
DIHOTEL
Keesokan hari nya...
"aku dimana."lirih rio.
pandangan nya kabur , karena ia banyak minum tadi malam.
"ricko,dimana dia." ia bangkit dari tidur nya dan menyusuri tiap sudut ruang.
rupanya ia dihotel.
ricko memang sengaja membawanya ke hotel karena melihat rio yang mabuk berat.
rio baru ingat ,ia menghela napas panjang.
cling....
[ bos ,maaf kamu aku tinggal di hotel, karena semalam bos mabuk berat ,dan aku gak bisa bawa pulang mobil 2 sekaligus,mobilmu aku tinggal di parkiran hotel ,tadi aku udah suruh orang hotel untuk bawa mobilmu.]
[ oke , thanks,aku udah gak apa-apa,tapi aku hari ini bolos kerja , tolong handle semua jadwal meetingku ,suruh melati apa meylia menyalin arsip nya.
[ okee bos ]
****
DIKANTOR RIO
08 AM
ricko tampak terburu-buru masuk kedalam kantor nya.
ia menghampiri meylia .
melati yang melihat ricko langsung menegurnya.
"mas ricko , tumben keruang sekretaris ,ada perlu apa "tanya melati bingung dengan sikap ricko.
"hmmm, anu,meylia mana mel ,aku ada perlu sama dia." ucap ricko serius.
"tumben ,ada apa.? meylia lagi dikamar mandi ,ada pesan ,biar aku yang sampaikan." tawar melati.
"hmmm ,hari ini bos gak masuk ,dia ijin,aku dapat amanah dari beliau untuk meng-handle semua jadwal meeting hari ini." ucap ricko.
melati mengangguk ,dari arah belakang ricko, muncul meylia menghampiri mereka.
"nahh ,tuh meylia." ucap melati menunjuk kearah meylia.
ricko menoleh dan tersenyum pada meylia.
"mas ricko , tumben,ada apa.? " meylia mengangkat alisnya.
"mey ,bos minta kita untuk handle jadwal meeting hari ini,karena beliau ijin gak masuk." jelas ricko pada meylia.
"hmmmm gitu,tumben bos ijin ,ada keperluan apa." meylia mengernyit
"mana aku tahu,itu urusan bos." ucap ricko mengangkat bahunya.
"yaudah ,kita ikuti aja perintah bos ,." meylia melangkah mengambil semua berkas yang akan dibawa meeting.
"jam berapa kita meeting." tanya ricko menatap meylia yang sibuk dengan map nya.
"jam 10, dengan pak Albert , kenapa"tanya meylia.
"emmm,gak apa-apa , pantes sibos mangkir kerja, rupanya karena ini." batin ricko sambil memainkan ponselnya.
****
RUMAH ERLITA
"mas ,hari ini meeting sama siapa,dimana." telisik erlita menatap wajah suami tuanya itu.
albert menatap pantulan nya dicermin.
"mas,mau meeting sama PT WIJAYA GROUP ." tutur Albert sambil memasang dasinya.
erlita terperanjat mendengar ucapan suaminya itu.
"apa !! Wijaya group? " kaget erlita.
"mmmm, iya,kok kamu kayak kaget gitu sii say..." tanya albert berkerut.
"gak kok,siapa yang kaget ,aku biasa aja kok mas.." erlita menatap albert , Albertpun tersenyum sambil membelai pipi erlita.
ingin rasanya beliau melahap wanitanya itu pagi ini,tapi ...
albert udah siap untuk bekerja.
erlita pun siap untuk mandi pagi.
__ADS_1
ia bangkit dari ranjang nya dan meninggalkan albert.
albert memandangi punggung wanita itu dengan tatapan mesum.
perlahan ,erlita masuk kedalam kamar mandinya.
dibawah kucuran shower ia mengingat kembali ucapan albert barusan.
"jadi albert mau meeting sama rio." gumam erlita ,ia membalurkan sabun disekujur tubuhnya.
10 menit kemudian,
tok...tokk...
"sayang, apa kamu masih mandi." ucap albert dari luar kamar mandi.
"iya , bentar lagi selesai mas , tunggu." ucap erlita sambil menyeka tubuh nya
krett...
"mas ,udah mau berangkat ." tanya erlita menatap suaminya lurus.
"hemmm,iya ,aku mau berangkat,masa iya mau tidur lagi,.." kekeh albert.
"mas ,aku mau shoping dong,bagi duit." erlita menengadah kan tangannya didepan albert.
albert mengernyit heran.
"bukannya kemarin udah shoping ,kok sekarang shoping lagi." ucap albert berkerut.
"ahhh mas ,kayak gak tahu aja wanita itu perlu shoping biar gak spaneng." protes erlita dengan entengnya.
"yaa..ya...yaa"albert pasrah pada wanitanya itu.
ia membuka dompet dan memberi segepok uang pada erlita,istri sirinya itu.
"nahh gitu dong,kan aku senang,jadi...,
nanti malam aku semangat saat nyervis mas.." celoteh manja erlita.
albert terkekeh mendengar ucapan erlita barusan.
"okeee.. pokoknya nanti malam aku minta double servisnya." goda albert sambil memilin janggut erlita.
"tentu mas, kalau perlu kita coba gaya apa aja ,gaya bebas juga bisa " ucap erlita genit dan menjulurkan lidahnya ,ia m*nd*s*h kecil di telinga albert.
albert hanya bisa menahan hasrat itu.
"haduhhh!! udah ahh,aku mau berangkat dulu ,aku pusing melihat kamu yang menggoda itu.
aku jadi ingin ...." albert menggigit bibir erlita .
''auwwhh!! '' ringis erlita karena gigitan albert barusan .
"dahhh...." albert melambaikan tangan nya.
erlita memberikan kiss bye untuk albert .
albert pun segera menghampiri mobilnya ,dan erlita berdiri didepan pintu.
ya, setidaknya erlita mengantar kepergian albert walaupun ia agak terpaksa melakukannya.
bagaimana pun,ia juga masih butuh albert , untuk menjadikan nya sebagai ATM berjalan.
toh,albert juga butuh "itu" , sebagai laki-laki normal yang istrinya sudah gak bisa memberikan k*pu*s*n , tentu hanya bisa didapatkan dari wanita macam erlita .
yang masih daun muda ,dan berbakat dalam urusan **** dan r*nj*ng.
ya ,katakan lah simbiosis mutualisme.
***
12:00
" pak albert,terima kasih banyak sudah mau menghadiri meeting dengan kita,ya , Walaupun pak rio gak ada ,tapi mau gimana lagi ,hari ini beliau ada keperluan yang mendesak." ucap ricko tersenyum lebar.
albert tersenyum," gak apa-apa,saya harap pak rio masih terus melakukan kerjasama dengan perusahaan kita walau apapun yang akan terjadi kelak." cibir pak albert.
"hehe,bisa aja pak albert,semoga kedepan nya kita makin banyak peluang untuk terus membesarkan nama perusahaan ." doa terbaik ricko.
mereka semua mengamini nya.
alhasil,meetingpun selesai dan mereka menutup acara meeting hari ini dengan makan siang di restoran Wijaya group.
beberapa pelayan hotel menyambut kedatangan mereka dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk para tamu meeting .
"mas,tolong sajikan untuk kita makanan yang enak dan lezat , untuk para tamu." titah ricko pada pihak manajemen restoran .
"baik mas ricko ,kita akan memberikan yang terbaik." sahut pak Krisna selaku manajemen restoran Wijaya's group.
__ADS_1
mereka semua melakukan pekerjaan nya dengan gesit dan lincah.
sesuai instruksi dari pak Krisna.
dalam beberapa menit,
para koki dan pelayan telah menyajikan semua makanan untuk pak albert dan yang lain.
"halooo ,pak albert , silahkan dinikmati hidangan dari kami,semoga sesuai dengan selera anda." ucap pak Krisna tersenyum ramah.
pak albert tersenyum lebar.
"pak krisha,ini udah lebih dari cukup dan sesuai selera kita,saya percaya, bahwa makanan dan minuman yang disajikan direstoran ini sangat nikmat dan lezat-lezat." puji pak albert dengan senyuman puasnya itu.
Ricko hanya terkekeh pelan mendengar pujian albert .
cling....
tiba-tiba ponsel ricko bergetar.
[ rick,bagaimana meeting nya apa tidak ada kendala dan berjalan lancar]
[ beres bos...]
[ oke , thanks]
1 jam kemudian,
pak albert bersama sekretaris nya undur diri dari restoran ,dan mereka akan segera pulang kekantornya.
ricko mengantar kepergian albert sampai kedepan parkiran.
"sampai jumpa lagi pak albert , jangan kapok ya, sering-sering mampir kesini bersama keluarga bapak." ucap ricko tersenyum.
"baik mas ricko ,kita pamit dulu ." pak albert berpamitan.
ricko mengangguk pelan.
dermmmmmm ,
mobil pak albert meninggalkan area restoran.
****
AREA BUTIK
erlita tersenyum miring, karena ia telah puas , menikmati hidup dengan bersenang-senang dan menghabiskan uang yang diberikan albert tadi pagi.
"hmmmm ,emang enak, punya suami kaya , walaupun tua tapi kantongnya tetap muda ,itu jauh lebih baik daripada muda tapi tak beruang , buat apa." oceh erlita, tersenyum senang.
ia begitu puas dengan keadaan nya yang sekarang,apa aja yang dia ingin, sekali tepuk langsung dengan mudahnya ia dapatkan.
ia menyeringai puas.
"baiklah, aku akan menjaga albertku, selama ia masih berguna dan membuatku semakin banyak uang." ucap erlita tersenyum jahat.
ia berjalan mencari taxi.
5 menit kemudian,
taxipun menghampiri dan membawa erlita kerumahnya.
*****
DITENGAH PERJALANAN
seorang laki-laki berbaju serba hitam mengikuti taxi yang ditumpangi erlita.
ia tampak mengamati gerak-gerik erlita dari kejauhan.
entah apa tujuan laki-laki misterius itu.
tapi,
ia tampak menelpon seseorang .
entah apa yang mereka bicarakan , tapi laki-laki itu terlihat serius .
sementara itu,
erlita udah sampai dan segera turun dari taxi .
laki-laki tadi masih menelepon dan sesekali melirik kearah erlita.
krebbb...
pintu rumah erlita tertutup dari dalam.
laki-laki itu lalu pergi meninggalkan rumah erlita.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...