
'' kenapa kamu kesini sama laki-laki itu ,apa kamu udah balikan sama dia.'' tanya pak aji agak kesal.
akila terlihat murung karena ucapan ayahnya.
bram yang memang tidak tidur mendengar obrolan mereka diruang tengah.
'' yah ..,akila masih cinta sama mas bram ,kita udah saling berhubungan kembali.
dan kami memutuskan untuk menikah lagi.'' akila tampak serius.
pak aji dan bu ningrum hanya menggeleng pelan .
'' kamu ingat akila , laki-laki itu sudah menghancurkan masa depan kamu.'' ucap pak aji tegas.
'' tapi yah...'' sela akila.
'' jika bukan karena bram ,kamu mungkin sudah hidup bahagia.'' ucap pak aji lantang.
'' yahhh,please ,dari kecil aku tidak minta apa-apa dari kalian.
tolong untuk saat ini ,aku mau minta satu permintaan ,satu aja permintaan.'' akila tersedu.
"aku minta restui pernikahan aku dan mas bram .'' mohon akila bersimpuh dihadapan ayahnya.
'' apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu akila.'' tanya bu ningrum menimpali.
sedangkan pak aji masih terdiam seribu bahasa .
ia seperti enggan berkomentar apapun.
dan membiarkan akila berlutut dibawah kakinya.
'' yahh, akila mohon sama ayah turuti kemauan akila yang terakhir ini ,setelah itu aku tak mau minta apa- apa lagi.'' ucap akila masih bersikukuh pada pendiriannya.
pak ajipun tak tahu harus berbuat apa ,ia tidak mau melihat putri kesayangan nya sedih untuk kesekian kalinya.
tapi juga tidak rela jika akila menikah lagi dengan laki-laki yang sudah menghancurkan masa depannya.
ia mengusap wajah nya perlahan.
'' panggil bram kesini.'' titah pak aji pada akila.
akila yang masih sembabpun menuruti perintah ayahnya .
'' i-iya yah.''akilapun segera bangkit dari duduknya.
'' akila'' tahan bu ningrum.
'' iya bu.''akila terhenti sejenak.
''apa kamu yakin dengan keputusan kamu untuk menikah dengan bram .'' ucap bu ningrum lembut .
'' iya ,aku yakin dengan Keputusan aku ibu.'' terang akila mantap.
bagaimanapun bram adalah laki-laki yang selalu ada untuk akila selama ini.
dan jika bukan karena bram , mungkin akila masih berada dalam cengkeraman erna kala itu.
akila menghembuskan napasnya.
dari kejauhan terlihat bram sudah lebih dulu keluar dari kamar akila.
ia menghampiri mereka semua .
''pak,ibu.'' tiba-tiba saja bram sudah dibelakang akila.
'' mas,kamu udah bangun.'' akila terkejut dengan kedatangan bram yang tiba-tiba.
'' ia ,udah .'' bram segera menjabat
tangan kedua orang tua akila.
'' gimana kabar ibu .'' bu ningrum membelai rambut bram lembut saat bram mencium tangannya.
'' baik nak..'' sahut bu ningrum lembut.
lain dengan pak aji,ia hanya menatap datar pada bram saat bram menjabat nya .
__ADS_1
Bram hanya berusaha menerima sikap pak aji padanya .
ia sadar diri, mereka bersikap seperti ini mungkin karena masih kesal dengan ulahnya dulu.
'' bram ,duduk disana, kami mau bicara '' ucap pa aji tiba-tiba.
'' baik pak.'' ucap bram mengangguk cepat.
Bram dan akila pun duduk bersebelahan.
'' apa kamu yakin mau menikahi anaku, akila .'' pak aji membuka obrolan .
'' iya saya yakin pak aji,akila adalah cinta pertama saya,saya gak mau kehilangan dia untuk kesekian kalinya.'' sahut bram terlihat serius.
akila yang mendengar jawaban bram , hanya tersenyum dalam hati.
'' makasih mas.'' lirihnya dalam hati.
'' lalu,apa orang tua kamu sudah tahu .'' tanya pak aji lagi.
'' mereka sudah tahu pak,bahkan mereka sudah setuju dengan keputusan kami berdua.'' ucap bram yakin.
''sebenarnya ,kami masih ragu dengan ucapan kamu bram.'' pak aji menghela napasnya.
tapi ,jika itu memang sudah kemauan kalian berdua kami bisa apa.'' ucap pak aji pelan.
'' jadi maksud ayah...'' akila membulatkan matanya .
'' iya ,ayah setuju dan merestui hubungan kalian berdua.'' pak aji tersenyum tipis.
'' terima kasih ayah.'' akila menghamburkan pelukannya pada laki-laki itu.
seketika pak aji tampak berkaca-kaca .
Bu ningrum mengulum senyum tipis.
dan memeluk mereka berdua.
Bram yang melihat itupun hanya tersenyum dalam diam.
pak aji berusaha untuk memberi kesempatan kedua pada bram.
'' baiklah ,ayo kita makan siang dulu , bukankah kalian lapar.'' ucap bu ningrum mengakhiri pelukannya.
'' memangnya ibu udah masak.'' tanya akila seraya menggoda.
'' ibu tadi bawa berkat dari kondangan itu banyak banget.
ayo kita makan dulu.'' ucap bu ningrum pada akila .
'' memang nya ibu sama ayah tadi gak makan disana.'' ucap akila.
'' gak,disana lagi acara ijab,jadi ,kita mau makan susah.
ya ibu minta dibawa pulang aja deh..'' kekeh bu Ningrum.
'' oalahhh,ya udah ,kita siapin makanannya sekarang.'' ucap akila membawa bingkisan yang berisi berkat itu ke meja makan.
****
'' Bram ,akila , kalian nginep disini aja ya ,pulang besok pagi atau siang.'' ucap Bu ningrum disela makan siangnya.
'' iya ,kita nginep disini aja mas maukan?.'' tanya akila pada bram.
'' iya ,terserah kamu aja aku ikut.''bram menyuap makanannya lagi.
'' iya , kalau bisa si cuti 2-3 hari disini dulu , sekalian bantuin ayah panen cocoa .'' ucap pak aji.
'' wihhh,mantap tuh,kita bisa selfie-selfie di kebun nanti'' akila tampak senang dengan ucapan ayahnya.
Bram hanya tersenyum tipis melihat tingkah akila.
'' dasar anak gunung.'' goda bram pada akila.
'' biarin,anak gunung kamu juga mau.'' akila menjulurkan lidahnya.
'' ya gimana ya , sebenarnya si , kalau ada wanita lain yang lebih seksi aku mungkin gak mau ya sama kamu,sayangnya...,dari sekian wanita yang aku temui cuma kamu yang paling seksi dimata aku.'' goda balik bram.
__ADS_1
'' gombal!!!'' maki akila pada bram.
'' gak gombal,cuma lagi usaha.'' kekeh bram
'' huuuu...'' akila mengerucutkan bibirnya.
'' apaan si kalian kayak anak kecil aja.'' Bu ningrum menggeleng pelan.
seketika suasana menjadi hangat dan penuh tawa dan canda.
pak aji dan bu ningrum bersyukur dalam hati karena akila terlihat bahagia sekali saat ini.
******
malam pun menjelang
Erna berusaha menghubungi tomy tapi tidak terhubung.
'' ihhh,tomy kemana si.'' Erna terlihat bete karena tomy kali ini susah untuk dihubungi.
'' mana dia bawa mobil aku lagi.'' erna terlihat kesal.
pagi tadi, tomy kerumah erna dan memberitahu erna jika dia mau ada acara keluar kota dan baru balik sore hari.
tapi ,
malam sudah menjelang ,tomy tak juga kunjung datang.
'' tom, sebenarnya kamu kemana.'' erna terlihat gusar.
berkali-kali ia mencoba menghubungi nomor Tomy tapi gagal.
ia semakin geram,bagaimana tidak ,tomy membawa mobilnya.
dan yang paling penting dibagasi mobil ada koper berisi uang.
tiba-tiba erna membanting vas bunga yang tak jauh dari jangkauannya.
'' sial!!'' erna meremas ujung roknya.
ia takut jika tomy akan berbuat nekat dan membawa kabur semua hasil jerih payahnya selama ini.
******
pak aji termenung diteras sendirian ditengah derasnya hujan malam ini.
entah apa yang dipikirkan nya saat ini.
'' pak,udah malam belum tidur.'' tiba-tiba saja bram udah ada didekatnya.
'' ehhh,nak bram .'' pak aji menyesap puntung rokok nya .
''belum ngantuk ,kamu sendiri belum ngantuk.'' ucap pak aji mengernyitkan alisnya.
'' belum,biasa tidur malam dikota.'' terang bram.
''ohh , ya udah temani saya begadang sambil main catur yuk.'' ajak pak aji.
'' Boleh,boleh.''ucap bram, tampak bersemangat .
ia mengambil papan catur dan menaruh nya diatas meja.
'' duhhh ,kalian berdua udah malam belum tidur.'' celetuk akila dari depan pintu.
'' kita mau main catur dulu akila ,kamu tidur dulu sana.'' sahut bram
'' ohh ,okay ,tapi jangan sampai kemalaman loh yah,mas, angin malam gak bagus buat kesehatan .'' ucap akila.
'' iya ,iya ,udah sana kamu masuk temani ibu.'' ucap pak aji lembut.
'' iya ,iya...'' akila pun masuk lagi kedalam rumah dan menutup pintu kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...