
KEESOKAN HARINYA,
akila memicingkan matanya perlahan.
saat sadar ia sudah berada disebuah kamar yang mewah .
matanya melotot heran.
'' dimana aku.'' lirih akila setengah ketakutan.
badannya pun terasa sakit , penuh lebam-lebam dipergelangan tangannya.
'' ahhh!!'' akila tak sengaja menyenggol tangannya yang sakit.
tak lama terdengar langkah kaki masuk kedalam kamar, dimana akila berada saat ini.
'' heii, cantik...,udah bangun kamu rupanya.'' ucap laki-laki itu dengan nada sedikit nakal.
membuat akila merasa takut.
'' k-kamu siapa.'' ucap akila ketakutan
''heiii,bukankah kita udah menghabiskan malam ini berdua sayang,kenapa kamu malah -tanya siapa aku??'' protes laki-laki itu membuat akila tercengang.
'' apa maksud kamu.'' akila melotot kan matanya.
'' itu gak mungkin .''elak akila.
'' heii, apa yang kamu bicarakan barusan.'' laki-laki itu meraih bahu akila dan mencengkramnya kecil.
akila langsung mengibaskan tangan itu dari bahunya.
'' jangan sentuh aku!'' akila memaki laki-laki itu.
''cuihh!! sok suci kamu.'' laki-laki itu menjambak rambut akila.
''asal kamu tahu ya , seseorang udah menj*al kamu padaku, dan aku udah membayar mahal kamu.''maki laki-laki itu dengan tatapan kasar.
'' tolong lepaskan aku.'' ucap akila setengah memohon.
'' enak aja kamu ,gak semudah itu sayang...,'' laki-laki itu mencengkeram kedua bahu akila.
''ssssstt!!!'' akila mendesis karena kesakitan.
'' udah , kamu diam aja disini ,aku akan pergi dulu okayy..'' laki -laki itu mengulum senyum tipis lalu pergi.
akila hanya membisu sambil memegangi kedua lengan nya yang sakit.
'' tunggu , lepaskan aku dari sini , tolong!!... tolong !!'' akila berteriak tapi laki-laki itu udah pergi dari hadapan akila.
akila seperti orang yang depresi ,
ia menangis sejadi-jadinya.
ia tak bisa berbuat apa-apa saat ini.
ia disekap , entah siapa yang melakukan ini padanya.
padahal ,2 hari lagi pernikahan nya akan segera dilangsungkan .
tapi,baik bryan maupun rio tak ada kabar nya sama sekali.
akila meringis seraya memegang sudut bibirnya yang memar.
******
KEDIAMAN PAK WIJAYA
rio dan pak wijaya hampir putus asa mencari keberadaan akila saat ini.
pihak polisi, juga sudah melakukan yang terbaik,namun belum juga ada hasilnya.
'' pa,kita mesti cari akila kemana lagi pa.'' keluh rio terdengar putus asa.
ia bersender di sofa dan menatap langit-langit.
'' kamu yang sabar ya,kita berusaha yang terbaik ,oke..'' bujuk pak wijaya mengelus pundak rio.
rio tampak stres.
__ADS_1
ia menghela napas panjang.
'' rio gak bisa berpikir jernih pa, rasanya rio ingin pergi aja dari sini .'' ucap rio beranjak begitu aja dari duduknya.
''heii , jangan bilang seperti itu ,kamu laki-laki jangan lemah.'' bantah pak wijaya.
namun rio tak menggubris ucapan Pak wijaya ia masuk kedalam kamarnya dan menguncinya dari dalam.
cling!!!
sebuah pesan masuk dari nomor akila.
[ mas,aku gak bisa lanjutin pernikahan kita ,kamu cari aja wanita lain yang lebih pantas buat kamu ,aku gak bisa melanjutkan hubungan ini.]
'' apa! ''melihat ada pesan masuk dari nomor akila , rio berusaha menghubungi nomor akila namun, tak aktif.
" akila!! kenapa kamu seperti ini.''rio mengepalkan tangannya.
ia menghantam kannya ketembok.
'' apa sebenarnya yang telah terjadi sama kamu.'' ucap rio terlihat gusar.
*****
KEDIAMAN PAK AJI
'' bu ,ayo ibu makan dulu nanti sakit loh.''bujuk pak aji pada istri nya.
''gak yah,ibu gak mau makan ,ibu mau akila yah,bawa dia kesini yah .'' bu ningrum terlihat pucat dan tak berdaya.
'' bu , kalau ayah tahu dimana akila,udah ayah bawa pulang bu.'' pak aji memeluk istrinya.
mereka saling tersedu satu sama lain.
1 hari yang lalu.
pintu rumah pak aji diketuk seseorang.
pak aji langsung bergegas keluar menghampiri dan melihat siapa yang datang sepagi ini.
krettt!!!!
pintu terbuka lebar.
'' bu kristal!!'' ucap pak aji dengan nada kaget dan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
walaupun pak aji hanya melihat pak wijaya dan bu kristal lewat foto.
ia tampak paham jika itu,memang bu kristal.
wanita itu terus berjalan masuk dan pak aji mengekorinya.
bu kristal pun duduk di kursi tamu yang tak jauh dari posisinya berdiri.
''biar saya bikinkan minum bu.'' ucap pak aji.
'' tidak perlu! '' tahan bu kristal ,pak aji hanya mematung disana.
dan membalikkan tubuhnya.
'' tak usah basa basi,saya gak punya banyak waktu.'' bu kristal menunjukkan wajah tak bersahabat.
''sebenarnya apa yang kalian cari dari keluarga kami.'' ucap bu kristal tegas.
''maksud ibu apa ya ,saya gak paham dengan ucapan anda.'' pak aji mengernyit.
'' halahh!! ,sok suci ,orang miskin aja banyak tingkah.'' ucap bu kristal dengan nada tak enak.
" bu,tolong jaga bicara anda,kami memang miskin ,tapi kami punya harga diri.'' terang pak aji agak sesak dadanya karena menahan sakit atas hinaan yang dilontarkan bu kristal.
'' harga diri? tahu apa kamu soal harga diri,jika kalian tahu masih punya harga diri ,mana mungkin anak kalian bisa melakukan hal memalukan seperti itu.'' maki bu kristal.
'' maaf,anak kami , maksud bu kristal akila? '' pak aji berkerut .
'' iya,akila,siapa lagi kalau bukan akila,memang anak kamu ada berapa.'' bu kristal setengah melotot pada pak aji.
'' memang nya apa yang anak kami lakukan bu.'' ucap pak aji.
'' hmmm,orang tua macam apa yang gak tahu tingkah laku anaknya di luaran sana.'' maki bu kristal.
__ADS_1
'' apa yang ibu katakan.'' pak aji pun masih belum mengerti.
'' asal kamu tahu ya , anak perempuan kamu udah membatalkan pernikahannya dengan rio secara sepihak.
'' dan yang lebih parah,dia kabur entah kemana.'' tegas bu kristal.
'' saya yakin wanita itu udah kabur dengan laki-laki lain.'' maki bu kristal.
'' apa!!'' pak aji terkejut dengan ucapan bu kristal.
'' mmmm,saya yakin, ini adalah salah satu trik kalian untuk menjebak keluarga rio.
'' saya tahu betul orang miskin itu seperti apa.'' maki bu kristal lagi.
'' cukup bu.'' tegas pak aji.
'' biarpun kita orang tak punya tapi kami masih punya etika.'' bantah pak aji.
'' ya,tapi ada baiknya juga si akila bertindak seperti itu,jadi ,saya gak perlu turun tangan.'' ucap bu kristal dengan sombong.
'' apa maksud bu kristal bicara seperti itu.'' pak aji menatap bu kristal lurus.
'' ya ,kamu pikir aja sendiri.
udah ya,saya pamit.'' bu kristal beranjak begitu aja dari hadapan pak aji.
didepan ,supir bu kristal udah menunggu didalam mobil .
'' ayo jalan.'' titah bu kristal.
'' baik nyonya.'' ucap supir itu.
menuruti perintah majikannya.
tak lama mobil bu kristal meninggalkan kediaman pak aji.
dari dalam Kamar bu kristal mendengar kan pembicaraan mereka , iapun hanya bisa menahan sakit di dadanya.
*****
''bu ,ibu istirahat ya,besok ayah akan kejakarta menemui pak wijaya dan nak rio.'' ucap pak aji membujuk bu ningrum .
'' iya yah,ibu kepikiran soal anak kita.'' ucap bu ningrum memelas.
'' iya , yaudah ,ibu makan ya ,biar ayah suapin.'' ucap pak aji mengambil piring berisi nasi dan lauk Pauk.
'' iya yah.'' bu ningrum mengangguk pelan.
perlahan ,pak aji menyuapi bu ningrum dengan penuh perasaan.
*****
Bryan masih ingat perihal akila.
tanpa terasa ia melamun.
tok,tok,tok,
pintu diketuk dari luar.
'' pak ,hari ini kita ada meeting jam 2 .'' terang Cristin.
biasanya yang selalu mengingatkan jadwal bryan adalah akila,tapi karena akila tidak ada ya , Cristin mengambil alih tugas itu.
'' pak..,pak...,'' ucap Cristin yang mendapati bos nya sedang melamun.
pak bryan yang mendengar Cristin memanggil nya membuyarkan lamunan nya sejenak.
'' cris,sory,sory..,tadi kamu bilang apa.''pak bryan salah tingkah.
''ng-gak pak,cuma mau ngingetin kalau jam 2 aja jadwal meeting dengan klien kita.'' terang Cristin.
''ohh,okay, atur aja waktu nya.''bryan tersenyum kecil.
'' baik pak.'' Cristin pun pamit pergi.
bryan masih kepikiran kenapa akila bisa menghilang secara tiba-tiba.
ia mengatupkan kedua tangannya di depan wajah.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...