SYAKILA

SYAKILA
77.EGP


__ADS_3

"mas,baru datang ,darimana aja si"kiara tampak menekuk mukanya.


"hmmmm,maaf sayang aku ada urusan tadi ," bram mengulum senyum.


"hemm,bilang aja kamu habis sama wanita itu kan" kiara menggerutu.


"hhmm , memang iya aku antar dia pulang kerumah dulu tadi, gak


apa-apa kan ,aku kasihan aja sama dia ,masa pulang sendiri." bram meraih kedua bahu kiara.


"ihh..sebel deh, sekarang kamu gitu ,udah gak cinta sama aku , sekarang kamu lebih peduli Sama dia dibanding aku " kiara melipat tangannya di depan dada.


" ya gimana ,dia kan calon istriku ,mau gak mau aku harus perhatian dong, sama dia " bram mencoba merayu kiara biar gak marah.


"ahh bullshit tahu,pokoknya ,kamu harus tentuin kamu pilih aku atau dia" kiara tampak kesal dan memaki bram.


"aduhh, jangan gitu dong sayang,aku gak bisa tentuin itu sekarang , karena bagiku Kalian berdua sama-sama berarti dihidupku " bram menatap Kiara penuh kasih.


"ahhh..tau ahh,aku udah bela-belain mas,cerai sama suami ku biar aku bisa balikan lagi sama kamu ,tapi nyatanya kamu malah gitu ,gak jelas" kiara mulai memerah mukanya , menahan rasa sesak di dadanya.


"sayang,maaf" bram memeluk kiara.


"aku benci kamu " kiara tersedu dipelukan bram.


" sudahlah,kita duduk yuk,apa kamu udah makan " bram mengusap rambut kiara.


kiara menggeleng pelan


"yaudah,kita makan yuk" bram menggandeng tangan kiara.


"hmmm" kiara mengangguk.


...----------------...


RUMAH AKILA


21:00


"sebenarnya,bram kenapa ya ,udah beberapa hari ini dia sangat berbeda dari biasanya." akila menghela napas, ditariknya selimut menutupi seluruh tubuhnya kecuali muka.


ia menatap langit-langit kamarnya.


"bahkan tadi sore ,dia begitu menjengkelkan , katanya ngajak makan,tapi dia asyik sendiri dengan ponselnya." akila memejamkan matanya dengan kasar.


"whuahh!!! " ia menutupi wajahnya dengan selimut .


mencoba memejamkan matanya


tapi,ia tetap saja tak bisa .


"ahhhh.." akila membuka selimut nya dengan kasar dan melemparnya ke lantai.


"ini tak bisa aku biarin,bram ,kamu jangan main-main sama aku ya,atau aku akan potong *****mu " akila menggeretakan gigi nya.


menahan marah .


*


*


*


TEMPAT LAIN


"sayang, itu sangat geli " bram mengecup ****** kiara ia ******* nya pelan ,dan itu sukses membuat kiara mabuk.


"hemm..apa kau tak sabar ,ingin segera kugagahi " bram tersenyum meledek .


lalu mulai menyesap lagi ****** kiara


kiara memejamkan matanya ia tak kuasa menahan gelora yang naik turun didalam pikiran nya.


bram yang melihat wajah kiara tak kuasa menahan l*b*donya dan langsung menuju pada sasaran utamanya.


15 menit kemudian, mereka Sampai pada titik yang ditujunya.


bram merengkuh kenikmatan bersama kiara sang mantan kekasih,cinta pertamanya.


"makasih sayang,aku suka " bram mengecup kening kiara.


"hem" kiara mengangguk pelan.


ia bangkit dan berjalan ke arah jendela kamar .


ditatap nya kaca Jendela itu


lamat-lamat.


ia menyilangkan tangannya.


"mas,pernikahanmu ,adalah 3 bulan lagi ,aku takut aku tidak bisa merelakan kamu bahagia dengan wanita itu " kiara menoleh kearah bram sekilas ,lalu memandang kearah jendela lagi.

__ADS_1


"sayang,kamu bicara apa si,aku gak mau lihat kamu sedih,aku mau kita nikmati malam ini ,oke" bram memeluk kiara dari belakang.


"tapi mas," kiara mengibaskan tangannya hingga bram melepas pelukannya.


ia sedikit menjauh dari bram.


"sudahlah,aku gak mau kita ribut


gara-gara ini,aku capek tahu "bram menggaruk kepalanya dan berdecak .


dan melompat ke atas ranjang nya.


"kalau kau mau tetap seperti itu terserah ,aku mau tidur " bram meringkuk di dalam selimut nya.


"ihhh,,," kiara terlihat kesal dengan tingkah bram.


"cowok egois " maki kiara


...----------------...


Keesokan harinya.


sinar matahari yang menembus masuk kedalam kamar akila, membuat akila menggeliat dan mengucek matanya.


"uhhhh,apa ini,apa itu artinya sudah pagi " akila menguap dan membuka matanya.


"ya ampun,ini udah siang banget,matahari udah nongol gini" akila bangkit dari duduknya dan berjalan kekamar mandi.


"huhhhhh..udah jam 7 aja nih,mana aku belum bikin sarapan pagi lagi" akila duduk diatas toilet .


ia masih malas-malasan .


"haii.. bangun akila ,kamu bisa telat lohh " batin aKila memberontak.


"aku mandi " bibirnya ngedumel sendiri dan melepas semua pakaiannya.


ia mengguyur tubuhnya perlahan-lahan.


bbbrrrrr !!


"dingin nya " akila menggigil lalu menggosok dengan spon mandi yang sudah diberi sabun mandi sebelum nya.


sebenarnya,hari ini aKila malas untuk pergi bekerja tapi,ia tak mungkin bolos hanya karena tak ingin melihat bram .


"hufttt!! akila mengakhiri mandinya dan membalutkan handuk di badannya.


klekk..


matanya tertuju pada gantungan bajunya .


seragam yang udah setahun lebih menemaninya .


"hmmmm... kalau bukan karena aku butuh uang aku tak mau pakai baju kaya gini " akila menghembuskan napas.


kemudian,ia memakai pakaian nya dan menyisir rambutnya dengan asal.


setelahnya ,ia memoles lipstik merah muda dibibirnya .


setelah dirasa cukup ,ia meraih tasnya ,dan beranjak pergi .


rencana nya ,dia akan berangkat awal dan sarapan dijalan.


"aku sarapan dijalan aja ahh,ini juga masih pagi dan aku rasa waktunya cukup untuk makan di jalan " akila menaiki taksinya dan menuju ke sebuah warung makan dipinggir jalan.


"pak ,berhenti didepan ya " kata akila


"iya non, " akila menyerahkan ongkos taxinya dan turun menuju warung makan dipinggir jalan.


ia memesan satu mangkok soto Betawi dan segelas es jeruk.


beberapa menit kemudian,


pelayan datang mengantar pesanan akila.


"ada tambahan lagi non," kata penjaga warung.


"sementara cukup bu" akila mengulum senyumnya lalu


ia menyesap es jeruknya


"ahhh !! segarnya " akila menaruh lagi gelasnya ,dan mengaduk-aduk sotonya biar tercampur rata dengan bumbunya .


sesekali ia menyicipi kuahnya ,apakah udah pas apa belum rasanya.


"hmm,ini udah pas " akila menyuapkan sotonya kemulut .


setelah ia selesai makan ,ia langsung naik ojek menuju kantornya .


"hmmmmm akhirnya,sampai juga " batin aKila berucap .


"mas,ini ongkosnya" kata akila menyodorkan uang 30ribu pada tukang ojek lalu ia masuk kedalam area parkir sebuah mall terbesar di kota Jakarta .

__ADS_1


ia berlari kecil menghampiri pintu lift dan naik kelantai 7.


lift pun terhenti dan akila melangkah keluar dari ruangan sempit itu .


belum juga ia melangkahkan kakinya sebuah panggilan di ponselnya mengalihkan perhatian nya.


sejenak ia berdiri dan tampak merogoh tasnya .


"hmmm,siapa yang telpon si," akila mengotak-atik isi tasnya dan tangannya sibuk mencari sosok benda pipih panjang yang bisa mengeluarkan suara itu .


"bram !!" mata akila membulat ,ia mengeratkan giginya.


"mau apa coba dia telepon aku ," akila mereject panggilan bram.


cling...


Sebuah pesan masuk dilayar ponselnya.


[babe..apa kamu udah berangkat]


akila tak sempat membacanya ,karena ia langsung masuk kedalam ruang absensi.


"pagi akila , "sapa pak yanuar


"ehh.. bapak ,pagi juga pak " akila tersenyum dia tak menyangka Kalau pak Yanuar ada dibelakangnya.


"wahhh...kamu kelihatan agak segar rupanya ,wih calon pengantin baru."sindir pak Yanuar.


"ahhh bapak,bisa aja " akila tersipu lalu ia masuk kedalam ruang ganti pakaian.


dertt...derttt....


panggilan masuk dari bram


"ihhh..siapa lagi sih,yang telepon " akila menghentikan sejenak mengganti pakaiannya.


"haloo.." sapa aKila jutek


"(...)"


"gak usah,aku udah sampai kantor ,aku lagi ganti baju ,udah dulu ya " akila menutup sambungan telepon nya


"ngapain coba,sok peduli gitu, dia pikir dia siapa " akila mengepalkan tangannya.


setelah itu ia turun kebawah dan masuk kedalam counter untuk beres-beres.


"hmmm, ternyata ini masih sangat pagi,pantesan tadi aku papasan sama pak yanuar " lirih akila sembari fokus mengelap etalase.


*


*


*


RUANGAN BRAM


" akhirnya,aku sampai juga " bram menghela napas panjang dan duduk di kursinya dengan malas.


tiba-tiba ia teringat akan akila .


"akila " matanya membulat dan segera saja ia bangkit dari duduknya.


ia berlari kecil menuju counter .


tekk..tekkk..


bram berjalan menuju counter dan dilihatnya seorang wanita sedang membersihkan dan merapikan meja dan kursi.


"babe..." bram memeluk akila dari belakang .


"aku rindu kamu " ia mengecup rambut akila.


"ihhh,lepas, gak sopan banget si" akila menyikut perut bram


"ahhh.. sakit tahu babe , kamu kasar banget " bram meringis kesakitan.


"EGP " kata akila


"apaan tuh EGP " bram melotot


"emang gue pikirin " akila menoyor jidat bram.


"minggir.."akila mengibaskan tangannya.


"babe, plis , jangan marah lagi padaku ,aku gak mau kita bertengkar gara -gara masalah sepele." bram menatap akila lesu.


"sudahlah,aku gak mau diganggu , lebih baik kamu pergi dari hadapanku , cepat !! " usir akila pada bram.


"i..iyaa baik " bram menuruti perintah akila dan pergi begitu saja dari hadapannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2