
akila masih berkutat dengan komputer nya.
tiba-tiba ada seseorang datang menghampiri nya.
"akila ."kata orang itu berdiri mematung didepan akila yang masih asyik dengan benda hitam berbentuk bulat itu.
"iyaa,." akila mendongak seketika,matanya terbelalak melihat siapa yang ada didepan nya.
"bapak ? ada apa." kata akila terlihat gugup.
"boleh aku bicara sebentar." kata brian
"oh,boleh,boleh." akila menutup layar monitor nya.
kemudian, ia langsung mengikuti brian keruangan nya.
akila menatap ruangan brian
lamat-lamat.
tak ada yang mencurigakan pikirnya.
lalu ,akila pun duduk setelah brian menyuruhnya.
"akila duduklah."brian mempersilahkan , dengan nada datar.
"iya pak."akila dengan perasaan campur aduk mendaratkan bokongnya dikursi.
"hmmmm, gimana liburannya kemarin? " brian menatap akila.
"ahh,liburan? " akila menatap brian dengan wajah cengengesan ,ia menggaruk kepalanya.
"iya liburan, aku tahu kok kamu pergi kan sama arga ."ucap brian terkekeh.
"iyaa aku pergi ,itu juga karena aku diajak mendaki sama arga." akila memalingkan wajahnya.
bryan terkekeh melihat tingkah nya.
"hmmmm,aku pikir arga mengajak kamu bukan tanpa alasan." cibir brian.
"hmmm,maksud bapak apa ya ." akila merasa aneh dengan ucapan brian.
"gak ada maksud ,aku cuma ingin memastikan apakah kamu masih mau menyetujui tawaran aku kemarin." brian tersenyum kecil.
" aku mau ,tapi ada syaratnya ." kata akila menulis disebuah kertas.
kemudian akila menyodorkan pada brian.
sekilas mata brian terbelalak.
"baik." Brian menyanggupi nya.
"oke." ucap aKila tersenyum.
"baiklah,kau boleh pergi,besok malam temui aku di apartemen ." ucap brian
"besok.? apa harus besok." kata akila melotot.
"iya besok,apa kau tak tahu besok ." brian mengangkat alisnya.
"i..iyaa baiklah." akila menyetujui nya kemudian,ia pun pergi.
akila pergi dari hadapan brian.
ia berjalan dengan perasaan penuh bimbang di dalam hatinya .
apakah ia telah salah mengambil keputusan itu atau tidak.
akila tak tahu.
tapi yang pasti dia butuh uang.
"akila..." seru arga yang kebetulan melihat akila
"iya ,mas." ucap aKila.
"kamu dari mana ? " tanya arga menyelidik.
"ohh ,aku dari ruangan bos." ucap aKila.
"ohh,ada urusan apa." kata arga mengernyit.
"bukan apa-apa mas ,aku permisi mau ketoilet dulu." kata akila ,ia menghindar dari pertanyaan yang aneh-aneh dari arga.
"ohh baik." arga mempersilahkan aKila.
arga memandangi punggung aKila dari kejauhan.
ada perasaan yang tiba-tiba muncul dari benaknya.
entah apa itu...
kemudian arga masuk kedalam ruangan OB.
*
*
__ADS_1
*
akila menatap dirinya didepan cermin kamar mandi karyawan.
ia menatap lurus kearah cermin itu.
" apa aku bisa melakukan apa yang pak brian minta." ucap nya dalam hati.
kemudian akila membasahi mukanya dengan air .
setelah itu ia menyeka wajahnya dengan tissue.
setelah dirasa cukup ,akila mengakhiri nya dan langsung pergi meninggalkan kamar mandi.
tek..tekk..tekkk..
terdengar suara sepatu akila yang bergesekan dengan lantai.
akila kembali lagi kemeja kerjanya
ia langsung duduk di kursinya.
arga yang melihat akila langsung mendekati nya.
" akila,besok nonton yuk." ucap arga sambil menyodorkan tiket.
akila terkesiap.
"wooow!! film apa ." kata akila tampak semangat.
"film Hollywood dong ." kata arga.
"bagus tahu." arga memasang wajah imut.
akila mencubit pipi arga.
dan merebut tiket itu.
"wahh....ini si film kesukaan aku banget."kata akila terlihat sumringah.
"okee,aku jemput jam 7 malam okee.." arga tersenyum senang.
"siappp.."kata akila
...----------------...
RUMAH BRIAN
" nakk, tumben pulang malam ." kata bu bilqis menghentikan langkah brian.
"gak apa-apa, papa kamu tuh ngajakin makan bareng ,katanya kangen ,hampir tiap hari kamu sibuk dikantor,dan apartement." celetuk bu bilqis.
"ohhh, atur aja waktunya bu,brian sibuk akhir-akhir ini." ucap brian menghela napas.
"hmmmm, semenjak anak ibu jadi bos , sibuk mulu,kapan nih cari istri dan beri kami cucu." sindir Bu bilqis.
"Halah,ibu gak usah bahas cucu segala deh,jadi gak mood nih." Brian menekuk mukanya.
"ihhh becanda tahu bri..udah ,kamu mandi sana ,kita makan malam bareng." ucap ibu bilqis.
"iyaa bu." Brian masuk ke dalam kamarnya.
ia pun langsung menarik handuk dan beranjak ke dalam kamar mandi.
ia mengguyur tubuhnya
perlahan-lahan.
setelah dirasa cukup ia langsung membilas tubuhnya dan menyeka dengan handuknya.
kretttt...
pintu terbuka, brian keluar dengan lilitan handuk dipinggangnya.
ia menyeka air yang masih menempel di wajahnya.
ia berdiri didepan cermin.
tanpa terasa ,satu minggu lagi adalah hari pernikahan megan, mantan kekasihnya.
"huftt..ia menyemburkan napas nya.
lalu tangannya meraih celana pendek dan kaos polos .
dengan secepat kilat ia mengganti pakaiannya.
tanpa banyak basa-basi ia langsung turun kebawah .
" pah,bu." sapa Brian
"ehhhh ,anak ibu ,ayo kita makan." seru bu Bilqis mengembang kan senyum.
"iyaa bu,habis makan aku mau pergi ke apartment,aku mau tidur disana." ucap brian mengulum senyum.
"ohh,ibu pikir kamu mau bobo dirumah." kata bu bilqis menganga.
"nggak bu,besok ada meeting dan kalau dari rumah kejauhan berangkat nya." Brian mencari alasan.
__ADS_1
"hmmm ya udah,terserah kamu aja." sahut bu bilqis.
"gimana soal kerjaan nak.." tanya pak riyan menyela.
"hmmmmm ,baik -baik aja pa..." jawab brian singkat.
pak riyan mengernyit .
"kamu baik-baik saja kan nak? ,kok kaya lesu gitu." pak riyan menyelidik.
"gak apa-apa pa..." Brian menatap pak riyan sekejap lalu fokus lagi pada makanan nya.
...----------------...
APARTEMENT
Brian sedikit kesepian tak ada teman ngobrol.
alhasil dia mengirim pesan pada akila.
[akila temui aku di apartemen sekarang,aku share Lok.]
*
*
*
"siapa si, yang chat jam segini " batin aKila.
sambil tangannya meraih ponselnya diatas nakas.
"pak brian? ngapain dia chat aku jam segini." akila membulat.
dengan cekatan ia membalas chat itu.
sebenarnya ia malas juga harus keluar malam-malam gini.
tapi ,jika si bos yang nyuruh apa boleh buat.
akhirnya,akila mengambil sweaternya dan meraih tas Selempang nya.
dengan secepat kilat akila memesan taxi online.
"pak,antar aku kealamat ini." kata akila pada supir taxi.
"baik non," supir taxipun menuruti perkataan akila.
25 menit kemudian,
akila turun dari taxi dan menatap keatas apartement .
ia langsung menelepon brian.
"pak ,aku didepan apartement bapak." ucap aKila dalam telepon.
lalu,
akila menutup teleponnya
ia berjalan pelan-pelan mendekati pintu apartement.
tak lama pintu apartement terbuka .
"akila ,ayo masuk." kata brian menghampiri aKila.
"pak,ada apa ,aku disuruh kesini,malam-malam." kata akila setengah protes.
"ayo masuk lah , jangan banyak bicara." Brian menyeringai.
"ihhh tuh orang ya , bikin aku pengen njitak aja." omel akila dalam hati.
akila menuruti perintah brian
ia menatap kesekeliling ruangan .
"duduklah, " brian menyuruh akila duduk dan menatap akila dari ujung kaki sampai ujung kepala.
akila yang diperhatikan sebegitu nya merasa risih.
"ada apa ,pak , lihatinnya gitu banget." akila melotot.
"ng,gak ,gak apa-apa.." brian menggeleng "kok bisa ya arga dan bram tergila-gila sama wanita macam kamu." cibir brian terkekeh dan menggoda aKila.
"apaa??" akila menatap brian dengan tatapan sinis.
namun bryan terus saja meledaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
tinggalkan jejak komentar,like,vote and rate
🙏🙏🙏🙏🙏❤️❤️❤️
__ADS_1