
pagi menyingsing..
akila terbangun dari tidur lelapnya.
karena sinar matahari yang masuk melalui celah lubang jendela .
"hmmmm.."ia mengerjap-ngerjapkan matanya.
''udah pagi rupanya."lirih akila.
ia melirik kearah rio yang masih terlelap.
" huftt!!!!" ia mengerucutkan bibirnya.
lalu beranjak bangun .
masuk kedalam kamar mandi dan mengguyur badannya sejenak.
kricik.. kricikk..
terdengar suara gemericik air yang mengaliri tubuhnya.
pelan-pelan ia menggosok badannya yang lengket karena pergumulan nya semalam dengan rio.
ia mengguyur wajahnya dengan kucuran air dari shower.
"ahhh..segar" batin nya
10 menit kemudian ,
akila mengakhiri aktifitas mandinya.
ia melilitkan handuk pada tubuh mulusnya.
tangannya meraih gagang pintu.
krettt....
pintu terbuka lebar,
ia mendapati rio masih ngorok di atas ranjang nya.
"hmmm..."ia bergumam serta menggeleng pelan.
lalu ,meraih baju seragam dan mengenakannya.
"mas , bangun, ini jam berapa..."ucap akila sambil menepuk pundak rio
"hmmmm , iya aku bangun kok." ucap rio dengan suara, khas orang bangun tidur.
akila tak menggubris nya dan langsung pergi kedapur.
merebus air untuk bikin kopi.
ia melamun,
entahlah , pikirannya seperti kacau.
ia memejamkan matanya dengan kasar.
nging ...nging....
tiba-tiba terdengar bunyi suara ceret yang menandakan air sudah mendidih.
akila segera mematikan kompor dan menuang kopi untuk rio dan dirinya.
seketika ...
rio turun dari kamarnya,
ia begitu percaya diri pagi ini,
"hai sayang..." sapa rio tersenyum.
akila terlihat cuek dan biasa saja.
"cepat habis kan kopi mu ,aku tak punya banyak waktu untuk menemanimu pagi ini." omel akila pada rio .
rio yang mendengar ucapan akila, mengernyit bingung."ada apa ,kok kamu tiba-tiba cuek gitu sama aku." ucap rio seraya menyesap kopinya yang sedikit panas itu.
"hmmmm ,aku hanya gak mood ,pagi ini ,tolong jangan banyak tanya ,makanlah roti tawar mu ,dan habiskan kopinya." ucap akila tegas.
"oke..oke.." rio mengedikan bahunya,ia pasrah pada akila.
suasana hening seketika,tak ada suara apapun dimeja makan.
rio melirik kearah akila tapi,akila hanya menunduk tak menggubris rio.
"ya sudahlah," batin rio.
ia menghabiskan roti nya dan menyesap kopinya.
sruppp,sruppp,,
"aku pamit sekarang,kamu mau berangkat bareng ,apa naik taxi aja." tanya rio memastikan.
akila berhenti mengunyah,"aku naik taxi aja." sahut akila dingin dan singkat.
"ya baiklah,kamu hati-hati ya ,aku pamit." pesan rio
cuppp !!
rio mengecup dahi akila yang tertutup anak rambutnya.
akila tak merespon apapun.
ia tetap mengunyah rotinya sampai ***** dan menelannya sampai tak tersisa .
rio bergegas pergi dan meninggalkan aKila.
akila tetap tak mengindahkan nya.
entah....
ia tampak seperti orang yang bodoh,mau-maunya melayani nafsu bejat rio.
bisa-bisa nya ia terjatuh kelubang yang sama.
ia melirik arlojinya .
pukul 7 AM
ia melangkah keluar dan mengunci semua pintu ,tak lama datang Sebuah taxi didepan rumahnya.
akila menatap taxi itu,karena seingatnya ,ia belum memesan taxi tapi kenapa sekarang udah didepan rumahnya.
tinn..tin....
supir taxi mengkode dengan klakson.
__ADS_1
lalu aKila langsung menghampiri nya.
mata akila terbelalak melihat siapa yang ada didepan kemudi.
"Anda..? " tanya aKila penuh ekspresi terkejut.
"iyaa ,bos rio menyuruhku mengantar kamu sampai kantor." ucap ricko tersenyum.
akila menatap aneh.
tak ada pilihan lain...
ia pun duduk dibelakang supir, seraya
duduk manis .
sampai akhirnya,
ricko melajukan mobilnya.
akila menatap kejalanan.
sementara, ricko fokus pada kemudinya tanpa banyak kata .
lagian akila dan ricko tak saling mengenal .
biarlah ,batin aKila, ia tampak asyik dengan jalanan.
tak terasa 30 menit sudah .
akila udah sampai didepan kantor nya.
"nona,kita udah sampai ." ucap ricko menoleh kebelakang.
akila terkesiap.
"ohh,iya maaf, saya keasyikan lihat pemandangan." terang akila sedikit memerah.
ricko terkekeh.
"gak apa-apa, santai aja,aku bukan bos kamu,jadi jangan grogi." ledek ricko membuat akila tersipu.
lalu aKila turun dan berdiri di samping mobil.
"yaudah ,aku pergi ya ." pamit ricko.
sembari membunyikan klakson nya.
lalu..
mobil pun melaju kencang.
akila membalikkan badannya ,ia menuju kantor dan bergegas masuk .
didalam masih sepi.
akila menduduki kursinya.
ia menelungkupkan tangannya dimeja.
entah kenapa pagi ini ,ia begitu badmood.
suasana hatinya sedang buruk.
ia jenuh dengan kehidupan nya yang hanya dijadikan budak nafsu oleh kaum laki-laki yang ada didekatnya.
ia memejamkan matanya perlahan.
*
*
sementara di kantor rio.
ricko masuk kedalam ruangan rio.
rio tampak fokus pada ponselnya.
" bos,aku udah melaksanakan tugas dengan baik,lalu aku harus apa lagi." tanya ricko seraya menduduki kursi kosong disebelah meja kerja rio
"hmmm,baguslah. ." rio memijat kecil pelipisnya.
ricko berkerut melihat bosnya yang terlihat aneh pagi ini.
"loe kenapa bos " tanya ricko agak bingung dengan keadaan bosnya itu.
rio terdiam.,
"bos sakit ??" tanya ricko lagi.
rio tak menjawab melainkan ia menggeleng .
"aku butuh bir." ucap rio serius.
ricko mengerucutkan bibirnya.
"hmmm ,ini masih Jam kerja ,mana bisa minum bir." tegas ricko
rio menatap ricko lurus.
"siapa yang bilang sekarang." kesal rio.
"lalu? " ricko mengangkat alisnya.
"nanti malam kita keluar." ucap rio.
"oke.." sahut ricko.
"baiklah ,kau boleh pergi sekarang." usir rio pada assisten nya itu.
"ya..ya...ya.. sampai ketemu nanti malam bos." ricko menepuk pundak rio dan berlalu pergi.
****
"akila,kamu tidur.." tanya seseorang yang berdiri di dekat akila.
akila tak menjawab nya.
"akila ,kamu tak dengar,." seru suara itu lagi.
akila hanya menggeliat pelan.
tapi matanya tetap terpejam.
"akila ,," pekik suara itu lagi terdengar sangat keras dan lantang ditelinga akila.
akila membuka matanya.
betapa kaget nya ia mendapati pak yosep udah ada didepannya.
__ADS_1
"p....pak yosep ,maaf,saya ketiduran ." akila tertunduk.
pak yosep menggeleng ," kamu niat kerja gak sii.. ,kalau kayak gini caranya kamu saya kasih surat SP .
udah 2 kali ini saya perhatikan kamu seperti tak fokus pada pekerjaan mu." omel pak yosep pada akila.
akila memejamkan matanya penuh penyesalan.
ia menunduk menghindari tatapan dari bosnya itu.
" ini yang terakhir kalinya saya lihat kamu seperti ini,lainkali jika kamu kedapatan seperti itu lagi ,saya rumahkan kamu." omel pak yosep.
"iya maaf pak,saya gak akan mengulanginya lagi." janji akila pada bosnya.
pak yosep pergi begitu saja dari hadapan akila.
akila menghembuskan napas kesal.
...----------------...
RUMAH RUBY
Ruby menatap byru dari kejauhan
ia mendekati suaminya.
"mas ,kamu kenapa." ucap ruby memegang pundak suaminya itu.
byru tersenyum.
''mas gak apa-apa dekk.." ucap byru agak berat suaranya,seperti ada maksud yang tersembunyi dibalik senyumnya itu.
Ruby menatap suaminya diam-diam.
"jangan pikir aku tak tahu mas,kalau kamu merindukan mantanmu ,akila !! cinta pertama mu." batinnya bergumam kesal.
tapi ia menyembunyikan nya rapat-rapat.
"mas mau kopi ," tawar ruby pada byru ,ia harus tetap melayani suaminya walau apapun yang terjadi.
byru mengangguk pelan." boleh,nanti bawa kedepan ya dekk.." titah byru sambil bangkit dari duduknya.
"iya mas. " Ruby tersenyum manis.
dalam hatinya,ia sejujur nya menangis , karena hampir setiap malam,suaminya menyebutkan nama mantan nya ketika ia hampir k****** diranjang, seusai berhubungan dengannya.
wanita mana yang akan kuat menahan rasa sakit yang luar biasa itu.
tapi,ruby tetap lah Ruby ,ia tidak peduli dengan keadaan byru yang belum seutuhnya mencintai nya.
ia akan menunggu sampai batas waktu yang tak tentu itu.
tiba-tiba air matanya menetes.
***
[dimana ,aku udah sampai di PUB, cepat susul aku]
[ oke boss!! ]
ricko bergegas pergi menyusul bosnya .
dermmmm,,,
mobil melaju dengan kencang.
20 menit kemudian,
ricko memarkir mobilnya.
matanya menatap kearah PUB itu.
perlahan ia turun dari mobil ,dan masuk kedalam.
mencari keberadaan bosnya .
matanya menyusuri tiap sudut ruangan .
akhirnya ,ia menemukan rio yang sedang duduk seraya menenggak minuman nya.
"fyuhhh!!! " bibirnya menyemburkan sisa b*r yang ia minum.
"bos , disini rupanya."ricko menepuk punggung rio.
"lama amat si loe,nih,minum .."rio menyodorkan 3 botol beling .
ricko terkekeh.
kemudian tangannya meraih gelas dan menuang bir itu,lalu menenggak nya sampai habis.
"bos,sebenarnya , kemarin malam bos tidur dimana." tanya ricko penasaran.
rio hanya tersenyum kecil.
"kepooo !!!!" rio menoyor jidat ricko.
"ihhh,cuma tanya doang." protes ricko
sembari mengusap bibirnya yang belepotan oleh minuman.
"aku tidur di rumah akila ,kita bercinta semalam suntuk." ucap rio , membuat ricko melongo.
'' bos serius.'' ricko mengangkat alisnya.
'' serius lah,2 rius malahan,kita bercinta semalam suntuk,kita mencoba berbagai gaya bro.'' terang rio semakin gak karuan bicaranya.
mulai ngelantur kemana-mana.
ricko yang belum begitu mabuk ia terkejut dengan pengakuan rio.
"jadi bos beneran tidur dengan nya." lirih ricko tak percaya .
ia termangu sejenak ,tapi kemudian ia kaget karena rio ambruk dari kursi nya.
"hmmmm, kebiasaan buruk.
"aku aja belum mabuk ,dia udah tepar duluan." ricko mengomel pada Rio yang tergeletak di bawah sana.
tapi rio masih terus saja berbicara.
" kenapa? kamu iri ya,karena kamu gak laku ." oceh rio pada ricko.
membuat ricko malu pada sekeliling nya.
karena rio jadi tontonan.
"bos, kita pulang,kamu sudah banyak minum." ricko memapah tubuh rio untuk pulang ke kerumah.dengan susah payah ricko mengangkat tubuh rio dan memapahnya masuk kedalam mobil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...