
akila telah siap dengan segala sesuatunya.
ia menunggu kereta api untuk sampai di stasiun.
dert,dert,dert,
panggilan masuk di ponsel akila.
[arga ]
akila merogoh tasnya dan mencari ponselnya.
"halo..mas." sapa aKila lembut , rambutnya terombang-ambing diterpa angin yang bertiup sepoi-sepoi .
"(....)"
"ini aku udah sampai di stasiun,aku sengaja ambil jam lebih awal." kata akila sambil menyibakkan rambutnya kebelakang.
"(.....)"
"gak usah,aku naik kereta aja mas,aku gak apa-apa ,kamu baik-baik ya disana titip meja kantorku takut ilang,hehe.." akila terkekeh.
"(.....)"
"oke bye..." akila menutup panggilan nya.
ia memasukan lagi hpnya.
tapi tiba-tiba saja ada notifikasi pesan masuk.
akila langsung membuka ponselnya lagi.
bryan.
[ akila ,udah aku tranfer ya , tolong kamu pergunakan uang itu untuk kepentingan pribadimu oke,bye!!aku lagi ada meeting dengan klien.]
akila menatap kosong pada jalanan.
ia tersenyum.
"pak bryan baik banget,aku janji aku bakal setia sama kamu pak." batin aKila bergumam.
setelah itu akila masuk ke dalam gerbong kereta api.
ia duduk manis sambil menanti sang masinis melajukan mesin.
"bismillah ,aku mau menjenguk ayah dan ibu ,semoga selamat sampai tujuan." batin aKila berdoa untuk keselamatan nya.
beberapa menit kemudian,
sang announcer memberikan informasi bahwa kereta api yang akila tumpangi akan berangkat ketujuannya.
semua tampak bersiap-siap dan mematikan semua ponselnya.
jleggg...jleggg...
kereta apipun melaju meninggalkan area stasiun .
akila menutup matanya sejenak.
ia pun seakan terbawa suasana.
tett..Tett...jleggg.jleggg...tetttt...
bunyi mesin kereta api , menggema sampai keseluruh penjuru.
semua tampak fokus ,ada yang mengantuk ,ada yang menatap jalanan ada yang sekedar bersender .
3 jam kemudian,
kereta sudah transit di stasiun kota batik.
akila keluar dari gerbong dan menarik ranselnya.
ia berjalan dengan santai.
tenggorokannya terasa kering karena suhu yang sangat panas.
itu membuat akila kelelahan.
ia berhenti sejenak dan memesan minuman di emperan jalan dekat stasiun.
"mba ,es teh satu ." ucap aKila.
"baik mba, mau makan apa gak ? " tanya penjaga warung.
"oh ,nanti saja, " ucap aKila ramah.
ia menyesap minumannya dan meraih gorengan pisang .
__ADS_1
akila menyeka keringat nya.
sruppp..sruppp..
terdengar akila menyedot minuman nya.
akila menghela napas dan segera memesan taxi untuk pulang kerumahnya.
sejujurnya ,jika akila telepon ayahnya pasti beliau akan jemput.
tapi ,akila tipe wanita yang tak suka menyusahkan dan merepotkan orang lain.
jadi,ia punya inisiatif sendiri untuk naik taxi.
10 menit kemudian,
tin..tin...
taxi yang akila pesan udah sampai didepan akila.
akila mendongak.
tangan nya meraih gagang ransel dan menariknya masuk kedalam taxi.
"pak ,tolong antar saya ke desa bulaksari ." kata akila.
"baik non ." kata supir mengangguk.
akila menduduki jok dan menatap kedepan.
ia sangat letih.
ingin rasanya cepat sampai kerumah nya .
taxi melaju kencang memburu waktu
1/2 jam Kemudian.
akila telah sampai di gang rumahnya.
ia tertegun, banyak sekali perubahan di desanya.
dulu ,desa bulaksari begitu ramai anak kecil.
sekarang ,bukan ramai lagi tapi ramai banget , didepan gang menuju rumah akila ada beberapa ibu-ibu yang memperhatikan taxi yang akila tumpangi.
ia tersenyum.
batin aKila terkekeh.
ia sudah tak sabar ingin segera sampai di rumah pak aji dan bu ningrum.
"pak, digang sempit depan ,kita berhenti ya." ucap aKila sambil menyiapkan ranselnya dan beberapa barang bawaan dan oleh-oleh buat keluarga.
akila menatap jalan ,ia turun dari taxi dan memberi 2 lembar uang kertas berwarna merah untuk supir.
"makasih ya pak." ucap akila tersenyum
sambil berlalu
taxipun melaju kencang meninggalkan aKila.
akila merasa lega ,ia pun bergegas masuk.
ia sampai juga diteras.
"assalamualaikum." ucap aKila sambil menenteng barang bawaan .
"waalaikum salam." sahut suara dari dalam ruangan rumah.
akila duduk di kursi depan sambil menghirup udara segar pedesaan.
pak aji melongok keluar.
betapa terkejutnya beliau.
melihat siapa yang datang.
" akila ,nok ayu, kamu rupanya ." kata pak aji merangkul anak gadis nya .
eh bukan gadis , tepatnya gadis bukan perawan wkkk...
"ayah,gimana kabar ayah," akila menatap mata laki-laki itu.
"ayah kurusan."ucap akila sambil meraba pipi ayahnya yang penuh guratan halus.
ya,pasti pak aji kecapean ,harus kerja dan mengurus bu Ningrum .
sampai beliau lupa istirahat dan tidur dengan benar.
__ADS_1
akila berkaca-kaca.
ia terasa sesak napas.
akila membenamkan kepalanya dipelukan ayahnya.
menangis sejadi-jadinya.
ia sedih , karena saat seperti ini seharusnya ia ada bersama dengan orang yang sangat dicintainya.
tapi,
kenyataan begitu pahit.
akila makin tersedu.
"udah ,jangan nangis lagi ,nanti ibumu lihat beliau jadi sedih ,ayo kita masuk dan temui ibu dikamar." ajak pak aji pada anaknya.
"iya yah, ayo masuk kita samperin ibu." ucap aKila sambil memeluk ayahnya dan pak aji membawa tas akila.
mereka masuk kedalam kamar bu ningrum.
krett....
"Bu, ini lihat siapa yang datang ." kata pak aji membuka dan melongok kedalam kamar.
beliau masuk dan berdiri didepan bu ningrum.
Bu Ningrum yang sedang terlelap , beliau pun bangun .
"yahh,ada apa ,kok masuk ke kamar,katanya mau berangkat kekebun." ucap bu ningrum menatap aji.
"ahhh,nanti aja bu,gampang .
"ayah mau kasih sesuatu yang bakal buat ibu seneng." ucap pak aji bikin penasaran.
"sesuatu? sesuatu apa." buningrum mengernyit bingung.
"udahlah,ayo kita lihat saja kedepan."ajak pak aji memapah tubuh bi ningrum.
mereka berjalan keruang tengah.
menghampiri aKila.
bu ningrum menganga,setelah melihat akila didepannya.
"nakkk,akilaku sayang " tutur bu ningrum memeluk erat anaknya itu.
"ibu,akila kangen ,maaf ya ,akila baru bisa temui ibu sekarang." ucap aKila menghamburkan pelukannya.
"iya gak apa-apa nak,ibu senang kamu udah mau nemuin ibu ." buningrum mengecup kening aKila.
"hmmmm,ibu kenapa harus sakit ,akila gak tenang selalu kepikiran ibu,akila ingin merawat ibu." ucap aKila tersedu.
"udah,udah, ibu udah sembuh kok,ini ibu jadi tambah semangat karena kamu udah mau jenguk ibu sekarang ini." bu ningrum mengusap rambut akila.
"hmmm,ibu, akila cuma cuti satu minggu ,dan akila harap selama satu minggu ini ,ibu bisa pulih dan bisa sehat lagi,biar pas akila balik lagi kekota ,ibu udah sehat lagi." akila menatap ibunya
tekkk..tekkk..tekk...
tiba-tiba terdengar langkah kaki dari ruang tamu.
rupanya bima dan septa baru pulang dari tempat lesnya.
"Kaka,kaka baru datang." teriak bima dan septa memeluk kakaknya.
akila menyambut kedatangan mereka
"adiku sayang,sikembar nakal , kalian udah dewasa rupanya." ledek akila mencibir adiknya.
sambil menoel hidung mereka.
"ahhh Kaka,kita memang sudah dewasa ,Kaka aja gak pernah pulang,jadi tak tahu pertumbuhan kita berdua." protes bima dengan nada khasnya.
"iya tuh,kaka , mentang-mentang udah enak hidup di kota lupa sama kita." timpal septa mengerucutkan bibirnya.
"gak,bukan gitu sayang,Kaka kan disana kerja,jadi Kaka gak bisa terus hubungin kalian lewat telepon."akila mengelus pipi mereka berdua.
ada rasa haru dan bahagia ,bisa berkumpul dengan keluarga yang ditinggalkan sejak lama itu.
akila menitikkan air matanya .
sedih!!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
haiii..vote dan like aku dong ,biar karya ini jadi populer....🙏🙏🙏❤️❤️💋💋
__ADS_1