SYAKILA

SYAKILA
143. HAMPIR SAJA ( bryan + akila )


__ADS_3

"apa ,tadi bapak bilang apa,'' ucap akila melotot.


''a..aku ,aku salah ngomong akila ,maaf.'' ucap bryan terlihat salah tingkah.


'' ohh ,gitu.'' akila tersenyum kecil.


'' ayo kita naik Sekarang.'' ajak akila pada bryan.


'' okee ,ayo kita naik.'' ucap bryan terkekeh.


ia menjambak rambutnya sendiri dan mengekori akila keatas.


''pak ,jadi kamar bapak disini ,jika ada apa-apa panggil saja aku ,ketuk pintu sebelah.'' ucap akila tersenyum.


'' okee , makasih banyak ya..'' ucap bryan terlihat kikuk.


'' bapak kenapa pak.'' tanya akila pada bryan.


'' aku gak apa-apa , ya udah kamu istirahat ,ini udah malam , udara diluar juga dingin, karena masih hujan deras .'' ucap bryan.


'' iya pak ,aku kekamar ya,.'' akila melambaikan tangannya pada bryan.


'' hmmm ,dahh..met bobo.'' ucap bryan pada akila


bryan memasuki kamarnya dan akila juga begitu.


mereka bersiap-siap untuk tidur .


bryan merebahkan tubuhnya dan memandang kearah langit-langit.


pikiran nya terganggu dengan perihal tadi .


'' siapa rio,apa mereka pacaran,kalau mereka pacaran ,aku kalah star dong.'' lirih bryan mengusap kasar wajahnya.


ia terlihat gelisah.


tak lama pintu diketuk dari luar.


bryanpun beranjak dari tempat tidur dan langsung membuka pintu nya.


'' akila,ada apa,kok belum tidur.''ucap bryan berkerut.


'' aku lupa belum kasih selimut buat bapak,nihh.. selimut nya.'' akila menyodorkan selembar selimut pada bryan lalu pamit pergi.


bryan menatap akila dari belakang.


lama berdiri di pintu iapun segera masuk.


bryan tersenyum tipis memandangi selimut yang barusan akila berikan untuknya.


****


keesokan harinya,


tok..tok..tok..


pintu kamar bryan diketuk dari luar oleh seseorang.


bryan tak bersuara seperti nya ia masih terlelap.


tapi, akila yang merasa bryan belum bangun , iapun masuk kedalam.


krettt....


'' pak,bangun, ini udah pagi,hampir jam setengah 7.'' ucap akila seraya mengguncang tubuh bryan.


bryan pun menggeliat.


ia memicingkan matanya perlahan dan begitu terkejut melihat akila udah didepan nya.


'' akila, kamu udah bangun.'' kaget bryan.


akila tersenyum.


'' udah jam 7 ,ayo bangun ,aku bikinkan kopi, bapak mandi dulu aja.''ucap akila seraya bangkit.


'' hmmmm, iya , '' bryan tersenyum saat melihat akila berlalu pergi.


*di meja makan*


akila menata makanan nya di meja .


sesekali ia melihat keatas , menanti kedatangan bryan dari kamarnya.


'' pak bryan mana si ,lama banget .'' omel akila mengerucutkan bibirnya ia naik ke atas .


mengetuk pintu kamar bryan.


" pak, udah siap belum ,ayo turun kita sarapan.'' ucap akila.


( hening)


merasa tak ada sahutan dari dalam akila pun masuk dan mengecek apakah bryan sedang mandi atau...


'' pak ,bapak masih mandi.'' tanya aKila didepan kamar mandi.


" iya,bentar .''ucap bryan parau.


akila yang merasa ada yang salah dengan bryan iapun mengetuk lagi pintu kamar mandinya.


'' pak,bapak gak apa-apa.'' ucap akila lagi.


krett...


bryan berdiri didepan akila dan matanya sayu.


'' pak ,pak,hello..'' akila melambaikan tangan didepan mata bryan.


bryan malah menatap akila dengan tatapan aneh.

__ADS_1


iapun mendekati aKila dan semakin mendekat.


akila tak tahu dengan sikap bryan yang tiba-tiba berubah.


'' mmm,pak,bapak kenapa.'' tanya aKila berkerut.


bryan tak menjawab melainkan mendekati aKila dan memojokkan akila ketembok.


akila menatap bryan dengan tatapan penuh tanya.


'' bantu aku..'' lirih bryan dengan suara sedikit serak .


akila melongo karena ia tak tahu dengan ucapan bryan barusan.


'' maksud bapak apa.'' bryan tak menjawab melainkan ia menempelkan bibirnya ke bibir akila.


akila sangat kaget dengan ulah bosnya itu.


'' pak ,bapak mau...'' bryan semakin dalam ******* ***** akila.


hingga akila tak bisa berkata-kata lagi.


dengan sangat terpaksa ia menuruti permintaan bosnya itu.


ia mengimbangi permainan bryan .


pak bryan begitu semangat , entah kenapa tiba-tiba bryan ingin lebih.


ia menghentikan pagutan nya sejenak.


kemudian ,


menatap wajah akila sekilas.


mata itu saling bertemu.


'' akila,aku minta sama kamu ,aku ingin itu sekarang.'' bisik bryan ditelinga akila.


akila hanya bergidik karena bibir bryan menempel ditelinganya dan itu sangat menggelitik.


'' tapi pak,aku....'' ucap akila terhenti,


karena bryan ******* bibirnya lagi.


'' aku mau itu sekarang.'' lirih bryan ,ia membopong tubuh akila keranjangnya dan m******hnya.


akila ingin sekali menolak tapi entah kenapa ,ia tak bisa dan tenaga bryan begitu kuat.


ia mengunci tubuh akila.


'' p-pak...'' suara akila tak berdaya.


bryan begitu bernafsu untuk melakukan itu


ia hendak menancap kan benda keras


itu tapi akila menolak nya .


bryan merasa malu , akhirnya ia pun bangkit dan memakai lagi handuknya.


akila yang masih terbaring di ranjang ,iapun pergi begitu saja.


sementara bryan hanya terpaku sambil menahan rasa malu , sakit,dan campur aduk.


*****


SIANG HARI


Rio terlihat gusar didalam ruangan nya.


ricko yang baru datang, mengamati gerak-gerik nya.


'' bos,ada yang salah.'' tanya ricko seraya berjalan mendekatinya.


rio tak menjawab, melainkan menekuk mukanya.


'' hmmm , biasanya kalau kayak gini ,ada yang tidak beres nih..'' celetuk ricko mendekati bosnya itu.


'' jangan sok tahu kamu rick,udah ah,ayo kita makan,aku lapar.'' ucap rio beranjak pergi dan melempar kunci mobil pada ricko.


'' kamu yang bawa mobil,aku lagi gak mood.'' tegas rio.


'' okey.'' ricko menangkap kunci itu dengan sigap.


lalu ,


mereka berdua pergi dengan mobil rio.


melati yang melihat mereka keluar , menatap aneh kepergian mereka.


'' mau kemana mereka.'' ucap melati dalam hati.


tiba-tiba ,


terdengar suara langkah kaki mendekatinya.


'' mel,hari ini kita keluar yuk,aku pengin kita nonton film berdua ,aku yang traktir.'' ucap meylia pada melati.


melati menatap sekilas wajah meylia.


'' aku lagi sibuk ,dan gak ingin nonton,ajak aja pacar kamu,repot amat.'' ketus melati sembari pergi dari hadapan meylia.


''mel , tunggu mel.''


meylia menutup matanya dengan kasar , karena melati tak menggubris nya.


'' hmmmm , salah lagi kan..'' keluh meylia ia melangkah kemeja kerjanya dengan gontai.


****

__ADS_1


RESTORAN


" bos mau makan apa.'' ucap ricko serius.


'' terserah kamu rick,pesan aja semua Yang enak-enak.'' ucap rio pasrah.


'' hmmmm, gawat nih..,bos galau berat.'' ucap ricko mengangkat alisnya lalu memanggil pelayan.


ricko memesan semua makanan yang enak dan lezat.


karena makanan yang dipesan begitu banyak pelayan itupun mengangkat alisnya.


'' ada lagi mas ,'' tanya pelayan itu.


'' udah cukup,maaf ya mba,ini perintah bos ,dia lagi galau , maklum sibos kalau lagi galau makannya banyak.'' bisik ricko pada pelayan itu.


pelayan itupun tertawa kecil mendengar ucapan ricko barusan.


'' Baiklah,silahkan ditunggu pesanannya permisi ,terima kasih.'' pelayan itupun pergi meninggalkan ricko.


ricko menghela napas melihat rio yang cemberut.


'' bos,sebenarnya sibos kenapa.'' ucap ricko seraya duduk didepan bosnya itu.


'' hmmm , aku lagi gak mood untuk cerita ,nanti malam kita keluar ,kita clubing.'' ucap rio dengan nada kesal.


'' baiklah ," sahut ricko pasrah.


****


DI KANTOR AKILA


akila terlihat gusar,ia panik dan menyesal atas apa yang terjadi tadi pagi .


'' ya tuhan,aku hampir melakukan itu dengan bosku.'' gumam akila dalam hati.


ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.


cling....


sebuah pesan masuk dari ponsel akila.


bryan


[ akila ,aku berangkat ke negeri kanguru dulu ya..,maaf soal tadi pagi aku khilaf]


akila menatap chat itu, ia melempar ponselnya.


dan setelah itu ia menelungkupkan wajahnya kemeja.


'' akila ,kamu kok jadi wanita gini amat sii.., selalu direndahkan hanya karena tak ******* lagi.'' keluh nya dalam hati.


" akila ,kamu sakit .'' tanya laki-laki yang barusan datang dan berdiri didepan akila.


akila sontak kaget dan langsung mengangkat kepalanya.


'' pak yosep,maaf ,saya gak sakit pak,saya hanya sedikit lelah .'' ucap akila.


'' mari kita ngopi , sekalian saya ada yang ingin disampaikan .'' ucap pak yosep.


'' ohh.. baiklah.'' akila tersenyum manis dan mengikuti ajakan bosnya itu.


****


RUMAH RIO


*dikamar *


suara ketukan pintu didepan kamar Rio.


'' nakk..buka pintunya ,papa mau bicara.'' ucap papa wijaya.


rio tak mengindahkan ucapan papanya itu.


ia malah meringkuk di dalam selimut nya.


merasa tak ada respon dari anak laki-lakinya pak Wijaya mengurungkan niatnya.


kemudian,


ia kembali kekamar nya.


'' papi dari mana.'' ucap bu Kristal tiba-tiba saja dan mengagetkan laki-laki itu.


'' mami,mami dari mana malam-malam gini baru pulang.'' tegur pak Wijaya .


'' mami baru saja arisan dengan teman -teman mami pi... suntuk juga dirumah ,lebih asyik nongkrong sama mereka daripada sama papi..'' oceh wanita tua setengah kencang itu.


" apa mami bosan dengan suami mami sendiri.'' ucap pak wijaya mengelus dadanya.


'' iyaa ,apalagi semenjak papi sakit-sakitan ,mami yang pusing , harus bolak balik nebus obat , belum lagi kalau papi mau kontrol mami juga yang repot kan..'' omel wanita itu pada suaminya.


'' cukup mam,mami keterlaluan.'' gertak pak Wijaya.


'' ahhh ,tahu ah ,mami pusing ,mami mau tidur.'' ucap wanita itu dengan sewot.


" tunggu mam,papi masih ingin bicara penting.''cegah pak Wijaya.


'' ahhh ,bodo amat dehh pa,mami ngantuk.'' bu kristal meringkuk dalam selimut nya.


pak wijaya hanya bisa pasrah dengan keadaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


haii..haii..


aku datang lagi ,maaf Kalau telat upp..

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak,komentar,dan like.🙏🙏🙏


__ADS_2