SYAKILA

SYAKILA
83. ABORTUS


__ADS_3

bram menunduk ..


ia begitu menyesal telah membuat akila menjadi seperti itu.


" ya tuhan ,apa yang aku lakukan ,aku telah membuat istri dan calon anakku menderita." bram menitikkan air matanya.


krettt....


suara pintu dibuka


bram menoleh ke sumber suara .


ia bangkit dan menghampiri dokter.


"bagaimana dok istri dan anak saya." ucap bram menatap kearah dokter


ia menggeleng pelan.


lalu ,bram terkejut mendapati jawaban dari dokter .


"maksud dokter apa ."bram penasaran


"maaf pasien mengalami banyak pendarahan ia sekarang kritis ." ucap dokter


ia mengusap peluh nya


"sebenarnya,apa yang membuat istri saya keguguran dok? " tanya bram


"hmmm.. sejauh ini kita masih menyelidiki ,namun kita menemukan adanya cairan bahan kimia di rahim istri bapak dan terpaksa kita harus mengeluarkannya, atau kalau tidak,itu sangat berbahaya buat pasien." ungkap dokter tersebut.


bram menganga mendengar ucapan dokter .


"apa !! bahan kimia dok," kata bram tak percaya ucapan dokter .


"iya, seperti nya istri bapak depresi berat dan akhirnya ia meminum bahan kimia itu . ."ungkap sang dokter.


"uhhhfff..."bram menghela napas panjang .


"dok, tolong lakukan yang terbaik ,dan tolong selamat kan istri saya ." ucap bram tampak putus asa.


"baik,pak ,kita akan usahakan yang terbaik , mohon bantu doannya ya ."ucap dokter lalu ia pergi meninggalkan bram.


"ya ampun akila ,ini semua salahku ,maafkan aku , tidak seharusnya aku melakukan ini padamu."bram mengepalkan tangannya.


ia mengintip akila dari balik kaca .


ia sangat terpukul melihat akila yang terbaring lemah dengan selang infus terpasang di mulut nya .


tak berlangsung lama datanglah seorang wanita ia berlari kecil menuju ruang akila .


"bram .."kata wanita itu ," apa yang terjadi pada akila "meylia menatap bram penuh sorot kecemasan.


"aku tidak tahu mey,kata dokter ia meminum bahan kimia untuk menggugurkan kandungannya."ucap bram.


"apa!! " meylia terperanjat mendengar ucapan bram ia mengernyitkan dahinya.


"awas kamu bram kalau sampai terjadi apa-apa dengan adikku ,kau adalah orang yang harus bertanggung jawab." meylia memarahi bram dan mengancam bram.


"mey, pliss jangan bilang seperti itu , aku gak ada niatan untuk membuat akila seperti ini. ".bram mencoba membela diri.


"ahh,sudahlah,aku tak mau berdebat dengan mu .'' meylia memalingkan wajahnya lalu ia pergi entah kemana.


"shitt!!! " bram memukulkan tangannya ketembok .


derttt..dertt...


ponsel bram berdering


"ahhhh ." bram sewot sendiri mendengar Suara ponselnya dan mengangkat panggilan dengan suara kasar.


"ada apa Ki..aku lagi sibuk ,tolong jangan ganggu aku " ucap bram sedikit membentak kiara.


"(....)"


"apa!! aku gak bisa aku sibuk.

__ADS_1


'' terserah kalau kamu mau marah silahkan ,mulai hari ini kita putus dan kamu jangan ganggu aku lagi ."bentak bram lalu mematikan ponselnya begitu saja.


tuttt..tutt..


panggilan terputus.


bram menundukan wajahnya ia begitu menyesal telah mengkhianati akila yang begitu mencintainya.


dulu... mereka adalah pasangan kekasih yang begitu mencintai.


tetapi bramlah yang bermain api dengan sang mantan hingga akhirnya akila depresi dan stres,setelah mengetahui bahwa diam-diam bram mengkhianati kepercayaan nya.


sekarang yang bram ingin hanyalah akila segera sadar dan pulih dari masa kritis nya.


...----------------...


RUMAH PAK RAMDAN


"apaa!! " Bu hasna shock setelah menerima telepon .


"Ya Allah yang RObbi ,Tuhan yang menjaga semesta ini , tolong selamatkan akila ,menantu kami " ucap bu hasna sambil mendekap telepon nya.


tiba-tiba


pak ramdan kaget mendapati Bu hasna menangis didekat kursi dan masih memegang telepon.


"Bu ,ada apa." kata pak ramdan menghampiri bu hasna.


"akila pa ,akila masuk rumah sakit karena keguguran , sekarang dia kritis karena banyak mengalami pendarahan ." ucap bu hasna tersedu


"ya ampun, kok bisa bu.'' pak Ramdan menganga.


namun bu hasna tetap menangis.


''sudah, kita pasrahkan saja semuanya pada Allah bu,dia adalah maha kuasa dari segalanya." pak ramdan memeluk istrinya.


mereka langsung bergegas menuju rumah sakit tempat akila dirawat.


sejauh ini belum ada yang berani mengabari keluarga pak aji.


sesampainya dirumah sakit bu hasna langsung berlarian menuju tempat akila dirawat.


beliau mendapati bram sedang terduduk lesu.


"bramm ..." panggil Bu hasna seketika.


bram mendongak menatap Bu hasna.


"ibu ,ibu sudah datang, ibu sama


siapa "bram menengok kanan kiri.


"ibu datang sama bapak ,beliau lagi di toilet sebentar."kata Bu hasna tersenyum.


ia langsung bertanya pada bram kondisi akila .


"bram , gimana kondisi akila ." ucap bu hasna tampak khawatir


"dia belum sadar bu,dia kritis." kata bram melemahkan suaranya.


"astaghfirullah!!! kenapa bisa terjadi seperti ini bram." ucap bu hasna mengelus dada nya.


bram tak bersuara ia membisu,ia tak mampu jujur pada ibunya jikalau akila menjadi seperti ini adalah karena ulahnya.


"yasudah,kamu yang sabar ya nak.."kata bu Hasna menegarkan hati bram.


"iyaa bu ,aku mau ketoilet bentar " ucap bram bangkit dari duduknya.


"iyaa.."Bu hasna mengatupkan kedua telapak tangannya di mulut nya.


ia duduk sambil memandang kosong ke sembarang arah.


tekk..tekk..tekk..


terdengar suara langkah kaki.

__ADS_1


rupanya pak ramdan yang berjalan menghampiri istrinya


"Bu,gimana keadaan aKila ."tanyanya sambil duduk disamping Bu hasna.


"akila kritis karena pendarahan yang berlebih ." ucap buhasna


"hmmmm.." pak ramdan menghela napas panjang.


"sabar ya Bu,kita doakan saja yang terbaik buat aKila ." sahut pak ramdan mengelus pundak Bu hasna .


"iyaa pak ." bu hasna mengangguk pelan.


...----------------...


"Bu..ibu.."pak aji gusar mendapati Bu Ningrum pingsan .


lalu pak aji langsung membawa nya kepuskesmas terdekat.


*


*


*


DIPUSKESMAS


"pak..kita tidak bisa merawat pasien disini , karena keterbatasan alat medis,jadi ibu Ningrum harus dirujuk kerumah sakit .


akibat benturan dikepalanya.


beliau mengalami pendarahan otak dan harus segera di operasi .


"astaghfirullah!! ibu ,kenapa semua jadi seperti ini." ucap pak aji tampak lesu .


"baiklah,untuk menyingkat waktu mari bapak tanda tangani dulu surat pernyataan ini ." kata suster lalu ia membimbing pak aji keruang administrasi.


setelah selesai ,mereka langsung membawa bu Ningrum kerumah sakit dengan ambulance.


50 menit kemudian ,


mereka sampai pada rumah sakit yang dirujuk oleh Puskesmas .


dan bu Ningrum langsung dibawa ke ruang ICU.


"ahhh.." pak aji menjambak rambutnya .


"dosa apa yang telah kami lakukan , hingga kau menghukum kami seperti ini ya Allah."lirih pak aji sambil menyenderkan punggungnya ketembok.


pak aji teringat akan anaknya dikota sedang terbaring di rumah sakit akibat keguguran.


tiba-tiba matanya berkaca-kaca.


"akila,anakku , cobaan mu sungguh berat nak.."batin pak aji bergumam.


tiba-tiba


ponsel pak aji berdering .


"haloo.."ucap pak aji


"(...)"


"apa.. Alhamdulillah, ya Allah ."


pak aji tampak sedikit lega setelah mendapat telepon barusan .


beliau menyeka air matanya .


"Alhamdulillah,nak.. kamu sudah melewati masa kritismu , syukurlah ." pak aji tersenyum lega .


beliau menaruh ponselnya disaku .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2