SYAKILA

SYAKILA
88. MAKAN MALAM


__ADS_3

satu minggu kemudian,


" permisi."ucap akila sambil mengetuk pintu ruangan Brian.


"masuk." sahut brian dari dalam


krettt...


akila berdiri didepan pintu.


"bapak panggil saya ."ucap akila


"hmmm..duduk disana." kata brian menatap aneh pada tubuh akila.


akila mengangguk dan menuruti perintah brian .


ia mendongak menatap kearah wajah brian yang masih asyik dengan monitor nya.


akila mengamati wajah itu.


entah dalam batinnya ia berkomentar apa ,yang pasti saat akila asyik memandangi wajah brian.


saat itu juga brian menangkap basah akila.


"kenapa dengan wajah saya." ucap brian terkekeh.


"nng...." akila menggaruk kepalanya.


"syakila Anastasya." kata brian sambil melihat CV dilayar monitor komputer nya.


ia menimang dagunya lalu,ia melirik kearah akila.


namun aKila tertunduk.


brian sedikit menyungging senyum.


"kamu masih ada hubungan sama bram .?" tanya brian setengah terkekeh.


"apa...? maksud bapak." akila menatap brian .


"mmmm..aku tahu ,dan aku baru ingat ,kalau kamu adalah wanita yang pernah dekat dengan bram." ucap brian serius.


"a...sa..ya.." akila terlihat gugup.


"sudahlah,aku tahu dan aku paham betul karakter bram itu seperti apa,jadi kamu gak usah tutup-tutupi." kata brian mengernyit .


"sudahlah , jangan cerita sekarang,nanti malam temui aku di restoran ,kita makan malam bareng.


sekalian aku ada yang ingin tanyakan sama kamu." ucap brian mengulum senyum.


"baiklah ,saya permisi pak." ucap aKila ramah.


"iya silahkan." brian tersenyum.


akila segera saja beranjak pergi dari hadapan brian.


tek,tek,tek,


akila menuruni tangga.


entah kenapa hatinya berdebar-debar karena ucapan brian barusan.


"ahhh,jangan -jangan dia ...." akila mempercepat langkahnya.


kemudian ia kembali kemeja kerjanya .


akila duduk di kursi sambil mencerna ucapan brian.


"ahhh,dunia begitu sempit ."akila menghela napas.


arga diam-diam memperhatikan wajah aKila dari tadi.


" akila ." ucap arga dengan keras.


"ehh ya mas,kenapa ? " akila menyungging senyum.


"aku pikir gak ada orang ,tahu-tahunya ada mas arga toh." ucap aKila terkekeh.


arga mendekati aKila.


"ada apa ? kelihatannya , setelah menemui pak brian mukamu berubah jadi aneh." tanya arga menyelidik.


"gak ada, mas,aku pikir aku akan istirahat dulu ,ini udah waktunya istirahat." kata akila mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" ohh..gitu,ya udah ayo kita makan bareng ." kata arga.


"oke..ayo." akila tersenyum.


arga dan akila beranjak dari tempatnya dan mereka terlihat akrab.


dari lantai atas brian tak sengaja melihat mereka berdua.


"arga." kata brian mengernyit.


lalu ia pergi entah kemana.


...----------------...


"veroo... apakah kamu udah selesai antar undangan nya." ucap seorang wanita .


"udah bu,tenang aja, untuk teman yang jauh ,aku kirim via ponsel aja." jawab vero singkat.


"ohh,baiklah ,ibu jadi lega , tinggal besok kita urus Catering dan sewa dekorasi." kata bu sarmila.


"ohhh, ibu gak usah khawatir ,aku udah pesan lewat WO , kebetulan temanku ada yang kerja di WO bu."sahut vero tersenyum dan duduk disamping ibunya yang sedang asyik membaca koran.


"oh ya ampun,kamu memang luar biasa , apa-apa Kamu yang urus,maafin ibu ya nak.." kata bu sarmila mengelus pundak anaknya.


"ahh,gak apa-apa bu,itu belum seberapa ." vero memeluk ibunya


"ahhh anak ini,bikin ibu mewek aja ." Bu sarmila mengusap punggung vero.


ia menyeka air mata yang tak terasa menetes.


ada rasa haru dan rasa bahagia karena anak gadis nya akan segera dipinang orang.


"apa ini , kenapa ibu menangis ,aku gak suka ibu menangis ." vero mengakhiri pelukannya.


dan mengusap air mata ibunya.


"ibu gak nangis ,hanya saja ibu bahagia,akhirnya dalam hitungan hari kamu akan segera menikah dan menjadi dewasa tentunya ." ucap Bu sarmila.


"udah,lebih baik kita makan yuk,aku lapar ." ucap vero.


"ohhh,kamu lapar ,biar ibu bikinin nasi goreng buat kamu ya." bu sarmila bangkit dan langsung menuju kedapur.


"okee bu,makasih ya." kata vero


ia kemudian meraih ponsel dan mengirim pesan pada akila


...----------------...


ia melepas semua pakaiannya dan langsung mengguyur badannya , walau sejenak.


15 menit Kemudian,


akila keluar dari kamar mandinya dan ia meraih baju santai dan mengenakan nya.


"huftt...!! kok bisa si,aku bertemu dengan orang yang ada hubungannya dengan masa lalu aku." akila menghela napas panjang.


kemudian ia meraih ponselnya.


ia terkejut melihat pesan masuk dari vero,sahabat masa sekolah nya.


"ve... tumben ,chat aku."akila membuka pesan itu dan membacanya.


"serius,ve mau nikah." akila membulat kan matanya.


ia langsung membalas pesan vero.


dan tanpa sadar akila telah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bertukar pesan dengan sahabat nya itu.


"ahhh..aku lapar sekali." kata akila sembari melirik jam dinding.


"apa!! ini udah jam 7 ." kata akila tak percaya.


kemudian,ia bangkit dan menuju kedapur .


melihat apakah ada yang bisa dimakan sekarang.


deerttt...


akila membuka kulkas dan mengecek ada bahan makanan apa yang bisa mengganjal perutnya untuk sementara, mungkin.


"hufttt.. cuma ada tomat aja sama telor ,payah banget si hidupku,2 tahun yang lalu,aku kan hidup enak ,makan enak,lah sekarang apa kabar ." batin aKila ngedumel.


ckkkckkkk.

__ADS_1


akila berdecak.


ia mengambil telor dan menggorengnya


"ahhh,,gak apa-apa aku makan telor setiap hari,mau gimana lagi , daripada aku mati kelaparan." kata akila pelan


cling..


sebuah pesan masuk di ponselnya


[gimana,kita jadi keluar kan]


akila membuka chat itu.


"brian? " akila membaca pesan sambil menyendok nasi kepiringnya.


"5 menit lagi aku jalan,kamu siap-siap deh ."kata brian.


"what? dia mau OTW,duh gimana ya ,aku udah mau makan juga." akila bengong.


"ahhh ,bodo amat ,lebih baik aku makan dulu aja ,walau sedikit ,asal buat ganjal perut." akila memasukan dan mengunyah makanan nya.


dan setelah itu ia langsung buru-buru ganti baju dan siap-siap.


akila mengirim sharelok pada brian.


sementara, ia menunggu diruang tamu.


sambil menunggu brian datang aKila membuka -buka medsosnya.


tiba-tiba ia teringat akan byru.


" byru,apa kabar dia ,udah lama aku gak contact dia." lirih akila


ia memencet nomor byru .


tapi,ia termangu sejenak ,agak ragu untuk menghubungi byru.


"ahhh..udah ah,aku gak bisa ngasih harapan palsu terus ke byru ,cukup sekali ini aja aku nyakitin cowok itu." akila menaruh ponselnya.


dan ia menghela napas panjang.


30 menit kemudian,


"aku udah sampai di depan kontrakan kamu akila." kata brian.


tak berlangsung lama.


terlihat seorang wanita keluar.


dan membuka pintu gerbang nya.


"pak,bapak gak nyasar kan." kata akila terlihat canggung.


"gakk,ayo buruan masuk ." kata brian menatap akila .


"iyaa,pak." akila masuk dan memasang safebeltnya.


"sudah siap." kata brian datar ,tak ada ekspresi sedikitpun diwajahnya.


"mmmm.." akila mengangguk,seraya melirik kearah bryan,yang tertutup matanya dengan kacamata hitam nya.


"baiklah,kita jalan sekarang." kata brian tak berekspresi.


"oke.." akila tersenyum .


dalam perjalanan akila membisu ,ia bingung mau ngobrol apa , terasa canggung berada dalam satu mobil dengan orang yang baru saja akila kenal.


"ehemm.." brian berdehem.


"kenapa pak." kata akila menoleh.


"gak ada ,kita mau makan apa nih,ayo buruan mikir." kata brian serius.


"hmmm,aku ikut saja pak,bebas kok."sahut aKila.


"ohhh kalau gitu ,kita makan direstoran langganan aku aja ya ,mau..? " tanya brian mengernyitkan alisnya.


"boleh," akila tersenyum


"okee.." kata brian sambil tancap gas.


sesampainya di restoran brian dan akila langsung turun .

__ADS_1


mereka langsung memesan makanan dan minuman untuk teman ngobrol berdua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2