
" apa!! lamaran ? "pak ramdan terkekeh dan tertawa lalu duduk didekat bu hasna .
"apa kalian serius ? " pak ramdan menatap kearah bram dan akila.
"emmm.. iya pah.."bram mengucapkan kata -kata yang diluar dugaan akila ,meylia dan ayah pikirkan.
"k-kamu serius mas ," akila melotot tajam ,tak percaya dengan
kata -kata bram barusan.
"iyaa...aku serius kok,daripada kamu diambil orang ,mending aku ikat aja biar gak kabur." ledek bram tersenyum nakal.
"wihh,mantap tuh ,gue suka gaya lu " mey menepuk pundak bram.
"buruan,jika memang saling sayang diikat aja ,takut kegaet orang " meylia menaikkan alisnya.
"hmmm..,kita si terserah kalian aja,toh kalian yang akan menjalani nya." ucap pak ramdan.
"ehmm,kalau kalian sudah mantap ,lanjut ke jenjang yang lebih serius kita dukung kok " ucap pak aji ,tapi dalam hatinya sejujurnya belum siap 100% baru 50% .
tapi beliau tak memperlihatkan pada mereka semua.
"ehhmm,jadi gimana " ucap Bu hasna menatap kearah bram dan akila .
"Minggu depan kita lamaran Bu, apa ibu sama bapak setuju "ucap bram serius.
"ya,terserah kamu aja bram ,apa tidak terlalu cepat kan kalian belum pesan cincin." ucap Bu hasna .
"iyaaa ibu benar, "pak ramdan menimpali.
"udah,kalian tenang saja ,bram udah atur semua nya,bahkan bram udah pesan cincin tunangan ditoko perhiasan punya temen bram ." bram tampak antusias .
"ohh.. gitu, ya kita ikut aja lah apa baiknya buat kalian berdua." ucap pak ramdan menatap kearah bram dan manggut-manggut tanda setuju.
"iyaa,kita ikut aja bram ," celetuk meylia tersenyum lebar sambil melirik kearah akila yang masih termangu.
" bagus lah, kalau kalian setuju dengan pertunangan aku dan akila " bram tersenyum lega .
"okee kalau begitu kita rayakan momen ini " ucap pak ramdan terkekeh .
"iya..kita rayakan dengan makan besar karena saya juga udah masak banyak dan enak-enak " ucap Bu hasna tertawa bahagia.
...----------------...
Bu Ningrum duduk diruang tamu sendirian,pikirannya tak tenang.
"ayah ,udah sampai belum ya ,kok gak ngabari ,bikin gak tenang aja " Bu Ningrum melamun.
"Bu..ibu kenapa ? " tanya bima
"gak apa-apa nak,kok kamu Kesini mang PRnya udah selesai ,septa mana " Bu Ningrum mengalihkan pembicaraan.
"septa lagi nonton tv ,kita udah selesai kok ngisi PRnya." ucap bima tersenyum.
"oh, yaudah ,kalian istirahat saja ,ibu masih nunggu kabar dari ayah." bu Ningrum mengelus pundak anaknya .
tiba-tiba ponsel ibu Ningrum berdering.
mata Bu Ningrum melirik kearah ponsel dan mengambil nya .
"ayah..!! " ucap bu Ningrum tersenyum sambil menggeser tombol hijau.
"halo yah,gimana, ayah udah ketemu sama temennya " Bu Ningrum tersenyum.
"udah bu ,besok ayah akan pulang dan bawa kabar gembira untuk ibu " .
"kabar apa ? " bu buningrum mengangkat alis nya , beliau tampak penasaran dengan perkataan suami nya.
"udahh.. besok aja pas ayah pulang ya ,ayah baru cerita ,ini ayah lagi sibuk dan mau lanjutin makan-makan dengan keluarga teman ayah." Bu Ningrum menggerutu.
"ya..udah ,ayah jangan lama-lama disitu ,ibu pengin dengar kabar gembira itu segera " Bu Ningrum tersenyum.
"iya Bu,assalamualaikum "
"waalaikum salam " Bu Ningrum menutup telponnya.
...----------------...
"baiklah,karena hari sudah malam ,kita pamit pulang dulu ya Om,tante " ucap akila dan meylia pamit.
"iyaa.. kenapa kalian gak nginep aja dirumah kita " tawar Bu hasna mengulum senyum.
__ADS_1
"gakk..usah,kita mau reunian dikontrakan akila saja tante" ucap akila ramah.
"ohh..iyaa,iyaa, gak apa -apa ,nak aKila sering main kesini ya kalau libur" pak ramdan menyela
"iya Om,tante,pasti aku akan sering main kesini kok " akila melirik kearah bram .
"hmmmm,lirik terus,Pepet terus " goda meylia dengan candaan konyolnya.
"Kaka ,apaan si,udah ah, kita pulang yuk,tuh taxinya udah datang." akila memotong pembicaraan.
"iya.. iyaa..baik,kita pulang sekarang "
"mas,kita pulang ya
assalamualaikum " pamit pak aji.
"iya sob , hati-hati ya " pak ramdan mengantar sampai depan pintu .
"iyaa..iya.. sampai ketemu minggu depan ,jika tidak ada halangan insya Allah."ucap pak aji melambaikan tangan.
"mas aku pamit pulang ya," akila tersenyum pada bram.
"iya akila hati-hati ya " bram menatap akila tajam
mereka langsung masuk kedalam taxi.
akila tersenyum pada bram dan masuk kedalam taxi .
"udah.. jangan dilihatin terus , kan Minggu depan juga ketemu lagi " sindir meylia pada akila.
kemudian,taxi berlalu pergi dan meninggalkan mereka semua .
bram masih berdiri didepan pintu .
memandangi punggung taxi yang hampir saja tak terlihat .
"bram..ayo masuk kedalam,udah jangan dilihatin terus ,besok juga ketemu " ucap Bu hasna mencibir.
"iyaa Bu, " mereka masuk kedalam rumah dengan saling rangkul.
*
*
bram tersenyum lega , akhirnya niatnya untuk melamar akila akan segera terlaksana.
ia termenung sesaat.
tanpa sadar ,ia teringat akan peristiwa silam, dimana dulu kisah cintanya dengan mantan kekasih yang tercinta kandas ditengah jalan.
semua karena orang tua dari kiara yang matre ,kalau saja mereka lihat keadaan bram Sekarang yang sudah hidup enak dan jauh dari kekurangan mungkin mereka akan menyesal.
bram tiba-tiba mengutuk keluarga sang mantan.
hatinya tiba-tiba sakit dan teriris.
luka yang masih menganga kini berdarah lagi .
"ahh..sial!! ngapain si , aku mikirin orang gak jelas kayak mereka .
bram menghela napas panjang.
kemudian,
cling...
notifikasi pesan masuk entah dari siapa.
bram melirik ponselnya .
perhatiannya teralihkan pada bunyi ponsel.
"siapa yang kirim pesan " batinnya.
matanya tertuju pada layar ponsel.
"akila !! " bram langsung telepon balik.
"kenapa babe? " ucap bram tersenyum bahagia.
"mas,kita cuma mau kasih tahu kalau kita sudah sampai Rumah ,ini kita mau tidur " ucap akila
__ADS_1
"ohh... syukurlah kalau begitu yasudah kalau udah sampai ,aku mau mandi dulu , badanku lengket seharian bergulat sama kamu " ucap bram terkekeh kecil.
"ihhh..apaan si,nakal ya " akila menggerutu.
"hehe..udah, jangan ngambek nanti sikecil jadi pengin lagi gara -gara lihat kamu ngambek " bram menggoda aKila.
"hemmm..udah sana mandi , keburu dingin habis itu bikin teh anget ya ,biar gak masuk angin."akila penuh perhatian pada bram
"iya babe... sampai ketemu besok " ucap bram seraya mengulum senyum.
" iya..iya.." akila menutup teleponnya.
kemudian,ia senyum-senyum sendiri
lalu menghempaskan tubuhnya diatas ranjang .
ia merentangkan kedua tangannya,
menatap ke langit-langit kamar.
terbayang diwajahnya saat pertama kali bertemu bram hingga ia terjebak dalam situasi yang membuatnya harus kehilangan kesuciannya.
"apa aku siap , tunangan dengan bram ?" tiba-tiba hati kecil nya berkecamuk.
tok..tok...
Pintu diketuk dari luar
akila menoleh kearah pintu.
"nakk..apa kamu udah tidur " ucap seseorang dari luar.
akila bangkit dan membuka pintu mendengar suara dari luar .
krett..
"ayah..kok ayah belum tidur ini kan sudah malam , besok ayah kan harus pulang kedesa ." ucap aKila tampak khawatir
"ayah gak apa -apa kok , boleh ayah masuk." ucap pak aji serius .
"boleh ,ayo masuk " ucap akila
pak aji duduk di tepi ranjang dan menatap akila.
"nakkk.." ucap pa aji menatap akila .
"iya yah, kenapa ? " akila tersenyum dan menggengam tangan ayahnya.
"apa kamu benar-benar udah mantap,jika harus tunangan dengan bram anak sahabat ayah." tanya pak aji menyelidik .
"hmmm.. sebenarnya,akila..."
'' kalau kamu belum siap jangan dipaksakan , sesuatu yang bermula dari keterpaksaan itu akan berakhir tidak baik nak .." akila menatap keluar jendela ia bingung dengan perasaannya.
tapi , sesungguhnya ia mulai nyaman dengan bram dan lagipula ,bram adalah laki-laki yang pertama kali mengambil mahkota akila .
jadi,apa salahnya menerima pinangan bram .
sejenak ia terdiam .
"nakk..." pak aji membuyarkan lamunan akila
''yahh..ayah doakan saja ya akila bahagia dengan bram,kita saling cinta dan akila nyaman dengan bram yah.." ucap akila tersenyum lebar.
"Alhamdulillah,kalau kalian saling suka dan nyaman satu sama lain ,ayah dukung kalian . yasudah kamu tidur ya,kakak kamu juga udah tidur tuhh, mungkin dia kecapean." pak aji tersenyum lalu beranjak dari ranjang aKila.
"iyaa Yah,ayah juga istirahat ya,besok kan harus pulang kedesa lebih awal."akila mengulum senyum.
"iyaa nakk ,kamu juga ya istirahat , jangan dipikirkan terus cincin dan bram nya gak akan hilang kok " pak aji tersenyum jahil .
"ihh ayaahh....." akila berteriak manja.
lalu ia menutup pintu kamar dan langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.
lalu ..ia memejamkan matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
haii...haii.. jangan lupa tinggalkan jejak like,vote yaa biar aku makin rajin upp..🙏🙏
__ADS_1