
dalam perjalanan menuju ke villa rio tampak gelisah .
entah apa yang dirasakan nya malam ini.
'' duhh!! kok aku jadi deg-degan gini ya.'' pikir rio sambil fokus mengemudi.
dilihat nya jalanan.
tampak basah . rupanya barusan hujan mengguyur kota J sebagian.
cling....
satu pesan masuk dari ricko.
( bos,aku dan meylia udah sampai villa nih.)
Rio hanya melirik ponsel nya sekilas.
lalu fokus lagi pada tujuan nya.
Rio sesekali melirik kearah spion dan kembali fokus ke depan.
hingga lampu merah menyala.
Rio menginjak pedal rem perlahan.
diraihnya ponsel yang sedari tadi bergerak-gerak minta di angkat.
'' haloo..''sapa rio.
"(...)''
''oh,okey...,saya masih dijalan.''
" baik , nanti saya kasih info selanjutnya ya.'' ucap rio tersenyum.
tiba-tiba saja terdengar klakson mobil yang ada dibelakang mobil rio,karena lampu sudah menyala hijau.
riopun melajukan mobilnya Kembali.
*******
'' hai bro ,udah sampai sini aja .'' rio terkekeh sembari menepuk pundak bram.
'' yoi bos.'' bram tertawa kecil.
''kamu gak ngajak gebetan ?'' rio mengernyit
'' gak ,aku gak ada gandengan.'' bram tersenyum kecut.
'' hmmm,gila jomblo kok bisa barengan gini ya .'' rio menghela nafas panjang.
'' wkkkk,bisa aja si bos ini.
kita langsung masuk kevilla aja yuk.'' ajak bram pada rio sembari menenteng ranselnya.
Rio yang tak ada pilihan lainpun ikut saja ajakan bram.
ia melirik kearah arlojinya.
'' ricko kok gak kelihatan si,bukannya dia bilang udah sampai .'' lirih rio
sambil berjalan perlahan.
ia berusaha mengikuti langkah bram yang semakin jauh dari pandangannya.
'' bos .'' seru ricko tiba-tiba membuat langkah kaki rio terhenti.
terlihat ricko bersama dengan meylia .
raut muka ricko terpancar kebahagiaan malam ini.
'' hai pak.'' sapa meylia.
'' hai mey,gimana kabar kamu.'' rio tersenyum care.
'' baik dong pak, aku baik-baik saja.
pak rio juga baik-baik saja kan?.'' meylia mengulum senyum.
'' ya,seperti inilah , seperti yang kamu lihat.'' rio tersenyum garing .
'' syukurlah.'' meylia tersenyum tipis.
'' oh ya ,bram udah nunggu kita loh.'' ucap rio .
meylia yang mendengar nama bram mengangkat alisnya.
''b-bram?'' meylia berkerut .
'' iya mey, kantor bram ada kontrak kerjasama dengan perusahaan wijaya kali ini.'' terang rio.
'' ohhh,gitu.'' meylia mengangguk pelan.
sejujurnya ia masih trauma dengan bram .
gara-gara dia hidup akila , hancur berantakan.
'' ya udah kita kesana sekarang yuk.'' ucap rio membuat meylia tersentak dari lamunan nya.
'' oke bos .'' ricko menggandeng tangan meylia mengikuti rio dari belakang.
namun tiba-tiba ponsel rio bergetar.
Rio terhenti sejenak ia meraih ponselnya dari saku bajunya.
sementara ricko dan meylia mendahuluinya.
'' pak duluan ya.'' ucap meylia.
''sippp.'' rio melambaikan tangan pada ricko dan meylia.
ia langsung mengangkat telepon nya.
'' haloo..'' ucap rio dalam telepon.
'' (....)''
'' ohh, okee,ini saya masih cari kamar dulu.'' sahut rio
__ADS_1
''(....)''
'' okee,nanti saya kabari lagi.'' rio pun menutup sambungan telepon nya .
ia memasukan lagi ponselnya kedalam saku.
dilihatnya ricko dan meylia sudah jauh dari tempat dimana ia berdiri .
tanpa banyak bicara ia langsung mengejar mereka berdua.
******
'' huftt!! lega rasanya.'' rio tersenyum. ia merebahkan tubuhnya di atas bed .
rio sengaja menyewa villa yang terpisah dengan ricko dan yang lain.
ia lebih ingin menyendiri .
ia menanggalkan pakaiannya dan memilih untuk mengguyur badannya sejenak.
kembali lagi ponselnya bergetar terus menerus .
namun rio tak menggubris nya .
byurr.. byurr....
suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
menandakan rio masih asyik dengan mandinya .
dertt ...dert....dertt...
ponselnya kembali bergetar.
beberapa saat kemudian,
Rio keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggang.
ia menyeka rambutnya yang masih basah.
setelah memakai bajunya ia meraih ponselnya dan mendapati pesan masuk dan panggilan tak terjawab.
ia langsung saja menelepon balik nomor itu .
beberapa saat kemudian,
pintu diketuk dari luar.
rio tampak tergesa-gesa membuka pintu kamarnya.
seketika rio dikejutkan dengan pemandangan yang menakjubkan didepan matanya .
******
bram yang merasa kelaparan akhirnya keluar dari villa dan memilih untuk mencari angin sembari mencari sesuatu untuk sekedar mengganjal perutnya.
dilihat nya sekitar masih sangat ramai orang-orang berlalu lalang.
mungkin karena weekend jadi banyak pasangan yang mencari hiburan disini.
bram tersenyum tipis.
'' gimana kabar akila ya,seharian gak ada kabar.'' pikir bram ,ia langsung meraih ponselnya tapi
tuttt...
tiba-tiba ponselnya mati karena lowbat.
''duhhh..lupa ngecas lagi .'' bram mengerutkan keningnya .
duhh,lapar banget lagi.'' bram memegangi perutnya yang keroncongan sedari tadi.
******
'' akila...'' mata rio terbelalak melihat wajah wanita yang selama ini ia cari.
wanita yang sedang ia rindukan.
rio mengucek-ucek matanya barang kali ia mimpi.
tapi sekali lagi ini bukan mimpi.
ini kenyataan ,bahwa akila saat ini ada didepan matanya.
seketika bibir rio bergetar hebat.
''k-kamu beneran akila kan..'' rio menatap wajah itu ,ia tampak gemetaran dan hendak memegang kedua bahu akila.
tapi akila menepis tangan rio.
'' boleh saya masuk.'' ucap akila dingin.
riopun sempat tak percaya jika wanita yang begitu ia sayangi selama ini seperti orang asing di matanya.
dingin dan acuh.
'' i..ya, tentu.'' rio mengangguk pelan.
namun,rio masih penuh tanda tanya kenapa tiba-tiba akila bisa ada disini.
pikirnya.
akila menaruh tas di atas nakas .
rio hanya membuntuti perlahan.
'' kamu apa kabar akila,dan bagaimana mungkin kamu bisa tiba-tiba ada disini.'' rio tampak berkaca-kaca.
'' kenapa bisa ada disini? pertanyaan macam apa itu.'' akila tersenyum miring.
sekali lagi rio tak mengerti apa yang diucapkan akila barusan.
'' iya , bagaimana kamu bisa tahu aku disini , aneh.'' rio memandang wajah akila lurus.
'' bos rio yang naif.'' akila merangkul rio dan tersenyum tipis .
entah kenapa saat akila mendekatkan wajah nya pada rio ,rio justru mundur perlahan.
'' jangan bilang kamu ...'' ucap rio tertahan.
__ADS_1
'' iya , kamu benar ,aku adalah wanita yang barusan kamu b*****g.'' tegas akila.
Rio seperti tak percaya dengan ucapan akila barusan.
mana mungkin wanita yang ia kenal selama ini jadi wanita p***g*l*n .
Rio tampak memerah .
seketika ia menarik lengan akila dengan kasar.
''ahhhhh!!'' akila meringis kesakitan.
'' jadi ,ini alasannya kenapa kamu pergi dari hidup ku,ini alasannya!!'' rio menghempaskan tubuh akila ketembok dengan kasar.
'' jawab akila,ini alasannya kenapa kamu pergi dari hidup ku!!! '' nada bicara rio naik 3 oktaf seketika itu.
'' brengsek kamu akila , brengsek!!!!'' rio menghantam tangannya ketembok.
sementara tangan yang satunya meremas tubuh akila dengan kasar.
'' ahhh ,sakit!! kamu menyakiti aku.''rintih akila , isak akila tiba-tiba membuncah.
ia mencoba melepaskan dirinya dari cengkeraman tangan lelaki itu.
tapi ,nihil.
Rio menatap wajah akila dengan tatapan kasar.
'' sudah berapa banyak laki-laki yang sudah kamu ajak ****r hahh!!'' maki rio pada akila .
" sudah berapa banyak!!!''rio melotot seperti kesetanan.
cuihhh...
tiba-tiba saja akila meludahi wajah laki-laki yang ada didepan nya saat ini.
'' jaga bicara kamu.'' bentak akila pada rio.
'' kamu pikir aku mau jadi seperti ini,hah'' akila menatap rio dengan ekspresi marah .
namun rio tak mau kalah dengan akila.
iapun menatap balik akila dengan tatapan tajam .
'' apa maksud kamu ,jelas-jelas kamu mau dan senang dengan profesimu sekarang .'' rio tersenyum miring.
iapun terkekeh geli.
membuat akila muak dan ingin menendang nya saat itu juga .
'' mas please ,aku dijebak mas,aku dijebak.'' rio mengernyit mendengar ucapan akila barusan.
'' apa kamu bilang,kamu dijebak.'' rio berkerut seketika.
ia terkekeh
bola matanya membulat.
'' siapa yang menjebak kamu.''
'' aku tidak tahu ,malam itu aku diculik dan dibekap didalam mobil .yang aku sendiri tidak tahu itu mobil siapa.'' mendengar ucapan akila barusan rio jadi ingat jika pagi itu memang dirumah akila terlihat seperti terjadi perkelahian.
meja yang terbalik ,vas bunga yang berceceran di lantai.
'' akila ,apa yang kamu katakan itu benar ?'' rio menatap tubuh itu .
''emmm,benar,buat apa aku bohong.'' akila terlihat sendu.
Rio mendekap tubuh akila.tersirat dibenaknya rasa penyesalan karena telah melukai hati wanitanya.
seketika tangis akila membuncah.
membuat rio menenggelamkan tubuh akila kedalam pelukannya lebih erat.
untuk beberapa saat,
keduanya terlarut dalam hangatnya pelukan.
akila yang sudah mereda tangisnyapun segera melepas dekapan nya.
'' jangan dilepas.'' ucap rio tiba-tiba.
'' tapi mas.''akila mencoba melepaskan diri.
'' sudah ,aku ingin seperti ini lebih lama.'' ucap rio ,ia semakin mempererat pelukannya.
tanpa sadar tangan rio melorot ke pinggul akila.
membuat akila bergerak karena merasa tak nyaman.
'' maaf .'' bisik rio.
'' emmm'' sahut akila.
mereka kini saling melepas pelukannya.
akila kini tertunduk malu dan berbalik arah.
Rio yang merasakan getaran-getaran rindu pada wanita yang ada didepannya , menarik lengan akila lagi.
dan mengangkat dagu akila hingga mata mereka saling bertemu.
tanpa sadar rio mendekatkan wajahnya pada akila.
mata itu terpejam.
'' maaf mas.'' ucap akila tiba-tiba membuat rio yang hampir saja mencium nya membuka matanya seketika.
''please.'' lirih rio.
akila menatap wajah rio lagi .
entah kenapa saat menatap mata itu ,ia teringat akan sesuatu.
sesuatu yang membuat hatinya terluka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
halooo... tinggalkan jejak ya bestie😘😘😘😘