SYAKILA

SYAKILA
214. LEBIH BAIK DIAM


__ADS_3

" mas, aku takut erna akan kesini.''akila membenamkan wajahnya di pelukan bram.


ia merasa nyaman jika ada di pelukan bram.


"gak ,kamu jangan takut , mereka gak akan menemukan kamu okey..!!'' Bram memegang kedua bahu akila dan menatap akila dalam.


akila mengangguk ,ia sedikit lebih tenang dan lega dengan ucapan bram barusan.


akila mengulum senyum.


'' mas,kok kamu pulang,apa pekerjaan udah selesai.'' ucap akila.


Bram mengusap anak rambut akila kebelakang.


'' aku belum selesai,cuma tadi aku pas dengar kamu diancam sama erna aku khawatir babe ,makanya aku buru- buru kesini'' Bram menatap akila sendu.


terlihat ekspresi kekhawatiran disana.


Bram gak mau kalau akila jauh darinya lagi seperti dulu.


Bram meraih tangan akila dan mengecupnya.


cuppp!!!


'' sekarang aku udah gak apa-apa ,kamu kerja lagi aja mas,takut dimarahin pak rio.''ucap akila sambil menikmati tampan nya wajah bram dari dekat.


entahlah,


berlama-lama memandang wajah Bram itu membuat akila bahagia ,ia seperti enggan untuk berpisah walau sejenak saja.


ya, walaupun bram udah menyakiti hatinya dalam,dalam banget.


akila tetaplah akila ,ia tak mungin melupakan laki-laki yang pertama kali menyentuhnya.


akila menghela napas nya.


'' hmmm, kamu yakin gak apa-apa,aku tinggal .'' bram sedikit menaikkan alisnya.


berharap akila akan menahan kepergian nya .


" gak apa-apa sayang..'' untuk pertama kalinya akila memangil bram dengan sebutan sayang.


Bram terkekeh kecil.


ia memerah seketika.


'' tumben, kamu panggil aku sayang.'' protes bram.


ia terkekeh geli.


'' ihhh, memangnya gak boleh,ya udahlah aku gak jadi panggil kamu sayang.'' akila mengerucut kan bibir nya.


ia merajuk kali ini.


'' ya elah,gitu aja ngambek si.'' Bram meraih tubuh akila dan memangkunya.


seketika akila tersipu dibuat nya.


Bram mengecup kening akila


'' i love you .'' Bram menatap akila mesra.


'' love you too.'' akila mengulum senyum dan menatap bram lebih lama .


cling....


satu pesan masuk di ponsel Bram.


[ bro,kamu lagi kemana ,kok lama cepat balik.]


Bram mengusap layar hpnya.


[ bentar lagi kesitu, tunggu bos]


bram menatap akila sekilas.


" babe,aku harus balik ke proyek aku.'' terang bram


ia memasukan ponsel nya kesaku.


" ohh ,ya udah mas, hati-hati ya.'' senyum akila mengembang dibibir manisnya.


membuat bram ingin berlama-lama dan betah didekat nya .


'' okey...'' bram tersenyum manis.


akila turun dari pangkuan bram.

__ADS_1


ia mengantar Bram sampai depan pintu.


" dahhh!!!'' akila melambaikan tangan pada Bram.


Bram pun tersenyum dan membalas lambaian itu.


ia berlalu pergi meninggalkan akila .


***


" Bram kemana si, pergi lama banget , katanya sebentar saja." Rio menyeka keringat nya yang mulai bercucuran.


hari ini entah kenapa cuaca begitu panas dan matahari begitu terik .


Rio meminum air mineralnya.


terlihat Bram berjalan menghampiri nya.


''ehemm...ehem'' Bram mendekati Rio yang sedang duduk.


'' bro,kamu darimana saja,aku tungguin dari tadi.''rio tampak memerah karena kepanasan.


terlihat dari bajunya yang basah oleh keringat.


''duhh,sory bos, bagaimana kalau kita makan siang sekarang.'' ajak Bram,ia tak enak karena membiarkan rio terlalu lama menunggunya.


'' oke..'' Rio pun bangkit dari duduknya.


mereka segera pergi dengan mobilnya.


tak lama mereka sampai juga di restoran terdekat.


Bram mematikan mesinnya.


'' bos ,kita turun sekarang.'' Bram membuka pintu mobil nya diikuti oleh Rio.


mereka berjalan beriringan.


'' kamu dari mana tadi bro.'' tanya Rio seketika membuat Bram terhenti sesaat.


'' aku tadi ada urusan sebentar .


biasa ,nyokap suruh beliin obat ,asam urat nya kambuh.'' Bram terpaksa bohong pada Rio.


'' ohh, tapi sekarang udah gak apa-apa kan.'' Rio mengernyit.


mereka telah sampai didalam restoran.


Bram menarik kursi dan menduduki nya perlahan.


'' bos mau makan apa.'' Bram meraih buku menu yang tak jauh dari jangkauannya .


Rio tampak berpikir sejenak.


'' emmm,aku makan steak aja deh.'' ucap Rio seraya menyeka keringatnya.


'' okay.., minumnya?'' tanya Bram lagi.


'' Orange juice aja.''rio menatap sekeliling mereka.


cukup nyaman.


pikirnya!!


Rio jadi ingat kala itu ia pernah makan ditempat ini bersama dengan Akila.


ia tersenyum tipis .


Bram yang tak sengaja melihat rio sedang tersenyum sendiri ia pun bingung sendiri.


''bos , bos baik-baik saja kan..?'' Bram membuyarkan lamunan rio.


'' ehh bro , gimana ,tadi kamu tanya apa .'' Rio terlihat seperti orang bingung.


ia menggaruk kepalanya.


'' bos gak apa-apa,kok diam saja dari tadi,udah gitu senyum -senyum sendiri lagi , kenapa? '' ucap bram, sambil memanggil pelayan restoran.


'' aku gak apa-apa kok bro.'' terlihat pelayan menghampiri meja mereka.


Bram merepeat orderan mereka


lalu pelayan pun pergi.


'' gak apa-apa kok senyum -senyum gitu.'' Bram berusaha mencari tahu apa sebab nya yang membuat rio bersikap seperti tadi.


'' emmm,aku cuma ingat seseorang aja.'' ucap rio sedikit melo.

__ADS_1


Bram pun mengerti ucapan rio barusan.


''pasti ia teringat akan akila.'' batin Bram berucap .


'' hmmm, maksud kamu mantan kamu,akila..?'' Bram menaikkan alisnya.


mencoba menebak pikiran Rio.


'' iya,dulu kita hampir setiap hari makan disini.


'' begitu banyak kenangan kita disini .''rio menghembuskan napas.


''selain itu kita, hampir saja melangsungkan pertunangan tapi ....'' Rio tak melanjutkan kata-katanya.


ia tampak menahan sesuatu didadanya.


Bram mengusap bahu rio.'' sabar ya bos.'' bram memberi kekuatan pada rio.


'' permisi.'' sang pelayan resto membawa pesanan mereka.


sejenak mereka menghentikan obrolan nya.


'' makasih .'' ucap bram pada pelayan itu .


sang pelayan pun mengangguk ramah lalu berlalu pergi .


setelah pelayan pergi mereka pun terdiam sejenak.


ada perasaan yang menyiksa Bram dan Rio kali ini.


mereka mencintai wanita yang sama.


Bram sejujurnya ingin berterus terang kepada Rio bahwa akila ada bersama nya saat ini.


tapi ,


Bram memilih untuk diam .


mungkin lebih baik jika Rio tak tahu soal keberadaan akila.


karena mau bagaimana pun Bram gak mau Rio menemui akila lagi .


tentu itu akan membuat Rio baper lagi dengan akila.


dan , pastinya Rio akan meminta akila untuk kembali bersamanya lagi.


Bram menghela napas.


ia merasa tidak nyaman bersama dengan Rio.


'' bro..kok diam.'' tegur Rio sembari menyuap steaknya kemulut.


Bram hanya tersenyum tipis.


'' ohh ,gak bos ,gak apa-apa,ayo lanjut makannya .'' Bram mempersilahkan rio .


ia menyesap jus buah naga nya perlahan.


tanpa terasa mereka telah menghabiskan waktunya kurang lebih satu jam.


Bram melirik arlojinya.


'' bos,kita udahan yuk.'' ucap bram Rio yang lagi asyik main hp pun mengerti ucapan bram .


ia langsung saja memasukan ponsel nya kesaku celananya.


'' yukk..!!'' Rio segera bangkit dari duduknya dan meminta bill mereka pada sang kasir.


'' biar aku aja bos yang bayar .'' Tahan bram .


'' gak usah, aku aja .'' ucap rio


'' gak bos ,aku aja , itung-itung buat yang tadi, aku udah ninggalin bos lama.'' rayu bram.


'' halahhh!! kamu kayak sama siapa aja bro.'' rio menepuk pundak bram.


lalu ia menuju kekasir.


Bram menunggunya didalam mobil.


kali ini mereka akan balik kekantor Bram terlebih dahulu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2