
setelah mereka kembali ke villa , merekapun langsung beristirahat dikamar masing-masing.
Rio pun masuk kedalam kamarnya .
ia merebahkan tubuhnya perlahan diatas bed.
matanya menerawang kembali ke peristiwa semalam.
dimana dia dan akila menghabiskan malam panjang berdua tanpa ada yang mengganggu.
entah kenapa semalam akila terlihat cantik sekali dengan dress maroon sedikit diatas lutut dan rambut panjang terurai bebas.
tiba-tiba saja pintu diketuk dari luar.
Rio segera beranjak dari tempatnya.
ia membuka pintu perlahan.
betapa terkejutnya ia ketika melihat siapa yang ada didepan nya saat ini.
'' akila..'' rio menatap sekeliling barang kali ada yang mengikuti akila atau yang melihat mereka kali ini.
segera saja rio menarik lengan akila.
'' kamu kemana saja ,aku cariin kamu dari tadi.'' rio menatap akila.
ia mengajak akila untuk duduk di atas kursi.
'' mas ,aku kesini cuma mau ambil bayaranku , setelah itu aku pergi lagi.'' terang akila
'' akila please, jangan bilang seperti itu.'' rio meraih tubuh akila kepelukannya.
namun akila terlihat biasa saja
'' sudahlah mas,aku bukan akila yang dulu lagi ,kamu bisa cari wanita yang baik-baik .'' akila menahan tubuh rio supaya tak memeluknya.
seketika rio menitikkan air mata karena ucapan akila barusan.
''maafkan aku akila ,aku tidak bisa menepati janji aku untuk selalu mendampingi kamu dalam keadaan apapun.'' ucap rio penuh dengan penyesalan.
akila menghela napas panjang.
'' sudahlah mas, aku udah melupakan cerita cinta kita ,aku sekarang bukan lagi wanita yang bisa kau banggakan seperti dulu lagi.'' akila berusaha bangkit dari tempat duduknya.
namun rio menahannya.
'' tidakkah kamu kasian padaku akila.'' mohon rio pada akila.
tapi akila menepis tangan itu.
'' mas,kumohon! jangan halangi aku,aku sudah tak mencintai kamu lagi.'' akila memaksa melepas tangan rio .
'' baik,baik.., tunggu sebentar.'' riopun bangkit dari duduknya ,ia menyerahkan segepok uang pada akila.
'' ambil ini.'' ucap rio menatap akila dengan sendu.
'' makasih! '' tanpa berbicara lagi akila langsung pergi dari hadapan rio.
riopun hanya bisa mematung di sana.
ia tak bisa berkata-kata apa lagi.
seketika hatinya terasa sesak.
iapun mengepalkan tangannya menahan amarahnya.
ia merebahkan dirinya di kursi rotan dengan tangan menelungkup di wajahnya.
rasa capek yang bersarang di tubuh nya akibat rafting tadi , membuat ia terpejam dengan sendirinya.
tak lama, pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.
Rio terbangun karena suara ketukan yang berulang-ulang.
''fyuhh ,siapa si.'' rio terlihat cemberut karena merasa terganggu dengan suara ketukan tadi.
terlihat ricko dan meylia berdiri didepan pintu.
'' rick...,'' rio sesekali menggeliat pelan dan menguap.
ricko saling tatap dengan meylia melihat bosnya itu.
'' bos , lagi tidur? '' ricko menatap wajah bosnya yang masih kusut.
'' emmmm.'' rio mengangguk.
''kita cari makan yuk.'' ajak ricko pada rio.
Rio pun melirik kearah arlojinya.
'' aku mandi dulu deh...'' ucap rio sambil berlalu.
'' okee bos,jangan lama-lama.'' ricko duduk di teras depan diikuti oleh meylia.
'' mas bram belum angkat telepon nya.'' tanya meylia pada ricko .
'' belum mey,mungkin dia tidur kali ..'' sahut ricko masih berusaha menelepon bram .
'' hmmm,oke..'' meylia mengangguk setuju.
tak lama ricko pun pergi ke kamar bram.
beberapa saat kemudian,
ricko terlihat berjalan kearah meylia berada tanpa bram.
__ADS_1
'' lohh ,mana mas bram.'' tanya meylia
'' dia masih mandi,nanti beliau nyusul ,kita tinggal aja.'' ucap ricko
dalam waktu bersamaan terlihat rio udah rapi dan menghampiri mereka berdua.
''pak bram gak ikut..'' rio berkerut.
'' nanti beliau menyusul .'' sahut ricko.
'' ohh gitu,yaudah kita jalan.'' ajak rio
mereka bertiga masuk kedalam mobil .
kali ini mereka akan makan di restoran pinggiran tak jauh dari area puncak .
kira-kira 15 menitan .
terlihat jelas pemandangan alam yang sangat indah disore hari.
Dengan sawah yang hijau luas.
pemandangan seperti ini tak ia temukan manakala diperkotaan.
hanya ada pemandangan gedung ,lift,dan file-file yang berderet-deret di rak buku .
dan satu lagi hanya ada padatnya jalanan yang hiruk pikuk.
Rio sesekali melirik kearah spion.
ricko dan meylia asyik sendiri dengan ponselnya.
tak lama kemudian,
mereka telah sampai di restoran yang dituju.
ricko dan meylia berdiri dan turun dari mobil rio.
'' hummm,lega sekali rasanya ,udara disini masih sangat asri .'' ucap ricko tersenyum senang.
'' rick,kamu share lok ke pak bram ya.'' ucap rio tiba-tiba dari belakang ricko.
'' okee bos.'' ricko pun mengerucutkan bibirnya , merasa terganggu dengan bosnya yang mengusik ketenangan nya saat ini.
tanpa basa basi ricko langsung mengirim pesan ke bram.
rio dan meylia mencari tempat duduk untuk mereka ber 4.
beberapa menit kemudian,
terlihat bram menghampiri mereka.
'' pak bram,ayo duduk,aku lagi pesan makanan , untuk kita berempat.'' ucap ricko.
bram hanya mengangguk pelan.
Rio tersenyum pada bram.
'' kita pulang sore ini kan...'' ucap rio pada bram.
'' iya rencananya si begitu hehe,kalau masih betah ya seminggu lagi disini juga tak apa kan..?'' kekeh bram sembari meletakkan ponselnya di atas meja.
rio hanya nyengir kuda mendengar penuturan bram barusan.
terlihat pelayan mengantar Pesanan mereka berempat.
merekapun dengan lahap menyantap makanannya.
tanpa banyak bicara hanya ada suara decapan mulut yang sibuk mengunyah makanan ditemani angin yang semilir.
tanpa sadar hari sudah petang .
merekapun memutuskan untuk kembali ke villa masing-masing.
*****
sesampainya di villa
bram meraih ponselnya mencoba mengecek apakah ada notifikasi pesan masuk dari nomor akila.
namun,
sampai detik ini akila tak ada kabar.
bram mengusap wajahnya.
ia mencoba menghubungi nomor akila .
tapi ,tak aktif.
'' akila , kamu dimana si.'' bram terlihat sangat stres.
blegggg...
ia membanting tubuhnya di atas bed.
matanya menerawang ke langit-langit.
entahlah,ia merasa gundah gulana karena akila seharian ini tak ada kabar.
membuat hatinya galau akut.
akila adalah wanita yang telah memberikan kesuciannya untuk dirinya.
dan tidak bisa dipungkiri ,semenjak kejadian itu bram merasa ada getaran hebat didalam lubuk hati nya jika berdekatan dengan wanita itu.
__ADS_1
tanpa sadar bram teringat kembali kejadian malam itu.
dimana dia dan akila terjebak dalam suatu keadaan yang memaksa mereka berdua untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka sebelumnya.
bram memejamkan matanya,
mungkin dengan cara itu ia bisa melupakan sepenggal kisah cintanya yang kelam dimasa lalu .
jam menunjukkan pukul 07:00 PM
ponsel bram bergetar membuat bram terkesiap.
Rio memanggil..
( haloo)
(........)
( iyakaahh?)
mata bram melirik kearah jendela .
benar saja diluar tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang.
tiba-tiba panggilan rio terputus.
doarrrrr!!!!
terdengar petir menyambar seketika itu.
membuat bram terkejut bukan kepalang.
'' duhh,kalau kayak gini gimana mau pulang ke kota coba.'' lirih bram sembari menarik korden jendela dan membiarkan tertutup.
cling...
satu pesan masuk
akila
( mas, aku baru pulang, tadi habis keluar.)
bram langsung menelepon balik tapi akila menolaknya.
( jangan telepon mas,aku mau mandi, gerah.)
(okeee)
bram memandangi layar ponselnya dengan tatapan kalut.
iapun mematikan ponselnya dan menjatuhkan dirinya keatas bed .
dalam keadaan tengkurap bram mencoba memejamkan matanya .
tiba-tiba terdengar suara akila memanggil nama bram.
bram pun terbangun dari tidurnya.
terlihat akila mendekati dirinya dan melepas semua benang yang menempel di tubuh nya.
membuat bram terkejut ia menelan salivanya.
tanpa ragu akila melucuti semua pakaian bram.
ia menindih tubuh bram seraya mengecup bibir bram yang terlihat segar itu.
tanpa banyak kata-kata mereka hanyut dalam permainan.
dan...
suara seksi akila mampu membuat bram terasa membara dan semakin berapi-api.
uhhhh!!!
terasa cairan hangat membuncah dengan sensasi tersendiri.
terlihat akila tersenyum nakal dan mengigit bibirnya perlahan.
bram pun terbangun,rupanya hanya mimpi.
bram menjambak rambutnya dan segera bangkit dari ranjang nya.
ia segera berlari kekamar mandi.
******
00:00
malam semakin larut ,dinginnya angin puncak mampu menembus kedalam kamar .
membuat mereka semua menggigil sesekali.
bram meraih guling dan meringkuk didalam selimutnya yang tebal.
rio pun demikian,sesekali ia terbangun karena kedinginan.
sementara meylia dan ricko terlelap didalam kamar masing-masing.
rasa kantuk yang tidak tertahankan membuat mereka terlihat seperti tak bernafas lagi.
karena hujan lebat dan cuaca yang buruk mereka terpaksa menunda kepulangan nya sampai esok hari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
haii..haii.. tinggalkan jejak ya bestie..😘😘😘😘