SYAKILA

SYAKILA
213. KETAKUTAN BRAM


__ADS_3

setelah beberapa menit kemudian,


erna dan tomy sama-sama dibanjiri keringat.


tomy pun menyingkir dari sisi erna.


''aku mau keluar bentar,panas.''ucap tomy berlalu pergi.


erna pun pasrah diatas ranjang nya karena kecapean.


diluar...


" kamu jangan hubungi aku dulu okey..'' ucap tomy dalam telepon.


ia pun tampak celingak-celinguk.


aman !!


pikirnya.


lalu ia kembali lagi ke kamar erna


'' er..,aku pamit ya.'' ucap tomy sambil memakai kaosnya.


'' duhhh!! sayang,aku masih kangen.'' rengek erna dengan raut wajah memelas.


Tomy pun menghela napas.


'' aku ada tugas kuliah,besok kesini lagi. okeyy!! Tomy pun memakai lagi jaket nya.


'' mana uang nya.'' tomy menengadah kan tangannya didepan erna.


erna pun bangkit dari ranjang nya.


'' nihhh,jangan boros-boros tom,aku lagi pailit .'' ucap erna memberi nasehat.


tomypun tak menjawab,ia hanya melirik kearah erna sebentar habis itu fokus lagi pada ponselnya.


erna pun merasa jengkel dibuatnya.


'' aku lagi ngomong serius kamu malah fokus terus pada hpmu.'' marah erna pada tomy.


'' udahlah er ,aku gak mau ribut sama kamu aku pergi ,okeyy..!!'' tomy meremas **** erna.


erna pun tersenyum nakal.


'' hati -hati sayang..., besok kesini lagi ya.'' ucap erna genit.


tomypun pergi dari kediaman erna dengan naik motor temannya.


*****


malam semakin larut..


akila terbangun dari tidurnya.


bram masih memeluk tubuh nya dengan erat dari belakang tubuh nya.


akila mengedikan bahunya karena dengkuran bram tepat sekali ditelinga akila.


pukul 00:00


rupanya semalam suntuk mereka telah menghabiskan waktu untuk ber*****.


akila masih sangat perih bagian bawah nya.


ia meringis menahan rasa nya yang nyut-nyutan.


ia bangkit dari ranjang nya.


pelan-pelan ia menyingkirkan tangan bram yang sedari tadi memeluk nya.


ia beranjak ke kamar mandi.


'' auhhh!!!'' akila merasakan perih dan panas dibawah sana.


tanpa sadar ia teringat dengan adegan yang p*n*s dan m*ngg**r*hk*n malam tadi.


dimana bram begitu pandai membuat nya menjadi wanita yang bahagia .


tanpa terasa senyum mengembang di bibir nya.


ia pun kembali keranjang nya dan memandangi wajah bram dalam diam.


entah kenapa ia seperti tak mau kehilangan laki-laki yang ada didepan nya sekarang ini.


'' mas,tolong jangan buat aku patah hati lagi , atau aku akan mati.'' tanpa terasa akila berkaca-kaca.


ia merebahkan tubuhnya lagi disamping bram yang terlelap.


bram pun setengah bangun , ia meraih tubuh akila lagi dan memeluk nya sampai pagi.


*****


keesokan harinya...


titt..tit..tit..


bunyi alarm di ponsel bram berhasil mengusik tidur nyenyak bram dan akila.


'' babe...'' bram meraih ponselnya dengan mata masih tertutup.


'' mmmmm..'' akila terbangun karena mendengar suara bram .


'' jam berapa mas.'' akila menguap dan menggeliat pelan.


'' jam setengah tujuh.'' ucap bram seraya menguap .


'' ya udah kamu langsung mandi aja mas.aku akan kedapur .'' akila langsung memakai lagi piyama nya dan bergegas pergi mencuci mukanya.

__ADS_1


ia segera menyiapkan sarapan pagi untuk bram.


terlihat akila sibuk meracik semua bahan-bahan makanan .


bram sibuk beberes didalam kamar.


ia pun segera merapikan sprei yang acak-acakan.


tanpa sadar ia teringat dengan kejadian semalam.


entahlah , akila selalu saja membuat dirinya menjadi laki-laki yang sempurna.


ia tersenyum senang.


lalu meraih handuk nya dan masuk kekamar mandi.


ia bersenandung ria sembari mengguyur tubuhnya perlahan.


10 menit kemudian ,


bram sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


ia menghampiri akila yang sedari tadi sibuk didapur.


'' babe..'' panggil bram membuat akila menoleh kearahnya.


'' iya mas.'' akila menyeka keringatnya dengan ujung piyamanya.


'' kamu lagi masak apa si.'' bram merapikan kancing lengan nya.


'' aku lagi masak sayur SOP , goreng ayam ,tahu tempe,sambal terasi, dan oseng tempe Lombok hijau.


bram berkerut.


'' banyak bener menunya pagi ini babe..'' ucap bram seraya menyesap kopi nya.


'' ya gak apa-apa ,biar kamu makannya banyak.'' ucap akila tersenyum kecil .


bram membalas senyum itu.


pagi ini ia benar-benar bahagia karena mempunyai akila yang sangat perhatian.


menyediakan semua kebutuhan nya sebelum bekerja.


sungguh bram sangat beruntung .


'' mas,kamu sarapan dulu yak.'' akila membuyarkan lamunan bram.


ia menyodorkan piring berisi nasi hangat ke arah bram.


'' iya , makasih sayang..'' bram meraih piring itu ,akila menyendok kan sayur SOP nya dan menaruh kepiring bram.


'' mau tempe ? '' tawar akila sedikit tersenyum.


'' iya babe,sama paha .'' kekeh bram.


'' Jangan ngeres dong..,ini lagi makan mas..'' akila terlihat cemberut.


''hmmm,sory..'' bram menatap wajah akila.


'' udah,kamu makan mas,nanti telat loh.'' akila mengingat kan bram seraya menunjuk jam di dinding.


bram tersenyum tipis.


'' kamu pagi ini cantik banget si.'' puji bram sedikit menggombal.


'' hummm ,udah sini piring nya biar aku cuci.'' seraya mengambil piring bram yang masih ada makanan nya.


" eitt!! Jangan dong,ini aku belum selesai makan babe..'' bram mengernyit .


'' ya lagian ,lagi makan gombal mulu.'' akila sedikit jutek.


'' isshhh, jangan marah sayang.'' bram menoel dagu akila .


'' hummm..ya deh..,'' akila tampak pasrah dengan bram.


'' aku udah selesai ,aku mau ketemu sama pak rio.'' ucap bram keceplosan


akila melongo mendengar ucapan bram.


'' apa?? pak rio '' ucap akila dengan ekspresi terkejut.


'' e....iya ,babe.'' bram menggaruk kepalanya


'' maaf babe aku baru cerita ke kamu kalau aku dan rio lagi ada kerjasama dikantor.'' bram terlihat bingung.


'' ohh ,iya gak apa-apa mas,tapi apa dia tahu kalau aku disini.'' akila menatap bram.


'' heiii, kamu tenang aja ,dia gak tahu kok kamu disini , kamu aman.''bram membelai rambut akila.


'' ya ,syukurlah, kalau dia tidak tahu mas.'' akila tersenyum tipis.


tapi,


sejujurnya ia takut jika rio sampai tahu kalau dirinya ada di apartement bram.


apalagi rio dan akila sudah sempat bertemu dan mereka......


akila terdiam sejenak.


ada rasa yang tak enak di hatinya.


akila merasa bersalah dan menyesal


*******


kantor bram


tok.

__ADS_1


tok..


pintu ruangan bram diketuk oleh seseorang.


'' masuk!! '' titah bram pelan.


'' pagi pak bram.'' ucap rio tiba-tiba membuat bram terkesiap ,ia segera menaruh ponselnya dimeja.


'' haii,pak rio.'' sambut bram seraya bangkit dan menjabat tangan rio.


'' bagaimana dengan kondisi ibu kristal, apa ada kemajuan.'' bram mengernyit .


Rio tersenyum hangat.


'' ehmm,saat ini masih belum stabil broo..'' rio menerangkan kondisi mamanya.


bram menepuk pundak rio,bermaksud memberi semangat dan suport untuk rekan bisnis nya itu.


'' makasih pak bram.'' rio mengulum senyum.


'' bagaimana kalau kita pergi sekarang.'' ucap rio.


'' oke..'' bram mengangguk pelan.


mereka segera pergi untuk melihat proyek yang sedang dijalankannya kali ini .


*****


akila masih memikirkan perihal tadi pagi.


bram bilang rio dan dirinya lagi ada bisnis kerjasama.


akila menghela napas panjang.


'' ya tuhan , bagaimana ini,bagaimana jika rio melihat aku disini.'' lirih akila,


ia bergumam sendiri.


cling...


satu pesan masuk di ponselnya.


erna.


[ akila,jangan harap kamu bisa kabur dariku.]


akila menatap layar ponselnya begitu lama.


ia menggigit ujung kukunya.


tiba-tiba saja ia takut jika anak buah erna akan menemukannya kali ini.


akila memeluk kedua lututnya.


ia begitu cemas dan takut kali ini.


cling..


[ babe kamu lagi apa.]


akila langsung membaca chat itu.


[ mas, erna ngancam aku dichat mas,aku takut.]


saat bram membaca chat dari akila ,saat itu juga ia izin pergi sebentar pada rio.


" pak,mau izin keluar sebentar.'' ucap bram seraya memasukkan ponselnya kesaku.


Rio yang saat itu sedang mengawasi proyek nya mengangguk setuju.


bram tampak terburu-buru masuk kedalam mobil.


dalam perjalanan ia kepikiran dengan akila.


takut jika anak buah erna menangkap nya lagi dan membawa akila pergi darinya.


bram mengepalkan tangannya .


ia tampak murka dengan erna dan anak buah nya.


'' jangan main-main denganku erna..'' rutuk bram dalam hati.


beberapa menit kemudian,


bram telah sampai diapartement nya.


ia langsung berlarian menuju unitnya.


'' babe...'' seru akila dari luar.


betapa terkejutnya ia mendapati akila masih berada di dalam. "ohh,syukurlah.'' ia terlihat lega.


'' mas...'' akila memeluk bram.


bram mengecup kening akila.


'' kamu gak apa-apa sayang...''


akila menggeleng pelan.


'' syukurlah sayang...'' bram memeluk akila lagi.


mereka tampak harmonis seketika.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


haiii...haii... happy reading gaess..

__ADS_1


__ADS_2