
"apa!! Alhamdulillah " ucap pak aji tersenyum lega
ia berkaca-kaca karena mendengar kabar bahwa akila sudah kembali pulih dari masa kritis nya.
pak aji tersenyum dan menelepon balik pada nomor meylia .
minta video call sama mey ,karena ingin melihat kondisi akila dari kejauhan.
saat video call pak aji dan meylia sama-sama terisak pelan karena meylia juga baru mengetahui kalau ibunya mengalami pendarahan disekitar otak nya.
sehingga ia harus dioperasi segera .
mata meylia menitikkan air mata .
ia ingin sekali bertemu dengan ibunya walau sekedar saja.
melihat langsung kondisi ibunya bukan hanya lewat video call.
karena tak ingin lama-lama melihat meylia menangis pak aji terpaksa mengakhiri video callnya .
kemudian pak aji menghapus
sisa -sisa air mata nya yang jatuh berurai dipipi nya.
*
*
*
RUMAH SAKIT
"Alhamdulillah,pasien sudah stabil dan mulai membaik kondisi nya ,tapi jangan terlalu banyak diajak bicara soalnya takut berpengaruh pada emosinya ." ucap dokter pada bram.
"ia dok ,baik " ucap bram tersenyum.
"baiklah saya tinggal dulu , untuk sementara pasien dirawat dulu disini sampai benar-benar pulih ."ucap dokter lalu setelah itu ia pun pergi.
bram sedikit lega setelah melihat akila mulai sadar dan pulih kembali.
ia mengembangkan senyum kecil .
lalu ia keluar dari ruangan akila .
entah,dia mau apa yang pasti setelah ia mendapat telepon dari seseorang ia bergegas pergi begitu saja.
*
*
*
DITEMPAT LAIN
"sudah aku bilang, aku mau kita akhiri permainan kita ini,setelah aku pikir -pikir aku ternyata lebih mencintai akila daripada kamu Ki..maaf " ucap bram tampak frustasi.
"apa!! tega kamu mas,setelah aku berkorban demi kamu,aku tinggalkan suamiku hanya untuk kamu,tapi apa balasan kamu ,hahh !! "kiara melotot dan tak terima dengan perlakuan bram padanya.
"sudahlah,aku muak dengan semuanya ,aku gak mau kehilangan akila untuk yang kedua kalinya ,jadi kamu cepat pergi dari hadapan aku kiara ..." bentak bram pada kiara ,penuh amarah dan kebencian.
"brengsek kamu mas ,PHP in aku dengan harapan palsumu , aku Pastikan kamu akan menyesal udah giniin aku ,lihat saja aku akan balas ." kata Kiara mengancam .
"aku gak akan biarkan kamu lakukan itu '' bram menarik lengan kiara dan menghempaskan kejalan.
brakkkkkk.
kiara membentur aspal dan ia pingsan .
bram yang panik langsung menghampiri kiara dan membawa kiara kerumah sakit , tempat yang sama dengan akila dirawat disana.
*
*
*
"bagaimana dok keadaan wanita ini ." ucap bram setengah khawatir.
__ADS_1
"ia tak apa-apa hanya saja ,ia sekarang harus berhati-hati , jangan sampai ini terjadi lagi,karena itu akan berakibat fatal dengan kandungan nya ."ucap dokter serius.
"apaa.. jadi wanita ini hamil dok ? " tanya bram terlihat shock ia mengusap dagunya ,ada sorot mata kekhawatiran dan ketakutan disana.
"ia ,saat ini usia kandungan nya sudah 2 minggu." ucap dokter.
"astaghfirullah ,ya ampun kenapa jadi seperti ini si,gawatt!! " bram mengepalkan tangannya ia langsung saja mengalihkan perhatian dokter supaya tak curiga pada tingkahnya.
"baik dok,terima kasih ." bram mengulum senyum.
"iyaa,baiklah,saya permisi dulu mas ." ucap dokter lalu pergi.
"shitt!! Kenapa dia hamil coba ,ya tuhan mati aku , kalau kayak gini caranya." ucap bram dalam hati.
beberapa menit kemudian,
meylia menelepon bram, jika ia tak bisa lama-lama dirumah sakit ada urusan mendadak.
jadi, bram harus kembali keruangan akila .
dalam perjalanan menuju keruang akila ia berpapasan dengan meylia .
"bram..kok kamu dari ruang sebelah , ngapain ? aku pikir kamu keluar , ternyata kamu disini ." ucap meylia
"i..iya ,ada teman aku masuk rumah sakit ini juga ,dia dirawat disini juga mey, " terang bram agak gelagapan.
"ohh,gitu,yaudah aku pergi , tolong jaga akila dengan baik ,kalau ada apa-apa kabari aku " ucap meylia datar.
"iyaa okee..mey." jawab bram singkat.
...----------------...
RUANGAN AKILA
"babe..maafin aku ya." ucap bram pada akila .
akila hanya terdiam,ia sangat pucat pasi.
ya maklum saja,ia baru saja kehilangan banyak darah .
Untung saja ada orang yang bersedia mendonorkan darahnya untuk akila.
"mas..aku pengin sendiri , tolong tinggalkan aku ." ucap aKila dengan nada ketus dan dingin.
''apa! e..baik ." sahut bram agak berat hati meninggalkan aKila .
akila langsung membaringkan tubuhnya miring ke kiri menghindari bersitatap dengan bram.
bram berdiam ,ia melirik kearah akila lagi tapi akila tak menggubris nya.
krett..
pintu dibuka oleh bram.
ia duduk sambil memangku tangannya.
ia bingung , karena akila tak mau lagi bertemu dengannya untuk sementara ,atau seterusnya.
...----------------...
RUANGAN KIARA
kiara membuka matanya perlahan.
ia tak menemukan siapapun disekitar nya.
ia mencoba bangkit tapi .
"ahhh.." perutnya kontraksi.
"ahhh.." kenapa perut ku sakit sekali." ucap kiara tak mengerti , entah apa yang terjadi pada dirinya hingga ia tiba-tiba ada dirumah sakit.
"bram.. dimana dia ,aku terakhir kali bertemu dengan dia ." kiara melotot
ia ingat , bahwa bramlah yang telah mendorong tubuh nya ke jalan hingga ia jatuh dan pingsan .
"ahhh.." kiara memegang kepalanya yang terbentur aspal.
__ADS_1
tiba-tiba perawat datang menghampiri kiara
"selamat siang mba , waktunya minum obat ya ." ucap perawat pada kiara seraya mengulum senyum.
"sus..apa tadi ada orang laki-laki yang bawa saya kemari ."tanya kiara penasaran.
"iyaa..mba,tapi sekarang beliau sudah pergi , beliau cuma menitip pesan jika mba udah sadar , tolong pesan taxi dan hubungi suaminya atau keluarga terdekat ." kata perawat itu
"apaa!! tega bener kamu mas,lalukan ini padaku ." kiara termenung sejenak
dalam hatinya ia tak terima bram memperlakukan nya seperti itu.
"yasudah mba, saya tinggal dulu ,jika ada perlu apa pun pencet bel aja mba." ucap perawat sebelum ia pergi
"iyaa sus,makasih." kiara mengepalkan tangannya.
"ahhh.."kiara meringis kesakitan menahan sakit di kepala nya.
kemudian,tangannya meraih ponsel dibawah bantal.
ia memencet nomor bram.
" haloo..kamu dimana mas,aku pengin ketemu dan ngobrol,ada yang ingin aku bicarakan ."ucap kiara.
"(....)"
"okee saya tunggu ."
2 menit kemudian,
bram sudah berdiri didepan kamar kiara.
krett..
pintu terbuka dan bram berdiri di sana.
"kamu udah sadar,syukurlah." ucap bram mendekati kiara.
"mas..apa maksud kamu giniin aku ,dan kenapa aku bisa ada dirumah sakit. " ucap Kiara meminta penjelasan pada bram.
brukkkkkkkk..
bram memandangi kiara sejenak dan melempar sebuah amplop berisi surat .
"apa ini mas, " kiara menatap bram
"buka aja ,dan baca dengan benar." ucap bram.
kiara membuka amplop itu ,dan membuka isi amplop itu .
jeng..jeng... jeng..
"apa!! aku hamil ? " kiara melotot tak percaya ,ia melirik kearah bram yang tak mau melihat wajahnya.
"iyaa..dan aku mau kamu gugurkan anak itu , karena aku lebih memilih akila dari pada kamu ,mantan brengsek ."maki bram pada kiara
"apaa..tidak,aku tak mau menggugurkan anak ini,aku tak mau mengulang dosa masa lalu."kata Kiara menatap bram penuh kebencian.
"ya udah ,bodo amat,kalau kau mau urus anak itu sendirian gak apa-apa si,tapi jangan harap aku mau bertanggung jawab pada anak itu."ancam bram.
"tega kamu mas,giniin aku ." kiara bercucuran air mata.
"tega kamu bilang , bukannya kamu yang kegatelan padaku ,dan kamu seharusnya , sebagai wanita itu punya harga diri,apalagi kamu udah punya suami."kata bram mengatai kiara.
"ahhh, diam,aku begini juga Karena kamu mas,seharusnya kamu hargai pengorbanan aku." protes kiara
"hargai?? tiada yang bisa aku hargai dari Kamu,anggap saja itu Karma karena kamu udah nyia-nyiain suami yang sayang sama kamu." kata bram tangannya menuding kewajah kiara.
brakkkk..
bram menutup pintu secara kasar .
ia pun pergi meninggalkan kiara.
"mas.. tunggu aku mas, jangan gila kamu mas,mas bram ..." teriak kiara dari dalam ruangan .
"shitt!! awas aja kamu mas,kamu akan menyesal telah mencampakkan aku."rutuk kiara pada bram.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...