SYAKILA

SYAKILA
104. PUNGGUK MERINDUKAN BULAN


__ADS_3

4 Minggu kemudian,


bram yang kini sepertinya sudah berubah.


ada sedikit perbedaan dari tingkah lakunya.


entah, yang pasti bram sudah tak pernah menunjukan lagi batang hidung nya didepan akila.


sejak peristiwa di pesta pernikahan megan tepatnya ,itu adalah pertemuan terakhir mereka berdua.


sementara akila,ia sibuk dengan pekerjaannya.


karena esok ,pak bryan akan singgah keluar negeri mengurus project nya yang berada di negeri kanguru.


RUANG AKILA


tok,tok,tok,


suara pintu diketuk dari luar.


"masuk" akila melirik sejenak. kemudian fokus lagi pada monitor komputer nya.


"akila." teriak arga bersorak gembira


seperti baru saja mendapat lotre.


"hmm, mas arga " akila tersenyum


"ada apa , seneng banget kelihatan nya."ucap akila sambil sesekali mengetikan jemarinya di keyboard.


"hmmm,aku ganggu gak nih," tanya arga tersenyum garing.


"ckkkckkkk, ganggu banget,kenapa memangnya." ucap aKila setengah protes dan mendongak menatap kearah arga.


" aku dapat free karaoke , check in,dan makan gratis di hotel bintang lima ." ucap arga.


penuh kegembiraan.


"yeahhhhhh, asyik , sing song nih,makan gratis pula." ucap akila tersenyum senang.


"mau ikut gak nih." ucap arga terkekeh


"ikutlah,masa gak, sayang tahu Kalau gak ikut." akila menghentikan aktivitas nya sejenak.


ia menggeliat dan mengucek matanya.


"hoamm,butuh ngopi nih." akila mengecap-ngecap lidahnya.


"hmmmm,ayo kita ngopi dicafe langganan kita." ajak arga sembari melingkarkan tangannya di pinggang.


"wuihhhh,mantap,ayo,kita kesana." akila terlihat sumringah.


"baiklah,gandeng tanganku." ucap arga tersenyum sambil melihat kearah akila.


"what!! " akila melotot kan matanya.


"baiklah." akila menggandeng tangan arga.


arga tersenyum sejenak.


mereka melangkah keluar dengan lift .


"mas,berapa lama bos kita diluar negeri."ucap akila penuh tanya.


"mmmm ,aku kurang tahu aKila." sahut arga singkat.


"hmmm,kirain kamu tahu." mereka melangkah keluar dari ruangan yang sempit itu.


"gak ,aku pikir nanti bakal ada pak yosep yang membloking tugas pak bryan.'' ucap arga tampak yakin.


"ohh..begitukah? " akila mengernyit dan mereka tak sadar telah sampai ditempat yang dituju.


"akila ,kamu mau pesan apa." arga masih sibuk dengan ponselnya.


"mmmm,hot cappuccino aja." ucap aKila tersenyum tipis.


"Ok,wait ya " arga menghampiri bagian kasir .

__ADS_1


untuk memesan minuman yang mereka inginkan.


5 menit kemudian,


arga tampak tersenyum dengan menenteng 2 buah cup kopi dari arah kasir dan meletakkan dimeja mereka .


"nih,minuman loe." arga menyodorkan pada akila.


kemudian, ia mendaratkan bokongnya di kursi.


"oke ,thank " akila menyembul kan senyum.


arga melirik ke arah akila.


dan menyedot minuman nya sambil sesekali mengaduk-aduk dengan sedotan yang berbentuk stik kecil itu.


"akila, " arga membuka obrolan mereka.


"hmmm," akila masih menyedot minuman nya.


lalu mendongak.


"ada apa mas." akila menatap arga lurus.


"hmmm,aku ada pertanyaan buat kamu." arga menatap akila lurus.


"hmmm,tanya apa." kata akila terlihat serius .


"kamu sama pak bram,ada hubungan apa." tanya arga menyelidik.


ohok...ohokkkk..


akila tersedak saat mendengar pertanyaan arga barusan.


"akila kamu gak apa-apa , pelan-pelan dong minumnya." arga tampak khawatir pada akila.


"gak apa-apa ,aku hanya tersedak aja kok,tadi pas minum sambil napas soalnya." akila menelan ludahnya,ia meringis , hidung nya terasa perih dan pedas akibat kopi yang masuk kepernapasannya tadi.


"hmmm, baru saja aku tanya soal pak bram ,kamu udah tersedak gitu." arga menggeleng dan mengedikan bahunya .


lalu tangan nya meraih cup minuman dan..


sruppp..sruppp..


"gak juga ,kamu kenapa tiba-tiba tanya soal bram? " akila menatap arga,akila mencoba mencari tahu dari wajah arga.


"ya ,aku baru ingat ,kalau dulu pas aku antar surat kontrak dikantor pak bram ,aku kayak lihat muka cewek dan ceweknya itu loe ."arga menggigit -gigit bibirnya.


"hmmm ,iya memang aku sama pak bram dulu kita dekat dan kita pernah menjalin hubungan ,malah udah nikah siri dan rencananya kita mau meresmikan pernikahan itu secara hukum tapi,..." akila berhenti sesaat.


bibirnya membisu.


ia menghela napas.


"tapi kenapa," arga penasaran.


"aku gak yakin mau melanjutkan ceritanya."akila terlihat berubah.


"ya udah,kalau gak bisa cerita sekarang gak apa-apa kok , lupakan saja." arga menepuk pundak aKila,


lalu duduk kembali di kursinya.


"hmmm" akila mengangguk


tapi,ia gak mau bikin arga penasaran akhirnya ,ia memutuskan untuk menceritakan semua kisahnya dengan bram.


"mas,tapi kamu janji ya , jangan bilang siapa-siapa ,ini cerita kita berdua ,aku gak mau orang lain tahu , termasuk karyawan sini." akila memegangi tangan arga.


dan memulai cerita nya ,dari ujung ke ujung.


arga menyimak dengan seksama semua cerita akila ,ia mengangguk-anggukan kepalanya.


sambil sesekali menyedot minuman nya.


sruppp..sruppp...


bunyi suara arga menyedot kopi panasnya itu.

__ADS_1


akila melanjutkan ceritanya sampai selesai.


tanpa terasa sudah sejam mereka ngobrol ngalor ngidul .


dan mereka langsung menghabiskan minuman nya sebelum beranjak pergi dari tempat itu.


...----------------...


PAGI MENJELANG


bryan ,ia tampak sibuk dengan aktivitas nya.


ia mulai memacking barang yang akan dibawa keluar negeri nanti malam.


tok...tok..


terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar bryan.


krett...


pintu terbuka


disana berdiri wanita paruh baya


dan mengulum senyum pada bryan.


"nak,apa kamu udah siap-siap untuk melakukan penerbangan nanti malam." tanya Bu bilqis tersenyum dan duduk ditepi ranjang bryan.


"iyaa bu,bryan harus pergi ke sana untuk urusan kerja ,ibu gak apa-apa kan,bryan tinggal." bryan tersenyum dan menggengam tangan wanita itu.


"iya, gak apa-apa nak,ibu doakan semoga kamu selalu menjadi kebanggaan kita, dapat menjadi orang yang sukses dunia akhirat." ucap bu bilqis tersenyum.


"aminn,." bryan menatap wanita itu dengan tatapan lembut.


"dan yang paling penting ,kamu bisa cepet kasih kita menantu dan cucu segera." sahut bu Bilqis mengembangkan senyum.


"ahhhh,ibu kenapa mesti bahas itu si,malas tahu, kalau alur pembicaraan ibu udah kesana-sana." protes bryan memalingkan wajahnya.


"hmmm,iya gak ,ibu cuma bercanda kok." bu bilqis mengusap pundak anaknya .


"yaudah,kamu istirahat aja dulu , kumpulin energi buat nanti malam." pesan bilqis sambil bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.


"iya bu," bryan tersenyum tipis dan memandangi punggung wanita itu dari belakang.


"huftt,kenapa ibu sering banget nanyain istri dan cucu si,bikin aku gerah aja." umpat bryan dalam hati.


ia menghempaskan tubuhnya di ranjang.


matanya menerawang jauh dimasa lalu.


tapi, tiba-tiba ia menepisnya ,takut jatuh lagi ke lembah masa lalu yang menyakitkan .


terbayang dalam pikiran nya , bagaimana megan menghabiskan malam pertamanya.


apa saja gaya yang mereka lakukan saat berbulan madu .


gimana ekspresi wajah megan saat memadu kasih dengan suami nya itu.


bryan muak membayangkan itu semua.


bryan menghantam kan tangan nya ketepi ranjang.


ia sangat kecewa dengan kisah asmaranya.


baginya kini sudah tak ada harapan.


hanya mengharapkan sesuatu yang tak mungkin .


bagai pungguk merindukan bulan.


itulah kata pepatah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


haii..haii..

__ADS_1


tinggalkan jejak komentar dan like ya..jika sudah baca.🙏🙏🙏


__ADS_2