguk dan menuruti perintah bu Indri .
sementara bu Indri naik keatas.
entah,
apa yang beliau ambil.
akila menyilangkan tangannya diatas pangkuannya.
tekk...tek..
bunyi langkah kaki bu Indri mendekati akila.
"ini ambillah ," bu Indri menyerah kan secarik kertas yang dilipat-lipat pada akila.
akila meraih nya .
"apa ini bu..? " mata akila terpana.
"arga sebelum pergi ia menulis surat untuk kamu,jadi ibu gak baca isinya apa
itu kan urusan kalian ,anak muda ,ibu gak bisa ikut campur." bu Indri mengusap pundak akila.
wanita ini begitu lembut ,akila sampai tersentuh oleh kelembutan hatinya .
akila membuka surat itu
sepatah dua patah ia baca surat itu.
akila mencerna semua isi surat itu .
ia menghela napas panjang.
"bu,saya pamit dulu ya." ucap aKila pada Indri .
sejenak bu Indri mengernyit heran.
"Lo kok cepet ,kita aja belum ngobrol ,udah mau pulang aja." bu Indri menahan langkah akila.
"maaf ibu,mas arga pergi keluar negeri ,ini semua gara-gara aku." terang akila pada bu Indri dengan nada lesu.
sejujurnya bu Indri sudah tahu jika arga , anaknya,dia pergi keluar negeri.
tapi beliau enggan untuk bercerita pada akila. beliau lebih memilih membiarkan akila tahu dengan sendirinya.
akila segera pergi untuk undur diri ,ia meremas kertas itu,dan segera memesan taxi.
beberapa saat kemudian,
taxipun berhenti didepan akila.
"bu,akila pamit." ucap aKila tersenyum sambil menaiki taxinya.
"baiklah,hati-hati nak.
''jika ada kabar terbaru dari arga,hubungi ibu." pesan bu Indri pada akila.
"iya bu,permisi''akila melambai ,lalu taxipun pergi meninggalkan kediaman bu Indri.
...----------------...
rio terkekeh disudut ruangan kerjanya.
ia merasa begitu konyol.
bertemu dengan akila serasa hidupnya kembali bergelora.
dulu...
ia begitu benci dengan sosok yang namanya wanita.
tepatnya setelah cerita cinta nya kandas ditengah jalan.
ia merasa muak dan benci pada hidupnya.
sesekali ia mengumpat dan mengutuk ingin menghancurkan yang namanya wanita.
4 tahun sudah rio hidup tanpa mengenal cinta.
bahkan dia kenal dengan wanita hanya untuk pelampiasan syahwatnya semata.
dan lagi ,ibunya bu Kristal , selalu saja menjodohkan dirinya dengan anak teman arisannya.
itu sangatlah menyesakkan dada dan pikirannya.
"huhhhhh!!! rio terlihat kesal .
ia bosan.
__ADS_1
tok..tok..tok..
terdengar suara ketukan dari luar kantornya.
"permisi bos ,kita hari ini ada acara makan malam dengan collega kita." ucap salah satu assisten manager nya di kantor.
"hmmm,atur saja ,aku akan datang ,apakah banyak wanita yang datang ." seringai mesum rio mulai muncul lagi.
"hmmm ada , mereka dari kalangan keluarga terhormat dan semuanya masih lajang ." ucap assisten nya itu.
"okee " rio tersenyum miring.
"bos mau pesan satu ?." tanya assisten nya itu.
mata rio melotot.
"hmmm ,kita lihat saja ."rio tampak acuh dan ia hendak pergi entah kemana.
sang assistenpun hanya menutupi mulutnya,karena dia telah bicara asal pada bosnya itu.
...----------------...
KANTOR AKILA
akila terlihat lesu seharian dikantornya.
entah ,ia seperti kehilangan sosok arga.
ia sesekali melirik kearah meja arga.
biasanya disana,ia selalu muncul dengan candaan khasnya .
kini,udah seminggu lebih, arga tak menampakkan batang hidungnya.
entah,
akila kehilangan arga atau ia hanya tak terbiasa tanpa arga .
entahlah...
semua begitu terlihat aneh .
cling...
tiba-tiba ponsel akila bergetar.
sebuah pesan masuk dari nomor baru.
[akila, aku udah sampai di negeri kanguru ,aku akan kuliah disini ,melanjutkan kuliah yang sempat tertunda.]
arga..
mata akila terbelalak ,membaca isi pesan arga.
akila mengerucutkan bibirnya.
ia tak habis pikir ,baru saja seminggu arga pergi ,ia sudah ganti nomor ,"huftt!! laki-laki emang egois dan menjijikan."
batin aKila kesal ia mengumpat .
akila mengeratkan gigi nya.
kemudian ,ia pun pergi entah kemana.
...----------------...
08 PM
RUMAH MEYLIA
"bii...bibi." seru meylia pada pembantunya,namun tak ada sahutan dari pembantunya itu.
ya,setelah Yunan dan yunza sekolah TK ,meylia kini menggunakan jasa pembantu dirumah nya.
itu karena meylia seringkali lembur dan acapkali pulang telat.
sesekali bi Ijah , pembantu meylia menginap jika meylia pulang larut atau ketika jalan luar kota .
" bi Ijah,kemana si ,aku cariin juga." omel meylia gusar.
seketika munculah bi Ijah.
'' bi ,dari mana aja bibi,aku cariin juga.'' ucap meylia menekuk mukanya.
"maaf bu,saya habis dari toilet." ucap bi Ijah terkekeh .
"ohh ,bi , bentar lagi aku mau berangkat , tolong jaga anak-anak ya , jangan lupa kunci semua Pintu , jangan sampai kelupaan ." titah meylia sambil meraih tasnya.
"iya baik bu," bi ijah mengangguk tanda mengerti dengan ucapan tuannya itu.
tak lama,
taxi datang menghampiri meylia didepan pintu masuk ke teras.
tinn..tin..
meylia mendongak dan langsung pamit pada bibinya itu.
bi Ijah mengantar meylia sampai depan.
setelah taxi melaju,bi Ijah langsung mengunci semua pintu dan tak lupa pintu gerbang juga digembok.
malam ini meylia ada undangan makan malam dengan beberapa collega Wijaya group .
jadi , mungkin meylia akan pulang larut atau bahkan menginap di hotel.
***
meylia sudah sampai di tempat yang dimaksud .
kini ,
undangan makan malam itu berada di D**** hotel.
itu adalah hotel yang paling mewah no 3 dikota tercinta ini.
meylia melangkah masuk kedalam. namun masih sepi,terang saja , rupanya masih banyak yang belum hadir .
__ADS_1
biasa jam Indonesia,kalau gak mulur ya bukan WNI namanya.
meylia menunggu didepan pintu masuk.
ia terlihat anggun dengan rambut pirangnya , diikat dibagian atas dan bagian bawahnya dibiarkan tergerai bebas.
ia sesekali memainkan ponselnya.
tak lama,
datang pak rio dan assisten nya, ricko.
meylia yang melihat atasan nya itu segera bangkit dan menyapa mereka.
"selamat malam bos ." sapa meylia ramah dan menyalami mereka berdua.
rio tersenyum dan mengangguk pelan.
"yang lain mana mey.." tanya rio berkerut.
"mmmmm, kayaknya belum pada datang pak , bagaimana kalau kita masuk saja ke dalam, menunggu yang lain datang." tawar meylia.
"mmm,baiklah,kita masuk saja,rick.., masuk , ikut aku kedalam." titah rio.
"baik, bos ." ricko mengangguk, ia mengekori bosnya itu.
dengan meylia ada disamping nya .
mereka berjalan beriringan.
tampak beberapa pelayan hotel menyambut kedatangan mereka.
"selamat malam bos rio,senang bisa bertemu lagi disini." sapa pemilik d**** hotel itu.
"baik..,baik..., kabar saya baik-baik saja, ." rio sangat berwibawa.
ia terlihat ramah dan bersahabat pada semua orang.
meylia dan ricko berdiri dibelakang bosnya.
mereka tampak asyik ngobrol.
pak ferdy pemilik hotel itu mempersilahkan mereka duduk.
beberapa menit kemudian,
datanglah beberapa tamu undangan yang baru hadir dan menyalami rio dan meylia.
beberapa menit kemudian,
datang beberapa laki-laki dan perempuan yang begitu seksi dan menggoda .
rio terlihat biasa saja , baginya wanita seksi itu bukanlah pemandangan aneh , dimatanya.
pemandangan yang sudah gak asing lagi , terang saja ,dia kan bos besar , pastinya , dikelilingi wanita seksi dan mulus itu hal yang biasa.
"haii..pak Albert, " sapa rio ramah dan menjabat tangan nya.
"hai juga ,pak rio.., gimana kabar nih,lama tak jumpa ,anak kecil ini,udah menjadi bos besar rupa
nya.''rio hanya tersenyum mendengar pujian pak albert.
"pak albert, kesini sendiri." ucap rio mengangat alisnya.
"tidak ,saya datang sama seseorang,dia wanitaku yang luar biasa." pak albert memuji wanita yang datang bersamanya.
rio hanya tersenyum dan menggangguk.
kemudian rio pamit untuk mengangkat telepon nya.
tak lama,
"mas albert,kita duduk disana aja yuukk.." ujar seorang wanita.
rio seperti kenal suara itu.
tapi ,
"ahhhh.. mungkin perasaan aku saja." batin rio.
tangan nya menggeser tombol hijau .
ia sibuk dengan teleponnya.
setelah selesai menerima telepon,rio kembali lagi ke tempat tadi.
pak albert sedang bercengkrama dengan seorang wanita.
terlihat dari belakang mereka seperti ABG yang sedang kasmaran.
rio menghampiri mereka sembari tersenyum geli.
"pak albert." sapa rio tiba-tiba.
pak albert pun terkejut dan menoleh seketika, ketika rio udah dibelakang nya.
" ehh ,pak rio, kenalkan ini istri siri saya." ujar pak albert bangga dan meraih pinggul wanita itu.
wanita itupun menoleh dan hendak menjabat tangan rio.
"saya...."ucap rio mengulurkan tangan pada wanita itu bermaksud memperkenalkan dirinya .
betapa terkejutnya rio,melihat wanita itu .
"kamu..."ujar rio terkejut .
wanita itupun tak kalah terkejutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
haloo happy weekend semua
jangan lupa tinggalkan jejak like ,vote,setelah mampir kesini.
🙏🙏🙏🙏
__ADS_1