
rio mendongak menatap akila yang sedang asyik menyuap makanannya.
ingin rasanya ia mengutarakan perasaan nya, tapi,akila seperti tak ingin diganggu.
"mas, kenapa ? kok gak dimakan makanan nya." Suara akila mengagetkan rio yang sedang melamun.
"emmm,iya ,iya,aku makan kok ,aku tiba-tiba ingat sesuatu ." ucap rio berkilah.
"ingat apa" akila mendongak menatap rio.
"hanya masalah kecil,nanti aja ,kita makan dulu aja ,kamu habiskan makanannya ." rio tersenyum lalu menyuap makanannya.
"mas," tiba-tiba suara akila membuat rio berhenti sejenak .
"iya, kenapa." rio mengangkat alisnya.
"sebenarnya, kita makan disini , apakah ada sesuatu yang penting ." ucap aKila membuat rio menatap aneh pada akila.
"maksudnya." kata rio berkerut.
"ya ,kan mas rio ngajak makan malam disini,dan aku juga disuruh dandan segala,kalau gak ada apa-apa kan gak mungkin ." tanya akila berusaha mencari celah supaya rio mau bicara jujur.
"mmmm, makan dulu aja , nanti kita gak jadi makan gara-gara bahas ini." kekeh rio menggaruk kepalanya.
"mmmm,baiklah ."akila menyendok lagi nasinya dan memasukan lagi kedalam mulutnya.
mereka asyik makan ,hingga lupa waktu .
tanpa terasa waktu udah semakin larut dan angin malam berhembus menusuk ketulang.
akila sedikit bergidik.
rio tersenyum memandang wanita itu.
" akila, " ucap rio menatap akila serius.
"ya,ada apa" akila menatap rio
" sebenarnya, aku ngajak makan malam kamu disini , karena ada suatu hal." ucap rio serius.
"hal apa ." tanya akila menatap lekat wajah rio.
"aku , mau kita menjalani hubungan yang serius."ucap rio sedikit. canggung.
"maksud pak ,eh mas rio apa.." ia menutup mulut nya merasa belepotan bicaranya .
"aku ingin kita pacaran,dan bukan sekedar sandiwara ." ucap rio tersenyum tipis ,ia menatap akila lurus.
"apa!! pacaran" ucap akila melotot kaget.
akila mengalihkan pandangannya kearah taman.
ia teringat ,akan bryan.
bos nya itu juga membuat kesepakatan dengan dirinya untuk berpura-pura sebagai sepasang kekasih.
akila terpaku sejenak ia bingung harus berbuat apa.
''akila, kamu kenapa diam.'' ucap rio membuyarkan lamunan akila.
"akila ,aku yakin dengan perasaan ku ,aku bahagia jika dekat dengan mu." rio menggenggam tangan akila berusaha meyakinkan akila.
"tapi mas," akila melepas genggaman tangan rio.
''tapi apa? " rio menatap akila.
"tapi apa kamu yakin mas,dengan keputusan kamu,kamu tahu sendiri aku wanita k**** yang tidak s**i lagi, aku sudah t*rj*m*h banyak laki-laki.
aku gak pantas untukmu." akila menunduk ." aku yakin kamu pasti akan menyesal,pikirkanlah itu matang-matang ." tegas akila,tak mau rio salah langkah dalam mengambil keputusan ke depannya.
"husss,kamu gak boleh ngomong kayak gitu,aku cinta sama kamu,aku ingin bersanding dengan mu.
aku ingin serius sama kamu ." rio menatap akila,ia meraih kedua tangan akila kembali.
" aku ingin kita memulai hidup baru ." terang rio serius,akila hanya terdiam .
sejujurnya ia masih trauma dengan laki-laki,ia seperti enggan berkomitmen dalam suatu hubungan.
bahkan jika memungkinkan, ia ingin menjadi seorang ***** ,dimana mereka puas dengan laki-laki manapun.
tapi, ia juga mendapat pundi-pundi keuntungan .
tapi iman dihatinya masih Kokoh dan tegak.
hingga ia tak terjerumus dalam kubangan maksiat bisnis l*ndir.
untuk apa,uang bukan segalanya . belum lagi jika ia harus berhubungan **** dengan om-om atau laki-laki yang berpotensi menularkan penyakit .
akila bergidik ngeri.
"akila ,kamu kenapa diam." rio membuyarkan lamunan aKila .
" mas,aku gak apa-apa kok,aku cuma gak mau kamu ambil keputusan yang salah." akila menatap rio dalam.
tiba-tiba,
rio merogoh saku celananya.
__ADS_1
ia mengambil kotak kecil, , berusaha mengeluarkan dari dalam saku celananya.
akila yang melihat itu ,ia tampak heran.
"kamu ngapain si mas.''akila terheran .
eng ing eng...
tada!!
rio memperlihat kan kotak itu dan membukanya perlahan .
akila tercengang melihat isi kotak itu.
"ini apa mas.'' akila melongo.
"ini,kalung sayang..." ucap rio tersenyum lebar.
lalu ia meraih benda yang tersembunyi dicelah kotak merah itu, dan merentangkan didepan akila
"gimana,cantikan ?" mata akila terbelalak.
"bukan cantik lagi,tapi mewah dan elegan." akila terkagum-kagum.
'' ini buat siapa.'' tanya aKila penasaran.
'' ya buat kamu lah .'' ucap rio tersenyum,seraya mengalungkan
di leher akila dengan hati-hati.
akila hanya diam saat rio memakaikan kalung itu.
"gimana ,kamu suka." ucap rio pada akila
"mmmm ,aku suka mas,tapi apa tidak berlebihan mas,aku gak pantas pakai perhiasan sebagus ini." rendah akila
"shuttt!! sudah lah ,aku gak mau kamu bicara masalah status,lebih baik kita manfaatkan saja momen ini dengan sebaik-baiknya.'' ucap rio mengatupkan jarinya dibibir akila.
cuppp!!!!
rio mengecup kening aKila.
suasana menjadi syahdu tiba-tiba.
rio menatap akila lebih dalam.
"aku mau kita jalani terlebih dahulu ,biar kita lebih saling mengenal satu sama lain." ucap rio lembut.
akila mengangguk pelan.
rio meraih tubuh akila kedalam pelukannya.
"akila ,aku ingin..." bisik rio pada telinga akila.
"ishhh.. mulai dehhh," akila mencubit perut rio.
"auwww,sakit.." teriak kecil rio sambil meringis kesakitan.
"biarin ,habis kamu gitu.." akila mengerucutkan bibirnya dengan manja.
"kita pulang yukk.." ajak rio melepaskan pelukannya.
" okee..kita pulang, lagian ,ini udah larut malam juga." kekeh akila bangkit dari duduknya.
rio menggandeng tangan akila.
mereka masuk kedalam mobil .
jleggg...
pintu tertutup rapat.
"kamu masih lapar ." ucap rio terkekeh.
"ya gak lahh,kita tadi udah makan banyak,masa masih lapar."akila sedikit manyun.
"ya kalee ajaa, kalau masih lapar ,kita makan lagi di restoran terdekat sini."goda rio pada wanita itu.
"memangnya ,kamu pikir aku tong sampah hahh!! " kesal akila Sambil menoyor jidat rio.
"aww ,galak banget sii.." rio mengusap jidatnya .
"gitu aja sakit." cibir akila tersenyum nakal.
"awas ya , nanti aku bales lohh.."ucap rio setengah mengancam.
"coba aja kalau berani." kekeh akila.
"oke,kita lihat aja," rio terlihat agak kesal .
"udah ah ,kita pulang,ini udah larut banget." tegas akila
"baiklah ,kita pulang." rio menancap gas mobil nya.
dermmmm....
mobil pun melaju kencang dan mulus.
__ADS_1
karena jalanan tak begitu macet.
***
DIKONTRAKAN AKILA
" kita udah sampai." ucap rio datar.
"hmmm , makasih ,udah antar aku ya mas.." ucap akila tersenyum.
"sama-sama ," ucap rio sedikit lesu
"kamu kenapa mas,tiba-tiba lesu gitu."
"aku gak apa-apa kok ,aku pulang ya.." ucap rio tersenyum.
"apa gak sebaiknya kamu masuk dulu mas ,kita ngobrol didalam."ucap akila berkerut
"apa kamu gak capek ,aku takut kamu capek,bukannya tadi pas ditaman kamu bilang mau istirahat." ucap rio mengangkat alisnya.
" gak lah,kita ngopi bentar , sambil tangan kamu juga istirahat dulu." ucap aKila tersenyum.
"yasudah kalau kamu maksa." ucap rio tertawa kecil.
mereka masuk kedalam,
"mas,aku ganti baju dulu ya.." ucap akila pada rio
"oke.."rio menduduki kursi yang ada didepan nya
sementara akila naik keatas tangga dan menuju kamarnya .
5 menit kemudian,
akila turun dengan celana pendek selutut.
"bentar ya mas, aku bikinkan kopi dulu." ucap aKila sambil masuk kedalam dapur.
5 menit kemudian,
akila menghampiri rio dengan 2 gelas kopi hangat.
"silahkan minum kopinya." tawar akila
"iya makasih sayang..." rio tersenyum manis sambil memainkan ponselnya.
akila meletakkan gelas nya di meja .
lalu duduk disamping rio
"kamu mainan games mas.." tanya aKila penasaran.
"iya,buat ngilangin stress aja kalau lagi sumpek."terang rio fokus dengan ponsel nya.
"ohhh , yaudah lanjutin aja ,aku mau kebelakang ambil camilan." ucap aKila sambil bangkit .
"udah,gak usah." tahan rio seraya meletakkan ponselnya dimeja.
"aku gak mau camilan ,aku maunya ini ..." ucap rio serius sambil membelai bibir aKila dengan jemarinya.
membuat akila terdiam sesaat.
rio memandangi wajah akila ,mendekatkan bibirnya perlahan
cupp..cupp..cupp..
akila masih mengatupkan bibirnya , hingga rio membisikan kata-kata.
''bukalah sayang..."akhirnya akila membuka bibirnya.
dengan semangat 45 Rio melahap ***** seksi akila dan ******* nya .
mereka makin larut dan larut .
Rio yang sudah mabuk kepayang dengan sigap membopong tubuh akila masuk kedalam kamarnya .
akila hanya pasrah.
malam ini , mereka berdua merajut asmara yang penuh dengan kenikmatan surgawi .
brakkk....
Rio menghempaskan tubuh akila di atas ranjang .
memulai aktivitasnya malam ini.
beberapa menit kemudian,
Rio menghentak kan pinggulnya .
seperti ada sesuatu yang hangat didalam celah itu ,semua mengalir begitu saja , terasa indah,dan menenangkan , segala gundah gulana,beban yang berat seakan hilang seketika seiring dengan berakhirnya perjalanan dua insan yang sedang meraih indahnya surga cinta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
halooo,halooo,like, komen ,and rate yaa..
semoga suka dengan karyaku...🙏🙏🙏🙏